Jangan Di Baca. Ngak Nyambung

Jangan Di Baca. Ngak Nyambung
Apa Salahku. Episode 40. khusus 21+


__ADS_3

Halo adik-adik dan kaka-kaka yang jomblo tolong lewatkan episode ini. Aku tidak bisa tanggung jawab, untuk tanggung soal aku bisa 😆 Sekali pun di lewatkan jangan lupa likenya ya 😆😆


****


Hari esoknya.


Pagi hari Nazia membuka matanya, ia tersenyum saat melihat suaminya masih tertidur pulas. Nazia pun bangun, namun terasa sakit diselangkangannya. Sekalipun ia pernah melakukannya dulu bersama suaminya tapi berbeda dengan sekarang.


Nazia memaksakan dirinya untuk tetap berdiri, ia berjalan menuju jendela kamar dan menggeser kain horden, pancaran cahaya pagi menembus kaca jendela membuat sang pemilik hati mengerjap karena cahaya yang kini mengenai wajahnya.


Erlando menatap istrinya, senyum terukir di sana. Dengan nakalnya ia kembali merayu istrinya dengan mengedipkan sebelah matanya. Nazia bergidik melihatnya, dengan segera Nazia masuk ke dalam kamar mandi. Saat hendak menutup pintu Erlando sudah terlebih dahulu berada di dalam kamar mandi.


"Apa yang kaka lakukan di sini?" tanya Nazia, geram.


Erlando tersenyum saat memandangi istrinya yang kini kesal.


"Kenapa kamu takut sekali? aku hanya mau mandi." ujar Erlando.


"Hanya mandi kan! tidak ada niat lain?" tanya Nazia memastikan.


"Iya," jawab Erlando santai.


Nazia berjalan dan menyalakan air, saat ia sudah melepas semua pakaiannya. Erlando datang menghampirinya, tiba-tiba junior Erlando kembali berdiri.


"Ingat hanya mandi! jangan macam-macam," Nazia kembali mengingatkan suaminya.


Erlando tak menggubris kalimat istrinya, dengan cepat ia menghampiri dan mencium bibir istrinya, saat tangannya akan menyentuh payu dara istrinya tiba-tiba ia mengurungkan niatnya.


"Nazia masih menyusui dan ini bukan milikku tapi milik kembar," Batin Erlando disela-sela aktivitas panasnya.


Erlando melewati hak milik anaknya, namun tidak berarti ia akan membiarkan juniornya berdiri begitu saja. Erlando melakukan apa yang harus ia lakukan, ia menyatukan juniornya dengan Mis V istrinya. Hubungan suami istri kembali terjadi hingga mereka mencapai klimaks bersama.


"Terimakasih," ucap Erlando kemudian menggendong tubuh istrinya dan mereka pun mandi bersama.


Tak membutuhkan waktu lama, mereka pun selesai. Nazia memakai bajunya begitu pun dengan Erlando. Nazia berjalan menuju meja rias, ia berniat mengeringkan rambutnya. Erlando menghampirinya, ia pun mengambil alih dan mengeringkan rambut istrinya. Tak lupa ia memakaikan keperluan yang biasa wanita gunakan untuk dioles di wajahnya.


"Kak, aku oles sendiri saja," kata Nazia sambil mengambil krim wajahnya dari tangan suaminya.


"Nanti aku saja, aku juga tahu cara pakainya." uja Erlando kemudian mengambil sedikit krim dan mengoleskan secara merata di wajah istrinya.


"Sudah," kata Erlando.


Nazia tersenyum melihatnya.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Terdengar suara ketukan pintu.


"Sayang, ayo keluar untuk sarapan dulu. Nanti baru dilanjutin lagi!" teriak Melyana dari balik pintu.


Nazia membulatkan matanya menatap suaminya sedangkan Erlando malah tertawa lepas mendengarnya.


"Iya Buk, sedikit lagi selesai," sahut Erlando dari dalam.


Ia sengaja menjawab seperti itu untuk mengerjai Nazia. Nazia yang mendengar jawaban Erlando membuatnya semakin geram.


Berhubung hari ini adalah akhir pekan, Erlando tidak ke kantor maupun ke rumah sakit. Ia ingin menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya di rumah. Erlando dan istrinya mengenakan baju dengan warna yang sama di rumah yaitu baju kous putih lengan pendek.


Erlando dan Nazia pun turun menemui Ibunya yang sudah ada di meja makan. Di sana bukan hanya Melyana saja tapi juga ada Adiswa, Pak Adis dan istrinya Bik Neona. Saat mereka hendak makan tiba-tiba ada ketukan pintu dari luar. Melyana pergi membukanya.


"Pagi Nyonya," sapa Bik Syam dan Bik Inah.


"Pagi, ayo masuk." ajak Melyana menyuruh kedua ARTnya untuk masuk.


Nazia bingung dengan kedatangan semua ART.


"Ada acara apa di rumah?" Batin Nazia.


"Non Nazia, tegah sekali sih datang tidak bilang-bilang." kata Bi Syam cemberut.


Mereka pun sarapan bersama. Nazia merasa bahagia sekali dapat berkumpul dengan orang-orang tersayangnya.


Mereka pun selesai makan, Bik Inah dan Bik Syam menggendong sikembar. Sedangkan Reix duduk di pangkuan Nazia.


"Ibu mereka itu siapa?" tanya Reix bingung.


"Itu Bik Syam dan Bik Inah. Mereka keluarga kita," kata Nazia menjelaskan pada anaknya.


"Tuan muda ganteng sekali," kata Bik Syam saat memandangi wajah ganteng Reix.


Reix tertawa mendengarnya membuat semua orang yang ada dalam rumah ikut tertawa.


Drt.. Drt.... henpon Erlando bergetar, ia melihat layar hpnya.


[Halo, kamu di mana sekarang?] tanya Erlando saat panggilan terhubung.


[Aku di depan rumah barumu.] jawab Johan.


Erlando keluar dengan memegang henponnya dan membukakan pintu untuk Johan.


"Halo bro." sapa Johan saat pintu terbuka lebar.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa datang bersama Anatasya, dan siapa wanita paru baya itu?" tanya Erlando bingung saat mereka semua sedang di ruang keluarga.


"Dia ibuku, dan soal Anatasya aku akan jelaskan nanti," balas Johan.


Melyana menyapa Ratri dan Anatasya. Mereka pun berbincang-bincang. Nazia terus menerus memandangi Ratri.


Kenapa Tante itu mirip sekali dengan foto yang pernah Bik Neona tunjukan padaku. Batin Nazia.


Bik Neona turun dari tangga, ia melihat Ratri yang kini menatapnya.


"Nyonya! apa ini benar Nyonya. Apa ini nyata?" tanya Bik Neona dengan tidak percaya.


Ratri memeluk pembantu kepercayaan adiknya, air mata kembali menetes membasahi pipinya. Semua orang yang ada di dalam bingung melihatnya.


"Apa hubungan kalian?" tanya Melyana.


"Dia adik dari Ibunya Non Nazia," kata Bik Neona sambil menghapus air matanya.


Nazia sempat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan didengarnya. Namun wajah Ratri mirip dengan wajah Ibunya.


Nazia menghampiri Tantenya, ia memeluknya dengan tangis yang tak bisa ditahan lagi. Begitupun dengan Ratri.


"Akhirnya Tante menemukanmu," kata Ratri saat memeluk Nazia.


Semua orang meneteskan air mata saat melihat pemandangan haru yang ada di depan mata mereka terkecuali Erlando.


"Jadi kamu sepupunya Nazia, dan waktu itu kamu sengaja membuatku kesal!" kata Erlando dengan geram.


Erlando terkekeh mendengarnya, "Aku hanya ingin tahu seberapa besar perasaanmu pada adiku." kata Johan kemudian menepuk bahu Erlando.


"Jaga adiku baik-baik. Jika kamu menyakitinya lagi, aku pastikan kamu tidak akan melihatnya lagi." kata Johan dengan serius.


"Hei, apa kamu mengancamku?" tanya Erlando dengan senyum.


Johan pun tertawa mendengarnya, "Tidak, aku tidak mengacam mu tapi sekedar mengingatkanmu. Karena aku keluarganya aku harus melindungi adiku dari suami nakal sepertiku." ujar Johan yang disambut tawa oleh yang lain.


Terimakasih sudah mempertemukanku dengan keluargaku. Mungkin jika mereka menemukanku terlebih dahulu, aku tidak akan merasakan penderitaan. Aku punya dua kaka yang sangat menyayangiku, Kak Ferdinan dan Kak Johan. Tapi inilah takdirku, aku harus merasakan sakit terlebih dahulu untuk membuatku semakin kuat. Batin Nazia.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2