Jodohku Seorang Artis

Jodohku Seorang Artis
Bab 6 Gitaris tampan


__ADS_3

Mata Bian tidak sengaja melihat ke lantai dua, ke arah gadis kecil, gadis yang harus ia jaga dan lindungi sebagai adiknya sendiri itu sedang berjalan cepat menggandeng  temannya.


“Sial, kenapa gadis itu berpakaian seperti itu. Mau menggoda semua cowo yang berpapasan dengannya?” batin Bian melihat Vega mengenakan Gaun putih berlengan pendek, dengan sedikit brukat dibagian dada, dan panjangnya hanya sampai dibawah lutut.


“Kau melihat apa Bi?” tanya Syaila sambil menggenggam tangan Bian.


“Ah bukan apa – apa,” jawab Bian mengalihkan pandangannya kembali ke arah fansnya.


Namun pikirannya tidak lepas dari adiknya yang berpakaian sedikit terbuka itu. Ia seharusnya mengerjarnya dan memarahi gadis itu. Pasalnya ia sudah berjanji kepada kakek untuk menjaga dan melindungi gadis kecil itu.


***


Nita dan Vega baru sampai gerbang depan kampus, sambil sedikit berlari karena tempat acara diadakan masih cukup jauh. Kampus itu memang melarang ojol masuk sampai ke dalam.


“Buruan Ve, nanti kita telat,” ajak Nita sambil menarik tangan Vega untuk berlari.


“Ya kamu kelamaan sih tadi makeupnya,” jawab Vega sambil ngos ngosan.


Tiba – tiba ada sebuah mobil mewah berwarna silver, berhenti dasamping mereka sambil membunyikan klakson.


Kaca mobil sedikit diturunkan dan nampak seorang pria tampan di kursi supir.


“Kalian anak jurusan film kan, mau ke acara inagurasi? Ayok bareng aja, kita searah,” ajak pria tersebut.


Melihat pria tampan menawari tumpangan, tanpa basa - basi Nita langsung mengiyakan tawaran tersebut.


Setelah kedua gadis itu masuk, si pria tampan melanjutkan kembali mobil yang ditumpanginya itu. Karena memang jarak fakultas yang tidak terlalu jauh, akhirnya mereka sampai di depan aula.


“Mau turun disini?” tanya si pria tampan sambil melihat ke belakang melaui spion.


“Iya disini aja kakak tampan" sahut Nita yang kemudian turun diikuti Vega.


“Terimakasih kak," ucap Vega dan Nita bersamaan sambil berlari menuju aula tanpa menunggu jawaban si pria tampan.


“Tungu...” Si pria tampan mencoba menahan, namun mereka sudah tampak jauh memasuki aula.


Sial, gue harusnya tadi kenalan dulu, tanya akun ig kek, batin si pria kesal.


Kemudian sang pria memarkir mobil dan turun untuk memasuki aula inagurasi tersebut.


Di dalam aula, acara sudah dimulai. MC mulai menyapa peserta inagurasi.


"Selamat malam semua, gimana kabarnya? Masih semangat kan meskipun ospek sudah uasai? Atau masih mau lanjut ospek lagi?" tanya MC basa - basi.


"Tidakkkk," semua peserta kompak menolak untuk melanjutkan ospek yang menyeramkan itu.


Acara dilanjutkan dengan penampilan – penampilan dari masing – masing perwakilan angkatan jurusan film.


Mereka menikmati acara sambil berdiri, menikmati makanan yang telah disediakan. Tidak jarang pria yang melirik kecantikan Vega. Pasalnya gadis yang hanya memakai rok dihari pertama ospek itu, sekarang mengenakan gaun pendek yang indah. Tidak terlalu sexy namun terlihat anggun ditubuh gadis kecil itu.

__ADS_1


Hingga tiba saatnya penampilan guest star, yaitu Band Neo. Band kampus terkenal yang sebagian besar anggotanya merupakan senior dari jurusan Seni.


Ketika lagu dimulai, lampu panggung kembali menyala dan terlihat 5 orang tampan sebagai vokalis, gitaris, bassis, pianis, dan drummer.


“Liat Ve, bukannya itu kakak tampan tadi yang ngasih tumpangan ke kita?” tunjuk Nita ke gitaris band yang sedang berdiri di atas panggung.


“Oh iya bener Nit, gilaa ganteng banget ya megang gitar,” jawab Vega kagum. Ia memang sejak dulu sangat suka apabila ada cowo yang jago bermain gitar.


“Bukan karna gitarnya VEGA, dia diem doang juga udah tampan kali,” jawab Nita tanpa kedip sedikit pun melihat keindahan duniawi tepat didepannya.


Setelah menampilkan 3 lagu andalan, Band Neo turun dari panggung. Dilanjutkan penampilan Monolog dari salah satu angkatan jurusan film.


“Hai,” sapa pria tampan mendekati Vega dan Nita.


Nita langsung menyenggol lengan Vega, dan memberi kode bahwa ada laki – laki tampan menyapa mereka. Ya gitaris yang telah memberi mereka tumpangan tadi.


“Oh hai,” jawab Vega yang tersadar bahwa si pria menyapanya.


“Emm, boleh kenalan ga, tadi kita belum sempet kenalan kan waktu dimobil. Gue Danis, nama lo siapa?” tanya Danis sambil mengulurkan tangannya.


“Oh ya, nama aku Vega, ini temenku Nita,” Vega membalas uluran tangan Danis. Begitupun Nita.


Mendengar Vega yang yang menyebut dirinya dengan panggilan “aku”, Ia langsung merubah cara panggilannya ke Vega, menjadi “kamu”. Biar lebih romantis kan.


“Cantik namanya, kalo gasalah kamu itu adeknya si Ryan yah? Soalnya kemaren sempet lihat di kantin” tanya Danis lagi.


“Eh iya bener, bukan adek kandung sih. Kak Danis temennya kak Ryan?” tanya Vega balik.


Melihat Danis yang sedang pdkt ke Vega, Nita memilih untuk pergi meninggalkan mereka berdua dengan alasan ingin ke toilet.


“Gue ke toilet dulu ya Ve,” ijin Nita ke Vega.


“Mau ditemenin ga?” tanya Vega.


“Gausah, gue ga lama ko,” jawab Nita sambil mengedipkan satu matanya dan langsung bergegas meninggalkan mereka.


Danis dan Vega asik mengobrol, hingga bertukar nomor whatsapp. Danis juga tidak lupa menanyakan akun ig nya Vega.


Merasa bahwa Nita tak kunjung kembali dari toilet, Vega meminta ijin untuk mencari bestienya itu. Sebenernya ia grogi jika harus lama - lama mengobrol dengan cowo tampan yang baru dikenalnya itu.


“Kamu kemana aja sih Nit lama baget?” tanya Vega setelah menemukan Nita diantara keramaian.


“Hahaha, ya gue sengaja ngilang biar lu bisa pdkt sama kak Danis si gitaris tampan itu,” jawab Nita sambil cekikikan.


“Pdkt apaansih Nit, orang ngobrol biasa doang” timpal Vega.


“Ya emang menurut loh tuh pdkt itu gimana? Sambil ngerangkul pinggang?” tanya Nita lagi


“Heh, nakal, gaboleh tau begituan, masih kecil” jawab Vega sambil senyum –senyum sendiri membayangkan.

__ADS_1


Pasalnya saat dia dijogja tidak ada yang namanya skinship dengan cowo. Maklum adat jawa yang masih kental, harus sopan apalagi masih kecil kan. Di tambah lagi, Ibu Anna yang melarang Vega berpacaran.


Mereka melanjutkan menikmati acara hingga malam, acara baru selesei sekitar pukul sebelas.


Setelah acara selesei, Danis kembali menyapa Vega dan berniat memberikan tumpangan untuk pulang.


"Kamu pulang dengan siapa Ve?, mau sakalian bareng sama kakak?" tanpa basa basi Danis menawarkan tumpangan.


"Emm, gausah kak, Vega bisa naik ojek," jawab Vega sopan.


"Tapi ini udah malem loh Ve, apalagi kamu pake baju pendek kan, nanti dingin loh dijalan," ucap Danis merayu.


"Memangnya rumah kak Danis dimana?" tanya Ve ragu.


"Kita searah kok, kamu tinggal dirumah Ryan kan?" tanya Danis.


"Udah Ve terima aja tawaran kak Danis, gue juga udah di jemput mamah gue. Biar aman ada yang jagain malem - malem," Nita berusaha meyakinka Vega.


"Yaudah aku mau sekalian kak Danis ya, bener aku tinggal dirumahnya kak Ryan," jawab Vega mengiyakan tawaran Danis.


Akhirnya Vega sampai dirumah dengan dianatar Danis. Selama perjalanan tadi, mereka banyak mengobrol. Lebih tepatnya Danis yang banyak bertanya tentang Vega. Danis memang pintar soal urusan mendekati wanita.


Ketika sedang manaiki tangga menuju kamarnya, Vega tidak sengaja berpapasan dengan Bian.


“Dari mana saja, kenapa baru pulang jam segini?” tanya Bian dingin sambil menatap tajam ke arah Vega.


“Emm, itu aku baru saja menghadiri acara kampus, peresmian mahasiswa, kenapa kak?” jawab Vega takut ditatap seperti itu oleh kakaknya.


Tanpa berkataa apapun lagi, Bian melanjutkan jalannya menuruni tangga menuju dapur.


Apa apaan sih tuh artis kulkas dua pintu,nanya – nanya eh pas ditanya balik melengos aja. batin Vega kesal.


Ryan yang melihat interaksi kedua insan yang dijodohkan itu merasa greget sendiri. Yah walapun Vega belum tahu tentang perjodohan tersebut.


“WOIII,” teriak Ryan mengagetkan Vega.


“OMG, kaget tau kak Ryan. Malem – malem ngapai belum tidur,” tanya Vega kesal


“Mana ada mahasiswa tingkat akhir jam segini udah tidorr,” jawab Ryan sambil meledek.


“Oohh, btw  kok kak Bian ada disini?” tanya Vega penasaran


“Mamah yang nyuruh Kak Bian tinggal disini lagi,” Ryan


“Kenapa emangnya?” tanya Vega lagi


“Gatau, bilangnya biar ngumpul aja," jawab Ryan bohong. Ia sebenarnya tau alasan mamahnya menyuruh Bian pulang biar bisa dekat dengan si Vega.


...Bersambung...

__ADS_1


Hai readers terloveee, makin penasaran ga kisah selanjutnya? Mereka udah serumah loh xixixi.


__ADS_2