Jandaku, I Love You

Jandaku, I Love You
Kedatangan Darius


__ADS_3

Yessi semakin kesini dia semakin gemas dengan keadaannya, kekasih yang diharapkan untuk pelabuhan terakhirnya kini semakin tidak jelas keberadaannya, sudah lima hari berlalu namun tidak satu dering pun ponsel milik Yessi tertera namanya Darius, bule pujaannya.


Sedangkan Bu Lestari juga merasa trenyuh dengan keadaan Yessi, walau bagaimanapun juga Yessi adalah anak perempuan satu-satunya dan tempat dia akan menggantungkan hari tuanya kelak, namun kini... Semua bagaikan cerita sinetron ikan terbang, calon mantu tapi tidak satupun keluarganya Bu Lestari ketahui keberadaan.


ingin rasanya Bu Lestari menghubungi Iwan, namun Yessi selalu melarang, dengan dalih ia akan membuktikan bahwa ia sebagai anak perempuan yang bisa mandiri dengan modal kecantikannya.


"Yessi, bagaimana kalau kita cari keberadaannya saja, karena ibu yakin dia berada tidak jauh dari kota tempat tinggal kita, atau kamu luangkan waktumu untuk mengantar kerumah Lintang biar ibu yang akan bicara dengan dia," ide sang ibu berharap mendapatkan kecerahan atas masalah yang dihadapi Yessi.


"Kamu jangan uring-uringan terus Yessi! Andaikan dia bukan jodohmu, kan kamu bisa mencari orang yang lebih baik dari dia!"


"Lah... Ibu omong saja enak, yang mengalami ini loh yang susah, selain Darius kaya raya, dia juga calon suami yang mampu memberikan kepuasan lahir dan batin Bu, ibu paham nggak sih!"


Bu Lestari tentu saja kesulitan untuk memberikan jawabannya, sebab bagaimanapun juga kepuasan bathin tidak bisa ia pungkiri. Walaupun pada dasarnya dia sudah menjanda sejak Yessi berada di bangku sekolah pertama hingga saat ini.


"Itu terserah kamu Yessi, hanya saja ibu tidak mau kamu terpuruk begini, lagian kamu kan sudah untung besar dari Darius,"


"Ibu salah besar, kredit card atas nama dia yang aku pegang saat ini sudah di blokir sama dia, oh ibu ini sangat menyedihkan, hu hu hu....!" Tidak tahan atas kesedihan yang ia alami, tumpah juga air mata itu.


"Jangan di sesali, kita tunggu saja mungkin dia repot, atau sedang keluar kota siapa yang tau! Lain kali kamu harus minta alamat lengkap dia, biar mudah bagimu untuk mencari dia, minimal rumah orangtuanya," Bu Lestari benar-benar merasakan kebodohan Yessi yang mau maunya kenal dengan seorang laki-laki yang tidak jelas asal-usulnya.


"Atau kita datangi kantornya, bukankah kamu dulu kerja di perusahaannya?" Kembali saran Bu Lestari tanpa kurang akal dengan maksud membantu meringankan beban pikiran Yessi.


"Ibu... Tempat usaha itu sudah alih tangan, dan bukan milik Darius lagi, melainkan sudah beralih fungsi sebagai perusahaan ekspedisi, dan mereka tidak tau siapa Mr Darius, aahh.... Dia misterius ibu!" Bukannya reda situasi hati Yessi, akan tetapi dia malah seperti orang kesurupan dengan meremas rambut panjangnya menjadi kusut dan berantakan.


Bu lestari mendekati Yessi dan berusaha tetap menghibur putrinya yang sedang dilanda kecemasan.

__ADS_1


"Kita kerumah Lintang saja, yuk! Ibu akan bicara dan minta tolong ke dia siapa tau dia juga tau tentang Darius."


Dengan berbekal kenekatan Yessi yang sedikit bernyali ciut menemui Lintang, sebab dia sudah pernah mendapatkan teguran dari dokter Dian, ketika ia menanyakan tentang Darius pada Lintang.


Namun hanya ini jalan satu-satunya untuk bertanya dan mencari keberadaan Darius.


Buru-buru Yessi berbenah diri, dengan dandan secantik mungkin dan memakai busana sexy yang sudah menjadi kebiasaan dan ciri khas Yessi memakai apapun yang melekat pada tubuhnya dengan kondisi minim bahan baku.


Akan tetapi belum juga mereka selesai berbenah untuk mempersiapkan diri berangkat ke kediaman Lintang, ponsel Yessi mengalunkan sebuah irama nada panggilan dari dalam tas branded milik Yessi.


"Honey... Ya ampun kamu kemana saja! Kamu membuatku khawatir dan takut, sekarang katakan padaku, kamu dimana sekarang, Hem!" Yessi serasa tidak sabar mendapatkan jawaban dari seberang telepon.


Rasa girang itu membuatnya melupakan kemarahan dan kesedihannya, beberapa hari lalu.


"Aku disini honey,"


Sontak saja Yessi yang menyadari akan hal itu dia berlari lalu berhamburan dalam pelukannya Darius.


Di pojok rumah itu sepasang mata menyaksikan sambil mencibir kearah pasangan yang sedang dimabuk asmara, namun itu perbuatan yang tidak benar menurutnya.


Art itu berlalu sambil bergumam, " heleh wong pasangan kumpul kebo aja, apa istimewanya 5 hari tidak bisa dihubungi bisa jadi dia ngendon di tempat betina lain, juga nggak tau sih!"


Bibir monyong wanita dengan usia tidak jauh usianya dari Bu Lestari, sambil meremas kemoceng yang ia bawa.


"Heh ... Ngomong apa kamu heleeh... Anakku bukan pelakor loh ya! Kamu kalau ngomong yang dijaga, sudah sana kerja saja nggak usah ngurusi anakku, dia lebih pinter daripada kamu!" Bu Lestari juga tiba-tiba sudah di belakang Art itu sambil melemparkan kain lap ke pundaknya.

__ADS_1


"Lah... Nyonya bikin kaget saja sih, saya berani bertaruh gaji satu tahun, bahwa bule itu punya wanita lain selain mbak Yessi, soalnya wajah-wajah seperti dia itu wajah mesum, nyonya!"


Art ini benar-benar percaya diri dan dia berani bertaruh dengan Bu Lestari yang hanya bisa melotot saja melihat tingkahnya yang merendahkan martabat anak perempuannya.


"Hufftt sudah sudah... Kamu ini bikin orang jengkel saja, sana kebelakang!"


Bu Lestari beringsut menuju halaman belakang rumahnya untuk melihat bunga anggrek tanaman Lintang ketika masih menjadi menantunya dulu.


Gurat muka Bu Lestari sebenarnya tidak bisa menyimpan kekhawatiran pada nasib Yessi, ia bahkan tidak sanggup untuk sekedar membayangkan apa yang akan terjadi kelak, kalau si bule calon suami Yessi adalah laki-laki beristri, tentu Yessi akan kembali sebagai pelakor dalam hidupnya.


Darius tentu saja membalas pelukan itu tanpa sungkan dimana dia berada, "honey katakan kemana saja beberapa hari ini, kenapa off ponsel? Sedang kamu sendiri tahu, kalau aku butuh uang untuk biaya pernikahan kita bukan depan, kredit card malah kamu blokir, aku was-was tahu hindari honey!"


"St...st...st... Sudah sudah aku sudah kembali, maaf aku harus terbang ke Filipina untuk sebuah pekerjaan yang tidak bisa di tunda, kamu yang sabar ya...!"


Bukan Darius bule keren namanya kalau nggak bisa bikin klepek-klepek perasaan Yessi dengan suara bariton miliknya, yang super romantis yang sudah menjadi kebiasaannya.


"Lalu bagaimana dengan kredit card itu? Kenapa tidak bisa digunakan, sedangkan aku harus membayar uang muka untuk souvenir dan untuk keperluan lainnya, honey... Pernikahan kita nggak di undur lagi kan...?" Yessi tetap saja mencecar pernyataan pada Darius, karena sejujurnya saja Yessi sedikit ciut nyalinya dengan ulah Darius yang tiba-tiba menghilang.


Bu Lestari yang merasa ikut gundah, akhirnya kembali lagi ke ruang tamu dan mendapati Yessi dan Darius tengah melakukan pembicaraan serius, dari pandangan Bu Lestari sekilas hanya Yessi yang serius berbicara, sedangkan Darius hanya senyum senyum saja.


"Nak Darius, begini ya... Alangkah baiknya nak Darius membawa pihak keluarga untuk datang kerumah ibu, atau setidaknya ajak Yessi berkunjung ke rumah nak Darius jadi biar kalian bisa lebih dekat lagi, bukankah kalian akan segera menikah? Lalu apalagi yang kalian sembunyikan?" Bu Lestari akhirnya tidak tahan juga dengan tetap berdiam diri dan ikut menimpali kata-kata Yessi.


🧚🏻‍♀️🧚🏻‍♀️🧚🏻‍♀️🧚🏻‍♀️🧚🏻‍♀️🧚🏻‍♀️🧚🏻‍♀️🧚🏻‍♀️🧚🏻‍♀️🧚🏻‍♀️


Nah kan ruwet to? Ini mah bukan rewel lagi 🤣, masa iya pernikahan Yessi Mai tertunda lagi?

__ADS_1


Yuk kepoin chapter berikutnya, tapi jangan lupa like dan komen membangun yah bestie.


Salam Sayang Selalu Sehat Always Sejahtera by RR 😘


__ADS_2