Jangan Di Baca. Ngak Nyambung

Jangan Di Baca. Ngak Nyambung
Apa Salahku. Episode 41


__ADS_3

**Halo readers, maaf baru bisa up 😊 jangan lupa tekan like sebelum membaca atau sesudah membaca 😊


Happy Reading 😘**


****


Tawa terdengar dalam ruangan, perkumpulan yang tidak disengaja membawa kebahagiaan yang begitu besar. Ratri bahagia bisa bertemu dengan keponakannya yang di mana di tambah dengan 2 cucu yang gemes. Bahkan Ratri menerima Reix sebagai cucunya. Hal itu membuat Reix semakin bahagia.


Kebahagiaan itu tidak hanya menghampiri Ratri tapi juga Melyana, ia sangat bahagia melihat perubahan Erlando, Erlando tidak seperti dulu lagi. Jika dulu Erlando terus menyakiti Nazia sekarang ia sangat menyayangi Nazia.


Tawa sikembar membuat semua orang yang ada dalam rumah baru Erlando gemes. Kembar mulai aktif bermain di tempat, membuat Reix senang. Reix tidak sabar lagi menanti adiknya untuk dapat diajak berbicara.


"Nazia, boleh yah Tante jalan-jalan ke rumah kamu untuk bermain dengan cucu Tante," kata Ratri.


"Iya Tante, masa aku larang Tante untuk ketemu kembar dan Reix," balas Nazia.


Saat mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga, tiba-tiba terdengar tangisan bayi. Dengan segera Nazia menghampiri anaknya yang digendong oleh Bik Inah dan Bik Syam.


"Anak Ibu kenapa?" tanya Nazia dengan meniru gaya bicara anak kecil, ia pun mengambil beby Sahka kemudian memberinya ASI. Beby Sahka pun diam dan mulai tertawa.


Ratri mengambil beby Sahka dari gendongan Nazia. Sedangkan Nazia kembali menggendong beby Nazira untuk memberinya ASI.


Anatasya terus menerus memandangi Nazia, ia takjub dengan kecantikan yang dimiliki Nazia. Bagimana tidak, wajah Nazia imut sekali saat menggunkan baju putih lengan pendek.



Pantas Erlando tidak membalas cintaku ternyata istrinya lebih cantik dibandingkan aku dan Anata. Batin Anatasya.


Pandangan Anatasya beralih pada kembar. Anatasya gemes melihat beby Sahka menendang-nendang memainkan kaki dan tangannya.


Anatasya berpindah tempat duduk, ia kembali duduk di samping Ratri.


"Ibu, bayinya lucu ya Buk" kata Anatasya dengan senyum mengembang.


Anatasya memegang salah satu tangan beby Sahka, beby Sahka tertawa dibuatnya.


"Makanya, cepat cari pasangan dan buat anak yang lucu," Kata Erlando. Ia sengaja berkata begitu pada Anatasya.


"Emang kamu pikir cari suami yang baik itu gampang!" balas Anatasya.


"Tidak perlu cari, ada aku di sini yang setia menanti!" timpal Johan.


Anatasya tertawa mendengarnya, "Aku tidak akan mau menikah denganmu yang suka marah-marah," balas Anatasya.


Jawaban Anatasya membuat Johan menggaruk kepala sedangkan yang lain tertawa lepas mendengarnya.


"Hati-hati Ana, terkadang pria yang kita benci menjadi nomor 1 dalam hidup," timpal Erlando dengan senyum.


"Terserah kamu saja, aku malas berdebat denganmu!" balas Anatasya.


Anatasya mengambil beby Sahka dari gendongan Ratri dan membawanya masuk ke dalam kamar bersama dengan Nazia yang kini sedang menggendong beby Nazira. Sesampainya di dalam kamar mereka membiarkan sikembar berbaring di kasur.

__ADS_1



Beby Nazira tertawa sedangkan beby Sahka hanya melirik.


"Ana," panggil Nazia.


"Iya Nazia," jawab Anatasya.


"Terimakasih ya, kamu sudah menjaga Tante Ratri selama ini," ucap Nazia sambil menatap Anatasya.


"Kamu tidak perlu berterimakasih, harusnya aku yang berterima kasih pada Tante Ratri. Aku kuliah dan bisa bekerja karena bantuan Tante Ratri," balas Anatasya dengan senyum.


"Apa kamu tidak punya perasaan pada sepupuku?" tanya Nazia lagi.


"A-apa maksud kamu? a-ku tidak mengerti" kata Anatasya terbata-bata.


"Jangan membohongiku, aku dapat melihatnya dari tatapan kalian berdua," kata Nazia lagi.


"Aku, menyukainya tapi, (ucapnya terpotong) aku tidak tahu dengan Johan. Dia terus menjahiliku bahkan menghinaku," katanya dengan sedikit sedih.


Nazia tersenyum mendengarnya, "Kamu harus sabar menghadapinya, terlebih lagi kalian tinggal di rumah yang sama,"


"Aku sudah mendengar cerita tentangmu, Nazia. Aku turut bersedih tapi sekarang aku bahagia, Erlando mulai memperlakukanmu dengan baik,"


"Nazia, maukah kamu menjadi temanku? Aku tidak punya siapa-siap selain Ibu Ratri dan Johan," kata Anatasya dengan sedih.


"Aku siap menjadi sahabatmu dan menjadi keluargamu," balas Nazia dengan senyum.


"Oh ya, Ana. Aku akan memperkenalkan kamu dengan sahabatku, namanya Kania. Pekan depan mereka akan datang dari London," kata Nazia.


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan pintu.


Nazia dan Ana menoleh, ada Bi Inah dan Bi Syam di depan pintu.


"Ada apa Bik?" tanya Nazia.


"Non Nazia dan Non..." ucapan Bik Syam terhenti karena ia tidak tahu nama Anatasya.


"Anatasya," sambung Nazia.


"Ah iya sama Non Anatasya dipanggil sama Nyonya. Nanti beby Sahka dan beby Nazira kami yang jaga," kata Bik Syam.


"Iya Bik, nanti kami turun!" kata Nazia.


"Ayo Ana." Nazia mengajak Anatasya untuk turun dan berkumpul denga keluarga mereka yang lain.

__ADS_1


Pukul 11 siang, Ratri dan kedua anaknya pamit pulang. Bik Neona dan Pak Aksan juga pamit untuk pulang ke rumah Wijaya. Sedangkan Melyana pulang setelah yang lainnya pulang. Bi Syam dan Bi Inah ditugaskan untuk menjaga sikembar dan Reix.


Saat makan siang, Reix meminta Nazia untuk menyuapinya. Nazia pun menuruti apa mau anaknya. Setelah menyuapi Reix barulah Nazia makan.


Tak membutuhkan waktu lama, mereka pun sudah selesai makan siang.


"Reix, Ayah tidak melarangmu untuk terus bersama dengan kedua adikmu, tapi ingat! kamu harus giat belajar," kata Erlando saat mereka menaiki anak tangga.


"Iya Ayah, aku janji akan giat belajar!" jawab Reix.


Erlando dan Nazia membawa Reix ke kamarnya, di sana ad kedua ARTnya serta anak kembar mereka.


"Sekarang kamu tidur siang, karena sebentar malam kamu harus belajar!" kata Erlando kemudian memegang tangan istrinya.


"Kita mau ke mana?" tanya Nazia kebingungan.


"Ke kamar, sayang. Tidak mungkin aku mengajakmu untuk pergi bunuh diri," celetuk Erlando.


Nazia terkekeh mendengarnya, "Tapi untuk apa ke kamar? aku tidak mengantuk," balas Nazia.


"Baguslah jika kamu tidak mengantuk jadi kamu bisa," ucapnya terhenti, ia mulai mengedipkan sebelah matanya.


Nazia yang paham arti dari perkataan Erlando membuatnya menatap Erlando dengan tatapan tajam.


Erlando terkekeh melihatnya, "Jika tidak mau tinggal bilang tidak mau! jangan membuat wajah jelekmu menjadi semakin jelek," ejek Erlando.


Nazia membulatkan matanya saat mendengar penghinaan suaminya.


"Apa Kaka bilang? aku jelek!" kata Nazia dengan, geram. Ia mengejar Erlando hingga mereka berdua bermain kejar-kejaran di dalam kamar. Tawa mereka dapat di dengar oleh kedua ARTnya.


Bik Syam dan Bik Inah bahagia mendengar tawa Nazia dan Erlando.


"Akhirnya kita bisa mendengar tawa mereka dari sekian puluh tahun tawa itu tidak perna didengar," ujar Bik Syam yang di jawab anggukan oleh Bik Inah.


Di dalam kamar, Erlando menarik tubuh istrinya hingga mereka berdua jatuh di atas tempat tidur dengan posisi Erlando berada di atas tubuh istrinya. Nafas keduanya tak teratur, Erlando menatap istrinya.


"Apa aku boleh," ucap Erlando terpotong saat ada ketukan pintu dari luar.


.


.


.


.


Bersambung....


Mohon kritik dan sarannya.


Maaf jika banyak typo,

__ADS_1


__ADS_2