
Bian menuliskan namanya 'Vega', karena kebetulan orang yang berada di sampingnya itu adalah Vega. Sedangkan Vega menulis nama 'Ji eun tak' untuk Nita yang memang suka sekali dengan drama Goblin. Ji eun tak adalah pemeran utama wanita di drama tersebut. Nita menulis nama 'Romeo' untuk Zeeko. Sedangkan Zeeko menulis nama 'Christiano Ronaldo' untuk Ryan yang memang suka bola. Ryan menuliskan nama 'Ariana Grande' untuk Vina. Vina menulis nama 'Vina' untuk Alma. Alma menuliskan nama 'Vincent Van Gogh' untuk Danis, yang tak lain adalah nama pelukis terkenal dimasa lampau. Terakhir Danis menuliskan nama 'Doraemon' untuk Bian. Danis memang hanya mengasal menuliskan nama.
"Baik kita mulai yah, dimulai dari aku. Terus Kak Danis, Kak Bian, Vega dan seterusnya," ucap Alma memulai permainan.
"Okee," jawab semua orang.
"Aku mau tanya, orang ini nyata atau tidak nyata?" tanya Alma sambil menunjuk kertas yang ada dijidatnya.
"Nyata kok," jawab Vina. Alma mengangguk - angguk tanda mengerti.
"Sekarang giliranku, apa pekerjaan orang ini?" tanya Danis kepada semua orang sambil menunjuk jidatnya.
"Hmmm, dia seniman setahuku," jawab Vega menceplos.
"Iya, dia punya karya yang terkenal," jawab Alma menambahkan.
"Oke cukup petunjuknya, sekarang giliranku. Apakah orang ini tinggal di Indonesia atau di luar negri?" tanya Bian.
"Bukan Indonesia," jawab Danis.
"Oke giliranku, apakah aku pernah bertemu dengan orang ini?" tanya Vega sambil menunjuk kertas miliknya.
"Ya, pernah, aku juga pernah," jawab Nita.
Vega mencoba menghapal petunjuk pertamanya, yaitu orang yang pernah Ia temui sebelumnya.
"Baik, aku mau bertanya, apa profesi orang ini?" tanya Nita sambil menunjuk kertasnya.
"Emmm, kurasa dia pelajar. Ya benar, dia murid SMA," jawab Alma yang juga tahu mengenai drama goblin.
"Dia orang mana?" tanya Zeeko menanyakan petunjuk pertama yang ingin dia ketahui.
"Orang Italia," jawab Nita mantap. Zeeko terlihat berpikir. Apakah nama dirinya sendiri yang ditulis oleh Nita.
"Aku mau tanya, emmmm, laki - laki atau perempuan?" tanya Ryan sambil menunjuk kertasnya.
"Cowooo," jawab Alma.
"Oke, giliranku. Apakah orang ini sering masuk tv?" tanya Vina.
"Ya, kurasa dia sering tampil di tv," jawab Ryan.
"Oke kembali lagi ke aku ya, tadi orang ini nyata kan, sekarang ada dua kesempatan bertanya oke. Pertama apa pekerjaan orang ini?" tanya Alma.
"Dia masih pelajar kalo gasalah deh," jawab Vega.
"Pelajar? oke. Orang yang kita kenal?" tanya Alma lagi.
"Iya, kita semua kenal kok," jawab Nita.
"Oke, aku mau tebak sekarang. Alma. Pasti Vina menuliskan namaku sendiri," tebak Alma yang mengira Vina menuliskan namanya sendiri untuk dirinya
"Salah!" ucap Vina merasa senang.
"Yahh," Alma merasa kecewa, padahal Ia sudah sangat yakin tebakannya benar.
__ADS_1
"Oke giliranku, tadi dia seniman dengan karya terkenal kan, apakah dia seorang pelukis?" tanya Danis.
"Iya dia pandai melukis," jawab Alma.
"Oke, pelukis dengan karya terkenal kan. Apakah dari luar negri, atau dalam negri?" tanya Danis lagi menggunakan kesempatan keduanya.
"Luar negri," jawab Danis.
"Oke, aku akan menebaknya sekarang. Vincent Van Gogh," ucap Danis dengan penuh percaya diri.
"Yakin kak, gamau ganti? " tanya Alma memberikan kesempatan kepada Danis.
"Enggak, udah yakin," jawab Danis sambil tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Okee, jawabannya.... Benar," ucap Alma.
"Yess, sudah kuduga," seru Danis senang karena menang di posisi pertama.
"Darimanakah orang ini berasal?" tanya Bian kepada semua orang.
"Jepang Kak kalo gasalah," jawab Vega.
"Berapa umurnya?" tanya Bian lagi.
"Hemmm, udah tua sekali kayaknya deh. Gatau dia lahir di abad berapa," jawab Vega lagi.
"Kamu bercanda sayang? mana ada orang seperti itu? Dia masih hidup?" tanya Bian lagi.
"Masih kok setahu, udah ya Kak, gaboleh tanya - tanya lagi. Sekarang giliranmu menebak," ucap Vega.
"Passs" ucap Bian belum bisa menebak.
"Oke, giliranku. Tadi katanya aku sudah pernah bertemu yah. Apakah dia perempuan atau laki - laki?" tanya Vega.
"Perempuan sih kayaknya. Iyakan permupan?" jawab Vina sambil bertanya kepada Alma.
"Iya perempuan hahaha," jawab Alma.
"Berapa kira - kira umurnya?" tanya Vega lagi.
"Hmm, dia sudah dewasa, seumuran denganmu. Tapi tingkahnya masih seperti bayik," jawab Bian sambil tersenyum penuh misteri.
"Kalian pernah ketemu juga sama orang ini, perempuan, seumuranku, dan terlihat seprti bayik dimata Kak Bian," ucap Vega menggabungkan petunjuk yang dia miliki.
"Aku? Vega?" Vega mencoba menebak dirinya sendiri. Ia ingat, bahwa Bian selalu saja memangilnya dengan sebutan bayik singa.
"Yahhhh sayang sekali jawabannya... BENAR," ucap Vina bertepuk tangan.
Vega langsung memukul lengan Bian.
"Jadi aku seperti bayik di matamu Kak?" protes Vega merasa tidak terima.
"Apa yang salah dengan itu, maksudku kan biasanya bayik itu sangat manis, imut dan menggemaskan," ucap Bian sedikit melebih - lebihkan.
Semua orang tertawa meilihat tingkah pasangan suami istri itu.
__ADS_1
"Oke oke, sekarang giliranku yang bertanya yah. Apakah murid SMA ini seorang idol?" tanya Nita yang mengira diberi nama salah satu idola kpop favoritnya.
"Bukan, dia hanya pelajar biasa," jawab Vega.
"Dia artis, atau penyanyi terkenal gitu?" tanya Nita lagi.
"Bukan juga, dia cuma pelajar biasa. Menjalani kehidupan sehari - hari, bekerja paruh waktu di salah satu restoran ayam. Bertemu dengan pria dewasa yang baik, Udah," jawab Vina sengaja menambah banyak petunjuk ambigu untuk Nita.
"Ya bodo amat anjir, kalo dia bukan artis mah mana gue kenal anak Sma yang kerja paruh waktu," ucap Nita kesal karena tidak bisa memikirkan satu namapun.
"Hahahha, tapi kamu kenal kok Nit, kenal baik malah," tambah Vega yang melihat tingkah lucu sahabatnya itu.
"Kenal baik? siapa sih? Ohhh, Tasya?" Nita menebak asal saat mengingat memiliki sepupu yang masih duduk di bangku SMA.
"Hahaha, Salah, siapa dah Tasya yang kamu maksud," jawab Alma sambil tertawa.
"Sepupu gue," jawab Nita sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya mana ku tahu nama sepupumu Nit," protes Vega yang bertuga menulis nama untuk Nita tebak.
"Terus siapa dong?" tanya Nita kebingungan.
"Dah nanti lagi, sekarang giliranku. Orang italia ini kenal denganku?" tanya Zeeko.
"Engga dong Kak, emang kamu siapa bisa dikenal sama orang itu," jawab Ryan.
"Apa yang terkenal dari orang ini?" tanya Zeeko lagi.
"Emm, kesetiannya," jawab Nita ambigu.
"Kesetiaan? pemeran film?" tanya Zeeko lagi, padahal kesempatan bertanyanya sudah habis.
"Bukan," jawab Vega.
"Pass, aku belum bisa menebak," ucap Zeeko.
"Oke lanjut aku ya, Apa profesi orang ini?" tanya Ryan kepada semua orang.
"Dia hobby main bola, kamu tahu lah semacam atlet," jawab Vina tidak mau langsung to the point.
"Pemain sepakbola luar negri?" tanya Ryan yang sudah punya tebakan di dalam kepalanya.
Vina mengangguk yang berarti jawabannya iya.
"Hemmm, tidak mungkin Christiano Ronaldo kan?" tebak Ryan karena memang Ia sangat menggemari pemain sepak bola tersebut.
"Yuadah tebak aja siapa Kak?" tanya Vega tidak sabar.
"Fix, Christiano Ronaldo," jawab Ryan memantapkan tebakannya.
...Bersambung...
Maaf ya readers terlove, author gabisa update tiap hari karena memang lagi sibuk banget. Oh ya maaf juga nih, bab kali ini sedikit menguras otak yah buat membaca jalan permainannya wkwkw.
Besok lanjut lagi yaaa
__ADS_1