Jandaku, I Love You

Jandaku, I Love You
Awal Pertemuan Yessi dan Om Ricky


__ADS_3

TENTANG YESSI DAN OM RICKY


Semakin lama semakin lemas tubuh Yessi, perutnya tidak mampu menerima apapun, ponselnya berdering tiada henti tertera nama Daddy lollipop, julukan om Ricky dari Yessi.


"Apa yang terjadi pada diriku, tidak mungkin aku hamil jelas ini tidak akan terjadi padaku," Yessi gugup tentu saja dia akan menerima konsekuensi paling berat dari Iwan.


Mau tidak mau benteng pertahanan Yessi atas rahasia yang selama ini ia simpan rapat rapat harus rela terbongkar, dan konsekuensinya kemarahan Iwan tentu tidak mudah untuk menawarnya, kesalahan fatal telah Yessi lakukan, tapi untung saja om Ricky sudah terlanjur sayang dan akan bertanggung jawab apapun itu yang terjadi.


🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️


Awal mula bertemunya Yessi dengan om Ricky adalah terjadi dua tahun terakhir ketika memasuki semester 4 masa kuliahnya, tentu saja dengan gaya ala-ala ABG banyak keinginan dan modal sebagai penunjang penampilan para remaja.


Pemberian uang saku dari Iwan ataupun Bu Lestari belum mencukupi kebutuhan Yessi untuk sekedar happy dan bergaya ala sosialita di area kampusnya.


Dona adalah sahabat sekaligus ATM berjalan bagi Yessi yang selalu mentraktir makanan, skin care bahkan acara weekend tidak jarang Dona mengajak teman-temannya termasuk Yessi mengabiskan recehan yang nyelip di saku bagi Dona.


Lalu Apesnya lagi! Om Ricky adalah papa Dona yang selalu haus belaian kasih sayang karena Elisabeth Mama Dona adalah pebisnis property di Singapura, jadi klop sudah pertemuan orang tua Dona jelas-jelas memberikan dampak buruk bagi perkembangan lib ido om Ricky yang sedang terjadi siklus puber kedua, bagaikan gayung bersambut antara Yessi dan om Ricky saling membutuhkan dan saling melempar asmara terlarang di balik persahabatan Dona dengan dirinya.


"Om... Nanti kalau Dona mengetahui hubungan kita bagaimana? Dia sahabat terbaik Yessi om, akan sulit mencari sahabat seperti dia!" Keluh Yessi sedikit ragu ketika Om Ricky mengajak Yessi berlibur kepuncak, tentu saja bukan kaleng-kaleng dong imbalannya.


"Santai sayang... Serahkan semua pada o-om semua akan berjalan sesuai keinginan kamu, hheemm."


Didalam vila yang menjadi tempat singgah om Ricky dengan keluarga bila saat liburan. Kini mereka gunakan untuk menghabiskan waktu yang sangat panjang dan panas, dan first time bagi Yessi tentunya.


Kamar yang sangat romantis dan semua serba harum khas kesukaan yessi, serta paduan warna mate mustahil seseorang akan tidak betah berada didalamnya, fasilitas yang serba memukau penglihatan Yessi.


Tangan nakal om Ricky mulai meluncurkan gerakan yang belum pernah sekalipun Yessi rasakan, om Ricky pelan namun pasti melepaskan satu persatu benang yang melekat pada tubuh putih bersih Yessi, semakin membuat dirinya panas dingin rasa penasaran tapi takut melakukan membuatnya dilema.


"Sayang... Rilexs ya! jangan tegang begini semua akan baik-baik saja," suara macho khas om Ricky menggelitik telinga dan semakin mendorong rasa penasarannya.

__ADS_1


"Heemmm dinosaurus eggs milikmu sungguh menggiurkan, boleh om Ricky miliki kan sayang...!" Tentu saja bukan jawaban yang om Ricky terima, akan tetapi hanya sebuah era ngan Yessi dengan nafas yang hampir saja putus.


"Om.... Oh.... Om.. lakukan om!"


Om Ricky memainkan lidahnya dengan memainkan dinosaurus eggs yang mencuat, menantang ingin merasakan lembutnya belai an tangan om Ricky.


"Sayang.... Buka matamu, lihat mata Om bernafas laj dengan teratur, om akan membimbing mu pelan-pelan!"


"Hhemmm.... Nik mati sayang, ini adalah awal bagimu sayang kita nik mati bersama ya...!" Tangan om Ricky merayap semakin merajalela menyusuri telaga sunyi yang belum pernah berpenghuni itu.


Mata Yessi terpejam rapat-rapat, menikmati sensasi yang membuat desir sirkulasi peredaran darahnya semakin mendidih.


Sama halnya om Ricky, sosis kanzler jumbo miliknya semakin mekar setelah kena gorengan tangan lembut Yessi dengan bimbingan om Ricky.


Semakin lama semakin memberikan sensasi keberanian pada diri Yessi, hingga pengecap rasa pun mulai ikutan bergerilya mencari rasa yang sebenarnya.


Sosis kanzler itu sedang menikmati hangatnya sesapan lidah Yessi, desa h an Om Ricky, membawa tangannya membelai rambut panjang Yessi yang menutupi wajahnya.


Rupanya pelajaran pertama yang Yessi terima dari om Ricky membuatnya semakin keranjingan.


"Hemm tentu sayang, nikmati sosis kanzler milik Om! Sedikit sakit ya... Tapi om akan pelan pelan, Yessi nikmati saja!"


Pergum ulan liar itu semakin membakar keinginan dan peluh mengucur memberikan rasa tersendiri.


"Ouhh...om sa...kit!" Tangan Yessi mencengkram bahu om Ricky rasa sakit itu semakin memberikan keinginan untuk segera memberikan ujung kenik matan.


"Pelan sayang, hhmm nik mati... Yessi ...sayang hhemmm!" Akhirnya sosis kanzler jumbo milik om Ricky tuntas juga merobek pembungkus pabrikan.


henta kan demi henta kan, memberikan kenikmatan tersendiri.

__ADS_1


"Aahhh.... Sayang... Hemmm enak om.. lagi om teruskan!" Gerakan liar itu nyatanya tidak ada tandingannya dengan rasa nik mat.


Hentakan sosis kanzler jumbo itu membuat mata Yessi, terbuka dan tangannya berusaha menekan pinggang om Ricky, seolah-olah masih saja kurang mentok dan menabrak dinding kenik matan yang baru saja ia temukan.


Hingga mesin mixer ala Om Ricky mengaduk seluruh isi baskom yessi, keju mozza rella pun meleleh tanpa bisa dicegah.


"Aahhh......" Suara gaduh dengan segala cerocos kenik matan mengakhiri kocokan mixer sosis kanzler jumbo om Ricky.


Kejadian itu bahkan terulang dan terulang, semakin lama semakin berani, Rasa perih nyatanya tidak sebanding dengan nikmat dan kelihaian permainan yang om Ricky berikan pada Yessi.


keberanian Yessi setelah pernyataan om Ricky tetap akan bertanggung jawab bila terjadi apa-apa pada diri Yessi.


🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️


POV OM RICKY BERSAMA KELUARGA


"Papa....! Sungguh keterlaluan, kurang apa Mama? Apakah papa lupa atau benar-benar tidak melihat Yessi adalah sahabat Dona, paa...!" Emosi Dona meledak setelah mengetahui dengan kepala sendiri kelakuan papanya benar-benar kelewatan batas.


"Ricky... Kita cerai, aku tidak ingin kamu madu, kami keterlaluan! Matamu bahkan buta dengan siapa kamu bercinta,"


Prang....prang.....


Elisabeth istri om Ricky tidak sanggup membendung kemarahannya, segala sesuatu yang ada disampingnya menjadi pelampiasannya.


"Aku akan tetap menikahi Yessi, karena saat ini dia mengandung anakku, maaf untuk satu ini aku agak egois! Aku juga tidak akan menceraikan dirimu Elisa, sampai kapanpun Dona sudah aku anggap anakku sendiri. Dan aku akan memperlakukan kalian sama dan adil."


🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️


To be continued 😉

__ADS_1


Mak... butuh kipas angin ternyata 😂🤣, istirahat dulu Mak cari yang sejuk sejuk dulu ya, byeee.


Salam Sayang Selalu by RR 😘


__ADS_2