Jangan Di Baca. Ngak Nyambung

Jangan Di Baca. Ngak Nyambung
Apa Salahku. Episode 11


__ADS_3

Nazia berencana untuk memberitahu Kania tentang pernikahannya dengan Erlando. Namun nomor Kania tidak dapat dihubungi. Nazia mencoba mengirimkan pesan, berharap Kania membalas pesannya saat sudah membacanya nanti.


Pesan suda terkirim, namun belum ada tanda-tanda jika Kania telah membaca pesannya. Nazia mulai cemas, tidak biasanya Kania menonaktifkan ponselnya berjam-jam. Nazia pun meminta izin pada mama Neska untuk keluar sebentar.


Tok...


Tok...


Tok...


Nazia mengetuk pintu kamar Neska.


"Masuk!" sahut Neska mempersilahkan masuk.


Kreeek. Pintu terbuka lebar.


"Ada apa sayang?" tanya Neska saat melihat Nazia masuk.


"Nazia minta izin untuk keluar sebentar." ucapnya dengan lembut.


"Silahkan, kamu sudah besar. Tidak perlu pamit segala," jelas Neska dengan senyum.


"Makasih, ma." ucap Nazia sambil tersenyum.


Nazia pun mencium tangan Neska kemudian keluar dan pergi mengambil kunci mobilnya. Saat hendak mengambil tasnya. Nazia melihat boneka beruang kecil yang ia simpan sejak ia berumur 6 tahun. Ia pun meletakannya di tempat tersembunyi.


Nazia keluar dari kamar menuju tempat parkir mobil, ia mengendarai mobil sport hitamnya untuk mencari Kania. Saat di perjalanan ia melihat Kania dipinggiran jalan dengan membawa koper dan tas. Nazia menepikan mobilnya dan pergi menghampiri Kania.


"Kania, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Nazia dengan bingung.


Kania berhambur memeluk Nazia. Ia tak perduli dengan orang-orang yang kini menatap mereka.


"Hiks, hiks, hiks. Nazia rumah aku. Hiks, hiks, hiks. Mereka mengambil rumahku." ucap Kania dengan tangis yang kini semakin kencang.


Nazia mencoba menenangkan Kania. Ia menyuruh Kania untuk masuk kedalam mobilnya dan membawanya ke taman. Sesampainya di taman. Kania menceritakan smuanya. Nazia turut berduka dengan musibah yang kini menimpa sahabatnya.


Nazia berniat membawa Kania pulang bersamanya. Kania adalah sahabatnya setelah Adrian.


"Ayo ikut aku." kata Nazia.


"Kemana?" tanya Kania dengan bingung.


"Ke rumah lah. Masa ke pantai.!" celetuk Nazia dengan kesal kemudian tersenyum.


"Tidak perlu Nazia. Aku tidak ingin menjadi beban untukmu. Dengan kamu menghiburku, aku sudah bahagia." kata Kania dengan memegang tangan Nazia.


"Kania, kamu sahabatku. Aku tidak mau dan tidak bisa melihatmu sedih seperti ini. Ikutlah bersamaku." jelas Nazia


"Terimakasih Nazia."


Nazia dan Kania pun pulang ke rumah Anggara. Sesampainya di depan rumah. Kania merasa seperti mimpi. Ini pertama kalinya ia menginjakan kakinya di rumah yang sebesar istana, ia mencoba mencubit pipinya. Nazia melihat tingkah Kania membuatnya tersenyum.

__ADS_1


Nazia mempersilahkan Kania masuk, Kania pun masuk. Neska menyambut Kania dengan ramah. Kania yang mendapat perlakukan itu, sontak membuatnya menangis.


"Tante, terimakasih. Karena tante mau memberiku tumpangan." ucapnya dengan sesegukan.


Ferdinanan memandangi ketiga wanita itu dari kejauhan. Ia tak ingin bergabung dengan mereka. Saat Ferdinan hendak pergi. Neska memanggilnya. Ferdinan pun terpaksa harus menghampiri ibunya.


"Ada apa ma?" tanya Ferdinan dengan santai.


"Kenalin. Ini Kania sahabatnya Nazia." ucap Neska memperkenalkan Kania pada Ferdinan.


Ferdinan menatap Kania sejenak. "Cantik juga." Batin Ferdinan.


Kania hampir shok melihat pria ganteng berdiri di depannya. Ia merasa seperti mimpi indah di siang hari.


"Hahahahha dasar kamu, Kania," Batin Kania.


Neska yang melihat keduanya saling pandang membuatnya berdehem. Ferdinan kesal melihat tingkah mamanya yang sengaja membuatnya malu di depan Kania.


"Apaan sih ma!" ujar Ferdinan kesal


"Kamu yang kenapa? Lihat anak perempuan orang sampai segitunya. Kalau suka ya tinggal bilang dong." ucap Neska dengan senyum, Ia sengaja mengerjai Ferdinan


Kania yang mendengar itu membuatnya malu, pipinya memerah seperti kepiting rebus.


"Astaga ma. Kalau mau buat anak sendiri malu ya silahkan saja. Terserah mama deh." jelas Ferdinan dengan kesal namun pasrah.


"Nazia, antar Kania ke kamarnya ya sayang," pinta Neska


"Ayo ikut aku Kania, aku tunjukin kamar kamu." ajak Nazia dengan senyum.


Nazia pun mengantar Kania dan mempersilahkan Kania untuk mandi dan ganti baju. Kania melihat kamar yang akan ia tempati membuatnya takjub dengan kekayaan keluarga Anggara. Selama ini Nazia tidak pernah bercerita jika dia adalah orang kaya.


"Kania, kamu mandi dulu setelah itu kita ke bawah untuk makan siang." ucap Nazia.


Di tempat lain. Neska mencoba menjodohkan Kania dengan Ferdinan. Menurutnya Kania adalah anak yang baik, Neska begitu menyukai Kania.


*****


Keluarga Magesta


Melyana duduk memandangi jendela dengan pikiran yang melayang entah kemana. Ia takut permintaannya justru membuat Nazia tersiksa. Ia tak punya pilihan, hanya ini satu-satunya cara agar Erlando dapat menerima Nazia. Perjodohan ini bukan tanpa alasan. Melyana memiliki alasan tertentu. Tapi untuk mengungkapkannya ia rasa belum waktunya.


"Ma, kenapa mama melamun?" tanya Erlando.


"Tidak, mama hanya sedang memikirkan tempat untuk acara pernikahanmu nanti." jawabnya.


"Apa mama yakin dengan keputusan mama?" tanyanya memastikan.


Melyana tidak tahu jika anaknya memiliki pacar. Selama ini Erlando sangat tertutup, tak seorang pun penghuni rumah Magesta tahu jika Erlando mempunyai kekasih.


"Kenapa kamu bertanya begitu?" tanya Melyana lagi dengan tatapan yang berbeda.

__ADS_1


"Tidak. Aku hanya ingin memastikannya." balasnya.


"Mama harap kamu bisa menerimanya sebagai adik sekaligus istrimu."


Erlando mendengar ucapan mamanya membuatnya tersenyum miris. Seperti orang yang sedang merencanakan sesuatu. Dalam hatinya berkata "Kamu berhasil membuat ibuku menyukaimu, Nazia."


*******


Butik


Nazia dan Erlando berada di butik untuk memilih gaun pernikahan mereka nanti. Nazia mencoba gaun berbawarna putih dengan bagian leher yang terbuka. Membuatnya semakin cantik. Erlando merasa takjub melihat Nazia dengan gaun yang indah itu.


Erlando mengenakan jas putih dan celana yang senada. Mereka terlihat sangat serasi.


Saat Nazia mencoba untuk membuka gaunnya, tangannya tak sampai untuk menurunkan resleting baju bagian belakang, ia mencoba untuk meminta bantuan. Namun, siapa sangka saat Nazia hendak memanggil salah satu penjaga butik, Erlando malah masuk kedalam ruang ganti. Hal itu membuat Nazia kaget.


"Kenapa pipimu merah, kamu akan terbiasa dengan hal ini. Tak lama lagi kamu akan menjadi milikku." ucap Erlando mencoba menggoda Nazia.


Nazia tahu betul sikap Erlando, ia mencoba membuang semua harapan bahwa hidupnya akan bahagia di esok hari. Baginya sangat mustahil jika Erlando akan bersikap baik padanya.


Mencoba gaun pengantin pun selesai. Erlando dan Nazia memilih untuk pulang. Saat hendak pergi tiba-tiba ponsel Erlando berdering


Panggilan terhubung....


"Halo sayang," sapa Erlando.


"Cepat kesini!" kata seseorang disebrang telepon.


"Oke. Aku kesana sekarang," ucap Erlando lagi.


Tut tut tut... Erlando mengakhiri panggilan telepon.


"Nazia, maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang." ucap Erlando dengan santainya dan ia pun menurunkan Nazia dipinggiran jalan.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SERTA LIKE,SHARE,RATE DAN VOTE. 😊😊😊😊


Terimakasih yang setia mampir 😊

__ADS_1


__ADS_2