Jangan Di Baca. Ngak Nyambung

Jangan Di Baca. Ngak Nyambung
Apa Salahku. Episode 7


__ADS_3

POV tentang persahabatan


****


Adrian Alexander biasa dipanggil dengan panggilan Adrian. Ia adalah anak yatim piatu sama seperti Nazia. Ia tumbuh dengan baik, karena orang tuanya adalah pengusaha kaya raya. Adrian memiliki Seorang kakak Namanya Anata Juwina Lexander. Orang tua mereka meninggal saat mereka masih kecil. Mereka dibesarkan oleh Paman dan Bibi mereka.


Saat Adrian berada di kelas 6 SD, ia bertemu dengan Nazia, bahkan mereka sekolah di sekolah yang sama dan di kelas yang sama. Adrian termasuk teman yang baik untuk Nazia. Adrian akan membagi makanannya apabila Nazia suka makanan yang di bawa oleh Adrian.


"Zia, apa menu yang kamu bawa pagi ini?" tanya Adrian kecil.


Nazia enggan menjawab, ia justru balik bertanya. "Apa yang kamu bawa Adrian?"


"Hmmm, Kamu lihat saja sendiri,"


Adrian memperlihatkan bekal yang ia bawa. Nazia tersenyum dan mengedipkan matanya sebelah, menandakan bahwa ia ingin bertukar makanan dengannya. Adrian pun tersenyum bertandah mengijinkan. Nasi goreng dan telur mata sapi, itulah makanan kesukaan Nazia.


SMP Kelas 1


Kini Adrian dan Nazia sudah SMP, mereka pun sekolah di sekolah yang sama. Namun kali ini, kelas mereka berbeda. Hal itu tak membuat keduanya tak bertemu. Adrian selalu mencari Nazia di jam istrahat. Hari-hari Nazia dipenuhi dengan tawa selama ia SMP.


Adrian mengirimkan pesan pada Nazia.


"Temui aku di tempat biasa ya. Aku tunggu!"


Nazia membacanya, ia pun tersenyum.


JAM ISTRAHAT


"Bagaimana dengan kelasmu?" tanya Nazia.


"Tidak ada yang bisa dibanggakan, tak seorang pun yang lebih cantik dari pada Naziaku," jawabnya dengan tawa. Membuat Nazia malu, mukanya merah. Adrian mengetahui itu membuatnya semakin gemas dengan Nazia.


"Aku akan membuatmu tersenyum dan bahagia. Kini, dan selamanya." Batin Adrian.


"Bilang saja gombal," ucap Nazia.


"Tapi berhasil kan," timpal Adrian.


Nazia dan Adrian tertawa lepas.


Bel berbunyi, menandakan semua siswa dan siswi harus masuk ke dalam kelas. Nazia dan Adrian pun kembali ke kelas masing-masing.


Saat ujian semester telah tiba. Nazia dan Adrian membuat kesepakatan, jika Nazia mendapatkan juara 1 maka Adrian akan mentraktir Nazia. Jika Adrian yang juara 1. Maka Nazia harus menemani Adrian untuk pergi nonton.


"Nazia!" teriak Adrian.


"Apaan sih kamu, kaya orang kesurupan saja tau!" ucap Nazia dengan kesal.


"Loh, kok kamu marah sih,"


"Lah kamu. Sudah tahu ini di sekolah. Malah sebut namaku dengan keras!" ucapnya dengan memonyongkan bibirnya.


"Jadi itu yang buat kamu cemberut," ujar Adrian.


"Aku dapat bocoran mengenai siapa yang dapat juara 1" jelas Adrian dengan semangat.


"Hari gini, kamu masih percaya dengan bocoran!" ucap Nazia dengan menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Betulan, Nazia. Aku bahkan melihatnya sendiri dengan mata kepala aku sendiri," ucap Adrian mencoba meyakinkan Nazia.


"Oh ya, lalu siapa yang dapat juara 1?" tanya Nazia dengan semangat.


"Peri jelek," jawab Adrian ketus.


****


Mall


Nazia tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Adrian, di saat Nazia menyuruhnya untuk memakai aksesoris wanita.


"Adrian, cepat kesini!" panggil Nazia.


"Coba kamu nyobain ini, pasti bagus deh," ucapnya bersemangat.


"Loh kok aku di suruh pakai ini sih, Naz,"


"Tidak masalah, Adrian. Ini kan hanya sementara," jawabnya santai.


****


Saat penerimaan rapot, wali kelas 1 mengumumkan nama-nama siswa dan siswi yang mendapatkan juara. Nazia menunggu namanya disebut. Dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa Adrian lah yang mendapatkan juara 1. Nazia melirik Adrian, ia merasa seperti dibohongi. Saat hendak pulang, Adrian menghampiri Nazia dan meminta maaf padanya.


"Maafkan aku,"


"Hmm,"


Hanya itu jawaban Nazia. Membuat Adrian merasa bersalah, Adrian mencoba untuk membuat Nazia kembali tersenyum. Ia pun pergi mengumpulkan siswa dan siswi lainnya.


"Naziaaaaaaaa, maafkan aku!" teriak Adrian menggunakan megapon.


"Selamat ulang tahun, selamat ulang Nazia, selamat ulang tahun!"


Tiba-tiba wali kelas mereka menghampiri Nazia, mengucapkan selamat ulang tahun dan selamat atas perjuangannya yang tak sia-sia. Nazia yang mendengar itu membuatnya terharu, ia memeluk wali kelasnya dan kembali meminta maaf pada Adrian.


"Maafkan aku," ucapnya sesegukan.


Adrian yang melihat Nazia menangis membuatnya semakin gemes. Bisa-bisanya wanita kesayangannya menangis di tempat umum. Adrian pun tersenyum melihat tingkah malu Nazia saat Adrian mencubit hidungnya.


SMP KELAS 2


Sekarang Nazia dan Adrian naik ke kelas 2. Kali ini mereka berada di kelas yang sama. Adrian tak pernah melewatkan waktu untuk bisa bersama Nazia, sahabatnya. Begitupun dengan Nazia. Di saat ada tugas kelompok, Adrian akan meminta gurunya untuk tak memisahkan ia dengan sahabatnya itu. Semua teman-teman nya menjodohkan mereka berdua. Bagi Nazia, itu adalah hal yang wajar dilihat dari kedekatan mereka. Minggu ke dua, saat Nazia sedang dalam masalah. Adrian mencoba menghiburnya.


"Ada apa peri kecil?" tanya Adrian.


Nazia menatap Adrian dengan mata yang kini bengkak. Adrian mendekat lalu mengelus kepala Nazia mencoba menghiburnya. Nazia menangis sesegukan.


"Adrian, apa salahku? Kenapa Kak Erlando membenciku!"


Tangisnya semakin pecah. Adrian tak tahu harus berbuat apa lagi. Melihat Nazia menangis membuat hatinya hancur. Ia sadar mereka masi SMP, belum saatnya ia membawa Nazia pergi.


"Bukan kamu yang salah, Nazia!" jawabnya.


"Kak Erlan sangat membenciku. Hiks,hiks,hiks," ucap Nazia sesegukan.


Adrian merain tangan Nazia. Lalu mengajaknya ke suatu tempat.

__ADS_1


"Ayo ikut aku,"


"Kemana?" tanya Nazia.


"Ikut saja, nanti juga kamu akan tahu," katanya dengan senyum.


Adrian membawa Nazia pergi di suatu tempat. Tempat di mana jarang di kunjungi orang-orang. Beberapa menit kemudian mereka sampai. Adrian mengajak Nazia untuk membeli cemilan terlebih dahulu. Kemudian mereka mencari tempat untuk duduk.


"Peri kecil!" panggilnya dengan tatapan yang indah untuk di pandang. Ia pun tersenyum.


"Jika suatu hari nanti aku tak bisa menemanimu, maka datanglah di tempat ini." jelasnya dengan pandangan ke depan.


"Apa kamu akan pergi Adrian?" tanya Nazia.


"Tidak, mana mungkin aku pergi." tolak Adrian.


"Janji!"


"Aku tak bisa janji, Nazia." jawabnya menunduk.


"Lalu apa? Apa kamu sakit?" tanya Nazia lagi.


Adrian menggeleng, kemudian ia tersenyum.


"Aku janji tidak akan pergi, jika pun aku pergi, maka aku akan kembali untukmu."


"Bernakah?" tanya Nazia.


"iya, aku akan selalu ada untukmu." jawabnya meyakinkan Nazia.


SMP kelas 3


Adrian berdiri memandangi Nazia dari kejauhan. Nazia pun menghampirinya.


"Ada apa Adrian?" tanya Nazia. Tak biasanya Adrian diam seperti ini.


"Maafkan aku Nazia. Aku harus ke Luar Negri." kata Adrian.


Deg, Nazia tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Matanya mulai berkaca-kaca.


"Apa aku memperlakukanmu dengan tidak baik hingga membuatmu pergi?" tanya Nazia sesegukan.


"Kamu adalah sahabat terbaikku. Kamu masih ingat kan janjiku." ucapnya.


"Aku masi ingat,"


"Tunggu aku kembali." ujar Adrian.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Mohon kritik dan sarannya.


__ADS_2