
Ceklek, Bian sengaja membuka pintu dengan keras
Belum sempat Vega membalas pesan Danis, Bian keluar kamar mandi hanya menggunakan boxer dan kaos pendek berwarna putih.
Tiba - tiba suasana menjadi canggung kembali.
"Kamu tidur dikasur, aku bisa tidur di sofa" ucap Bian datar.
"Kak Bian aja yang tidur dikasur, aku biasa ko tidur di sofa" jawab Vega yang merasa tidak enak kepada kak Bian.
"Kalo kamu gamau yaudah, kita tidur bareng dikasur" Bian.
"Em aku dikasur, kakak di sofa" jawab Vega cepat.
Akhirnya Vega tidur dikasur dan Bian tidur di atas sofa. Namun mereka sama - sama tidak bisa terlelap. Hanya mata mereka saja yang tertutup, namun otaknya masih sangat aktif.
Jam dinding sudah menunjukan pukul dua pagi. Karena merasa tubuhnya sakit berada di atas sofa yang sangat kecil itu, Bian memutuskan untuk pindah ke atas kasur.
Kebetulan Vega hanya menempati setengah kasur di bagian sisi dekat tembok.
Bian menganggap bahwa Vega telah tidur lelap karena tidak ada lagi tanda - tanda pergerakan.
Bian membaringkan tubuhnya disisi Vega. Kemudian ia menatap lekat wajah Vega yang kebetulan tertidur miring menghadapnya.
Ada sedikit kerinduan yang terpendam di hati Bian. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Terekhir kali Vega masih kelas 5 SD dan sangat manja padanya. Sekarang Vega sudah besar. Sudah menjadi gadis.
Cantik
Kemudian, cup
Tiba - tiba Bian mengecup bibir mungil Vega.
Sial, ngapain sih gue nyium nih bocah. Batin Bian kesal. Kemudian Ia membalikannya badannya, sehingga menghadap ke arah yang berlawanan dengan Vega.
Hati Vega langsung berdebar seketika di cium oleh pria yang sudah ia anggap sebagai kakak sendiri. Sebenarnya ia belum tertidur pulas. Namun ia memilih untuk tetap pura pura tertidur, ketika Bian berbaring di sampingnya. Jika dia tiba - tiba membuka mata, pasti akan sangat canggung bagi mereka berdua.
Yatuhan, kenapa ciuman pertamaku di ambil sama kulkas dua pintu itu sih, marah Vega dalam hati.
Malam itu keduanya tidak bisa tertidur. Pikirannya sama - sama melayang entah kemana. Bian dan Vega baru tertidur ketika jam sudah menunjukan pukul 4 pagi.
Keesokan, Vega terbangun dari tidur. Ia langsung syok ketika mendapati tangan Bian melingkar dipinggangnya itu.
Jadi semaleman kak Bian tidur sambil meluk aku, batin Vega. Sejak semalam hatinya dibuat tidak karuan oleh ulah kak Bian.
Namun ketika dia ingin beranjak, tiba - tiba Bian bangun. Sehingga Vega pura - pura masih tertidur.
Menyadari bahwa dirinya tertidur sambil memeluk Vega, Bian langsung menarik tangannya dan beranjak dari kasur. Ia langsung masuk kedalam kamar mandi dan memilih untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Benar - benar sial, nih tangan nakal banget sih meluk - meluk segala. Untung tuh bocah gasadar sama apa yang gue lakuin, gumam Bian merutuki diri sendiri.
Akhir - akhir ini Bian memang sangat jarang bermain dengan wanita - wanita simpanannya. Semenjak ada Vega, ia merasa malas untuk bermanja - manja dengan wanita. Pikirannya sangat sibuk memikirkan cara untuk menghindari perjodohan tersebut.
Vega bangun dan duduk ditepi ranjang. Hatinya masih saja gonjang - ganjing tidak karuan.
Semalam dicium, kali ini dipeluk.
Ada banyak sekali pertanyaan dihatinya. Namun ia tidak punya keberanian untuk bertanya langsung tentunya.
Kenapa kak Bian semalam menciumku?
Apa dia menyukaiku?
Kenapa dia berpura - pura seolah tidak terjadi apa-apa?
Atau dia hanya ingin mempermainkanku?
Kak Bian mengganggapku seperti wanita - wanita ****** simpanannya?
Tiba - tiba lamunannya terhenti ketika mendengar suara bel pintu.
Kak Bian punya tamu? Batin Vega sambil bergegas menuju pintu.
Ceklek! Vega membuka pintu Apartemen.
"Kak Biannya sedang mandi, ada perlu apa ya?" ucap Vega.
"Ah kenalkan saya Simon, manager Bian" jawab Simon sambil mengulurkan tangan.
Simon sangat heran karena bossnya membiarkan seorang wanita masuk ke dalam apartemen. Terlebih lagi ini masih sangat pagi.
"Saya Vega, adiknya kak Bian" jawab Vega sambil menerima uluran tangan Simon. Vega sengaja mengaku sebagai adik, agar Simon tidak berpikiran macam - macam.
Padahal Simon sudah tahu semuanya tentang hubungan Vega dengan Bian.
"Mau menunggu di dalam atau bagaimana?" tanya Vega kemudian.
"Oh tidak, saya tunggu di lobby saja. Tolong sampaikan ke Bian, untuk segera turun ke lobby setelah siap ya" jawab Simon.
Akhirnya Simon pamit dan pergi menuju lobby.
Saat sedang menutup pintu, Bian keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian kerjanya.
Aura artisnya langsung menyebar ke seluruh ruangan. Di tambah parfum maskulin yang ia kenakan.
"Siapa?" tanya Bian.
__ADS_1
"Itu tadi manager kak Bian, dia menunggu di lobby katanya" jawab Vega.
"Oh" balas Bian singkat.
"Kamu pulang ke rumah sendiri ya. Jangan lupa menutup pintu dengan rapat nanti sebelum pergi" lanjut Bian sambil mengambil barang keperluannya.
"Baik kak" jawab Vega.
Bian sengaja pergi meninggalkan Vega sendirian di Apartemennya. Supaya Vega leluasa untuk membersihkan diri sebelum pulang ke rumah.
Setelah Bian pergi cukup lama, Vega langsung berkeliling apartemen untuk melihat - lihat.
Di atas meja rias terdapat beberapa jenis parfum pria yang terlihat mahal. Vega menyemprotkan sedikit ke tangannya.
Kemudia ia beralih menuju meja yang berada di ujung ruangan. Ia membuka laci meja tersebut. Ada buku lukis yang sudah lusuh. Mungkin karena sudah lama.
Vega membuka satu persatu lembar buku tersebut. Halaman pertama menampilkan wajah seorang perempuan cantik yang sedang tersenyum indah.
Tante Riri, batin Vega. Terlihat dari sorot mata cantiknya.
Kemudian ada gambar tugu jogja di lembar berikutnya.
Sampai di lembar terakhir, Vega melihat gambar seorang gadis kecil sedang naik sepeda. Ia merasa tidak asing dengan gadis tersebut. Dihalaman berikutnya sudah tidak ada lagi gambar. Namun ia bersikap masa bodo dan memasukan kembali buku itu kedalam laci.
Kak Bian jago juga ngegambar, batin Vega.
Karena sudah lelah berkeliling, akhirnya Vega memilih untuk merebahkan tubuhnya kembali ke kasur. Karena memang semalam ia baru tertidur sekitar pukul 4 pagi.
Setelah beberapas saat, tiba - tiba Hp Vega bergetar. Ada pesan whatsapp masuk.
"Vega kemana, kok belum pulang?" pesan tante Riri.
Oh astaga aku ketiduran disini. Jam di Hp sudah menunjukan pukul 11 siang.
"Bentar lagi Ve pulang ko tante", balas Vega.
Kemudian ia masuk kedalam kamar mandi. Vega berendam didalam bathub. Sebenarnya ia ingin berendam sejak semalam, karena melihat bathub yang mewah itu.
Mumpung si empunya tidak ada disini, kapan lagi kan nyobain bathub mewab, batin Vega.
Saat sedang santai sambil besenandung di dalam bathup, tiba tiba pintu terbuka,
Ceklek!
"Ahhhhhh"
Bersambung
__ADS_1
Kira - kira siapa yah yang buka pintu? Hihihi lanjut yuk