Jangan Di Baca. Ngak Nyambung

Jangan Di Baca. Ngak Nyambung
Apa Salahku. Episode 15


__ADS_3

Erlando tiba di perusahanan dengan raut wajah kesal. Ia berjalan melewati loby, semua bawahannya merasa takut melihat tampan bos mereka sangat tidak baik hari ini. Tak ada satu orang pun yang berani berbicara saat Erlando melewati mereka. Erlando masuk dalam lift pribadinya. Ia berdecih dalam lift. Saat lift terbuka Erlando keluar menuju ruangannya. Di sana sudah ada Anata. Erlando mengeryitkan dahinya.


"Apa yang Anata lakukan di sini" Batin Erlando.


"Siang sayang. Aku menunggumu sejak tadi pagi," ucap Anata dengan manja.


"Biasa macet." jawab Erlando santai.


Kali ini Erlando merasa kurang baik, ia mencari cara agar bisa pulang sesegerah mungkin. Tapi bagaimana mungkin, Anata masih berada di kantornya. Erlando mencari alasan agar Anata bisa pulang dan Erlando juga bisa pulang.


"Adrian, apa jadwalku hari ini?" tanya Erlando.


"Ada miting dengan klien jam 4 sore di Fair Cafe setelah itu ada pertemuan jam 7 malam di Meriton Suites Coward Street, Mascot." Jelas Adrian.


"Oke baiklah." ucap Erlando.


*****


Kampus


Nazia dan Kania sedang siap-siap untuk pulang. Hari ini mereka memiliki beberapa kelas sehingga mereka harus pulang di jam 4 sore. Saat mereka sampai di parkiran. Kania meminta Nazia untuk menemaninya makan karena ada sesuatu yang Kania ingin katakan. Nazia yang mendengar ada kata 'ada sesuatu' membuatnya penasaran dan ia pun mengiyakan ajakan Kania.


Nazia dan Kania pun pergi ke cafe. Sesampainya di sana, Kania memilih tempat dan Nazia memesan menu. Saat Nazia hendak duduk ia melihat Erlando juga ada di cafe yang sama bersama Adrian dan juga Anata. Nazia tak ingin melihat Erlando maupun Adrian. Ia memilih pergi dari cafe. Saat ia menghampiri Kania untuk mengajaknya pergi.


Bruk... Kania menabrak salah satu pelayan.


"Maaf, aku tidak sengaja." Kania meminta maaf.


"Kita mau ke mana, Nazia?" tanya Kania dengan bingun saat Nazia menarik tangannya.


"Cari cafe lain aja yuk." pinta Nazia memohon.


Mereka berdua pun pergi. Saat mereka keluar Erlando sudah lebih dulu berada di luar. Nazia sangat terkejut sat Erlando memanggilnya. Ia berpura-pura tak mendengar. Kania yang sedari tadi bingung kini paham kenapa Nazia mengajaknya pergi.


"Erlando panggil tu." ucap Kania.


"Biarin aja. Aku sengaja kok pergi dari Cafe." jawabnya dengan santai.


"Bilang aja kamu cemburu, iya kan..." ledek Kania.


"Cemburu. Hahahahaha bukan Nazia namanya kalau aku cemburu." tawa Nazia membanggakan dirinya.


"Kania, tadi kamu mau ngomong apa?" tanya Nazia dengan serius.


"Ow itu. A-aku mau bilang kalau a-aku pacaran sama Kak Ferdinan." jawab Kania gugup.


"What.! Kamu pacaran sama kakak aku?" tanya Nazia kembali untuk memastikan pendengarannya.


"Iya," jawabnya sambil menunduk.


"Hahahaha santai aja kali. Kenapa kamu harus segugup itu." ledek Nazia dengan tawa melihat ekspresi Kania.


"Bilang kek kalau kamu tidak masalah." ucap Kania dengan cemberut.


"Kamu sih. Pake acara takut segala." ucap Nazia masih dengan senyum.


Di tempat lain, Erlando menahan emosi. Berani-beraninya Nazia berpura-pura tidak dengar.


"Lihat aja nanti." Batin Erlando.


Erlando kembali masuk menghampiri Adrian dan juga Anata. Sejak kepergian Nazia tadi, Erlando tidak fokus dengan pertemuannya bersama klien sehingga ia meminta Adrian untuk menghendel semuanya dan ia memilih pulang ke rumah ibunya. Adrian sengaja pulang ke rumah ibunya agar Anata tidak tidur bersamanya dan Erlando bisa mengerjai Nazia. Kali ini Erlando mengatur strategi agar dapat memberi pelajaran kepada istrinya.


*****

__ADS_1


Sekarang Erlando berada di rumah Magesta mengobrol bersama ibu dan ayahnya. Sedangkan Nazia tak tahu jika Erlando akan menginap di rumah ibunya. Nazia pun pulang ke Apartemen. Ia memakirkan mobilnya di parkiran biasa dan pergi menuju ruangan mereka.


This was all you, none of it me


You put your hands all over my body and told me, umm


You told me you were ready


For the big one, for the big jump


I'd be your last love everlasting you and me


That was what you told me


I'm giving you up


I've forgiven it all


You set me free, oh


Send my love to your new lover


Treat her better


We've gotta let go of all of our ghosts


We both know we ain't kids no more


Send my love to your new lover


Treat her better


We've gotta let go of all of our ghosts


We both know we ain't kids no more


You couldn't handle the hot heat rising (rising), umm


Baby I'm so rising


I was running, you were walking


You couldn't keep up, you were falling down (down), umm


There's only one way down


I'm giving…


Nazia berjalan sambil bernyanyi. Ia menekan tombol atau sandi pintu Apartemen tapi pintu tidak terbuka. Nazia mencobanya lagi dan lagi tapi tetap saja tidak dapat dibuka. Nazia mulai kesal, ia mencari ponselnya kemudian mencari kontak Erlando.


We've gotta let go of all of our ghosts


We both know we ain't kids no more


Send my love to your new lover


Nada dering telepone Erlando.


Erlando mendengar handphonenya berdering ia pun mengambilnya dan terseyum saat nama Nazia yang tertera dipanggilan masuk itu.


"Haloooo!!" teriak Nazia dibalik telepone.


"Kamu kira aku budeg!!" ketus Erlando dengan geram.

__ADS_1


"Maaf, sandi untuk masuk apartemen berapa?" tanya Nazia dengan suara halusnya.


"Jangan pura-pura baik. Segera ke rumah ibu sekarang!" perinta Erlando.


Tut tut tut. Erlando mengakhiri panggilan telepone. Dalam hati Erlando tertawa tanda kemenangan.


Di tempat lain Nazia semakin kesal. Bisa-bisanya Erlando tak memberitahunya sejak tadi. Bisa gitu kan dia tidak perlu ke Apartemen. Bikin lelah saja. Nazia kembali turun ke parkiran. Ia melempar tasnya ke dalam mobil dengan kesal. Nazia menyalakan mobilnya dan segera pergi dari Apartemen menuju rumah ibunya. Dalam perjalanan Nazia bekata


"Jika aku diam terus dan menangis terus. Erlando akan lebih menyiksaku. Sekarang! Aku harus berani melawannya."


Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam namun Nazia belum juga sampai. Melyana mulai hawatir ia mondar mandir menunggu Nazia. Nomor Nazia tidak dapat dihubungi dan hujan semakin deras. Erlando yang melihat ibunya mulai merasa risih. Baginya, ibunya terlalu berlebihan. Hujan semakin deras Melyana semakin hawatir.


"Lan, coba kamu cari istrimu." pinta Melyana.


"Iya buk. Aku ambil kunci mobil dulu."


Erlando mengambil kuncinya kemudian pergi mencari Nazia. Ia berkeliling menggunakan mobilnya. Saat di pertengahan jalan ia melihat mobil Nazia berada di pinggiran jalan.


"Bisa-bisanya dihujan yang deras ini dia berhenti." ucap Erlando dengan geram.


Erlando menghentikan mobilnya di depan mobil Nazia sedangkan Nazia tidur pulas di dalam mobil. Erlando mengetuk pintu kaca mobil Nazia. Namun tidak didengar oleh Nazia. Kemarahan Erlando sudah tidak bisa ditahan lagi, ia menendang mobil milik Nazia sontak membuat Nazia terkejut. Nazia membuka pintu mobilnya ia melihat Erlando yang sudah basah membuatnya merasa bersalah.


"Maafin aku kak." ucap Nazia memohon.


"Aku akan memberimu pelajaran yang setimpal dengan apa yang kamu lakukan hari ini!!" ucapnya dengan amarah.


Erlando menarik tubuh Nazia melemparnya ke dalam mobil miliknya. Kemudian Erlando menghubungi ibunya meminta untuk tidak menunggu mereka karena Erlando dan Nazia akan tidur di Apartemen. Erlando melajukan mobilnya sedangkan Nazia mulai dilanda rasa takut. Ia yakin malam ini akan menjadi malam yang tragis baginya. Erlando pasti menyiksanya.


20 menit telah berlalu dan sekarang mereka sudah sampai di Apartemen. Erlando menarik Nazia dari dalam mobil dan membawanya masuk. Saat di dalam Erlando melempar Nazia ke dalam kamar, Nazia tersungkur di samping ranjang. Erlando tak hanya diam saja ia kembali meraih tubuh Nazia lalu melemparnya di atas ranjang.


"Apa yang kakak mau lakukan. Hiks hiks hiks. Lepasin aku kak."


"Aku sudah mengingatkanmu tapi kamu masih saja keras kepala." Bentak Erlando dengan suara keras.


"Maafkan aku kak. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Aku janji tidak akan mengabaikan kakak lagi."


Nazia beranggapan bahwa Erlando marah karena mengabaikan panggilannya di cafe tadi. Erlando semakin marah ia kembali menarik Nazia. Mencium bibir Nazia, Nazia memberontak sehingga darah segar keluar dari bibirnya. Erlando melepaskan Nazia saat melihat bibir Nazia berdarah. Erlando beranjak dari ranjang kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Nazia terisak, ia sangat benci dengan Erlando. Perlakuan Erlando membuat Nazia semakin enggan untuk membiarkan tubuhnya disentu oleh Erlando. Erlando keluar dari kamar mandi dan hendak menghampiri Nazia untuk membantu Nazia mengganti baju.


"Jangan sentuh aku, aku takan membiarkan tangan kotormu itu menyentuh tubuhku!!" tolak Nazia dengan tangis dan kekecewaan.


Erlando diam saat mendengar ucapan Nazia.


Nazia merangkak untuk masuk kedalam kamar mandi. Ia menganti bajunya kemudian keluar mencari selimut besar. Erlando memperhatikan Nazia


"Apa yang kamu cari?" tanya Erlando.


"Selimut yang aku pakai kemarin malam." Jawabnya.


"Naik dan tidur bersamaku diranjang.


"Tidak mau. Aku tidak mau berbagi ranjang dengan wanitamu...!" Nazia sengaja menekan kalimat terakhirnya.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2