Jandaku, I Love You

Jandaku, I Love You
Hari Yang di Tunggu-tunggu


__ADS_3

💞💞💞💞💞


Kamu telah mengganti mimpi burukku dengan mimpi indah, kekhawatiranku dengan kebahagiaan, dan ketakutanku dengan cinta. Seratus hati pun masih terlalu sedikit untuk membawa semua cintaku padamu. Aku butuh kamu seperti jantung butuh detak. Cinta itu bukan berarti mencintai seseorang yang sempurna tapi bagaimana mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara sempurna. Mencintai bukanlah tentang memberikan yang terbaik dalam kelebihan, tetapi memberikan yang terbaik dalam kekurangan. Tak perlu sibuk mencari seseorang yang menurutmu sempurna, jika di dekatmu sudah ada orang yang bisa membuatmu bahagia. Cinta sebenarnya tak memandang materi dan perbedaan. Tapi perjuangan untuk mempertahankan. Rasa romantis memang fantastis dan bombastis, tapi juga cepat habis. Cuma cinta sejati yang bisa setia sampai mati."


🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️


POV Author


Beberapa hari kemudian dengan persiapan dan penantian serta doa harapan untuk menuju hari yang akan menjadi sejarah sakral bagiku akhirnya tiba juga.


Hiasan dan pernak-pernik untuk menyambut para tamu undangan serta saudara pada kedua belah pihak keluargaku dan keluarga mas Dian sudah tertata rapi dan teratur.


Hidangan dan dekorasi pelaminan menghiasi suasana meriahnya acara pernikahan yang sudah secara matang dipersiapkan.


Dokter Dian tidak bosan-bosannya menatap wajah Lintang yang kini telah resmi menjadi istri, belahan jiwanya dan pasangan sehidup semati yang akan mereka arungi bersama.


Senyum dan tawa mereka tidak lepas dari bibir dan wajah bahagia yang hari ini, para tamu undangan saling bersalaman dan memberikan doa terbaik untuk pasangan yang sedang berbahagia.


Setelah penghulu menuntun dokter Dian mengucapkan ijab kabul dengan tarikan sekali nafas, dokter Dian dengan mantap mengucapkan, "Saya terima nikahnya dan kawinnya Lintang Prameswari binti Ahmad Dahlan dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”


"Bagaimana saudara sekalian, sah...?"


"Saaahh..!" Suara riuh dan lega terdengar di seluruh sudut tempat ijab kabul berlangsung.


Senyum kedua mempelai dan calon kedua mempelai berikutnya Rudi dan Ratih yang akan terselenggara satu minggu kemudian, mengembang lega.


Bukan airmata kesedihan lagi, tapi rasa syukur dan kebahagiaan yang luar biasa yang mereka rasakan.


"Dek..., masih lama ya kita berada di area ini? Berapa jam lagi?" Celetuk dokter Dian sembari merapatkan tempat duduknya di pelaminan lebih dekat lagi dengan Lintang.


"Entah Mas, bisa jadi satu jam, dua atau tiga jam, memang kenapa mas? Mas nggak sedang ada jadwal operasi kan?" Jawab Lintang sedikit memberikan kekonyolannya agar tidak terlalu gugup menghadapi para tamu yang terus berdatangan untuk memberikan ucapan selamat pada mereka.


"Mas nggak tahan dek, pingin menikmati waktu yang panjang bersamamu, malam ini!"


"Hush... Mas Dian! Sabar dikit napa sih.... ish...!" Mata Lintang melotot sambil menahan senyum, padahal dia sendiri juga merasakan perasaan dan harapan yang sama.

__ADS_1


Hadir juga sepasang suami-istri walaupun kikuk dan merasa pernah menjadi bagian dalam hidup Lintang. Namun... Mau tidak mau dan harus menerima kenyataan dengan lapang hati.


Terlihat Iwan berjalan mendekati pelaminan dengan mengandeng tangan Rahma mesra, senyum itu terpancar penuh keikhlasan pada dirinya. Begitupun dengan Rahma perlahan seluruh kejadian dalam hidupnya yang tidak sempurna, telah memberikan pembelajaran dan makna hidup yang sesungguhnya.


Berjalan semakin mendekat, dua pasang suami istri yang sama-sama bergelut dengan perasaan masing-masing, saling bertatap muka tanpa ada rasa yang semula bagaikan angkara kemarahan kini menjadi sebuah kesabaran yang penuh hikmahnya, dan yang semua selalu terpercik rasa cemburu kini menjadi sebuah keikhlasan tanpa tujuan pamrih maupun siasat untuk saling menjatuhkan.


Tangan Iwan erat mengandeng Rahma, pun begitu juga Rahma berjalan mengiringi langkah


Iwan menuju pelaminan hanya untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.


"Dokter Dian, selamat! Anda berhak mendapatkan berlian yang selama ini berada di tengah-tengah duri, dan maafkan semua prasangka serta apapun kelakuanku padamu, semoga kalian berbahagia," Iwan mengulurkan tangannya diiringi senyum dan kata-kata yang terlontar indah dari mulutnya.


"Terimakasih, sudah menjadi kewajiban saya untuk membahagiakan dek Lintang, karena semua ini berlandaskan cinta kasih dan saling menghargai serta kepercayaan pada diri masing-masing," dokter Dian membalas uluran tangan Iwan dan mereka saling berangkulan.


"Lintang.... Selamat ya! Mbak minta maaf atas semua yang pernah terjadi di antara kita. Hai mantan, selamat atas pernikahanmu dengan orang yang benar-benar mencintaimu dan dia akan menjagamu selamanya. Semoga kalian berdua bahagia selalu dan memiliki momongan yang menggemaskan," Rahma pun memeluk Lintang, air mata jelas bergulir tanpa mampu mereka tahan.


Walaupun pernah terjadi perselisihan dan menjadi pemicu kehancuran rumah tangga Lintang, namun kali ini mereka datang dengan ucapan dan doa tulus pada hari bahagia dokter Dian dan Lintang.


Lintang menerima segala pernyataan dan maaf Rahma dengan lapang hati tanpa terdapat sisi buruk sedikitpun dalam pemikirannya.


"Lintang... Masih jelas rasanya tanganmu dalam genggamanku. Namun, itu adalah kenangan yang tidak lagi dapat kuulang. Kini kamu resmi menjadi milik orang lain. Semoga dia dapat membahagiakanmu lebih dari pada yang aku mampu. Selamat menikah." Kelu terlihat jelas pada setiap ucapan kalimat yang sudah tersusun rapi kini satu persatu kata nyatanya tidak mampu Iwan lontarkan pada hari pernikahan Lintang dan Dian.


Semula para mata memandang penuh rasa takut bila akan terjadi kegaduhan yang tidak mereka inginkan, kini sekian pasang mata saling fokus menatap pada momen langka dan sangat mengharukan itu.


🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️


Padang ilalang itu tak gersang lagi


Embun pagi lembut mencumbui


Beraneka warna bunga menemani


Hangat mentari setia menyinari


Saat senja rona jingga memancar

__ADS_1


Binar-binar rindu berpendar


Bara asmara kembali bersinar


Tatap netra kembali berbinar


Tiada lagi mendung hitam menyelimuti


Hari cerah penuh keindahan menanti


Terus melangkah dengan pasti


Lupakan kisah usang yang telah pergi


Renda kisah cinta yang baru


Bersama dia yang selalu kaurindu


Semoga restu-Nya bersamamu


Dalam satu ikatan cinta menyatu.


🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️


Pesta meriah pernikahan itu akhirnya usai juga dengan lancar. Kehadiran mantan menerbitkan senyum pasangan pengantin baru. Yang telah berlalu biarlah berlalu. Kini saatnya menyongsong kehidupan baru berlandas harapan pada cerahnya masa depan. Dua hati telah bersatu dalam wujud resmi lewat ikatan sakral disaksikan keluarga besar kedua belah pihak.


Rumah tangga yang diikat oleh cinta murni dua hati tak akan lekang oleh waktu karena ada damai dan kebahagiaan yang menopang kisah kehidupan perjalanan anak manusia.


🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️


To be continued 😉


Sabar sikit lagi napa sih 🤭 mentang-mentang pengantin baru! Amplopnya ya bestie buat pengantin baru tuh 😂 pasang jempol like dan komen membangun dong.


Salam Sayang Selalu Sehat Always Sejahtera by RR 😘

__ADS_1


__ADS_2