Jodohku Seorang Artis

Jodohku Seorang Artis
Bab 35 Ciao! Bravo!


__ADS_3

Vega berada di sebuah mobil bersama Bian. Hari ini Bian mengajak Vega ke bandara, menjemput sepupu Bian yang tinggal di Italia.


Seorang laki - laki bertubuh tegap dan tinggi, keluar dari pintu utama Airport. Ia berjalan menarik koper besar, bersama gadis cantik berambut hitam pekat dengan mata kehijauan.


Zeeko Alano Seirious, anak pertama dari keluarga Alano Seirious. Ibu Zeeko yang merupakan kakak perempuan dari Bima Alfa Seirious, menikah dengan pria berkebangsaan Italia.


Sejak berumur 5 tahun Zeeko pindah dan tinggal di Italia. Ia hanya berkunjung sesekali ke Indonesia ketika liburan musim panas. Ia suka sekali berlama - lama di Indonesia. Mungkin karena Ia lahir di Indonesia. Menurutnya orang Italia terlalu monoton hidupnya, mereka hanya hidup dengan mengikuti aturan. Sangat mebosankan.


Berbeda dengan Lucia Alano Seirious, adik satu - satunya Zeeko. Lucia lahir dan di besarkan di Italia. Ia lebih suka berada di Italia, karena tidak tahan dengan panasnya Indonesia. Seperti kali ini, Ia ikut Kakaknya berkunjung ke Indonesia, namun hanya untuk dua hari saja.


"Ciao!" Lucia menyapa Bian dan Vega. Ia kemudian mencium pipi kanan dan kiri Bian. Vega menahan dirinya untuk tidak cemburu, toh dia itu kan sepupu Bian. Kemudian Lucia beralih ke Vega. Lucia memandang Vega dari atas hingga bawah dengan tatapan menilai.


Vega langsung mengulurkan tangannya, "Mi chiamo Vega," ucap Vega memperkenalkan dirinya. Saat di mobil tadi Ia sudah berlatih cara berkenalan menggunakan bahasa Italia dengan Bian. Bian memang bisa berbahasa Italia, karena dirinya juga sesekali berkunjung kesana.


Lucia tidak menerima uluran tangan Vega.


"Ma sei bella, Vega," ucap Lucia sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri Vega. Vega sedikit kikuk mendapatkan perlakuan tersebut.


Vega menengok ke arah Bian dan berbisik, "Dia bilang apa tadi? nama dia Bella? bukan Lucia?"


Bian tertawa mendengar pertanyaan Vega. "Kata dia, kamu cantik Vega," ucap Bian berbisik kepada Vega. Ia bisa saja berbicara dengan keras, namun menurutnya dengan berbisik jadi terlihat lebih romantis.


"Ohhh," Vega ber Oh ria. Lucia pun ikut tertawa melihat tingkah Vega. Sebenarnya dia bisa berbahasa Indonesia, namun tidak selancar Zeeko.


Zeeko juga ikut menyapa Bian seperti yang dilakukan Lucia, namun ketika Zeeko akan beralih kepada Vega, Bian langsung menghalanginya. Bian tidak ingin pria lain menyentuh gadisnya, apalagi mencium pipi dan kanan kirinya. Zeeko langsung tersenyum smirk.


"Jadi kapan brou you get married?," tanya Zeeko dengan suara ngebassnya.


Bian tersenyum dan mendekatkan bibirnya di telinga Vega, "Kapan sayang?"


Vega menyikut Bian pelan. Ia tidak menghiraukan pertanyaan Bian, dan fokus mengobrol lagi dengan Lucia.


"Can you speak Indonesian?" tanya Vega yang hanya tahu tiga bahasa. Jawa, Indonesia, dan sedikit bahasa Inggris.


"Yaa, bisa aku," jawab Lucia dengan logat Italianya.

__ADS_1


"Aku ngomong biasanya pake bahasa, kalo ngomong sama mommyku," tambah Lucia dengan susunan kata yang masih berantakan.


"Oh syukurlah," jawab Vega.


"Berapa umur?" tanya Lucia kepada Vega.


"Aku? 19, kamu?" tanya Vega balik.


"Bravo! seumuran kita, kamu jadi teman baiku bisa kan," jawab Lucia.


Dengan sifat Vega yang mudah bersosialisasi, mereka menjadi cepat akrab. Meskipun sesekali mereka harus berbicara menggunakan bahasa inggris, karena Lucia tidak terlalu menguasai banyak kosa kata bahasa Indonesia.


Mereka memasuki mobil untuk pulang ke rumah Alfa Seirious. Mamah Riri, Papah Bima, dan Kakek sudah menunggu kedatangan Zeeko dan Lucia.


"Hai Paman, Bibi, dan Kakek," sapa Lucia ketika memasuki rumah. Ia langsung mencium pipi kanan dan kiri masing - masing keluarganya itu.


"Kamu makin tinggi saja," ucap Kakek sambil memeluk satu - satunya cucu perempuannya.


Zeeko juga menyapa semua semua keluarga Bian.


"Baik paman, Mommy tidam bisa ikut ke sini, Dia sibuk menemani Daddy untuk perjalanan bisnis," jawab Zeeko.


"Kalian pasti capek, sana istirahat dulu di kamar. Bibi mau masakin makanan spesial buat kalian," ucap Mamah Riri sambil membawakan barang bawaan Lucia menuju kamar tamu di lantai satu.


"Ryan kemana Bi?" tanya Zeeko kepada Bian karena tidak menemukan Ryan dimanapun.


"Gatau tuh anak, akhir - akhir ini jarang sekali dirumah. Bucin kali," jawab Bian asal.


Vega mengajak Lucia untuk bermain di kamarnya. Ternyata meskipun tinggal sangat jauh, namun mereka sama - sama menyukai kdrama dan kpop. Vega sibuk memamerkan pc dan album yang Ia suka. Lucia tidak mau kalah, sebenarnya Ia juga ingin memamerkan miliknya. Sayangnya dia sama sekali tidak membawa barang - barang miliknya.


"Kenapa ga suka BTS saja kamu?" tanya Lucia yang melihat banyak sekali album tetang NCT di box milik Vega.


"Dulu aku juga sempet suka BTS, tapi semenjak kelas 3 SMA aku jatuh cinta sama Haechan, dia sangat lucu. Mirip bayi beruang," jawab Vega sambil mengingat wajah Haechan yang menggemaskan.


"Oh Haechan, aku juga ada suka NCT, Johny is very hot in my eye," jawab Lucia antusias.

__ADS_1


Mereka tidak ada hentinya membicarakan mengenai kpop kesukaan mereka. Vega senang mendapatkan teman mengobrol di kamarnya. Sedangkan Bian dan Zeeko sedang mengopi bersama di ruang depan.


"Temen dekatku di kelas juga suka sekali sama BTS," ucap Vega kepada Lucia.


"Oh ya? suruh kesini coba kita main bisa bersama," jawab Lucia antusias.


"Oke, ku coba telepon ya," Vega mengambil ponselnya dan mencari kontak Nita di whatsapp.


"Halo Nit," sapa Vega ketika Nita mengangkat telepon.


"Hallo, kebetulan banget lu telpon, gue juga tadi mau telpon lu, ayok nonton ke bioskop, gabut banget nih," ajak Nita.


"Nah mumpung kamu gabut, mending main ke rumah sini, aku ada temen baru dari Italia, dia suka banget sama BTS kaya kamu," ucap Vega.


"Orang Itali? bule dong?" tanya Nita penasaran.


"Iya makannya sini deh, nanti malem kita bisa nonton bareng deh abis ini," jawab Vega.


"Oke gue langsung otw situ, mo nitip sesuatu ga?" tanya Nita.


"Mau seblak depan gang rumah kam dong nit, dua ya, satu pedes satu engga, dua duanya seafood ya," ucap Vega sengaja memesan dua untuk Lucia satu. Ia sengaja tidak bertanya ke Lucia, karena mungkin Lucia tidak tahu tentang makanan tersebut.


"Oke siap bos, meluncur,"


Jam 2 siang, Nita telah sampauli di depan rumah Alfa Seirious. Ia menenteng satu kantong besar berisi 3 bungkus seblak, dan 3 es jeruk manis.


Ia berjalan ke arah pintu depan yang terbuka. Seketika langkahnya terhenti ketika melihat Bian dengan seorang pria yang tidak asing baginya. Entah kenapa Nita sangat marah melihat wajah itu lagi. Hampir saja Nita mengurungkan niatnya bermain ke tempat Vega, ketika tiba - tiba Bian menyapanya.


"Hai Nit, udah di tunggu Vega tuh di kamar, langsung naik aja," ucap Bian melihat Nita ya g ragu untuk masuk.


"Okeh kak, aku langsung ke atas ya," ucap Nita ramah ke Bian. Sedangkan saat menatap Zeeko, matanya kembali lagi penuh dengan rasa kebencian.


Zeeko sendiri bingung. Ia belum pernah bertemu dengan gadis itu sebelumnya. Kenapa gadis itu malah terlihat sangat membencinya. Zeeko bertanya - tanya dalam hati, apa salahnya pada gadis tersebut. Ia bahkan tidak mengucapkan satu patah kata pun.


Bersambung ya

__ADS_1


__ADS_2