Jangan Di Baca. Ngak Nyambung

Jangan Di Baca. Ngak Nyambung
Apa Salahku. Episode 13


__ADS_3

Apartemen Adrian


Nazia tak ingin menatap Erlando. Bayangan atas apa yang Erlando lakukan dengan wanita itu masih terlintas diingatannya. Sakit? Sudah jelas sakit. Sekalipun pernikahan mereka hanya karena permintaan ibunya bukan berarti Erlando dapat berbuat seenaknya.


Mengingat apa yang telah terjadi membuat Nazia semakin sadar, pernikahannya hanyala sebuah janji yang kapan saja bisa diakhiri. Memikirkan hal itu membuatnya stres, Nazia bangkit dari duduknya dan menghampiri Adrian.


"Adrian, bolehka aku meminjam kamar mandimu sebentar, aku ingin ganti pakaianku." ucap Nazia dengan suara seraknya.


"Silahkan, Nazia." jawab Adrian.


Nazia masuk ke dalam kamar mandi milik Adrian. Hampir 20 menit ia berada di dalam namun belum juga keluar. Erlando yang sedari tadi datang untuk menjemputnya kembali dibuat kesal.


Tok tok tok.


Erlando mengetuk pintu kamar mandi, namun Nazia tak kunjung keluar. Hal itu membuat Erlando kembali geram.


"Apa yang kamu lakukan di dalam hah.!" teriak Erlando dari luar.


Nazia tak menggubris teriakan Erlando. Baginya perlakuan Erlando bukanlah hal yang baru ditunjukan. Setelah aktivitas ganti bajunya selesai. Nazia keluar dari dalam kamar mandi.


Kreeek. Suara pintu di buka.


Nazia kembali duduk. Erlando beranjak dari duduknya kemudian duduk disamping Nazia sambil memegang alisnya. Erlando tak berniat menyakiti Nazia di malam pertamanya. Ia sendiri tidak tahu jika Anata akan datang menghampirinya di Apartemen.


Karena nafsu Erlando lupa jika ia telah menikah. Dan lebih parahnya lagi ia melakukan hal itu saat Nazia berada di sana menyaksikan semuanya. Karena keegoisannya Erlando enggan untuk meminta maaf sekalipun ia tahu jika ia salah.


"Ayo tidur." ajak Erlando.


Nazia mengira Erlando akan meminta maaf, ternyata tidak. Erlando mencarinya bukan karena mengajaknya pulang lalu meminta maaf. Tapi mencarinya untuk mengajaknya tidur. Nazia semakin ilfil dengan Erlando. Saat Erlando hendak memegang tangan Nazia. Nazia memilih untuk berdiri sendiri lalu beranjak pergi menuju kamar Adrian.


Adrian pamit untuk keluar. Ia sengaja pergi memberi ruang untuk Nazia dan Erlando.


Saat Erlando akan masuk, Nazia malah mengunci pintu kamar Adrian. Erlando semakin kesal. Ia meminta Nazia untuk membukanya namun Nazia tidak membukanya. Berulang kali Erlando mengetuk pintu namun Nazia masih tetap tidak menggubrisnya. Erlando mulai di kuasai amarah. Ia menedang pintu kamar Adrian.


Nazia yang mendengar suara pintu yang kini di coba untuk dibuka membuatnya mengumpulkan tenaganya untuk bisa berdiri membukakan pintu. Saat pintu terbuka penglihatan Nazia mulai buram dan ia pun jatuh pingsan.


Apartemen Erlando


Anata bangun dari tidurnya, ia melihat Erlando tak ada disampingnya. Anata bangkit dari tempat tidur dan keluar mencari Erlando. Ia mencari Erlando disemua ruangan tapi ia tidak menemukanya. Anata semakin geram.


"Bisa-bisanya kamu pergi meninggalkan aku sendiri." ucap Anata dengan tangan mengepal.


"Lihat saja nanti Erlando, sayang. Aku akan membuatmu menyesal karena telah meninggalkanku. Hahahahaha." ucap Anata, kemudian ia keluar dari Apartemen Erlando dan pulang ke rumahnya.


******

__ADS_1


Kediaman Alexander


Saat tibah di rumah Anata melihat Adrian sedang sarapan, ia mengerutkan dahinya.


"Apa semalam kamu tidur di sini?" tanya Anata.


"Iya," jawab Adrian singkat.


Anata meninggalkan Adrian, ia menaiki anak tangga kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Hampir 30 menit Anata berada dalam kamar mandi. Ia pun keluar kemudian mengganti pakaiannya denga pakaian kantor khas wanita kantoran. Selesai dengan aktivitasnya, Anata turun untuk pergi sarapan kemudian ke kantor. Saat hendak ke kantor ia meminta Adrian untuk ke kantor juga karena ada miting mendadak dengan klien.


*****


Rumah Sakit Magesta


Kini, Nazia terbaring lemas. Ia membuka matanya pelan-pelan. Ia mencari Erlando namun Erlando tidak ada.


Kreek... suara pintu terbuka.


Nazia mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Ia melihat Erlando berpakaian rapi memakai baju Dokternya dengan alat kesehatan yaitu tetoskop yang kini ia pegang. Perlahan Erlando menghampiri Nazia lalu memeriksa kondisi Nazia.


"Kamu harus banyak istrahat." ucap Erlando singkat.


Nazia merasa tidak nyaman sendirian di dalam ruangan, ia berniat untuk keluar mencari udara segar. Saat hendak turun dari tempat tidurnya. Tiba-tiba ada yang membuka pintu.


Kreek. Suara pintu terbuka.


"Kamu kenapa bisa pingsan sih, apa Erlando bermain kasar?" tanya Kania dengan polos.


"Hahaha, apaan sih, kamu." jawab Nazia dengan tawa.


Nazia tak ingin menceritakan apa yang telah terjadi. Ia tak ingin membuat orang-orang yang ia sayangi terluka karenanya.


Erlando yang sedari tadi berdiri dan tidak sengaja mendengar percakapan Nazia dengan Kania membuatnya menahan tawa. Bisa-bisanya Kania berfikiran begitu.


"Dok kapan aku bisa pulang?" tanya Nazia saat Erlando masuk dan menghampirinya.


"Tunggu sampai kamu benar-sehat " jawabnya lembut.


"Dasar manusia bermuka dua. Di depan pasien lembut, tapi kalau di aku yang bukan lagi pasien kasarnya minta ampun." Batin Nazia.


Jam 9 malam, Nazia membuka selang infusnya mimilih pergi dari rumah sakit. Baginya berada di rumah sakit dengan di rumahnya sama aja. Ia pun memilih pulang, saat di perjalana ia bimbang pulang ke mana.


Aku minta izin untuk masuk ke apartemenmu dan menggunakan kamarmu serta kamar mandimu. Pesan terkirim.


Pesan terbaca

__ADS_1


"Bisa-bisanya kamu keluar dari rumah sakit tanpa memberitahuku." gumam Erlando geram.


Jam piket Erlando sampai jam 11 malam. Erlando mengambil tasnya serta kunci mobilnya. Ingin sekali ia cepat-cepat sampai ke rumah untuk memberi pelajaran kepada Nazia.


20 menit perjalanan, kini Erlando sampai di Apartemen. Ia menekan tombol kunci apartemennya. Saat pintunya terbuka ia mendengar suara tawa, ia pun mencari sumber suara. Dilihatnya Nazia yang sedang menonton filem tomi dan jeri.


"Apa masa kecilmu tidak bahagia!" tutur Erlando dengan datar. Kemudian melanjutkan langkahnya masuk ke kamar.


Nazia tidak terima dengan ucapan suaminya.


"Masa kecilku suram karena sikapmu." jawab Nazia kemudian kembali fokus dengan aktivitasnya.


Langkah Erlando tiba-tiba terhenti saat mendengar jawaban Nazia.


"Apa kakak sudah sarapan?" tanya Nazia, membuat Erlando tersadar.


"Aku sudah sarapan." Jawabnya singkat.


Erlando kembali ke kamar untuk membersihkan tubuhnya sedangkan Nazia kembali sibuk mencari selimut besar yang ia bisa gunakan sebagai pengalas untuk ia tidur.


Saat Erlando keluar dari kamar mandi ia mendapati Nazia tidur di lantai menggunakan selimut tebal. Erlando naik ke tempat tidurnya, saat ia hendak tidur tiba-tiba ada yang datang.


"Siapa yang datang di jam begini." gumam Erlando.


Erlando keluar dari kamar dan melihat siapa yang datang.


"Kenapa kamu kesini?" tanya Erlando pelan.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......


mohon kritik dan sarannya 😊


Jangn lupa like, rate, vote, serta bagikan 😍

__ADS_1


Terima kasih untuk kalian yang udah setia membaca karya aku 😘😍😍


__ADS_2