
"Yuadah tebak aja siapa Kak?" tanya Vega tidak sabar.
"Fix, Christiano Ronaldo," jawab Ryan memantapkan tebakannya.
"Iya deh bener, sekarang giliranku," kata Vina yang tidak senang saat orang lain sudah berhasil menebak terlebih dahulu. Meskipun itu adalah Kak Ryan.
"Yess," ucap Ryan.
"Apakah dia seorang artis? Pelawak? atau pembawa acara?" tanya Vina, karena petunjuk pertamanya yaitu orang yang sering tampil di tv.
"Bukan Vin, dia penyanyi terkenal," jawab Ryan yang juga ingin Vina segera menebak nama miliknya.
"Penyanyi, hemmm pria atau wanita? Eh bukan, maksudku berasal dari negara mana?" tanya Vina yang bingung untuk memanfaatkan kesempetan bertanyanya sekali lagi.
"Mana yah," Ryan lupa dari mana asal Ariana Grande.
"Kalo gasalah Florida, dia dari AS Vin," jawab Zeeko yang lebih tahu.
"Oh Florida, aku tahuuu. Pasti Ariana Grande. Bener kannnn," Vina langsung bisa menebak, karena penyanyi wanita itu adalah salah satu penyanyi favoritnya.
"Bener yeayy," ucap Ryan sambil bertepuk tangan heboh. Ryan senang Vina tidak mendapatkan hukuman.
"Oke, akhirnya kembali ke giliranku ya semua. Sekarang masih sama, ada dua kali kesempatan bertanya ya. Jadi orang itu ada disini kan, bersama kita?" tanya Alma mulai mengerucutkan petunjuk yang Ia miliki.
"Iya," jawab Vega sambil mengangguk. Ia sangat geram karena Alma belum bisa menebak nama yang sangat muda.
"Dan pasti cewe kan?" tanya Alma memanfaatkan kesempatannya sekali lagi.
"Iya iyaa," jawab Vega penuh semangat. Karena sebentar lagi Alma sampai pada jawabanya yang benar.
"Oke fix aku tahu, pasti Vina kan?" Alma menebak sambil memelototi Vina.
"Aku tahu, Vina adalah tipe yang akan menuliskan namanya sendiri karena kecintaanya pada dirinya sendiri," lanjut Alma meyakinkan tebakannya.
"Iya heheh," Vina mengiyakan dan semua orang langsung tertawa.
"Hahahah, untung ga dapet hukuman," ucap Alma merasa lega.
Sekarang tersisa tiga pemain yang masih sangat was - was, tidak mau mendapat hukuman. Mereka adalah Bian, Zeeko, dan Nita.
__ADS_1
"Udah - udah, gue lagi ya sekarang. Dia ini bukan manusia kan? Maksud gue dia kartun animasi?" tanya Bian sudah mulai dapat bayangan siapa nama yang ada di jidatnya.
"Iya Kak," jawab Vega mengangguk sambil tersenyum.
"Oke aku gabakal nanya lagi sayang, aku udah tahu kok siapa," ucap Bian penuh percaya diri.
"Yakin mau langsung menebak?" tanya Vega meragukan suaminya.
"Yakinn, jawabannya Doraemon kan, siapa lagi yang udah hidup dari abad jaman kapan," Bian menjawab dengan sangat yakin.
"Iya bener," jawab Vega senang. Suaminya bisa terbebas dari hukuman. Itu tandanya dua orang terakhir yang harus dihukum adalah Nita dan Zeeko.
"Ih curangg, tebakannya pada gampang - gampang sih," ucap Nita tidak terima karena belum sampai ke gilirannya, namun Ia sudah harus kalah.
"Hahahah, punyamu gampang banget tau Nit," Vega yang menulis nama tersebut merasa bahwa tebakan yang Ia berikan sangatlah mudah untuk Nita.
"Siapa sih? Siapa anjir anak SMA yang kerja paruh waktu? Gue aja gatau mau nanya petunjuk apa lagi," Nita masih berusaha memprotes.
"Ya ampunnn, itu loh istrinya goblin. See ya, never gone my wayyyyy," ucap Vina sambil bernyanyi salah satu ost Drama Goblin yang pernah Ia tonton.
"Oh my gosh, maksud lu Ji Eun Tak? Ya ampun kenapa aku ga kepikiran sama sekali anjirr," ucap Nita menyesal karena tidak bisa menebak sampai akhir.
Sedangkan yang ditunjuk justru sedang merasa senang hati harus nenjalani hukuman dengan Nita. Karena memang Zeeko sedang tertarik kan dengan Nita. Dirinya akan dapat kesempatan menghabiskan waktu lebih banyak berdua.
"Gapapa, gue biasa hidup mandiri. Nyuci piring doang kecil," sahut Zeeko berpura - pura. Sebenarnya dia jarang sekali mencuci piring, bahkan tidak pernah. Memangnya siapa yang akan membiarkan pria setengah bule itu masuk ke dapur dan mencuci piring.
"Nah tuh Nit, tenang kamu dapet partner yang handal tuh," ledek Vega. Ia senang karena yang mendapat hukuman adalah Zeeko dan Nita. Itu artinya, akan lebih mudah nendekatkan dua orang tersebut.
"Ayok deh kita lanjut ke Vila. Keburu sore. Kan mau pesta bbq," ucap Ryan.
"Eh tapi, siapa yang belanja?" tanya Alma karena mereka belum memutuskan siapa yang bertuga membeli keperluan untuk nanti malam.
"Di dekat sana ada swalayan. Kita bisa beli bahan - bahan disana," sahut Danis yang sudah hapal tempat sekitar Vila.
"Yang paling pinter milih daging sama sayur sih Vina. Kamu aja ya yang belanja," ucap Alma yang biasa mengandalkan Vina dalam persoalan berbelanja.
"Aku mah oke oke aja, asal ada yang anter. Kan gabisa naik mobil sendiri," jawab Vina.
"Sama gue deh nanti. Gue temenin," Ryan menyahut dengan cepat. Mumpung ada kesempatan berdua kan.
__ADS_1
"Emang lo tahu jalannya?" tanya Danis meragukan Ryan.
"Gampang, ada teknologi yang namanya google map brou," jawab Ryan enteng. Ia tidak mau kehilang kesempatan pergi dengan Vina tersebut.
"Iyasih, dan ga jauh juga. Ga mungkin kalian bakal nyasar," ucap Danis menyimpulkan sendiri.
Mereka kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan. Kurang lebih hampir 3 jam mereka mengemudi, dan sampailah di salah satu Vila keluarga Danis. Di sana sudah ada tukang kebun yang biasa merawat rumah dan seisi vila tersebut. Namanya Pak Danu.
"Silahkan den Danis," ucap Pak Danu setelah membukakan gerbang utama Vila untuk mobil Danis dan mobil Zeeko.
"Makasih pak," sahut Danis yang sejak dulu sangat menghormati Pak Danu. Pak Danu sudah berpuluh - puluh tahun mengabdi kepada keluarga Danis.
"Wahhh, ini Vila atau mension sih. Mewah banget," ucap Vina ketika sampai di depan Vila.
Vila milik Danis tidak terlalu besar, namun sangat mewah dan rapih. Banyak pohon buah - buahan dan bunga di samping vila tersebut. Vila itu memiliki dua lantai yang terdiir dari 2 kamar berukuran besar, dan 3 kamar berukuran sedang. Di atas rumah terdapat rooftop dengan taman yang biasa digunakan untuk berkumpul. Keluarga Danis biasa menggunakan atap tersebut untuk pesta makan malam keluarga.
"Yuk masuk," ajak Danis sebagai tuan rumah mengajak semua orang untuk segera memasuki Vila.
Mereka segera mengikuti Danis sambil membawa koper masing - masing. Kecuali Vega. Sudah tentu Bian yang mebawa koper besar berisi barangnya dan barang bawaan Vega. Meskipun 70% adalah milik Vega.
"Hemmm, dingin banget yah. Padahal masih siang," ucap Alma yang sejak kekuar mobil menahan dinginnya udara puncak.
"Di dalam ada pengahangat kok, ayo buruan," Danis segera memasuki Vila dan mencari pemanas ruangan.
"Di atas ada kamar utama, kamu bisa memilikinya Ve,"ucap Danis mempersilahkan Vega untuk menempati kamar utama bersama Bian.
Vega hanya mengangguk dengan perasaan yang masih sedikit bersalah.
"Yuk," ajak Bian sambil menggandeng tangan Vega untuk naik ke atas. Dan tangan satunya tetap memegang koper.
"Kalian tidur bertiga ya di kamar besar satunya. Disana sudah ditambahkan satu kasur ekstra kok," ucap Danis yang sudah merencanakan pembagian kamar.
"Oh oke, kami mah dimana saja oke oke aja," jawab Alma karena merasa seisi vila pasti sangatlah nyaman.
"Oke, Kak Zeeko, Ryan, sama gue bisa di kamar yang kecil. Masih ada sisa tiga kamar," ucap Danis sambil menunjuk arah letak kamar.
Akhirnya mereka berpisah dan masuk ke dalam kamar masing - masing untuk segera beristirahat setelah perjalanan yang cukup jauh itu.
...Bersambung...
__ADS_1