Jangan Di Baca. Ngak Nyambung

Jangan Di Baca. Ngak Nyambung
Apa Salahku. Episode 17


__ADS_3

luka dan kebahagiaan Nazia


****


Nazia ngemil sambil nonton TV di Apartemen. Ia melihat handphonenya bergetar menandakan ada pesan masuk. Nazia membukanya


"Aku tidak pulang malam ini" Isi pesan.


Nazia bersorak bahagia. Bahagia bukan karena ia bisa tidur di ranjang Erlando melainkan ia bisa bebas dan berbuat semaunya di Apartemen. Nazia menonton filem kesukaannya yaitu tomy dan jerry sampai ia ketiduran di ruang TV. Jam 1 malam Erlando kembali ke Aprtemen. Nazia mendengar suara Erlando membuatnya terbangun dari tidurnya. Nazia duduk mengucek matanya kemudian membuka matanya. Ia melihat Erlando yang kini sedang mabuk karena meminum arak.


Nazia bangkit dan mencoba untuk membantu Erlando. Erlando menyebut nama Anata terus dan terus. Nazia yang mendengarnya membuat hatinya sakit. Rasa sakit itu karena cemburu atau karena apa. Intinya ia merasa sesak bila melihat Erlando bersama Anata. Nazia meraih handphone Erlando. Ia melihat walpaper, di situ terpajang foto Erlando bersama dengan Anata. Dadanya seakan sesak. Nazia mengirimkan pesan untuk Anata.


'Segera kesini, kak Erlan sedang tidak baik-baik saja.' Isi pesan


Nazia menghapus air matanya, ia membuka kaus kaki dan sepatu suaminya kemudian menutupi tubuh suaminya. Erlando masih menyebut nama Anata. Nazia yang tidak tahan lagi membuatnya menyerah. Ia mengambil semua barang-barangnya kemudian pergi dari Apartemen. Sepanjang jalan Nazia menangis meratapi nasibnya. Ia sudah berusaha sabar namun kesabaran ada batasnya. Ia tak tahu harus kemana lagi. Tidak mungkin ia pulang ke rumah Anggara ataupun ke rumah Magesta. Nazia mencoba untuk menghubungi Adrian tapi ia mengurungkan niatnya.


"Adrian tak seperti dulu lagi." ucap Nazia.


Nazia melajukan mobilnya ke suatu tempat. Tempat di mana ia dan ibu serta ayah kandungnya tinggal dulu. Ia mengetahui rumah itu dari ayah Adiswa Magesta. Hanya Nazia dan Magesta yang tahu alamat rumah itu. Hampir 1 jam perjalanan. Kini Nazia sampai di rumah ibunya. Di dalam rumah ada sepasang suami istri yang sudah tua. Mereka diminta untuk menjaga rumah itu. Namanya


Neona biasa dipanggil Bi Neona dan suaminya Aksan biasa di panggil Pak Aksan.


Pa Aksan dan istrinya membantu Nazia untuk membersihkan kamar di lantai 2 agar Nazia dapat menempatinya. Mereka tertawa bahagia saat membersihkan ruangan itu. Nazia bersyukur bisa mengenal sepasang suami istri itu. Baginya, pergi adalah cara terbaik untuk kebahagiaannya. Setelah selesai, Pak Aksan dan Istrinya kembali tidur, sedangkan Nazia memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


******


Apartemen


Anata pergi ke Apartemen setelah membaca pesan yang Nazia kirimkan. Anata dan Erlando seperti pasangan suami istri. Memang mereka tidak tinggal bersama tapi setiap malam Anata akan tidur bersama Erlando di Apartemen. Seperti biasanya malam ini mereka kembali tidur bersama.


Erlando membuka matanya, ia memegang kepalanya yang terasa pusing. Erlando melihat ada Anata di sampingnya, ia pun tersenyum dan mencium kening Anata. Anata yang merasa ada sesuatu yang aneh membuatnya bangun. Ia tersenyum saat melihat Erlando yang kini berada di atas tubuhnya.


"Apa yang kamu lakukan, sayang?" tanya Anata menggoda Erlando.


Erlando tak menggubris itu, ia mencium bibir Anata dan meninggalkan tanda di leher Anata. Hal yang seperti itu sudah menjadi hal biasa bagi Erlando dan Anata. Dan karena hal itu pula Nazia menjadi ilfil dengan Erlando.


"Ayo kita mandi" ajak Erlando.


Mereka berdua pun mandi bersama. Setelah selesai dengan aktivitas mandinya, Erlando memakai baju kaos oblong putih dan celana pendek, ia pun keluar dari kamar untuk mencari Nazia. Erlando melihat jam, dan waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi. Fikirnya Nazia sudah berangkat kekampus. Saat ia kembali ke kamar ia melihat di meja sudah tidak ada apa-apa di sana, ia membuka lemari pakaian Nazia dan tak ada satu pun baju Nazia di sana.


"Apa yang kamu cari sayang?" tanya Anata saat melihat Erlando mondar mandir.

__ADS_1


"Apa kamu tahu Nazia ke mana?" tanya Erlando tanpa menjawab pertanyaan Anata.


"Tidak, aku tidak melihatnya." jawab Anata.


Erlando meraih handphonenya, ia melihat pesan yang Nazia kirim untuk Anata. Erlando yang tadinya berniat untuk menghubungi Nazia malah mengurungkan niatnya. Erlando tahu Nazia tidak mungkin pergi jika ia tak membuat kesalahan. Fikirnya pasti ia membuat kesalahan sehingga Nazia memilih pergi. Karena keegoisannya ia tak ingin meminta maaf kepada Nazia.


****


Kediaman Winata


Bi Neona sedang menyiapkan sarapan, sedangkan suaminya sedang membersihkan mobil milik Nazia. Bi Neona menaiki anak tangga untuk membangunkan Nazia.


Tok tok tok.


Bi Neona mengetuk pintu kamar Nazia. Tapi tidak ada sahutan dari dalam. Bi Neona memberanikan diri untuk masuk.


Cekrek. Pintu kamar Nazia terbuka.


"Non, Non Nazia. Ayo bangun Non. Ayo sarapan dulu." Bi Neona membangunkan Nazia.


"Emangnya sudah jam berapa sekarang Bi?" tanya Nazia dengan suara seraknya.


"Sudah jam 9:30 Non." jawabnya lembut.


Nazia bangkir dari tidurnya berlari ke kamar mandi. Setelah selesai dengan aktivitas mandinya Nazia memakai baju ala anak kampus kemudian turun untuk sarapan. Bi Neona yang melihatnya tertawa terbahak-bahak. Nazia yang merasa sedang dikerjain membuatnya melirik jam dinding. Di situ waktu baru menunjukan pukul 7:45.


"Bibiiiii." Teriak Nazia kemudian mengejar Bi Neona. Mereka berdua pun tertawa sambil main kejar-kejaran.


"Awas ya Bik. Aku sudah buru-buru sampai lupa pakai sabun, eeeehhhh tau-taunya di kerjain yah." kata Nazia dengan tawa.


Ia merasa lucu dengan kejadian pagi ini. Sejarah jika ia benar-benar bangun telat maka hari ini ia kekampus tanpa menyikat gigi.


"Hahahahaha, non Nazia sih. Di bangunin untuk sarapan aja malas. " kata Bi Neona dengan tawa.


Pak Aksan yang melihat istri dan majikannya main kejar-kejaran membuatnya terharu dan ikut bahagia. Ia kembali melihat tawa di wajah istrinya. Neona adalah wanita yang tegar dan baik. Membuat Pak Aksan bertahan sampai pernikahan mereka memasuki tahun ke 40.


"Bi. Aku lelah, ayo kita istrahat." ajak Nazia.


"Ayo Non. Bibi juga sudah lelah." jawab Bi Neona dengan ngos-ngosan.


Nazia berdiri kemudian bermanja, ia meminta Bi Neona untuk membuatkan nasi goreng kesukaannya. Bi Neona tersenyum kemudian berkata.

__ADS_1


"Bibi, sudah menyiapkan nasi goreng kesukaan Non Nazia." ucapnya.


Nazia yang mendengar itu membuatnya tersenyum bahagia.


"Pak Aksan.!" Teriak Nazia. "Ayo kita makan." panggil Nazia.


"Iya, non.!" sahut Pak Aksan dari luar.


Mereka bertiga pun sarapan bersama di meja makan. Nazia pamit kemudian berangkat ke kampus. Sebelum ke kampus, Nazia meminta Pa Aksan untuk tidak mencuci mobilnya lagi. Ia menganggap kedua pasangan itu sebagai keluarganya. Nazia tidak ingin melihat mereka kelelahan.


******


Kampus


Kini Nazia tiba di Kampus, ia melihat Kania di parkiran berama seseorang. Nazia pun menghampiri Kania dan melihat siapa yang bersama dengan Kania.


"Kakaaak.!" teriak Nazia, ia mempercepat langkahnya menghampiri Kania dan Ferdinan.


"Kakak, aku kangen kakak." ucap Nazia manja.


"Ayolah sayang. Kamu sejak nikah tidak pernah ke rumah lagi." ucap Erlando sambil mengacak rambut Nazia.


"Kapan kakak dan Kania merit?" tanya Nazia.


"Secepatnya." jawab Ferdinan.


"Jangan lama-lama dong kak. Aku tidak sabar untuk menggendong keponakan aku nanti." ujar Nazia dengan mata berbinar.


Kania yang mendengar itu membuatnya malu. Pipinya memerah membuat Ferdinan yang melihatnya semakin gemes dan ikut menjahili Kania.


"Kamu tenang aja sayang. Kakak akan memberimu keponakan secepat mungkin." ucapnya sambil mengedipkan mata ke Kania.


"Iiii apaan sih kalian." ucap Kania cemberut.


Ferdinan dan Nazia tertawa terbahak-bahak.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Terimakasih untuk kalian yang sudah menyempatkan waktunya buat baca karya pertama aku 😊


__ADS_2