Jodohku Seorang Artis

Jodohku Seorang Artis
Bab 49 Hari H Pernikahan


__ADS_3

Vega sudah berada di hotel tempat diadaknnya pernikahan sejak subuh tadi. Ia ditemani Ayah, Ibu, Vina, dan juga Alma. Vega harus mendapatkan riasan terlebih dahulu. Sedangkan keluarga Bian menyusul setelah cukup siang.


Para tamu undangan mulai berdatangan. Begitu juga beberapa reporter yang telah diberi izin untuk mempublikasikan acara pernikahan Bian dengan Vega. Banyak teman Bian dari kalangan artis, menghadiri acara pernikahannya. Tak jarang juga pengusaha - pengusaha kaya, rekan bisnis Papah yang datang. Karena ini pernikahan pertama dari keluarga Alfa Seirious.


Nita datang sedikit terlambat. Ia harus menjemput kakaknya dulu di bandara, sebelum berangkat tadi. Nita memasuki ruang aula, tapi tidak ada kenalan satu pun baginya.


Zeeko melihat Nita yang sedang kebingungan sendirian. Ia mendekat.


"Mau minum?" Zeeko menawarkan satu gelas jus yang di bawa oleh pelayan.


"Tidak Pak, terimakasih. Saya mau ketemu calon pengantin," ucap Nita yang tidak ingin berlama - lama dengan Zeeko.


Zeeko sudah terbiasa dengan sikap acuh tak acuh dari Nita. Sehingga Dia tidak kecewa maupun sakit hati mendapatkan penolakan dari Nita.


Nita memasuki ruang pengantin wanita. Vega sedang asik becanda dengan Vina, Alma, dan Ryan.


"Hei, kenapa baru dateng," tanya Vega menyapa Nita.


"Iya maafin, tadi pesawat Kaka gue rada telat gitu," ucap Nita.


"Oh, tapi udah dianter kerumah kan?" tanya Vega lagi.


"Udah," jawab Nita mengangguk.


"Kenalin ini Vina sama Alma, sahabtku dar Jogja," ucap Vega memperkenalkan kedua temannya itu kepada Nita.


"Oh hai," mereka bersalaman satu persatu.


Mereka tidak butuh waktu lama untuk menjadi akrab. Biasa, kalo cewe sudah kumpul pasti heboh banget. Ryan memilih untuk meninggalkan mereka berdua.


Acara pernikahan pun hampir dimulai. Semua orang sedang menantikan pengantin wanita. Akhirnya Vega keluar dengan gaun cantiknya yang mewah. Jika biasanya Vega sangat cantik, kali ini Dia luar biasa cantik. Bian tidak kuasa menahan air mata bahagianya ketika melihat Vega berjalan ke arahnya bersama Ayah. Semakin Vega mendekat, tangis Bian semakin sulit dibendung. Ia tidak menyangka, akhirnya bisa sampai di tahap ini. Setelah bertahun - tahun berusaha menghilangkan rasa cintanya pada Vega. Namun ternyata tuhan berkehendak lain, Ia ditakdirkan berjodoh dengan gadis cinta pertamanya itu.


Setelah saling mengucap janji dan bertukar cincin, akhirnya mereka resmi menjadi pasangan suami istri. Ibu Vega juga tidak berhenti menangis. Ia sangat terharu putri semata wayangnya resmi menjadi istri orang. Luruh sudah tanggung jawabnya sebagai orang tua. Sekarang sudah menjadi tugas Bian untuk menjaga dan membimbing Vega.


Bian mencium lembut bibir Vega dihadapan para tamu undangan. Semuanya bertepuk tangan meriah. Begitu juga dengan Vina dan Ryan, mereka duduk berdampingan di pojok belakang. Bukan di sengaja, tapi karena mereka tidak kebagian kursi, sehingga memilih mengalah dan mengambil kursi cadangan di belakang.


"Vin kamu udah punya suami?" tanya Ryan acak ke Vina.

__ADS_1


Vina kegat mendapatkan pertanyaan seperti itu. Memang dirinya sudah terlihat tua atau apa.


"Belum," jawab Vina.


"Pacar?" tanya Ryan lagi.


"Belum," jawab Vina lagi.


"Oh baguslah," ucap Ryan.


Vina tidak mengerti apa yang bagus menurut Ryan. Namun Ia berusaha untuk tidak memikirkannya, dan memilih fokus ke acara pernikahan Vega dan Bian.


"Mau tanya lagi boleh?" tanya Ryan lagi kepada Vina.


Vina mengangguk, "Iya tanya aja," jawab Vina.


"Gimana tipe cowo idealmu?" tanya Ryan.


Lagi - lagi Vina syok dengan pertanyaan random dari Ryan. Ryan sendiri juga heran mengapa dia lancar sekali ngobrol 'aku kamu' dengan Vina. Pasalnya saat berbicara dengan Vega saja, Ia masih 'lo gue'. Di tambah lagi dengan pertanyaan - pertanyaan yang tidak masuk akal di awal perkenalan mereka. Ryan merasa dirinya seperti fakboy saja.


"Hmm, belum tahu deh," ucap Vina bohong. Karena tidak mungkin dirinya menjawab yang seperti Ryan.


Jawaban macam apa si yan, batin Ryan merutuki dirinya sendiri. Sepertinya Ia harus banyak berlatih ke Danis soal merayu cewek.


Ternyata di ruangan itu, yang sedang sibuk merayu bukan hanya Ryan, namun juga ada Zeeko yang sedang mendekati Nita.


"Aku mau ambil minum, mau sekalian?" tanya Zeeko.


Nita menatap ke arah Zeeko.


Nih bule kenapa jadi baik banget gini sih, pake nawar - nawarin segala, kalo gue baper gimana, batin Nita.


"Gausah pak, nanti ambil sendiri aja kalo haus," jawab Nita cuek.


"Baiklah," jawab Zeeko berpura - pura pergi mengambil air. Namun yang dia lakukan hanya berjalan memutar, dan kembali lagi ke kursi kosong di samping Nita. Dirinya takut, kursi tersebut di tempati orang lain.


Zeeko masih berpikir keras, bagaimana caranya agar bisa mengobrol dengan Nita. Namun Nita keburu pergi ketika melihat Alma dan Vina berjalan ke arah tempat makanan dan minuman. Gagal sudah misi pendekatan kali ini.

__ADS_1


"Kalian bakal lama disini?" tanya Nita pada Alma dan Vina.


"Emm, gatau sih, tapi kami udah liburan semester, jadi gampang mau pulang kapan aja," jawab Alma.


"Oh baguslah, gimana kalo kita ajak jalan - jalan pengantin baru menginap di suatu tempat liburan," Nita mengutarakan idenya.


"Hah, ga salah, kan mereka mau bulan madu," jawab Vina.


"Engga, mereka bakal menunda bulan madunya bulan depan, soalnya Nita ingin ke Itali, tapi Kak Bian hanya punya waktu 3 hari, karena ada proyek yang belum selesei. Ga mungkin kan bolak balik ke Italia cuma tiga hari aja," Nita menjelaskan.


"Oh gitu, bagus dong, tapi apa gapapa?" tanya Alma takut mengganggu Vega dan Bian.


"Gapapa, kemaren aku juga udah sempet ngobrol sama Vega," jawab Nita santai.


"Gimana kalo kita ajak juga Kak Ryan," celetuk Vina.


"Ekhemm," Alma langsung berdehem mendengar usulan Vina.


"Ajak kemana?" tiba - tiba Danis ikut menimbrung ke meraka. Kebetulan Danis baru sampai di hotel itu. Setelah menguatkan dirinya, Danis memutuskan untuk datang ke acara pernikahan Vega dan Bian.


"Siapa ya?" tanya Alma dan Vina bebarengan. Mereka bingung, kenapa banyak sekali pria tampan disini.


"Eh Kak Danis mo ikut jalan - jalan juga," tanya Nita.


"Oh ini yang namanya Kak Danis," gumam Alma yang terdengar oleh ketiga orang disitu.


"Hai kenalin gue Danis, temannya Ryan dan Vega," ucap Danis sambil bersalaman dengan Vina dan Alma.


"Terus gue bukan temen lu juga Kak?" protes Nita karena namanya tidak disebut.


"Eh maksu gue temennya Nita juga hehe, jadi mau jalan - jalan kemana kalian?" tanya Danis.


"Emm belum tahu Kak, niatnya kami ingin mengajak pengantin baru liburan bareng mumpung bestinya juga ada disini," jawab Nita menerangkan.


"Ohh," Danis hanya menjawab Ohb karena mendengar kata pengantin baru disebut. Nita langsung merasa bersalah.


"Eh Kak Danis gapapa kalo ikut?" tanya Nita ragu. Pasalnya pasti Danis masih sangat sakit karena ditinggal menikah pujaan hatinya. Apalgi harus ikut ke liburan bersama pengantin baru itu.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2