Jodohku Seorang Artis

Jodohku Seorang Artis
Bab 39 Dosen baru


__ADS_3

Bian kembali mengantar Vega berkuliah dipagi hari. Lagi - lagi Zeeko ikut di mobil yang mereka naiki.


"Kak Zeeko selalu ikut Kak Bian, kalian ngapain sih sebenernya?" tanya Vega penasaran.


Mobil sudah berhenti tepat didepan fakultas Vega.


"Siapa bilang aku ngikutin Bian, aku juga mau ke kampus ini," ucap Vega.


Zeeko turun terlebih dahulu dari mobil. Sedangkan Vega bingung sambil menatap Bian meminta penjelasan. Bian hanya mengangkat kedua pundaknya berpura - pura tidak tahu. Vega mendengus kesal kepada Bian yang tidak mau memberitahu.


Vega mengikuti Zeeko keluar dari dalam mobil.


"Dimana ruang departemennya?" tanya Zeeko pada Vega.


"Mau ngapain si Kak?, mau kuliah disini juga? Kan cuma ada S1, lagian Kakak kan udah S2," tanya Vega penasaran.


"Udah tunjukin aja dimana Ve," perintah Zeeko pada Vega.


Bian menurunkan kaca mobilnya.


"Aku berangkat kerja dulu ya sayang, kabari aku saat mau pulang, aku akan menjemputmu," ucap Bian sambil memberika n kiss bye kepada Vega.


"Oke kak, hati - hati ya," balas Vega.


Mobil Bian berjalan menjauh. Vega meminta Zeeko untuk mengikutinya menuju ruang Departemen jurusan film dan tv. Ada beberapa file yang harus Ia berikan kepada pihak departemen film dan tv.


Nita melihat Vega dari kejauhan, Ia ingin menemui Vega. Namun Nita mengurungkan niatnya ketika melihat Zeeko sedang bersama Vega.


"Nit!" panggil Vega yang juga melihat Nita.

__ADS_1


"Aku tunggu di kelas ya Ve," ucap Nita menghindar dari mereka.


"Kenapa dah tuh anak, kayak ngelihat setan aja," gumam Vega yang terdengar oleh Zeeko. Lagi-lagi Zeeko dibuat bingung oleh gadis yang menghindarinya itu.


"Tuh kak, ruangannya di pojok sana. Pintu yang warna merah yah. Aku kelas dulu, bye," ucap Vega yang tidak ingin mengantar Zeeko sampai tujuan. Ia takut telat mengikuti pelajaran kuliah pertamanya di hari itu.


Vega memasuki ruang kelas dan duduk disebelah Nita.


"Ve, kenapa sih pria itu sering banget sama kalian?" tanya Nita langsung bertanya kepada Vega. Sebenarnya Ia ingin bertanya sejak pertama kali melihat Zeeko ada di rumah Vega. Namun selalu Ia urungkan niatnya.


"Pria? Yang tadi itu? Itu kan Ka Zeeko, sepupunya Kak Bian dan Kak Ryan, lebih tepatnya Kakaknya Lucia," jawab Vega menjelaskan.


"Kakaknya Lucia? jadi namanya Zeeko?" tanya Nita memastikan.


"Iya, kenapa sih Nit. Kenapa tadi langsung pergi aja, kan bisa kamu menyapa kami dulu," ucap Vega.


"Emm, gapapa, tadi kakiku hanya pegal saja. Ingin cepat - cepat duduk soalnya," jawab Nita bohong.


Jam kelas sudah seharusnya di mulai, namun Dosen pengganti belum juga masuk ke dalam kelas. Pak Doni, dosen mata kuliah Dasar - dasar Penulisan Naskah, sedang memiliki project di Jepang. Sehingga tidak bisa mengajar untuk beberapa pertemuan ke depan.


Tiba - tiba ada seorang pria muda membuka pintu depan kelas, dan memasuki ruangan tersebut. Semua pasang mata mahasiswa tertuju pada lelaki tersebut, termasuk Vega dan Nita yang kaget dan kebingungan. Pria itu menggunakan kemeja berwarna mint dan celana bahan berwarna hitam. Sangat simpel namun formal dan rapih. Kemudian pria itu berjalan ke arah meja yang ada di depan kelas. Ia mengambil mic yang ada di atas meja dan mulai berbicara.


"Selamat pagi semua, apakah benar ini kelas jurusan film dan tv semeseter dua?" tanya pria tersebut memastikan.


"Benar..," jawab sebagian mahasiswa. Mereka tidak tahu harus memanggil pria tersebut apa. Bapak, Kakak, atau Mas. Semua panggilan tersebut tidak cocok untuk pria setengah bule yang ada didepan mereka itu.


"Baik, perkenalkan nama saya Zeeko Alano Seirious. Kalian bisa memanggil saya Pak Zee, atau Pak Zeeko, senyaman kalian. Kebetulan saya diberikan wewenang oleh departemen, untuk menggantikan Pak Doni, mengisi kelas Dasar - dasar Penulisan Naskah, selama beberapa minggu ke depan. Mohon kerja samanya ya teman - teman semua," ucap Zeeko memperkenalkan diri.


Semua wanita langsung heboh bertepuk tangan menyambut Zeeko. Mereka sangat senang mendapatkan dosen pengganti sorang bule yang sangat tampan. Konon katanya, dengan memandang wajah tampan bisa meningkatkan kemampuan kerja otak dan meningkatkan memory kita.

__ADS_1


"Apakah ada pertanyaan sebelum kita memulai pelajaran kali ini?" tanya Zeeko kepada murid - muridnya.


Salah satu gadis yang duduk di depan mengangkat tangan, tanda ingin bertanya.


"Ya silahkan," ucap Zeeko mempersilahkan gadis tersebut.


"Apakah setelah Pak Doni kembali, bapak juga akan mengajar disini?" tanya gadis itu.


"Em, kurang tahu, bisa iya, bisa juga tidak. Saya harus kembali ke Italia, kerena rumah saya disana. Kecuali kalo ada yang menarik untuk dilakukan di Indonesia. Mungkin saya akan tetap tinggal," Zeeko menjawab apa adanya, di ikuti anggukan dari gadis yang bertanya.


"Ada lagi?" tanya Zeeko lagi.


"Berapa umur anda Pak? Apakah bapak sudah menikah?"tanya gadis de dekat jendela mera penasaran.


Semua mahasiswa menunggu jawaban Zeeko. Begitupun dengan Nita, meskipun masih dengan tatapan yang sulit diartikan.


Zeeko tersenyum dan menjawab, "Umur saya 28 tahun ini, dan saya masih single."


Semua mahasiswa kembali dibuat senang setelah mengetahui bahwa dosen tampannya itu belum beristri.


"Sepertinya cukup ya sesi tanya jawabnya, bisa kita lanjutkan lain waktu, sekarang kita mulai yang pembelajaran hari ini," ucap Zeeko sambil membuka laptopnya.


Zeeko menampilkan ppt mengenai materi kuliahnya di layar proyektor. Ia mulai mempresentasikan ppt nya dan mengajar. Kali ini semua murid sangat tenang, entah karena fokus akan pelajaran, atau fokus kepada wajah tampan Zeeko. Zeeko mengajar dengan sangat berkelas. Ia sangat fasih menggunkan bahasa inggris. Meskipun Zeeko sudah lancar berbahasa Indonesia, namun Ia senang mencampur bahasanya dengan bahasa Inggris. Menurutnya di dunia kerja sekarang, skill bahasa inggris itu sangat perlu. Jadi Zeeko berharap, dengan ajarannya yang sedikit menggunakan bahasa inggris tersebut, bisa meningkatkan skill bahasa inggris mahasiswanya.


Vega sangat kagum kepada Zeeko yang sangat profesional itu. Zeeko yang sekarang, sangat berbeda dengan Zeeko yang ada di rumah Bian. Ia sangat berwibawa dan cocok mengajar di depan kelas. Cara pembelajarannya pun tidak membosankan, meskipun ini pertama kalinya Zeeko mengajar. Vega juga tidak menyangka, kelas yang biasanya ribut seperti pasar, sekarang menjadi anteng dan sangat tenang.


Kak Zeeko mudah sekali menaklukan hati mahasiswanya, ucap Vega dalam hati. Vega mengikuti pelajaran Zeeko dengan sangat hikmat.


Berbeda dengan Nita, Ia hanya terdiam dan melamun sambil melihat ke arah Zeeko yang sedang menerangkan isi pptnya itu. Entah apa yang Ia pikirkan sejak pertama kali bertemu Zeeko. Dia selalu saja ingin marah jika melihat wajah itu lagi. Wajah yang telah memberi luka kepada keluarganya dulu.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2