Jandaku, I Love You

Jandaku, I Love You
Kedatangan Yessi Dan Bu Lestari


__ADS_3

Semua berjalan lancar seperti hari-hari sebelumnya, semua karyawan modiste melakukan tugas untuk menyelesaikan pesanan yang sudah jatuh tempo waktu.


Saat istirahat aku luangkan waktu luang ku untuk membuka medsos, iseng mencari sesuatu yang mungkin bisa untuk ide kreasi atau apapun itu, yang biasanya aku dapat dari Face book ataupun sejenisnya.


Mataku menatap sebuah akun yang memposting short video dengan judul yang sedikit mencubit hati.


Karena penasaran ku utak-atik dan kulihat apa isi video itu.


Pertengkaran yang terjadi di halaman rumah mantan mertuaku, dengan pemain utama mas Iwan bersama laki-laki tua pasangan Yessi yang sudah dua kali aku pernah bertemu dengannya, "oh.... Jadi Yessi hamil? Dan memiliki hubungan dengan orang setua itu? Ya ampun!"


Ingatan ku kembali pada saat aku di usir dari rumah itu, kata-kata Yessi sangat pedas dengan tuduhan pelakor, ganjen dan peselingkuh, ternyata kini waktu telah menjawab semua atas kejadian yang menimpa diriku.


Saat aku teliti ternyata kejadian sudah berlalu beberapa hari, sama dengan kejadian mas Iwan yang tiba-tiba datang dan ingin mengambil Shasy Minggu lalu, hanya saja selisih waktu beberpaa jam, namun masih saja menjadi trending topik di beranda emak lambe monyong.


"Nah... Akhirnya terbalas juga, makanya jadi perempuan masih gadis jaga baik-baik mulut tuh, semua bisa saja kembali pada diri sendiri. Ucapan adalah doa, bukan aku yang menjawab tapi itu semua kuasa Allah SWT, dan waktu yang menjawabnya," sendiri aku bersungut-sungut, semula yang sedang asyik rebahan di kursi panjang, kini berganti posisi sambil puas mengumpat.


"Kamu kenapa Lintang? Sepertinya ada sesuatu yang membuat dirimu puas, kok sampai mengumpat begitu!"


"Bu lihat... Lihat ini!" Ku ulurkan ponsel baruku pemberian mas Dian, karena ponselku yang lama jatuh dan hancur saat kejadian yang menimpa Shasy karena panik dan sedih, takut jadi satu. Sehingga saat ponsel itu terjatuh tidak bisa aku hindari.


Ibuku mengamati video yang kembali aku putar, bahkan ayahku pun ikut menyaksikan bersama.


"Sudah bu, matikan! Jangan pernah menertawakan penderitaan seseorang, kita juga tidak tau nasib kita besok bagaimana!"

__ADS_1


Ayah duduk di depan pintu sambil membetulkan mainan kincir angin permintaan Shasy.


"Oh ya Lintang, maafkan ayah belum memberitahu kamu, kalau gugatan pada Iwan atas perlakuannya kepada Shasy sudah ayah cabut, dengan bantuan nak Dian, maafkan ayah! Semua tanpa sepengetahuan mu,"


"Ayah sudah mengetahui berita itu sejak beberapa hari lalu, Nak Iwan juga yang memberitahukan, dan semoga atas kejadian yang mereka alami bisa memberikan pemikiran positif pada diri Iwan dan ibunya," ayah menatapku sedangkan ibu sepertinya masih sedikit tidak terima dengan sikap legowo ayahku.


"Andaikan itu terjadi pada diri ayah, belum tentu juga ayah mampu menghadapi kehidupan seperti hidup Iwan saat ini, ujian manusia hidup memang berbagai macam jenis, dan kita tidak akan tau dengan cara apa Allah SWT menguji kehidupan kita sebagai cobaanNya,"


"Intinya Lintang! Lepaskan semua permasalahan menyerah bukan berarti kita pasrah, berdiam juga bukan berarti kita tidak berusaha untuk melakukan perubahan, roda kehidupan akan tetap berputar tidak perduli siapapun dirimu, sewaktu-waktu kamu harus siap saat berada di bawah maupun di atas." Ucap Ayah mengingatkan tentang rasa puas yang baru saja aku alami setelah melihat penderitaan mas Iwan bersama mereka yang pernah membuatku menderita.


Sama juga seperti Shasy, setelah kejadian yang bisa di kategorikan rencana penculikan terhadap putriku, walaupun pelaku adalah ayah biologis dan juga mantan suamiku, tetapi hak asuh jelas jatuh padaku. Kini semakin hari perkembangan Shasy semakin membaik, mas Dian setiap hari meluangkan waktu untuk sekedar menemani membaca buku cerita anak-anak yang baru dia beli, atau sekedar bermain dengan Tutik disaat waktu luang mereka.


Pendek kata Shasy semakin hari semakin kuat dengan lingkungan yang selalu mensupport kesehariannya.


🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️


Hanya beberapa karyawan saja yang sedang lembur, rumah serasa sepi tanpa adanya celoteh Shasy dan Tutik yang biasanya mereka bermain bersama.


Pohon mangga manalagi yang tumbuh lebat didepan rumah, sudah waktunya di petik agar tidak terlalu masak di pohon, menghilangkan rasa bosan aku iseng memetik mangga dan sendiri menikmati manis dan asamnya hasil tanaman ayah dari sejak aku masih SMP sudah ada pohon manalagi kesukaanku.


Sebuah mobil berwarna silver berhenti tepat di halaman rumahku, namun sedikitpun aku tidak merasa ingin tau siapa yang datang, sebab bisa saja tetangga sebelah atau mungkin hanya sekedar parkir.


"Assalamualaikum....!"

__ADS_1


"Waalaikumsalam!"


Mataku terbelalak dan hampir copot rasanya, saat mengetahui siapa yang bertamu, ayah dan ibu juga entah dari mana beliau datang, yang tiba-tiba sudah berada di belakangku seolah-olah akan terjadi pertempuran sengit lalu beliau bersiap untuk menjadi tamengku, untuk melindungi diriku.


"Mbak....maafkan aku mbak! Aku telah salah selama ini dan membuat rumah tangga mbak Lintang dan mas Iwan berantakan,"


Lidahku serasa kelu, mau bicara apa! Baru juga aku menertawakan kehidupannya kini Yessi bersama ibunya mas Iwan telah berdiri dihadapan ku, bahkan Yessi tidak segan-segan memeluk diriku.


"Yessi... ka... Kamu! "


"Iya mbak ini aku, dengan ibu sengaja datang kesini untuk meminta maaf dan mohon sesuatu sama mbak Lintang!" Ucap Yessi dengan ekspresi seperti tidak pernah terjadi apapun antara dia dan aku.


"Lintang.... Ibu juga minta maaf! Ibu datang kesini ingin meminta tolong padamu Lintang, boleh kami duduk!" Mantan ibu mertuaku bahkan secara tidak sungkan-sungkan berjalan mendekati ayah dan ibu lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Sampean datang mau cari masalah apa bersilahturahmi? Kalau hanya untuk mencari masalah sebaiknya sampean pulang saja deh...!"


"Hush ibu! Dia tamu loh, kalau bertanya mbok ya mimik wajahnya nggak usah pake mode menye-menye, nanti ilang cantiknya bidadari ayah ini!" Dalam kondisi yang sedikit kikuk dan aneh ini, masih saja ayahku melontarkan candaannya untuk ibuku yang sudah pasang wajah garang menjadi sedikit tersenyum karena malu oleh gurauan ayahku.


"Maaf Bu! Benar kata istri saya, kalau hanya mau memancing keributan, lebih baik ibu pulang saja, dan sebaiknya kejadian beberapa hari lalu bisa menjadi pelajaran buat Bu Lestari. Saya mencabut laporan kekantor polisi kemaren bukan karena semua sudah usai ya Bu, tapi semua hanya karena rasa kemanusiaan, itu saja sih!" Ayah sepertinya memastikan maksud kedatangan Yessi bersama ibunya.


🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️🧚🏽‍♀️


To be continued 😉

__ADS_1


Alah-alah.... sepertinya adaa aja rencana Bu Lestari ini mah! aku kan jadi bingung bestie😂😂, lanjut wae yuk like komennya donk 🥺


Salam Sejahtera, dan Sayang Selalu by RR 😘


__ADS_2