Jandaku, I Love You

Jandaku, I Love You
Sebuah Penjelasan


__ADS_3

Pov Siska


Kembali ke kota yang selama ini memberikan memory paling indah dalam hidupnya, adalah satu satunya jalan untuk mengenang kembali masa masa saat bersama orang yang paling ia cintai.


Dengan kesadaran penuh, Siska sangat mengetahui dimana letak kesalahannya yang paling fatal adalah kurangnya rasa bersyukur pada dirinya sendiri.


Semua kesalahan memang terletak pada dirinya, hanya demi sebuah jabatan dalam sebuah profesi, Siska mampu gelap mata dan begitu saja meninggalkan kekasih yang selama ini telah memberikan hari-hari yang indah, dan mencintainya sepenuh hati.


"Siska, sebaiknya untuk menikah dengan Dian kamu harus berfikir berkali lipat! Dia masih mengikuti pendidikan S2 dan akan memakan waktu yang lama, pada jenjang spesialis yang dia inginkan," Ucap David, setelah menikmati indahnya saat yang panjang dan penuh gelora bersama.


Rupanya selain menjalin cinta dengan dokter Dian, Siska juga merajut asmara dengan seseorang tanpa sepengetahuan dokter Dian yang sedang fokus menjalani jenjang pendidikan S2 untuk jenjang spesialis obstetri dan ginekologi.


Rayuan dan sejuta janji, hingga mematahkan semua mimpi seorang Dian Agung Satyanagara yang menaruh harapan besar untuk hidup bersama dengan Siska.


David sendiri adalah seorang CEO dalam bidang arsitektur bangunan yang mengelola segala perhotelan bintang 7 di seluruh Asia.


Siska melakukan pernikahan secara diam-diam, dengan berpindah kehidupan dengan pasangan barunya, Siska raib bagaikan ditelan bumi, hilang tanpa jejak yang mampu dijangkau oleh pencarian dokter Dian.


Orang tua Siska karena merasa malu dengan sikap putrinya mereka memilih pergi dan pindah tempat tinggal.


Pernikahan tanpa restu dari kedua orang tua Siska membawa petaka setelah beberapa tahun berlalu, dan diketahui bahwa David suami Siska miliki kebiasaan yang sulit di hindari dalam kehidupannya.


Kehidupan yang glamor, dengan kebiasaan entertainment dengan dunia hiburan yang luas, sehingga petaka terbesar dalam kehidupan Siska menimpa dirinya. David suami Siska telah mengalami kecelakaan pesawat, dan meninggalkan luka yang paling dalam bagi Siska adalah David mengalami kecelakaan bersama wanita yang diduga adalah istrinya yang selama ini mereka hidup dibalik kemesraan dan tipu daya David yang mampu memberikan kebodohan dalam kehidupannya.


Duka yang sulit di terima oleh Siska dengan kenyataan yang bertolak belakang, dan selama ini ternyata dia hanya sebagai wanita simpanan, dengan melakukan pernikahan secara diam-diam dan tidak pernah tercatat dalam catatan sipil setempat.

__ADS_1


Satu bulan setelah terjadi insiden pada David, Siska tervonis sakit pada kelenjar getah bening dan mengharuskan Siska menjalani pengobatan dengan biaya yang tidak sedikit.


Dengan perasaan hancur dan malu Siska kini kembali mencari dimana keluarga dan kekasih yang dia campakkan begitu saja, dua tahun sudah Siska tetap menyembunyikan jatidirinya, dan menjalani beberapa proses pengobatan medis maupun alternatif, dan berharap sebuah secercah harapan untuk dirinya kembali kepada dokter Dian, yang menurut teman-teman seangkatan bahwa dokter Dian masih sendiri dan belum berkeluarga.


Kondisi ekonomi dan kehidupan keluarga Siska memang sangat bertolak belakang dari dahulu, seluruh harta dan kepemilikan sudah ludes habis untuk biaya pengobatan Siska dan kesehariannya.


Harapan untuk memenangkan hatinya pun timbul, dengan mengubur dalam-dalam rasa malu itu, Siska tetap berkeyakinan bahwa dokter Dian tidak mudah melupakan dirinya, dan yakin bahwa dirinya pasti akan kembali kedalam pelukan dokter Dian sang cinta pertamanya


"Siska.... Buang jauh-jauh harapan mu untuk kembali pada Dian! Kamu sudah terlalu naif, jangan menambah rasa malu keluarga, jangan mimpi terlalu tinggi Siska!" Orang tua Siska yang terlalu malu atas sikap anaknya pun tidak pernah mempan memberikan nasehat padanya.


"Mama... Selama janur kuning belum melengkung dan ijab kabul belum terucap, Siska masih yakin bisa memenangkan hati Dian," keyakinan Siska semakin kuat dan percaya diri bahwa dia akan mampu memasuki tahap mengambil hati Dian.


"Siska, sebaiknya kamu insaf nak! Kondisi kamu sedang tidak baik-baik saja, mama tidak menginginkan kamu terpuruk dan akan menambah sakit." Isak sang mama namun tidak dengan Siska yang masih saja keras kepala.


"Mama sama papa santai saja, Dian sudah ada di depan ma! Siska mau keluar dulu dengan Dian, mama bantu doa buat Siska,"


Kupandangi wajah mas Dian, aku mencoba memberikan rasa percaya pada dirinya. Walaupun sakit itu harus aku terima ketika sendiri aku mendengar sebuah kata panggilan 'sayang' dari bibir wanita itu.


"Mas... Ini bukan sebuah cara mas Dian untuk melukai satu diantara dua wanita kan?" Kering, perih terasa tenggorokan ini hanya untuk mengucapkan sebuah kata saja.


"Sayang... Mas hanya milik dek Lintang, kita akan menikah dek dan kita tidak akan berpisah! Percaya sama mas Dian, dia Siska masa lalu mas dan tidak lebih," aku tau mas Dian begitu berusaha memberikan pengertian padaku, dan aku mencoba untuk mengerti tentang masa sulit yang ia hadapi saat ini.


Wanita itu berjalan mendekat, "Sayang.... Tolong lepaskan dia! Aku tidak sanggup melihat dirimu memeluk wanita lain didepan mataku, Dian!" Suara parau siska membuat dokter Dian perlahan mengendurkan pelukannya pada diri Lintang.


"Dek,"

__ADS_1


"Mas...jelaskan kepada dia tentang kita, jangan sakiti dia mas! Aku melihat dia sedang tidak baik-baik saja," Walaupun bagaimana pun juga aku tidak mungkin berbuat seolah olah sudah menjadi hak mas Dian dan sebaliknya.


Ketika kulihat rasa sakit dan derita itu terpancar di wajah wanita di depanku, Siska ya Siska nama dia, seolah membuat ku untuk tetap berbesar hati walaupun pertanyaan masih juga menggantung di pikiranku.


"Siska, tidak mungkin aku memberikan pelukanku padamu! Sebaiknya kita kembali duduk disana dan bercerita, agar tidak terjadi salah praduga antara istriku, aku, dan kamu!" Kudengar suara mas Dian penuh penekanan pada kata istriku.


Dari sini aku cukup menangkap bahwa mas Dian menghalau kecurigaan yang ada pada diriku, dan menyakinkan Siska bahwa hubungan kami bukan hanya sekedar pasangan yang sedang kasmaran saja.


Tangan mas Dian tetap meraih tanganku, dia tidak perduli bagaimana perasaan Siska.


"Baik, sebentar mas mau ke toilet dulu sayang," bukan hanya pamit saja, mas Dian bahkan meninggalkan sebuah kecupan dan itu betul-betul mengejutkan diriku, mas Dian seakan berubah menjadi posesif padaku.


Hening.... Antara aku dan Siska saling menatap dan dalam posisi kaku.


"Jadi kamu wanita yang beruntung itu, hhmmm selera Dian memang selalu pada wanita lembut, cantik dan anggun," entah itu berupa sanjungan pada diriku atau sebuah rasa kebencian yang mulai ia tunjukkan padaku.


Sebab tidak di pungkiri, wajah ku tidaklah jauh dengan kecantikan Siska, walaupun sebenarnya aku tidak pandai berdandan apalagi memakai bulu mata yang cetar melentik gelora.


Kulit ku dengan kulitnya jelas jauh berbeda, Siska cenderung hitam eksotis, sedangkan aku lebih cerah dengan dia. Kalau segi pendidikan jangan di hitung lagi, aku hanya remahan ikan salmon, namun jelas aku tidak mau ketinggalan dong.


"Perlu kamu ketahui, aku adalah cinta pertama Dian, dan aku ingin kembali padanya, ijinkan aku mencintai Dian dan menjadi bagian dari hidupnya kembali, ku mohon!"


🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️


To be continued 😉

__ADS_1


Lah ini Siska piye sih 😳 namanya cari untung sendiri yah 🤔, sabar Lintang, pasti aku carikan celah buatmu 😂😂


Salam Sayang Selalu Sehat Always Sejahtera by RR 😘


__ADS_2