
Ceklek!
"Ahhhhhhh, KAK BIAN!" teriak Vega sembil menyilangkan kedua tangannya di dada.
Bian baru sadar bahwa ternyata Vega masih berada didalam apartemennya. Ia langsung membalikan badannya dan segera menutup pintu kamar mandi dengan rapat.
Kenpa kak Bian pulang secepat ini, batin Vega.
Untungnya banyak gelembung dipermukaan air dalam bathup. Sehingga badan polos Vega tidak terlihat. Hanya sedikit menampilkan pundak Vega yang tidak tertutup apapun.
"Kenapa tidak mengunci pintu?" teriak Bian dari luar.
"Aku gatau kalo kak Bian bakal pulang secepat ini" balas Vega dari dalam kamar mandi sambil sedikit berteriak.
"Kenapa ga langsung pulang, kenapa masih disini?" tanya Bian lagi.
"Maaf, tadi aku ketiduran kak" jawab Vega dari dalam kamar mandi.
Ya ngapain aku kunci pintu, kan dari tadi memang sendirian di rumah ini, batin Vega kesal.
Huh, Bian menghembuskan napasnya kesal. Kemudian ia bergegas meninggalkan Apartemen tanpa pamit.
Bian mengira gadis itu sudah pulang sejak pagi.
Vega buru - buru menyeleseikan mandinya dan segera memakai baju yang semalam ia kenakan.
Selang beberapa waktu, Vega keluar dari kamar mandi. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
"Kemana perginya kak Bian?" tanya Vega pelan.
Karena tidak melihat adanya tanda - tanda kak Bian diruangan tersebut, Vega mulai membereskan barang - barang miliknya. Ia bersiap untuk pulang.
Vega meninggalkan Apartemen dalam kondisi rapih. Ia pulang dengan memasan ojol.
Gadis itu sudah lebih dulu pergi meninggalkan apartemen. Tadi ketika Bian sedang membayar makanan dilantai bawah, Vega berjalan menuju pintu keluar tanpa menyadari keberadaan Bian.
Sesampainya dirumah, Vega langsung menuju ruang makan. Ia menyantap apa saja yang ada di depannya. Ia memang merasa kelaparan sejak masih di Apartemen Bian.
"Enak banget masakan mamah Riri" gumam Vega sambil menyendokkan makanannya ke mulut.
Bian baru saja pulang. Ia tidak sengaja berpapasan dengan Vega di ruang tamu. Bian terlihat kesal melihat Vega yang sedang asik menikmati makanannya. Bian segera melanjutkan jalannya menuju lantai atas.
Dia marah karena aku tidak langsung pergi dari Apartnya tadi pagi?, Batin Vega bertanya - tanya melihat sikap kulkas dua pintu yang mengabaikannya begitu saja.
Ketika akan memasuki kamar, Bian berpapasan dengan Ryan.
"Wah kakak beli sandwich? Mau dong kak" rengek Ryan melihat kakaknya membawa bungkusan sandwich merk S.
"Nih makan" jawab Bian sambil menyerahkan bungkusannya.
"Hhh, tumben amat baik" gumam Ryan mengambil bungkusan dan segera turun ke ruang makan.
"Kapan kakak beli semua itu?" tanya Vega yang melihat Ryan mengeluarkan sandwich dan minuman dari kantong plastik.
"Tuh tadi kak Bian yang beli" jawab Ryan sambil menunjuk lantai atas.
__ADS_1
"Ohh, kenapa hanya satu? Kan Vega juga ingin makan sandwich" gerutu Vega.
Vega menelan ludahnya ketika melihat Ryan memasukan potongan besar kedalam mulutnya.
"Enak kak?" tanya Vega penasaran.
"Enak dong, enak banget. Kamu pasti belum pernah coba" jawab Ryan pamer.
"Di jogja kayaknya ga ada kaya gitu kak" sahut Vega yang hampir ngiler.
"Ada kejunya kak?" tanya Vega sambil mengikuti gerakan tangan Ryan yang sedang memegang sandwich.
"Ada, meleleh dimulut" jawab Ryan sambil berakting seperti aktor di tv. Ryan sengaja melebih - lebihkan caranya memakan sandwich, supaya Vega tambah ngiler.
Gleg, Vega menelan ludah.
"Besok deh kapan - kapan ku ajak makan ditempat" ajak Ryan.
"Janji lo kak, ga boleh bohong ya" ucap Vega senang.
"Iye iye, cuma sandwich doang ih" jawab Ryan sambil mengunyah makanan di mulutnya itu.
Vega tidak tahu bahwa sebenarnya sandwich itu dibeli untuknya.
"Tante Riri kemana kak?" tanya Vega yang sejak pulang tidak menemukan mamah Riri di manapun.
"Mamah nganterin kakek checkup" jawab Ryan. Kali ini dia sedang menikmati minuman sodanya.
"Amiin" Ryan.
"Tadi Danis telepon gue, dia nanyain lo dimana. Katanya pesan whatsappnya ga di bales" ucap Ryan.
"Oh astaga aku lupa" jawab Vega sambil menepuk jidatnya.
Semalam memang Vega belum sempat mebalas lagi pesan whatsapp dari Danis.
Vega ijin kembali ke kamar untuk mencari Hp nya.
"Aku ke atas dulu ya kak" ijin Vega.
***
" Boss mau saya antar pulang atau kembali ke apartemen" tanya Simon ketika menyeleseikan syuting.
"Langsung pulang" jawab Bian singkat.
.
"Bukannya mobil tuan ada di apartemen?" tanya Simon.
"Oh ya gue lupa. Ke apartemen saja berati, ada barang yang perlu gue ambil juga" jawab Bian di kursi belakang.
Bian keluar dari dalam lift. Ia berjalan menuju Apartemen 907.
__ADS_1
tut tut tut tut, tulalit.
Bian menekan sandi masuk apartemennya. Kemudian ia membuka pintu.
Samar - samar terdengar seperti ada suara wanita bersenandung. Ia merasa merinding mendengarnya.
Matanya mengarah ke seluruh sudut ruangan, tapi tidak menemukan apapun.
Kemudian ia beralih ke kamar mandi.
Ceklek! Bian membuka pintu, dan....
Gleg. Bian menelan ludahnya.
Seorang wanita bertubuh polos sedang berendam di bathup kesayangannya. Siapa lagi kalo bukan Vega.
Kemudian ia tersadar karena mendengar teriakan gadis itu. Bian segera menutup pintu.
Kenapa gadis itu masih disini, batin Bian.
Ia yang telah menyeleseikan syutingnya dengan cepat, berniat mengambil beberapa barang - barang penting miliknya. Kemudian pulang ke rumah besar.
Mengetahui bahwa Vega masih didalam rumahnya sejak pagi, Bian memutuskan untuk turun ke bawah. Membeli beberapa makanan untuk Vega.
"Mba spicy italian satu, sama cola satu" pesan Bian ke mba kasir.
Ia sengaja hanya memesan satu makanan. Bian sudah makan siang di lokasi syuting tadi.
Dia pasti sangat kelaparan, semalam hanya makan spageti, batin Bian.
Kemudian ia menyerahkan card miliknya. Tanpa di sadari, Vega turun dari lift dan pergi menuju pintu keluar.
Bian kembali ke Apartemen dengan membawa satu kantong makanan. Dia membeli sandwich di lantai bawah. Ia tidak sabar ingin menyerahkan bungkusan yang ia bawa.
Namun ketika memasuki apartemen, Bian sudah tidak menemukan lagi keberadaan Vega.
Gadis itu sudah pergi meninggalkan apartemennya tanpa bekas.
Bian mencari ke seluruh penjuru ruangan. Namun tidak ada siapa - siapa. Kamar mandi juga sudah kosong.
Ia hanya menemukan gantungan kuci berbentuk beruang dengan inisial D, tergeletak di lantai.
"Buat apa gue repot - repot beliin makanan, kalo dianya pergi gitu aja tanpa pamit" gerutu Bian kesal.
Bian membereskan barang - barang yang akan dibawa pulang ke rumah. Kemudian Bian bergegas pulang menyusul Vega.
Bian memarkirkan mobilnya dan membawa semua barang bawaannya. Termasuk sandwich yang dibelinya tadi.
"Kali aja anak itu belum makan" gumam Bian sambil memasuki rumah.
Bian melewati ruang makan dan melihat Vega sedang sibuk menyantap makanannya. Bian merasa kesal dan megacuhkan Vega. Lagi - lagi, percuma dia berniat memberi Vega makan.
Bersambung
lanjuttttt
__ADS_1