Jangan Di Baca. Ngak Nyambung

Jangan Di Baca. Ngak Nyambung
Apa Salahku. Episode 21


__ADS_3

Australia


.


.


.


Apartemen


Erlando beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Ia memanggil Nazia tapi tidak ada sahutan sama sekali. Ia pun mempercepat aktivitas mandinya kemudian memeriksa seluruh ruangan di Apartemen. Ia tidak menemukan Nazia di sana. Erlando berfikir Nazia pasti ke rumah ibunya. Ia pun memilih untuk segera bersiap-siap ke kantor. Warna baju yang ia pakai kali ini warna putih dan jas hitam.



Seperti ini penampilannya.


Erlando berdiri di depan cermin kemudian tersenyum. Ia segera bergegas keluar dari Apartemen dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dalam perjalanan Erlando terus tersenyum.


Hampir 15menit perjalanan Erlando pun tiba di perusahaan Magesta Group. Semua pegawai merasa seperti mimpi di pagi hari. Ini kali pertama bos mereka tersenyum dan menyapa semua karyawan yang berpapasan dengannya.


Adrian yang menyaksikan keanehan itu pun membuatnya bingung. Ia ingin bertanya tapi dengan segera ia mengurungkan niatnya.


"Pagi Adrian." sapa Erlando dengan senyum manisnya.


Dengan senyum Adrian berkata. "Tumben kamu menyapa seluruh karyawan."


"Biasa, suasana hatiku sedang bagus hari ini." ucapnya sambil melangkah duduk di kursih kebesaran miliknya.


"Hahaha. Tapi kamu tidak salah minum obat kan di Apartemen." ledek Adrian.


"Hahahha bisa aja kamu." balas Erlando.


Erlando kembali fokus dengan leptopnya. Ia meraih handphon miliknya, tak ada satu pesan pun yang masuk dari istrinya.


Apa Nazia marah padaku, bukankah aku suaminya. Aku punya hak atas dirinya. Kenapa ia harus marah. Sekali pun aku melakukannya di waktu yang salah bukan berarti ia harus marah. Batin Erlando.


Waktunya makan siang. Erlando mengajak Adrian untuk makan di restaurant Lulu La Deliza yang tidak jauh dari perusahaan. Mereka berdua pun pergi menggunakan mobil Sport milik Erlando. Dalam perjalanan Erlando kembali melirik handphonnya.


"Ada apa Lan, dari tadi aku perhatiin kamu lihatin handphon mulu." Adrian berkata sambil menyetir.


"Sudah dua hari Anata ke luar kota tapi dia belum juga menghubungiku." ucapnya berbohong.

__ADS_1


"Kamu seperti baru mengenal Anata aja Lan." balas Adrian.


Mereka pun sampai di restaurant Lulu La Deliza. Erlando memesan makanan kesukaan mereka yaitu Meat Pie. Keduanya makan dengan lahap. Setelah mereka selesai, Erlando mendapatian panggilan darurat dari rumah sakit sehingga ia meninggalkan Adrian dan menyerahkan urusan kantor padanya. Erlando berjalan menuju parkiran, menghidupkan mobilnya kemudian pergi meninggalkan area restaurant menuju Rumah Sakit Magesta.


Rumah sakit Magesta


Erlando memakirkan mobilnya di tempat biasa ia parkir. Dengan segera Erlando melangkah lebih cepat. Ia melihat Johan dan Anatasya sudah ada di sana. Ia pun menghampiri mereka berdua.


"Apa operasinya sudah selesai?" tanya Erlando.


"Belum, operasinya sebentar lagi baru dilaksanakan." jawab Anatasya.


"Oke baiklah."


Ruang operasi


Erlando dan beberapa tenaga medis lainnya sudah bersiap-siap. Mereka pun memulai operasi. Erlando mengambil pisau bedahnya. Ia sangat telaten menggunakan pisau itu. Para tenaga medis lainnya membantu Erlando. Hampir 2jam mereka berada di dalam ruang operasi. Lampu telah dimatikan menandakan operasi telah usai.


Erlando segera masuk ke ruangannya dan beristrahat di sana. Ia kembali meraih handphon miliknya, tidak ada satu pun pesan yang Nazia kirim. Erlando mulai dilanda rasa cemas. Namun ia mencoba membuang semua dugaannya.


"Nazia tidak mungkin meninggalkan aku. DIa sudah memberikan seluruh hidupnya bagaimana mungkin dia bisa pergi." Batin Erlando mencoba untuk tenang.


"Apa aku telepon ibu saja."


"Halo Bu. Apa Nazia bersama ibu?"Tanya Erlando.


"Loh, kok kamu nanya sama Ibu sih. Kan kamu suaminya sayang."


"Oke baiklah Bu. Mungkin Nazia lagi pergi belanja." Ucapnya berbohong.


Tut tut tut. Panggilan telah berakhir.


Erlando mencoba untuk menghubungi istri nya tapi nomornya di luar jangkauan. Perasaannya semakin tidak enak. Ia pun memutuskan untuk mencari Nazia.


Erlando mendatangi semua tempat yang ada kemungkinan Nazia datangi. Waktu sudah menunjukan pukul 5sore dan istrinya belum ditemukan. Ia pun menepi di pinggiaran jalan menikmati pemandangan malam dengan pandangan diarahkan ke Sydney Harbour Bridge. Dalam diam ia berkata.


"Apa kamu akan pergi meninggalkan aku lagi. Apa perbuatanku tak bisa kamu maafkan, apa aku terlalu kejam. Aku tak tahu bagaimana caranya bersikap baik padamu. Kamu dimana istriku."


Untuk pertama kalinya Erlando menyebut Nazia dengan sebutan istri.


Saat ia mengingat kata terakhirnya membuatnya tersenyum, "Ternyata aku sudah menikah dengannya. Bertahun-tahun aku menyiksanya dan dia yang ku siksa menjadi istriku sendiri. Hahahahha dunia memang sempit." ucap Erlando dengan tawa.

__ADS_1


Ia kembali memikirkan Istrinya, berharap saat ia tiba di Apartemen, istrinya sudah ada di sana. Ia pun pergi meninggalkan area Sydney Harbour Bridge menuju Apartemen. Dalam perjalanan ia selalu memikirkan perbuatannya.


"Apa aku harus minta maaf padanya. Apa mungkin ia akan memaafkan aku." Batin Erlando.


Apartemen


Erlando tiba di Apartemen. Ia melihat di area parkiran tidak ada mobil istrinya di sana.


"Mungkin saja dia naik taksi ke sini" ucapnya.


Erlando mempercepat langkahnya. Ia membuka pintu Apartemen.


"Nazia, kamu sudah pulang !" teriak Erlando mencari istrinya. Namun tidak ada sahutan dari kamar ataupun dari ruangan lainnya.


Erlando mencoba menghubungi Kania tapi jawaban Kania sama persis seperti jawaban Melyana.


"Ahhhhhhh pergi kemana lagi sih kamu.!" geram Erlando membuang semua benda yang ada di depannya.


Erlando kembali frustasi. Ia tak tahu harus mencari istrinya kemana lagi. Erlando kembali menyesali perbuatannya. Ia menghubungi Adrian dan Johan meminta mereka memerintahkan semua orang-orang kepercayaan mereka untuk mencari Nazia. Johan sangat terkejut mendengar apa yang Erlando katakan. Baru kemarin malam mereka tiba di Australia tapi kenapa bisa ia pergi lagi.


"Nazia kemana di mana? Semoga kamu baik-baik saja sayang. Batin Johan.


*****


Apartemen


"Apa kamu akan pergi meninggalkanku lagi. Apa kamu tidak akan kembali, aku tahu aku salah. Aku menyentuhmu di saat kamu merasa sangat jijik dengan diriku yang selalu melukai hatimu. Tapi Nazia, menyentuhmu bukan niatku yang sebenarnya. Aku hanya ingin memberimu pelajaran. Namun nafsu membuatku berbuat lebih dari yang harusnya aku lakukan. Di mana kamu Nazia." Batin Erlando.


Saat hendak melangkah. Ada notifikasi masuk, dengan segera ia membukanya. Seketika raut wajahny mulai berubah. Rahangnya mengeras dan tangannya terkepal. Wanita yang ia sayangi sedang bermesraan bersama pria lain. Erlando melempar handohonya hingga pecah.


"Aku memberimu kebebasan dan kamu menghianatiku.!" teriak Erlando dengan emosi yang kini memuncak.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Aku ucapkan terimakasih banyak pada kalian yang sudah membaca karya aku sampai di episode ini. Semoga aku dan kalian sehat selalu ya. Amiin 😊😊


__ADS_2