
Yessi dalam diamnya tetap saja menghabiskan makanan yang sudah dipesan oleh Juno, bagaimanapun juga dia butuh tenaga dan kondisi tubuhnya yang lemas tanpa daya sangat tidak memungkinkan untuk melakukan perlawanan pada Juno, entah laki-laki dari mana yang tiba-tiba muncul dalam satu kamar hotel yang besar dan mewah, dan memberikan kesakitan yang luar biasa pada dirinya.
Perih dan nyeri serta rasa kebas pada tubuhnya, berjalan pun tidak mampu dengan tegak, "makanlah dengan santai, setelah itu istirahatlah dengan baik! Aku tidak akan memintamu lagi untuk memuaskan diriku, he he he," tawa Juno sungguh membuat rasa lapar Yessi menjadi berangsur penuh dalam lambungnya.
"Katakan padaku! Dimana Darius, kenapa kamu ada disini? Apakah kamu telah menculik ku?" Kembali Yessi melontarkan pertanyaan yang sama pada Juno yang juga sama-sama menikmati makan malamnya yang jauh sudah terlambat.
"Makanlah dengan baik, jangan banyak tanya nanti setelah itu aku akan ceritakan seluruhnya.
Juno tetap berusaha menjadi manusia jujur di bawah kendali Darius dengan imbalan kesenangan dan kenikmatan yang baru saja ia dapatkan.
Bila mujur Yessi akan jatuh dalam pelukannya, namun bila ada penolakan dari Yessi, itu bukan sebuah akhir cerita dalam hidupnya, toh dia sudah mendapatkan kehangatan dan kenikmatan yang sudah dia rengkuh dari Yessi saat dibawah pengaruh serbuk birahi yang sudah diberikan Darius waktu itu.
Mata Yessi menatap tajam kearah Juno yang masih saja santai menikmati hidangan dan menyesap minuman yang masih hangat, senyumnya berusaha memberikan ketenangan pada Yessi, namun tidak dengan Yessi.
"Aku akan duduk di luar balkoni, kalau kamu mau boleh mengikutiku, atau bila kamu ingin keluar sendiri dari hotel ini, berarti kamu telah bunuh diri dengan tidak ingin mengetahui kejadian sebelum kamu sendiri menyerahkan tubuhmu padaku!" Juno akhirnya berlalu keluar dan menuju balkoni di balik sliding door kaca, dengan santai ia menghisap rokoknya.
"Sialan mana bisa aku menyerahkan tubuhku pada laki-laki brengsek ini, aahh... Kacau apa yah terjadi pada diriku, tidak mungkin Darius meninggalkan diriku begitu saja, aahh.....!" Yessi serasa frustasi dengan kenyataan yang jelas telah menimpa dirinya.
Dengan langkah sedikit pincang menahan rasa ngilu pada area pangkal pahanya, Yessi mengarah ke tas jinjingnya yang berada di nakas.
Yessi merogoh beberapa slot penyekat dalam tasnya mencari ponselnya, "ahhh.... Ini dia,"
Kembali Yessi berjalan menuju sofa dan mencari tempat duduk yang empuk dan dirasa nyaman untuk menjadikan tumpuan bokongnya.
__ADS_1
Wajah cantik Yessi yang menjadi sangat pucat, semakin pucat ketika melihat galery photo miliknya telah berubah 100% dari semula.
Foto kemesraan antara dia dan Darius tidak satupun tersisa, hanya foto dia dengan Juno yang sedang berjalan menuju kamar hotel yang sekarang mereka pakai, dengan menggelayut manja, lalu mencium dan membuka kancing baju juno.
"Ahh.... Ini tidak betul, dia... Oh tidak mungkin....!" Yessi berlalu menyusul Juno yang berada di balkoni yang masih saja asyik dengan rokoknya.
"Hei.... Siapapun kamu katakan apa maksud ini semua, huh..?" Yessi mendekat dan menunjukkan ponselnya pada Juno, dan meminta Juno untuk menceritakan apa sebenarnya yang telah terjadi.
Juno meraih tubuh Yessi dan terjatuh dalam pangkuannya, "duduklah aku akan menceritakan bagaimana kamu bisa bersamaku disini,"
Juno berjalan masuk beberapa menit kemudian dia kembali dengan ponsel yang ada di tangannya.
"Bukankah ini video kita? Kamu yang mengajakku mengarungi kenikmatan yang sendiri kamu ciptaan," Juno mempertontonkan beberapa video perjalanan Yessi dan dirinya hingga berada di dalam kamar hotel, dan melakukan kenikmatan bersama hingga berulang dan berulang lagi.
Mata Yessi tidak berkedip ketika melihat video dengan durasi yang panjang dan beberapa video di saat dia melakukan pergulatan yang panas, bukan dengan Darius namun dengan Juno laki-laki yang sama sekali belum dia kenal, dan tidak ia ketahui darimana Juno berasal.
"Lalu dimana Darius?"
"Kamu nanya... Huh... Kamu nanya tentang Darius? Mana mau Darius dengan wanita sok jual mahal tapi sebenarnya murahan begini? Jelas kamu sudah di buang Yessi sayang...! Dia telah pergi, jelas dia cemburu disaat kamu berjalan memilih diriku yang lebih tampan dan macho ini daripada dia, ha ha ha!" Juno merasa diatas awan mendapati kebodohan Yessi.
Yessi kembali mengutak-atik ponselnya, mencari nomor Darius tapi tetap saja kosong, dia bolak-balik ponsel miliknya berpikir mungkin ini bukan ponsel miliknya sendiri.
Namun tetap saja sama, ponsel itu adalah miliknya akan tetapi tidak satupun foto atau kenangan bersama Darius ia temukan.
__ADS_1
"Ini tidak mungkin, aku bahkan sudah melakukan persiapan pernikahan dengan dirinya, kamu jangan menjadi pengacau diantara kami!" Teriak Yessi tidak kalah sengitnya pada Juno telah menjatuhkan harga dirinya.
"Kamu lihat ini? Sini duduklah dengan baik-baik kita lihat bersama bagaimana kamu memperlakukan diriku semalam," Juno menarik tangan Yessi, kali ini Yessi sudah merasa lemas dan tidak berdaya melawan kenyataan, bahwa dia telah terjebak.
Juno memutar video di ponselnya, yang sebenarnya adalah kiriman dari Darius.
Tubuh Yessi begitu lengket dengan tubuh Juno, dalam bahkan tawa lepas Yessi jelas terlihat sebuah kekuasaan pada dirinya, dan di saat Juno yang berusaha bangkit meninggalkan Yessi, dengan sigapnya Yessi kembali meraih lengan Juno, menggambarkan jelas-jelas Yessi tidak ingin jauh dari Juno, pergulatan demi pergulatan semakin membuat panas suasana.
Pandangan Yessi tiba-tiba kabur dan lemas lantas jatuh pingsan, beruntung Juno segera menangkap tubuh ramping itu, lalu membawanya masuk dan membaringkan tubuhnya diatas kasur king size yang masih berantakan sisa-sisa ulang mereka sendiri.
Harapan untuk bersanding dengan lelaki pujaannya dalam sebuah ikatan pernikahan kembali kandas, walaupun belum ada kepastian tentang video dan foto-foto yang terdapat di ponselnya dan ponsel Juno, Yessi tetap berkeyakinan bahwa ini sebuah prank dari Darius.
"Tapi.... Kalau ini hanya prank saja, lalu kenapa aku harus tidur dan melakukan pergumulan panas itu dengan Juno?"
Gumam Yessi yang sudah siuman kembali, dan tetap saja mendapati dirinya yang hanya berbaring lemah di atas ranjang besar, matanya menatap tajam kearah Juno yang sudah berpakaian rapi.
"Aku pergi, bukan saatnya kamu menyesali semua perbuatan kita, dan nikmati saja hasilnya. Ini sedikit uang untuk naik taxi pulang." Juno melempar beberapa lembaran merah di dekat Yessi berbaring.
Yessi menutup mulutnya rapat-rapat, matanya menyaksikan kepergian Juno sambil meremas selimut yang menutupi tubuhnya. Meraih lembaran merah yang Juno lemparkan untuknya, "aahhh.... Kalian brengsek, tunggu aku akan mencari sendiri keberadaan Darius, aku tidak terima di campakkan begini, awas kalian."
🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️
To be continued 😉
__ADS_1
Wes angel Iki angel banget 🤧, lanjut saja yuk like dan komennya donk bestie 😘
Salam Sayang Selalu Sehat Always Sejahtera by RR 😘