
Hampir seminggu sudah Darius menjauh dari jangkauan Yessi, tanpa mengaktifkan ponselnya. Hari ini akhirnya Darius berencana datang menemui Yessi, tentu saja dengan seseorang yang sudah ia sewa untuk mengelabuhi Yessi dan ibunya.
Kedatangan Darius tentu saja mendapatkan tanggapan hangat dari Yessi yang sudah menahan rindu dan sudah siap menyusun beberapa pertanyaan untuk Darius yang hilang beberapa hari darinya.
"Ibu... Orang tua saya masih di luar negeri, nanti kalaupun sudah tiba waktunya, beliau pasti hadir kok dalam pernikahan aku dan Yessi, jadi untuk ini ibu dan Yessi tidak usah terlalu berpikir yang tidak-tidak dengan saya," mulut Darius dengan licinnya kembali menyusun strategi, namun kali ini untuk menjauh dari Yessi dengan memberikan umpan pada orang lain.
"Tapi nak Darius setidaknya menghubungi orangtuanya untuk sekedar bicara pada kami, melalui ponsel kan bisa? Sekarang kan audah jaman modern to, video call juga sudah marak dimana-mana." Kali ini Bu Lestari merasakan Darius telah menyembunyikan kebenarannya.
"Ibu, video call itu sangat mudah, akan tetapi orang tua saya tidak terlalu free time seperti yang ibu duga, lagian orang tua saya kerjanya juga bukan hanya duduk mengharap pemberian dari anak saja, ikut arisan dada wisma saja pakai dandanan menor,"
Jleebb...
Ngilu sudah jawaban Darius secara tidak langsung tepat mengenai posisi Bu Lestari yang hanya sibuk mengadakan pertemuan sosialita dengan dalih arisan. Serta membandingkan kemampuan masing-masing yang berhadapan dengannya secara tidak langsung.
"Kamu! Heh dia anakku kalau ada apa-apa dengan dengan dirinya, aku juga yang rugi bandar, enak aja jawab orangtua bicara," sengit Bu Lestari.
"Ibu.... Sudah..sudah, Darius bukan seperti itu orangnya, iya kan sayang!"
Darius melemparkan senyum kemenangan karena sudah mendapatkan pembelaan dari Yessi, dan hampir saja kecurigaan Bu lestari pada dirinya terbongkar.
"Sudah kita keluar yuk, bete nih dirumah terus. Maunya kan cari makan diluar dan mendapatkan suasana baru, aku tuh capek mengurung diri di rumah terus karena mikirin kamu loh...!" Lagi-lagi Yessi merengek pada hal sepele, dan ini adalah sesuatu yang akan memudahkan Darius untuk menjalankan siasatnya.
"Ewhh... Bu... Ibu....!"
__ADS_1
"Eh... Kamu, nguping lagi yah... Awas kamu ya, sudah pergi sana! Kamu itu terlalu kepo sama kehidupan anakku,"
"Eh bukan begitu Bu, ish... Ibu ini biji mana sih, itu bule turunan dari mana? Mas iya bule juga tau tentang arisan dasawisma, dia bule kampung apa buleleng kebo piaraan mang Supri yah!" Asisten rumah tangga itu benar-benar tidak percaya dengan pendengarannya, bergumam sendiri di belakang gorden yang menjadi sekat ruangan terbuka itu.
"Heh dengarkan sini! Kamu benar-benar kepo sih Tini, dia itu asli bule lihat saja dandanan dan tampangnya, hihhhh ngadi ngadi kamu yah,"
Bu Lestari tetap saja menjaga image dirinya dan Yessi depan Tini yang notabene hanya seorang pembantu rumah tangga namun wawasannya tidak rendah rendah amat.
Tini berlalu begitu saja, ia merasa tidak ada gunanya berdebat dengan Bu Lestari yang selalu merasa benar.
"Berdandanlah secantik mungkin sayang! Kita jalan," Darius membelai rambut Yessi lalu mencium keningnya.
Yessi tentu saja merasa tersanjung dan membalas ciuman Darius dengan sedikit genit dan sedikitpun tidak menyadari binar mata Darius kali ini ada sebuah misteri yang tersimpan.
"Honey, ibu akan ketempat spa and treatment kita sekalian sejalan ya, soalnya ibu hampir dua Minggu nggak ada kegiatan diluar juga," teriak Yessi dari balik pintu kamarnya.
Bu lestari tentu saja kegirangan, selama ini dirinya selalu dimanjakan Yessi dan Darius yang terlalu royal pada yessi hingga secara tidak langsung dia juga kecipratan rejeki nomplok baginya.
"Hem.... Maafkan aku Yessi, mungkin kali ini adalah kali terakhir kita akan bersama, semua karena keadaan dan andai spa treatment ibu adalah ide darimu, hari ini jelas aku tidak bisa meluluskan permintaan mu." Darius sendiri bermonolog antara berat melepas Yessi lalu membiarkan Juno, anak buah yang akan mengambil alih demi keselamatan dirinya sendiri, sebab bagaimanapun juga tidak mungin Darius melepas Shinta, atau Shinta terlebih dahulu memergoki aksi selingkuhnya beberapa bulan ini.
Perjalanan menuju perbatasan kota, tempat dimana spa and treatment yang akan menjadi tujuan Yessi buat ibunya, setelah menurunkan Bu Lestari dan Yessi mendaftarkannya, mereka pun berpisah menuju tempat yang sudah diincar oleh Yessi.
Darius sesegera mungkin mengirimkan pesan elektronik kepada Juno untuk mengikuti arah yang di berikan melalui google map.
__ADS_1
Setibanya di tempat tujuan, yang ternyata sebuah hotel yang sudah Darius persiapkan untuk malam terakhirnya. Tangan Darius serasa susah untuk melepaskan tautan yang selalu menggelayut pada dirinya, berat memang tapi harus terjadi.
Walaupun Yessi sebagai daun muda, namun segalanya tidak sebanding dengan Shinta, nyatanya dia yang nyeri terkena tendangan kaki Lintang, seketika sehat dan sembuh dengan ulah Shinta yang membuatnya terombang-ambing oleh kepuasannya.
"Honey setelah ini aku akan menghabiskan waktu denganmu, aku sungguh merindukanmu," Yessi benar-benar lepas kendali begitupun Darius.
"Darius jangan pergi lagi, aku tidak mampu hidup tanpa dirimu sayang, ini sulit bagiku," ceracau Yessi setelah sampai didalam kamar yang sudah mereka booking.
"Sayang minum ini," Darius mengulurkan sebuah gelas wine yang sudah di beri sesuatu didalamnya.
Tanpa berpikir panjang lagi Yessi meneguk hingga tuntas isi dalam gelas itu, Darius yang juga sebenarnya susah untuk menahan hasratnya, segera saja melahap apapun yang ada pada yessi hingga terjadi pergulatan yang seimbang.
Yessi yang sedang berada di puncak libido karena pengaruh obat yang diberikan Darius hingga merasa tidak pernah ada puas puasnya.
Pada saat yang sudah di tentukan, Juno memasuki ruangan mereka, dan meneruskan apa yang memang sudah menjadi kesepakatan mereka berdua.
Sebelum pergi dari kamar itu, Darius menyempatkan untuk mengambil beberapa foto melalui ponselnya sebagai bukti untuk memperdaya Yessi dan melepaskan dirinya, walaupun itu berat namun harus tetap terjadi.
π§π»ββοΈπ§π»ββοΈπ§π»ββοΈπ§π»ββοΈπ§π»ββοΈπ§π»ββοΈπ§π»ββοΈπ§π»ββοΈπ§π»ββοΈ
To be continued π
Entah bab ini amburadul kawanπ€, maafkan akuπ€ kita lanjut saja bab kedepan pokok like and plus plusnya ya bestie, biar semangat jempol ini.
__ADS_1
Salam Sayang Selalu Sehat Always Sejahtera by RR π