Jangan Di Baca. Ngak Nyambung

Jangan Di Baca. Ngak Nyambung
Apa Salahku. Episode 28


__ADS_3

Apa kabar Reader? Semoga kita semua baik-baik saja yah. Oh iya, sebelum baca klik like dulu 😊. Yang belum mampir di karya aku dengan judul "Awal Tanpa Cinta" yuk mampir 😁


Happy Reading...


*****


Jerman


.


.


Malam hari di Mansion


Erlando berdiri memandangi pancaran lampu jalan lewat kaca jendela kamarnya. Penyesalan tak henti-hentinya menghampiri dirinya yang kini putus asah.


"Andai kamu belum menjadi milik orang lain mungkin aku akan berusaha untuk membawamu kembali. Sekarang, kamu bukan Naziaku lagi. Kamu milik orang lain. Sejujurnya aku tak sanggup mengganggap anak yang ada dalam kandunganmu adalah keponakanku. Aku ingin kamu mengandung anaku tapi apalah dayaku, sekarang kamu bukan milikku lagi." Batin Erlando.


Erlando menghapus air mata yang hampir membasahi pipinya. Ia pun beranjak ke tempat tidurnya untuk beristrahat. Dalam tidurnya ia terus memegang handphon genggamnya. Walpaper yang dulunya adalah foto Erlando bersama Anata kini diganti dengan foto pernikahannya dengan Nazia. Foto yang terukis senyum di raut wajah keduanya. Senyum yang menipu semua tamu undangan, terlihat bahagia tapi tidak dengan kenyataan yang ada.


Di tempat lain, Nazia masih berada di rumah sakit. Waktu yang sudah larut membuatnya bertahan dan memilih untuk tidur di rumah sakit. Perutnya semakin membesar, membuatnya mudah lelah.


"Kalian baik-baik saja yah di sana, mama janji akan melindungi kalian. Kalian harus bantu mama, jangan nakal di dalam sana." Ucap Nazia sambil mengelus perutnya.


"Pasti kak Anata dan Kak Rian sudah bahagia sekarang, maafkan aku kak, karenaku kebahagiaan kak Erlando hancur. Aku yakin, pasti sekarang kalian sudah bahagia. Dan aku, aku punya anak-anak yang nantinya akan menemaniku." Batin Nazia saat memejamkan matanya, setetes air mata membasahi pipinya.


*****


Esok hari...


Saat Nazia bangun dari tidurnya ia memilih untuk segera pulang. Saat hendak pulang, ia berpapasan dengan Dokter Alfano,

__ADS_1


"Selamat pagi Dokter Nazia." sapa Dokter Alfano


"Pagi Dokter Alfano." jawabnya dengan senyum.


"Apa si kembar membuat Dokter kelelahan? Aku melihat Dokter seperti orang yang kecapean."


"Iya Dok, si kembar mulai aktif sekarang."


"Ayo masuk dalam mobilku dok, nanti aku antar pulang."


"Tidak perlu repot-repot Alfano" tolaknya dengan ramah.


"Tinggalkan saja mobil Dokter Nazia disini, nanti aku suruh seseorang untuk membawanya. Dokter harus nurut, ini demi keselamatan kalian bertiga."


Nazia memikirkan tawaran Alfano sejenak, ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam mobil Alfano.


Di dalam perjalanan Nazia memilih untuk mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


"Bisa dok, apa yang ingin Dokter beli?" tanya Alfano.


"Biasa, perlengkapan."


Alfano pun memakirkan mobilnya. Ia menuntun Nazia turun dari mobil. Di dalam Mall, Alfano membantu Nazia untuk memilih pakaian si kembar.


"Dokter! Bagusan yang mana?" tanya Alfano sambil memegang dua baju yang berbeda model namun dengan warna yang sama.


"Hmmm, yang di tangan kirimu saja." ucapnya dengan senyum.


Saat Nazia dan Alfano hendak ke kasir mereka mendengar bisikan dari para pengunjung Mall.


"Wah, mereka sangat serasi ya, adu aku juga mau punya suami yang tampan dan baik seperti itu."

__ADS_1


"Iya, mereka sangat serasi" timpal si pengunjung yang lain


Tanpa mereka sadari sejak mereka di rumah sakit ada sepasang mata yang melihat dan mengikuti mereka sampai di Mall.


"Bukan pemandangan ini yang aku ingin lihat. Tapi senyum itu begitu tulus, apa itu suaminya?" ucap Erlando.


Erlando memilih pergi meninggalkan Nazia dan Alfano di Mall, ia tak kuasa melihat pemandangan indah di depan matanya sendiri. Mungkin karena rasa cinta untuk Nazia sudaj disadari olehnya hingga rasa cemburu mulai gampang untuk menghampirinya dan membuat hatinya seperti tertusuk belati yang sangat tajam.


"Apa aku tega menghilangkan senyum itu. Aku tidak boleh egois, Nazia sudah bahagia, aku tidak boleh mengganggu kebahagiaannya. Anaknya butuh kasih sayang seorang Ayah dan aku tidak ingin memisahkan mereka dari ayahnya. Semoga bahagia Nazia. Aku pamit." Ucap Erlando saat di dalam mobil kemudian meleset pergi ke Bandara.


Saat di ruang tunggu Erlando memilih untuk mengirim pesan untuk Nazia.


Salam untuk suamimu, dan jaga kesehatanmu serta kesehatan anakmu. Aku tak ingin adiku dan keponakanku kenapa-napa.


Pesan terkirim..


Selamat tinggal Jerman, sampai jumpa Australia.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa like, komen, up dan Fav 😊😊

__ADS_1


__ADS_2