
POV Darius
Berjalan dengan tertatih-tatih pulang kerumah Shinta dengan harapan akan mendapatkan sebuah perhatiannya, tendangan bebas tanpa hambatan dan jelas mendarat pada onderdil keramat miliknya, dan satu-satunya aset kebanggaan untuk meluluhkan hati sekaligus hidup nyaman disisi istrinya yang selama ini menghidupi dirinya.
"Aahhh... Wanita sialan itu sungguh Berani, dan kekuatannya tidak bisa diremehkan, ohhh ini menyiksa baby..."
Darius terdiam sesaat sambil menunggu seorang sopir untuk menjemput dirinya yang sedang sibuk mengalihkan rasa sakitnya.
"Ini tidak boleh terjadi, bagaimanapun juga Shinta adalah istri sah dan aku tidak mungkin melepas dia hanya untuk mendapatkan Yessi, aku harus menyusun strategi."
Darius menghubungi seseorang melalui ponselnya, dengan serius dia memberikan informasi dan menyusun sebuah strategi berikutnya. Sebab bagaimanapun juga untuk menikahi Yessi adalah tantangan yang tidak mungkin ia lakukan, kesenangannya dengan Yessi hanya saat ia merasa bosan dengan istri tuanya saja, walaupun tidak dipungkiri biarpun tua Shinta sulit tersaingi dengan jam terbang tinggi tentang urusan ranjang, Shinta is the best bagi Darius yang sudah pernah merasakan puluhan Tante Girang dan pelukan sekian banyak Tante Girang yang sudah pernah memakai jasanya.
"Jun... Ingat ya.. ini rahasia harus kamu pegang baik-baik, aku akan membantu biaya untuk meraih dia, tapi setelah dia jatuh dalam pelukanmu, kompensasi dariku aku putuskan, gimana?"
"..........!......."
"Oke deal, nomor ini untuk sementara akan aku non-aktifkan, kamu hanya bisa menghubungiku dengan nomor satunya, oke! Minggu depan kita beraksi!"
Darius menutup panggilan itu dengan santai, senyumnya menyunggingkan sebuah kemenangan dengan kelicikannya pada Yessi, karena tentu saja dia tidak akan mungkin menikahi Yessi, selain Yessi tidak begitu pandai di ranjang, Darius juga sudah bosan dengan dengan dia.
Tapi naas bagi Darius ternyata tidak sampai di situ saja penderitaan yang harus ia alami.
Setelah sampai dirumah bukannya dia istirahat dan mendapatkan treatment karena onderdilnya yang sedang nyeri, tapi Shinta malah mengurut, membelai dan memberikan sensasi ingin mendapatkan perlakuan lebih dari Darius.
Tangan-tangan maut Shinta nyatanya tidak mampu ia hindari, apalagi onderdil miliknya juga tidak bisa kompromi dengan hatinya, sekali lidah Shinta menarikan ukiran pada onderdil inti Darius, bukannya sakit lagi yang ia rasakan namun gejolak ingin memacu dan memberikan keinginan Shinta yang tidak mungkin Darius tolak.
__ADS_1
Pergulatan yang tidak terasa hampir saja memakan waktu 2 jam itu, membuahkan erangan dan peluh yang membasahi tubuh keduanya.
"Heemm, hari ini kamu berada honey, apakah karena kita tidak sudah jarang melakukannya ya... Beberapa hari ini kamu kemana saja, hemmm! Awas saja kamu ya.. main main dibelakangku dengan daun muda, jangan harap onderdil mu akan selamat dari perjanjian yang sudah kita sepakati semula,"
Tubuh Shinta yang kelelahan bersandar di dada Darius, yang masih sibuk menata jalannya pernapasan.
"Tidak sayang, mana mungkin aku mengkhianati cintamu, daun muda diluar sana belum tentu senikmat olahan yang kamu suguhkan padaku," Darius berkata sambil membenamkan wajahnya pada dada Shinta dan menyembunyikan wajahnya diantara daging putih yang masih kenyal dan menantang itu.
"Eemmm besok kita kerumah Ibu ya, sayang...! Apa kamu nggak kagen sama orang tua sendiri? Kamu itu kalau bukan aku yang ngajak kesana, nggak pernah punya inisiatif sendiri untuk mengunjungi orang tua, yang sudah renta tuh, kasihan tau!" Gumam Shinta sambil menarikan ujung telunjuknya pada dada bidang dengan pahatan sixpack lalu turun menuju perut Darius dan melaju ke baby maker jumbo milik Darius yang enggan jinak itu.
Memang tidak dipungkiri dalam kehidupan Darius yang penuh dengan dunia gelap dan tidak wajar, sering membawa dia lupa akan siapa dirinya dan dari mana ia berasal.
Untung saja Shinta dari segi usia memang jauh dari Darius lebih membimbing dan jauh bersikap dewasa untuk bidang kehidupannya dan tentu saja Shinta adalah sosok yang selalu mengingatkan dari mana asal Darius sebenarnya dan bagaimana menghargai jerih payah orang tua yang hanya tinggal menunggu waktu dengan sisa usia yang belum tentu kita ketahui kapan ajal itu menghampiri kita.
"Iya sayang, kita akan berkunjung ke ibu! Sebenarnya aku pun juga merindukan dirinya," ucap Darius sambil terus membenamkan wajahnya sambil tangannya memainkan biji coklat kemerahan milik Shinta yang menggoda itu.
Malam pun telah perlahan bergulir menghabiskan waktunya, sepasang suami-isteri beda usia itu menghabiskannya tanpa peduli dengan sepasang cicak didinding yang iri dengan berbagai pose yang mereka lakukan 🤣
( Innalilahi 🤧 bacaan unfaedah ini mah 🤣)
Pohon rindang yang tumbuh kokoh tepat di depan rumah Shinta, telah sejak lama menjadi sarang beberapa burung liar, hingga setiap pagi selalu saja terdengar cuitan mereka bak irama yang mengalun indah menyejukkan penghuni dalam rumah besar itu.
asisten rumah tangga yang berkerja di rumah Shinta menyiapkan sarapan ringan serta beberapa strawberry Apple pie kesukaan Darius saat santai di rumah begini.
"Sayang... Rumah di depan itu sudah selesai saja ya! Hemm namun penghuninya kenapa belum pindah juga, orang mana sih?" Darius basa-basi dengan pertanyaan yang benar-benar tidak ia ketahui siapa yang akan tinggal di dalam rumah gedong itu.
__ADS_1
"Itu... Ya yang kapan hari kita ketemu dia di pasar basah, kan sama-sama belanja waktu itu, sayang?"
Shinta memberikan tau siapa sebenarnya pemilik rumah dan yang akan menjadi tetangganya nanti.
"Hahh... Dia! Oh no...!"
Darius tidak menyadari keterkejutannya dengan suara lantang ia mengundang rasa bertanya Shinta kemudian.
"Kenapa? Kamu ada sesuatu dengannya? Awas kamu ya, jangan harap bisa hidup baik-baik saja bila bermain api dibelakangku," Shinta berdiri sambil berkacak pinggang, dan memperlihatkan wajah garang yang tiba-tiba melukiskan seringainya.
"Bu....bukan itu sayang...ehhh de... dengarkan dulu duduklah honey!" Darius tiba-tiba saja gelagapan dia tidak sadar dengan ucapannya.
"Begini maksudku honey, tidak menduga yah wanita yang terlihat lemah itu bisa punya rumah Segede itu dan ternyata bersuamikan seorang dokter, aahhh beruntung sekali hidupnya," dasar si Darius yang pandai mengolah kata, dengan cepat ia mampu mengatasi kesalahan dalam ucapannya.
"Sayang.... Apa kamu kurang beruntung hemmm, aku begitu mencintaimu, apapun milikku kamu bisa menikmati, sebenarnya itu apapun kekayaan yang kita miliki, tergantung bagaimana kita menikmati, dan jangan lupa dengan cara bersyukur yang sesungguhnya."
Pucat pasi seketika wajah Darius, kini otaknya sibuk menyusun rencana untuk benar-benar melepaskan Yessi tanpa harus menimbulkan kecurigaan serta dia akan terhindar dari masalah besar dengan Shinta.
"Ohh... Semoga wanita itu mau berhati baik padaku, tetangga yang baik memang seharusnya saling menjaga, ahh semoga saja."
🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️🧚🏻♀️
Sepertinya akan ada anu nih antara Yessi dengan Darius, hemm apapun itu tetep semangat yuk bestie 😘, berikan jempol dan like mu, maka aku akan menarikan jempol ini untuk kalian 😂😂
Salam Sayang Selalu Sehat Always Sejahtera by RR 😘
__ADS_1