
Happy Reading 😊😍
4 bulan kemudian......
.
.
.
.
Australia
"Siapkan semua berkas yang harus di bawa, besok kita akan ke Jerman untuk bertemu klien yang akan menanamkan sahamnya di perusahaan kita."
"Semua berkas sudah aku persiapkan."
"Bagus. Aku serahkan semuanya kepadamu. Aku harus kembali ke rumah sakit."
Erlando keluar dari perusahaan menuju rumah sakit.
"Suda 4 bulan kamu pergi. Kamu di mana, Nazia. Sebenci itu kah kamu padaku. Maafkan aku, jangan menyiksaku seperti ini." Batin Erlando, saat di perjalanan.
Erlando tiba di rumah sakit, Johan bingung melihat sahabatnya yang datang dengan mata agak merah, seperti orang yang sehabis menangis.
"Wanita siapa yang membuat sahabatku yang kuat menjadi lemah seperti ini." ledek Johan.
"Ayolah Johan, aku sedang tak punya kekuatan untuk tertawa akhir-akhir ini." ucap Erlando.
Johan kembali merasa kasihan padanya. Menurutnya Erlando tak seperti dulu lagi.
"Apa sudah ada informasi tentang keberadaan istrimu?" tanya Johan.
"Sudah aku perintahkan semua orang-orang kepercayaanku tapi tidak ada informasi yang mereka dapatkan." Ucap Erlando.
Ia mulai menundukan pandangannya ke bawah. Entah apa yang ada dibenaknya.
"Apa aku tidak pantas untuk mendapatkan maaf, kenapa Nazia pergi dan tak memberiku kabar." ucap Erlando.
Johan merasa kasihan melihat sahabatnya yang kini hilang semangat, ini kali pertama ia melihat Erlando serapuh ini.
"Aku akan membantumu untuk mencarinya."
__ADS_1
"Terimakasih Johan"
Johan kembali ke ruangannya, Erlando keluar untuk melakukan operasi pada pasien ISK. Sekali pun ia memiliki beban namun untuk menjalankan tugasnya sebagai Dokter Erlando tetap dapat beradaptasi dengan lingkungan dan tugasnya. Operasi pun selesai. Pasien di pindahkan ke ruangannya sedangkan Erlando kembali ke ruangannya untuk beristrahat. Ia berkelut dengan pikirannya, bukan hanya di Australia ia mencari Nazia, bahkan anak buahnya mencarinya di London dan Jerman tapi tak ada informasi tentang Nazia.
Erlando memandangi handphonnya, terlihat senyum Nazia di sana, berdiri bersamanya dan bersandar di lengan Erlando.
Andai dulu aku tak memberimu luka, mungkin senyum ini akan masi ku lihat. ucap Erlando
Kring. Kring.
Dering telepon
[Iya halo]
[..........]
[Aku kesana sekarang]
******
Jerman
Nazia berada di salah satu rumah sakit terbesar di Jerman. Kepintarannya membuat semua Dokter kagum. Mereka terkagum selain pintar ia juga mewarisi kekayaan orang tuanya, salah satunya rumah sakit yang kini ia tempati untuk mengabdi. Rumah sakit itu di bangun sebelum Ayah dan Ibu Nazia meninggal. Setelah kematian Candra dan Nurlaina, Neska mengambil alih semuanya, saat Ferdinan dewasa ia yang menggantikan Neska. Setelah kedatangan Nazia, Ferdinan menyerahkan semuanya kepada Nazia. Dan sekarang, kekayaan kembali ke ahli waris yang semestinya. Nazia menjadi orang yang sangat dikagumi di rumah sakit miliknya.
"Selamat malam Dokter Alfano." jawab Nazia dengan senyum.
"Apa Dokter lembur malam ini?" tanya Dokter Alfano.
"Tidak, sebentar lagi aku pulang." jawab Nazia.
"Oke baik lah, aku kembali ke ruanganku dulu."
Alfano masuk ke ruangannya. Ia sempat melirik Nazia.
"Senyum yang manis" Batin Alfano.
Nazia mengambil tasnya kemudian pergi meninggalkan rumah sakit. Di perjalanan Nazia merasa mual, ia pun menepikan mobilnya dan keluar untuk membuang semua makanan yang ada di dalam perutnya.
"Maafkan mama, mama terus pulang malam dan tidak memikirkan klian." ucap Nazia sambil mengelus perutnya yang kini membuncit.
Nazia kembali masuk dalam mobil, saat hendak sampai ia melihat penjual yang berjualan di pinggiran jalan. Nazia pun turun, ia tahu pasti ada makanan kesukaannya.
"Halo pak," Sapa Nazia. "Menu seperti biasa ya."
__ADS_1
"Halo juga Nazia. Bagaimana keadaanmu sekarang?"
"Aku baik, bagaimana dengan bapak?"
"Baik, tapi istriku sedang tidak baik-baik saja. Ia harus operasi tapi aku tidak memiliki uang yang banyak."
"Istri bapak sakit apa?" tanya Nazia sambil makan.
"Kanker rahim."
Nazia makan dengan lahap, ia tak ingin anaknya yang di dalam perut kelaparan. Ia membuka tasnya dan mengambil amplop yang berisi uang.
"Pak,"
"Ah iya, tunggu sebentar."
Penjual itu pun menghampiri Nazia.
"Ini untuk bapak, dan ini alamat rumah sakit. Besok bapa bawa istri bapak. Aku tunggu kalian di sana. Jangan perdulikan biaya. Aku yang akan membayarnya."
Dengan mata berkaca-kaca Bapak itu berkata
"Terima kasih Nazia. Jaga kesehatanmu dan jaga cucuku dengan baik."
"Itu suda pasti. Aku pamit pulang ya."
Nazia pamit kemudian pergi. 15menit telah berlalu, kini Nazia sampai di rumahnya.
"Kenapa baru pulang jam segini, sayang?"
.
.
.
.
.
Bersambung.......
Siapa coba yang manggil Nazia dengan sebutan sayang, suami barunya kah, atau siapanya ayo 😆😆😆😆😆
__ADS_1
Aku pamit off dulu 😁