
Episode ini disarankan hanya untuk orang dewasa. Bagi kalian yang masih di bawah umur mohon untuk melewatinya.
Happy Reading 😊
Kebahagiaan untuk Erlando dan luka untuk Nazia
****
Erlando menghidupkan layar ponselnya. Ia pun membuka media sosialnya. Matanya tertuju pada satu akun yang ia kenal, di situ ada foto milik istrinya. Erlando semakin geram, ia melempar handphon miliknya ke dinding.
"Aaaaaaaaaaah, aku akan membuatmu menyesal seumur hidupmu, Nazia." ucap Erlando dengan emosi yang kini memuncak dengan kedua tangan yang dikepal.
Adrian yang sedang menyaksikan apa yang Erlando lakukan membuatnya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Menurutnya Erlando begitu bodoh soal perasaan. Adrian bahagia melihat Johan bersama Nazia. Fikirnya Nazia bahagia sekarang. Adrian ingin sekali membawa Nazia pergi tapi belum saatnya.
****
Bali
Pagi hari....
Nazia dan Kania berniat untuk pergi pantai setelah itu pergi membeli hadiah untuk Ibu, Ayah beserta pasangan suami istri yang tinggal bersama Nazia yaitu Bi Neona dan Pa Aksan.
Ferdinan tidak ikut bersama mereka karena ia harus bertemu dengan kliennya yang di Bali. Ferdinan menyuruh salah satu orang kepercayaannya untuk menyiapkan semua kebutuhan yang akan di perlukan oleh kedua wanita cantiknya dan untuk Johan sahabatnya.
Pantai...
Nazia, Kania dan Johan berada di pantai. Mereka bermain dan bersorak. Johan selalu mengambil momen yang indah dan mempostingnya ke media sosial miliknya. Semua penggemar Johan takjub melihat kecantikan Nazia.
"Sangat serasi Kak. Jadi gemes deh."
"Kalau merit nanti jangan lupa undang ya Kak."
Salah 1 komentar dari penggemar Johan.
Johan tersenyum membaca semua komentar yang ada di akun miliknya. Bukankah komentar yang seperti itu yang ia suka dan ia inginkan.
Kania mengejar Nazia membuat Nazia berlari mengelilingi Johan. Johan tertawa melihat tingkah dua wanita yang kini menjadi prioritasnya itu. Walaupun Kania hanyalah orang lain akan tetapi Kania adalah calon istri Ferdinan dan Ferdinan adalah sahabat Johan.
****
Australia...
Erlando melihat apa yang Johan kembali posting.
"Senyum dan tawa itu harusnya hanya untuk suamimu bukan untuk selingkuhanmu."
Erlando tidak lagi fokus dengan berkas yang ada di depannya ia selalu membayangkan Nazia dengan Johan. Pikiran kotornya kembali tergiang-ngiang di kepalanya. Ingin sekali Erlando menghampiri Nazia ke Bali dan menyuruhnya pulang. Namun ego sehingga membuatnya enggan untuk menghubungi Nazia.
__ADS_1
Erlando merasa kepalanya sedikit penat sehingga ia memilih pulang ke Apartemen untuk beristrahat dan menyerahkan urusan kantor pada Adrian. Erlando masuk ke dalam mobilnya, melajukan mobilnya keluar dari area perusahaan.
Dalam perjalanan ia kembali mengingat perkataan Nazia tentang perceraian. Erlando semakin kesal mengingat hal itu. Menurutnya Nazia terlalu dimanjakan.
****
Esoknya...
Bali
Nazia dan yang lainnya sedang bersiap-siap untuk ke Bandara Udara Internasional Ngurah Rai. Hari ini mereka akan pulang. Nazia sangat bahagia ditambah dengan hadiah yang dibeli sebagai hadiah. Bukan hanya untuk orang rumah tapi ia juga membeli jam tangan mahal untuk suaminya. Nazia sudah memutuskan untuk kembali tinggal bersama Erlando dan Anata. Ia tahu hal itu akan membuatnya merasa sakit tiap harinya. Tapi ia juga ingin berbakti kepada suaminya sampai batas kesabarannya habis maka ia akan pergi dan takan kembali lagi.
Hampir 1 jam perjalanan dari Hotel ke Bandara. Kini mereka sudah sampai di Bandara Udara Internasional Ngurah Rai. Mereka menunggu Hampir 10menit untuk bisa naik ke pesawat. Pengumuman untuk penumpang tujuan Australia di persilahkan untuk naik ke pesawat. Mereka pun beranjak dari duduknya kemudian naik ke pesawat. Beberapa jam telah berlalu, kini mereka telah sampai di Bandar Udara Sydney.
****
Australia...
Nazia dan yang lainnya turun dari pesawat menuju ruangan kedatangan. Johan dan Ferdinan menawarkan tumpangan pada Nazia, namun Nazia menolak untuk di antar pulang. Ia memilih pulang sendiri, Johan sudah dijemput oleh supirnya sedangkan Ferdinan dan Kania menaiki mobil Ferdinan yang di setir oleh supir keluarga Anggara. Johan dan Ferdinan pun pergi meninggalkan Bandara sedangkan Nazia masih menunggu seseorang untuk menjemputnya.
Nazia tersenyum saat melihat Pak Aksan melambaikan tangan, ia pun segera menghampiri Pa Aksan dan membantu Pa Aksan untuk memasukan koper milik Nazia. Nazia masuk ke dalam mobil begitu pun dengan Pa Aksan kemudian mereka keluar dari area Bandara menuju rumah Winata.
Hampir 30menit perjalanan, mereka pun sampai di rumah. Bi Neona keluar dan membantu Nazia mengangkat barang-barangnya. Sesampainya di dalam Nazia memberi hadiah untuk Pak Aksan dan istrinya. Kemudian ia naik ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket.
"Kira-kira apa yang Kak Erlando lakukan sekarang. Bagaimana keadaan dia sekarang?" Batin Nazia saat berada di dalam kamar mandi.
Nazia menghampiri Bi Neona dan Pa Aksan.
"Bi, malam ini aku tidur di rumah suamiku ya." ucap Nazia.
"Apa Non tidak takut dengan tuan Erlando?" tanya Bi Neona dengan hati-hati.
Nazia tersenyum kemudian memeluk Bi
Neona.
"Dia suamiku Bi. Sudah jadi tugasku melayaninya." Jawab Nazia.
"Iya Non. kalau Non tidak sibuk sering-sering kesini ya Non." ucap Bi Neona dengan mata berkaca-kaca.
"Aku janji akan sering-sering kesini jenguk Bibi. Bibi dan Pak Aksan hati-hati ya di rumah. Jika ada apa-apa segera hubungi aku." ucap Nazia kemudian pamit dan pergi meninggalkan rumah Winata.
Saat di perjalanan Nazia melihat handphonnya, ada panggilan masuk dari Erlando. Nazia mengeryitkan keningnya selama ia keluar dari rumah tak sekali pun Erlando menghubunginya. Dengan segera Nazia mengangkatnya.
"Halo, apa ini dengan keluarga Pak Erlando?" Tanya seorang pria di sebrang sana.
"Iya betul, aku istrinya," Jawab Nazia.
"Segera ke The World Bar. Suami Ibu mabuk di sini," Ucap pria itu.
__ADS_1
Tut tut tut...
Nazia memutuskan panggilannya dan pergi ke alamat yang dikirimkan oleh orang tadi. hampir 20menit, Nazia pun sampai di The World Bar. Ia mencari suaminya, mencoba menghubungi Erlando, suara keras music membuatnya tak dapat mendengar apa yang pria tadi katakan. Nazia masuk, ia melihat suaminya yang kini mabuk berat. Nazia meminta tolong kepada lekaki yang tadi menghubunginya untuk membantunya membawa Erlando ke dalam mobil.
Nazia mengucapkan terimakasih kemudian pergi menuju Apartemen. Erlando sempat membuka matanya, ia tersenyum saat melihat Nazia.
"Kamu sudah kembali sayang." ucap Erlando.
"Aku bukan Kak Anata. Aku Nazia.!" ucap Nazia dengan geram.
"Aku tahu kok. Kamu berpura-pura." ucap Erlando lagi.
Nazia semakin bingung dengan Erlando. Nazia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Erlando merasa kepalanya tambah pusing.
Nazia memakirkan mobilnya kemudian membantu Erlando untuk turun dari mobil dan membawanya masuk ke dalam a
Apartemen. Nazia melempar tubuh Erlando di atas ranjang karena merasa Erlando terlalu berat.
Saat Nazia hendak keluar. Erlando menarik tubuh Nazia. Posisu Nazia berada di bawah tubuh Erlando. Erlando mencium Nazia. Nazia mencoba untuk memberontak. Namun tenaganya kalah. Erlando begitu kuat membuatnya tidak dapat melarikan diri. Erlando tak berhenti di situ saja. ia melepaskan semua pakaian Nazia. Nazia menangis sejadi-jadinya.
"Lepaskan aku Kak. Aku Nazia bukan Kak Anata. hiks hiks hiks." ucap Nazia saat melihat Erlando melepaskan pakaiannya.
"Bukankah kamu menginginkan ini." ucap Erlando tersenyum miris.
"Lepaskan aku Kak. Jangan lakuin ini padaku." pinta Nazia.
Erlando menarik tubuh Nazia. Malam itu menjadi malam kehancuran bagi Nazia. Impian untuk memberikan kesuciannya pada lelaki yang mencintainya malah diambil oleh pria bejat seperti Erlando.
Nazia menangis sekuat-kuatnya. Sedangkan Erlando tertidur pulas tanpa busana.
Pagi hari...
Erlando terbangun, ia melihat darah di selimutnya. Ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi semalam. Bukan penyesalan yang hadir dalan dirinya tapi ia malah tersenyum tanda kemenangan.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1