Jangan Di Baca. Ngak Nyambung

Jangan Di Baca. Ngak Nyambung
Apa Salahku. Episode 35


__ADS_3

**Halo Readers, bertemu lagi dengan karya "Apa Salahku" Jangan lupa tekan like sebelum membaca atau like setelah membaca 😊


Happy Reading 😊**


****


Jerman...


2 minggu kemudian...


Nazia sudah diperbolehkan pulang, Erlando mengurus administrasi istrinya. Sepanjang perjalanan menuju tempat administrasi Erlando terus tersenyum, entah apa yang ia pikirkan. Jika ada orang lain yang melihatnya mungkin orang-orang akan beranggapan bahwa Erlando sudah gila.


Erlando sampai dibagian Administrasi, ia pun melakukan apa yang harus ia lakukan. Tak berlangsung lama, pengurusan di bagian adminstrasi pun selesai. Erlando melangkahkan kakinya menulusuri lorong rumah sakit menuju ruang rawat istrinya. Saat ia hendak membuka pintu ia mendengar percakapan ibunya dan istrinya.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya Melyana.


"Aku baik-baik saja Buk." jawab Nazia.


"Apa kamu nyaman dengan kehadiran suamimu?" tanya Melyana lagi.


Nazia menghentikan aktivitasnya.


"Ibu hanya mau melihatmu bahagia, Ibu tidak ingin kamu sedih lagi." lanjut Melyana lagi.


Nazia menarik nafasnya kemudian menghembuskannya perlahan.


"Kebahagiaan anak-anakku adalah kebahagiaanku juga Buk." ucapnya.


"Aku hanya ingin melihat anak-anaku tumbuh besar bersama Ayah mereka. Aku siap jika harus tersakiti Buk asalkan anakku mendapatkan kasih sayang seorang Ayah." lanjutnya.


Cekrek... Pintu terbuka lebar.


Nazia dan Melyana menoleh ke arah pintu. Erlando pun masuk.


"Apa sudah selesai?" tanya Erlando.


"Sudah Kak," jawab Nazia.


"Lan, Ibu harap kamu bisa menjaga istrimu dan anak-anakmu." kata Melyana.


"Aku tidak berjanji Buk. Tapi aku pastikan untuk menjaga mereka." balas Erlando.


"Jangan kecewakan Ibu lagi, Lan. Ibu akan membawa Nazia pergi sejauh mungkin jika kamu menyakitinya lagi." tutur Melyana.


"Iya Buk. Ayo kita pulang." ajak Erlando.


Mereka pun keluar dari kamar rawat Nazia menulusuri lorong rumah sakit menuju parkiran mobil. Sahka digendong oleh Melyana dan Nazira digendong oleh Nazia, sedangkan Reix berjalan sendiri.


Mereka pun sampai di parkiran rumah sakit. Erlando membukakan pintu untuk Ibu dan istrinya. Melyana dan Reix duduk di bagian belakang sedangkan Nazia duduk di depan bersama suaminya.


Mobil meleset pergi meninggalkan area rumah sakit. Dalam perjalanan Reix selalu membuat ocehan yang mampu membuat mereka tertawa lepas. Sesekali Erlando melirik Nazia yang tertawa lepas.


Aku janji akan membuatmu bahagia. Kamu adikku sekaligus istriku, tidak ada alasan lagi untuk aku tidak memberimu kebahagiaan. Batin Erlando.


"Lan, ini kan bukan jalan ke rumah." kata Melyana.


"Iya Kak, ini bukan jalan ke rumah." sambung Nazia.

__ADS_1


"Aku akan membawa kalian ke rumahku." jawab Erlando.


Nazia dan Melyana saling menatap satu sama lain.


Erlando memasuki area Mansion. Melyana dan Nazia semakin terpenganga dengan rumah milik Erlando yang di Jerman.


Erlando memakirkan mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Nazia dan Melyana. Kemudian Erlando menurunkan Reix dari mobil.


Mereka pun turun, Pelayan membukakan pintu untuk mereka.


"Selamat datang Nyonya." sapa semua pelayan bersamaan, saat Neska dan Nazia masuk ke dalam Mansion.


Erlando dan keluarganya duduk di ruang tamu. Sedangkan Reix tidur di tempat tidurnya dan kembar tertidur di Box bayi.


"Sejak kapan kamu punya rumah di sini, Lan?" tanya Melyana.


"Sudah lama Buk," jawabnya.


Melyana mendapatkan telepon dari suaminya. Ia pun mengangkatnya dan menanyakan apa dan kenapa Adiswa menelepon. Dalam telepon Adiswa menyuruh Melyana untuk pulang karena ada hal penting yang Adiswa ingin rundingkan.


"Lan, Nazia. Ibu pamit yah." pamit Melyana.


"Iya Buk. Nanti ajak Ayah juga yah jika nanti Ibu kesini." ujar Erlando.


Melyana berdiri dari duduknya dan keluar dari Mansion yang diantar oleh Nazia dan Erlando sampai di depan pintu.


Erlando menyuruh supirnya untuk mengantar Melyana pulang. Setelah mobil mereka keluar dari pekarangan Mansion Erlando menuntun istrinya ke kamar agar beristrahat. Nazia menuruti apa kata suaminya.


Semoga ini adalah awal dari kebahagiaanku. Batin Nazia.


Cekrek.... Pintu terbuka lebar.


Nazia mendekati Box bayi kemudian mencium sikembar dan kemudian ia tidur di samping Reix.


Erlando memperhatikan istrinya, senyum terukir di wajahnya.


"Selamat beristrahat istri dan anak-anakku." ucap Erlando kemudian keluar dan kembali ke kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar, Erlando menghubungi Adrian untuk terus mengawasi Anata dan Alex.


****


Australia


Johan berdiri di balkom rumah sakit memandangi foto seseorang, matanya mulai berkaca-kaca. Sudah sekian tahun ia mengiklaskan kepergian orang tuanya. Namun saat ia melihat Nazia, bayangan tentang ibunya kembali hadir di ingatannya.


Ratri, itulah nama orang tua Johan. Ratri begitu mirip dengan Nazia. Setiap kali Johan memandangi foto Nazia yang tersenyum. Johan merasa seperti melihat Ibunya.


Tak terasa air mata Johan menetes membasahi pipinya.


"Ibu, Ayah. Aku kangen kalian." ucap Johan seketika tangisnya pecah.


Anatasya mendengar seseorang menangis di balkom ia pun berniat untuk mengintip siapa yang sedang menangis itu. Dengan langkah pelan, Anatasya berjalan. Pandangannya tertuju pada pria yang selalu menjahilinya di rumah sakit.


Anatasya mendekat dan menghampiri Johan.


"Apa wanita yang terpajang sebagai walpapermu itu kembali membuatmu menangis." ucap Anatasya.

__ADS_1


Johan terkejut saat melihat Anatasya ada di depannya. Dengan cepat Johan berbalik dan menghapus air matanya.


"Sejak kapan kamu di situ?" tanya Johan.


"Sejak kamu menangis." jawab Anatasya.


Johan berbalik dan memandangi Anatasya dari ujung kaki sampai ujung rambutnya.


"Kamu cantik, tapi suka datang tanpa di undang." celetuk Johan.


Anatasya terkekeh mendengar apa yang Johan katakan.


"Ayo ikut aku." ajak Anatasya.


Johan tak bergeming. Membuat Anatasya kesal. Tanpa seizin Johan, Anatasya menarik tangan Johan. Mereka berdua pergi dan masuk ke dalam lift dan berhenti saat di besement. Anatasya meminta Johan masuk ke dalam mobil namun Johan masih dengan raut wajah bingungnya. Hal itu membuat Anatasya semakin kesal, ia pun mendorong tubuh Johan dengan paksa. Johan jatuh tersungkur di dalam mobil.


Anatasya mengemudikan mobilnya kemudian pergi ke suatu tempat.


"Kita mau ke mana?" tanya Johan dengan panik.


"Kamu akan tahu sendiri saat sampai di sana." jawab Anatasya.


"Aku belum ingin mati, Anatasya." ucap Johan takut.


Anatasya kembali terkekeh mendengar apa yang Johan katakan.


"Sendihmu akan hilang saat kamu sampai di sana." ujar Anatasya.


Johan kembali diam dan menatap Anatasya.


"Terimakasih." ucap Johan.


"Apa kamu masih sedih?" tanya Anatasya lagi,


Johan tidak menjawab.


"Maafkan aku Johan, sudah 7 tahun aku menyembunyikan hal ini padamu. Sebenarnya aku bekerja di Rumah Sakit Magesta karena ada hal penting yang harus aku lakukan." ucapnya.


Johan kembali bingung.


"Ada seseorang yang memintaku untuk menjagamu." lanjutnya.


"Apa maksudmu, Anatasya? Aku tidak paham." ucap Johan meminta penjelasan.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Mohon Kritik dan Sarannya. 😊

__ADS_1


__ADS_2