Jodohku Seorang Artis

Jodohku Seorang Artis
Bab 44 Aku menyukainya, tapi


__ADS_3

Sudah tiga hari Bian tidak pulang ke rumah. Ada project yang harus Ia lakukan di luar kota. Padahal hari pernikahan mereka tinggal beberapa hari lagi. Banyak hal yang perlu di pastikan mengenai persiapan acara. Begini memang resiko memiliki calon suami artis papan ata, selalu saja sibuk dengan pekerjaan. Bian berjanji, besok sore Dia sudah ada dirumah. Dirinya juga sudah tidak sabar ingin bertemu calon istrinya itu.


Hari ini hari sabtu. Vega bingung harus melakukan apa untuk memenuhi rasa bosannya. Vega berjalan menuju dapur untuk membuat teh diet. Namun samar - samar Ia mendengar suara tawa Nita. Vega pikir dia sedang berhalusinasi. Namun makin kesini makin terdengar. Vega berjalan ke arah sumber suara.


Benar saja, Nita sedang berada diruang depan bersama Ryan. Ryan sengaja mengajak Nita ke rumah untuk membahas konsep vidio yang akan mereka buat untuk tugas akhir Ryan.


"Nit, kok ngga ngasih tau kalo mau main kesini? udah lama ya?" tanya Vega merasa bersalah. Vega mengiria bahwa Nita datang untuk menemuinya.


"Eh Ve, sorry ya. Soalnya Kak Ryan yang mendadak minta gue datang. Gue pernah ja ji mau bantuin dia soalnya," jawab Nita yang melihat Vega.


"Bantu? bantu apa memangnya?" tanya Vega lagi.


"Itu bikin vidio buat tugas akhirnya," jawab Nita. Karena pria yang bersangkutan masih tetap fokus ke laptop yang ada di depannya.


"Ooohh, aku mau buat teh, mau sekalian ga?" ucap Vega menawarkan.


"Mau tapi pake es ya," request Nita.


"Oke siap," Vega menjawab sambil berlalu ke arah dapur.


Tiba - tiba terdengar suara mobil yang terparkir didepan. Zeeko baru kembali dari suatu tempat. Ia nelihat Nita yang sedak asik berdiskusi. Zeeko memilih untuk tidak mengganggu dan berjalan ke kamarnya. Dari sudut mata Nita, Ia melihat Zeeko yang berlalu. Namun Ia memilih untuk berpura - pura tidak melihat dan tetap fokus pada Ryan.


Vega memberikan es teh yang sudah Ia buat untuk Nita. Dia juga membawakan beberapa cemilan untuk mereka.


"Buat gue mana?" tanya Ryan yang melihat Vega hanya membawa satu gelas es teh.


"Katanya Kak Ryan lagi sakit gigi, gabole dong minum es," jawab Vega.


"Udah lama kelessss, sekarang udah sangat sehat," jawab Ryan.


"Yaudah aku buatin dulu deh," ucap Vega sambil beranjak untuk kembali ke dapur.


Melihat Nita dan Ryan yang sedang serius mengobrol tentang konsep, Vega memilih pamit ke kamar terlebih dahulu agar tidak mengganggu. Sebenarnya Vega juga senang melihat kedekatan sepupunya dengan bestienya itu.


"Aku tinggal ke kamar dulu ya, ntar kalo kalian udah selesei baru deh kita main," ucap Vega memotong diskusi antara Ryan dan Nita.

__ADS_1


"Oke Ve," jawab Nita sambil mengacungkan jempol.


Kerena banyak meminum es, Nita jadi ingin pergi ke toilet untuk mengeluarkan cairan yang Ia konsumsi.


"Kak, pengen ke toiket dulu, dimana ya?" tanya Nita yang hanya tahu letak kamar Vega saja dirumah itu.


"Itu di samping tangga," jawab Ryan tanpa menoleh ke arah Nita. Ia sedang sibuk mengetik.


Nita beranjak dan berjalan ke arah samping tangga. Ia melihat dua pintu berwarna bercat coklat disana. Namun Ia tidak tahu pintu mana yang toilet. Karena sudah tidak bisa menahan hajatnya, Nita spontan membuka salah satu pintu dan masuk ke dalam ruangan .


Ceklek, terlihat Zeeko yang hanya menggunakan celana boxernya sedang duduk diatas ranjang dan bermain ponsel. Ia terkejut melihat Nita yang membuka pintu kamarnya. secara tiba - tiba. Nita juga sama terkejutnya.


"Emmm, maaf Pak, saya salah masuk, saya mau ke toilet," ucap Nita. Tanpa menunggu jawaban dari Zeeko, Ia keluar dan menutup pintu dengan rapat. Nita langsung beralih ke pintu yang satunya.


Zeeko tersenyum mengingat ekspresi kaget disertai rasa bersalah Nita. Biasanya Nita hanya bisa memberikan ekspresi kesal dan marah.


Lain dengan Nita, Ia merutuki dirinya sendiri saat berada di toilet. Bisa - bisanya dirinya salah membuka pintu. Ditambah lagi dengan kondisi Zeeko yang sedikit telanjang. Mau ditaruh mana mukanya nanti saat bertemu lagi. Nita keluar dengan penuh hati - hati dari toilet, untuk kemudian kabur kembali ke ruang depan.


"Kak Ryan, kayaknya gue harus pulang deh, soalnya tadi Mamah bilang mau minta anterin kontrol," ucap Nita yang segera ingin pergi meninggalkan rumah tersebut.


"Lain kali deh kak," Nita mengemasi barang bawaannya.


"Salam aja ya buat Vega, atau nanti gue chat aja," ucap Nita sambil berlalu dan keluar dari rumah tersebut. Ingin rasanya cepat - cepat menghilang dan sampai ke rumah.


Saat itu juga Vega turun dari tangga ingin memeriksa Nita.


"Loh, mana tuh orang?" tanya Vega kepada Kak Ryan.


"Gatau tuh, buru - buru banget pengen pulang sejak ke toilet tadi," jawab Ryan.


Kebetulan Zeeko juga mendengar orbrolan antara Vega dan Ryan itu. Zeeko memutuskan untuk bergabung. Ia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bertanya kepada Ryan.


"Kalian pacaran?" tanya Zeeko kepada Ryan. Vega juga penasaran akan jawaban Ryan. Zeeko dan Vega sama-sama menunggu, karena Ryan masih meneguk es teh di tangannya itu.


Ryan menelan air dimulutnya dan tersenyum.

__ADS_1


"Gue sama Nita? Enggalah, gue kan baru putus kemaren, mana mungkin langsung punya cewe baru," jawab Ryan.


"Ye belom moveon lo ya," ucap Zeeko.


"Tapi menurut Kakak Nita gimana? suka ga?," tanya Vega penasaran. Ia ingin sekali menjodohkan Kakaknya itu dengan bestienya. Kali ini Zeeko juga ikut penasaran. Entah kenapa, namun Ia berharap jawaban Ryan adalah tidak.


"Emm Nita cantik dan baik," jawab Ryan sambil berpikir.


"Terus?" tanya Vega lagi.


"Tadi Dia bukan tipe gue, gue cuma nganggep dia adek, kaya ke lo," jawab Ryan lagi.


Zeeko tersenyum lega mendengar jawaban Ryan. Ia sendiri bingung kenapa kegelisahannya selama ini langsung hilang. Penasrannya mengenai hubungan Nita dengan Ryan terjawab sudah.


"Tapi Nita ga punya pacar Ve?" tanya Zeeko yang ingin memastikan bahwa Nita single.


"Engga dong, gatau deh, tinggi banget standar tuh cewe. Biasa, udah terlanjur jadi kpop lovers, makannya mau punya pacar yang seganteng Sok Jin?" jawab Vega.


"Memangnya ganteng banget?" tanya Zeeko yang tidak tahu sedikitpun rupa Sok Jin.


"Guantenggggggg banget, tapi Kakak juga ga kalah ganteng, bedanya dia ganteng sipit gitu. Kalo Kakak kan ganteng eropa," ucap Vega membandingkan.


Zeeko hanya manggut - manggut mendengar penjelasan Vega. Tiba - tiba Vega ingin mengubah rencananya. Kali ini Dia akan menjodohkan Nita dan Kak Zeeko saja. Kan sama-sama udah jomblo sejak lama.


"Apa Kak Zeeko tertarik dengan bestieku itu?" tanya Vega to the point.


"Bisa kali punya cewe Indo sekali kali," Ryan menimpali.


Pipi Zeeko tiba - tiba memerah hanya mendengar sedikit candaan dari sepupunya itu.


"Kak Zeeko beneran suka?" tanya Vega memastikan. Pasalnya Dia juga sadar bahwa kali ini Zeeko sedang tersipu malu. Layaknya gadis yang dipinang pujaan hati.


"Engga, eh maksudku Dia cantik.. em tapi sangat cuek ke gue," jawab Zeeko terbata - bata.


"Tenang saja Kak, Vega bakal cari cara buat Kakak deketin Nita, serahkan semua padaku OK," ucap Vega sambil mulai menyusun rencana di otaknya.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2