Jodohku Seorang Artis

Jodohku Seorang Artis
Bab 52 Menikmati perjalanan


__ADS_3

Pagi - pagi sekali, pintu kamar dan Bian sudah di gedor dengan keraa dari luar.


"Vegaa! Kak Bian!" panggil Vina.


"Hei, apa kita ga mengganggu? mereka kan pengantin baru," ucap Alma menahan tangan Vina untuk mengetuk pintu kamar Vega lagi.


"Lah ini kan udah pagi, gituannya pasti semalem kan," jawab Vina polos.


"Ya sapa tau mereka baru tidur sebentar," ucap Alma mengingatkan Vina.


Vina langsung membungkam mulutnya.


"Ohhh, mereka melakukannya semalaman?" tanya Vina sambil memelototkan matanya.


"Apanya yang semalaman?" tanya Ryan yang baru saja menaikki tangga bersama Nita.


Mereka memang sengaja kumpul pagi - pagi untuk segera berangkat ke puncak. Namun mampir dulu ke pantai. Ryan tidak ingin melewatkan liburan ke pantai favoritnya.


"Eh engga Kak," jawab Vina malu - malu.


Nita langsung maju ke arah pintu dan mulai mengetuk pintu Vega.


"Ve, buruan bangun, kan kamu yang minta kita kesini pagi - pagi!" Nita membangunkan Vega sambil berteriak.


Di dalam kamar, Vega langsung mengenali suara teriakan Nita yang memanggilnya. Ia terbangun dalam pelukan hangat Bian. Ia segera melepaskan tangan Bian dari pelukannya.


"Ini masih gelap sayang," ucap Bian yang terbangun karena pergerakan Vega.


"Yaudah, Kakak tidur lagi aja, aku mandi duluan. Nanti ku bangunin, gantian yah," ucap Vega dengan lembut sambil mengecup pipi Bian.


Bian tersenyum dan mengangguk, masih dalam keadaan menutup mata. Vega berjalan pelan ke arah pintu dan membukanya. Ia terkejut melihat empat orang yang sedang menunggunya dengan tatapan kesal, karena Vega benar - benar baru bangun.


"Maafkan aku, aku lupa menyetel alarm," ucap Vega berbohong, dirinya hanya malas bangun saat alarmnya berbunyi tiga puluh menit yang lalu.


"Yee, tau gitu tadi aku tidur lebih lama lagi di hotel itu. Sayang kan sewanya 4 hari, baru buat tidur dua malem," gerutu Vina.


"Iya maap - maap, aku mandi dulu terus langsung turun. Tunggu ya," ucap Vega dan langsung menutup pintu tanpa menunggu jawaban orang - orang tersebut.

__ADS_1


Vina, Alma, Nita, dan Ryan memilih untuk menunggu di ruang makan. Untuk sarapan terlebih dahulu. Mamah Riri tidak mengizinkan mereka pergi dengan perut kosong. Ia sengaja ikut bangun pagi untuk menyiapkan sarapan.


***


Mereka sengaja berangkat menggunakan dua mobil. Karena banyak sekali keperluan yang harus di bawa. Ryan, Danis, Alma, dan Vina berada di dalam satu mobil.


Sedangkan Vega, Bian, dan Nita berada di dalam mobil satunya. Dan ada satu orang lagi di mobil itu, yaitu Zeeko. Vega sangaja mengikut sertakan Zeeko, dengan alasan untuk menggantikan Bian menyupir. Veg menyuruh Bian untuk berpura - pura sakit mata, sehingga tidak bisa melihat dengan jelas. Dan akan berbahaya apabila memaksakan untuk tetap menyetir. Sebenarnya Ryan sudah menawarkan diri untuk menggantikan Bian, namun Ia tidak mau jika harus berpisah mob dengan Vina. Namanya saja juga baru pdkt.


Setelah drama panjang, dan atas bantuan Mamah Riri, akhirnya Zeeko berhasil ikut. Nita duduk di depan berdampingan dengan Zeeko. Sedangkan Vega dan Bian memilih duduk di belakang. Bermesraan layaknya pasangan suami istri baru.


Bian menyandarkan kepalanya di bahu Vega, dan sesekali mencium pipi Vega. Namun Vega risih. Ia merasa tidak enak kepada Zeeko dan Nita yang sudah seperti supir dan asisten pribadi.


"Kak, malu tahu," bisik Vega.


"Lah kenapa, kan kita udah sah suami istri," jawab Bian keras.


"Iye iye yang suami istri, tapi tahu tempat dong," ujar Zeeko mendengar perkataan Bian.


"Ye lo kalo sirik ya tinggal nikah aja, udah langsung lamar si Nita," ujar Bian keceplosan.


Vega lngsung menyenggol lengan Bian. Bian pun diam karena merasa bersalah.


Syukurlah, batin Zeeko. Ia memang menyukai Nita dan berencana mendekatinya. Namun tidak secara terang - terangan seperti itu. Apalagi mengingat Bita yang sejak awal terlihat membencinya. Pasti Zeeko akan langsung di tolak mentah - mentah.


Di mobil depan, terlihat Vina dan Alma sedang riang bernyanyi dan bersahutan. Mereka memilih memutar lagu kpop, yang tidak dimengerti oleh Danis dan Ryan sedikit pun. Namun mereka bisa tetap menikmati musik dan perjalanan, akibat energi positif yang terpancar dari kedua gadis itu.


"yeah what’s the date today?


(I told you)


Saturday Drip


hanadulssik sseureojyeo pikpik


Saturday Drip


Me & my clique

__ADS_1


jjigeosseo Peak peak," Alma menyanyikan salah satu lagu NCT Dream yang berjudul saturday trip. Meskipun liriknya sedikit ngarang, namun mereka bernyanyi dengan sangat keras dan ceria.


Setelah lagu NCT Dream berakhir, lagu selanjutnya yang dipilih Alma yaitu "Darari".


"Darararararari


Neol bogo isseum eumagi Babe


Neoreul wihan mellodi mellodi Yeah


Nega myujeunikka jal deureobwa Play it," Vina bisa menyanyikan lagu apapun yang Alma pilih. Karena saat di jogja pun mereka sering berkarauke bersama.


Danis dan Ryan tidak ingin mengganggu kebahagiaan kedua gadis itu. Mereka hanya mengikuti ketukan musik dan mendengarkan Vina serta Alma bernyanyi terus - menerus, hingga sampai di tempat tujuan.


Danis memarkirkan mobilnya. Mereka segera turun dan menuju laut biru yang terbentang luas di hadapan mereka.


Begitupun Zeeko yang baru sampai. Vega langsung menghambur menuju bestie - bestienya. Mereka berlarian seperti anak kecil. Sedangkan para kaum pria hanya menyaksikan di belakang mereka.


Setelah merasa panas, mereke memutuskan untuk berteduh di bawah pohon disekitar pantai. Kebetulan hari ini bukan hari libur, jadi tidak terlalu ramai di pantai itu.


"Gimana kalo kita main sesuatu," ucap Vina.


"Tapi harus ada hukumannya," jawab Vega.


"Okey, mau main apa?" ucap Nita bersemangat.


"Main tebak kata aja deh, nanti dua orang terakhir yang kalah, bakal nyuci piring selama kita di vila, Oke?" ucap Alma.


Bian, Ryan, Danis, dan Zeeko hanya ikut saja apapun kemauan para gadis itu.


"Oke, tebak kata di jidat ya. Masing - masing orang menuliskan kata rahasia buat orang disebelahnya," ucap Vega menjelaskan ke kaum cowo yang belum pernah memainkan permainan tersebut.


"Hah gimana? aku belum paham," protes Ryan.


"Jadi gini Kak, nanti masing - masing orang nulis sesuatu di kertas secara rahasia, biar ga susah kita batasin ya, misal nama orang, terserah mau artis, mau siapa aja. Tapi dengan syarat, orang itu harus terkenal, minimal orang yang disebelah Kakak tahu nama itu. Biar bisa menebak nantinya. Setelah itu, kertas di tempel dijidat teman disebelah kita. Nah selanjutnya, masing - masing orang memberi petunjuk kepada orang tersebut secara bergantian mengenai nama yang tertulis di kertas itu. Misal namanya 'Rafathar', berarti orang lain bakal ngasih petunjuk : Anak sultan, artis kecil, kembaran siwon, bla bla bla. Atau si penebak boleh mengajukan pertanyaan pribadi, terserah dia. Nanti setelah beberapa putaran, barulah diberikan kesempatan kepada orang itu, buat nebak siapa nama yang tertulis dijidatnya. Begitu seterusnya beralih ke orang berikutnya. Nanti yang terakhir berhasil menebak, berarti dia kalah. Paham ga?" Vina menjelaskan panjang lebar kepada Ryan dengan penuh kesabaran. Sedangkan yang lain ikut menyimak.


"Oke, aku paham," ucap Ryan dengan tersenyum kepada Vina.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2