Jodohku Seorang Artis

Jodohku Seorang Artis
Bab 12 Belajar gitar


__ADS_3

"Ve, pagi ini kamu berangkat sendiri yah. Kelas pagiku di ganti jadi siang" ucap Ryan saat sedang sarapan pagi bersama.


"Oh oke kak, nanti aku naik ojol aja" sahut Vega sambil meneruskan sarapannya.


"Sekalian aja bareng kak Bian, kan dia juga mau berangkat syuting" kata Mamah Riri sambil menengok ke arah Bian.


"Gausah mah, aku gamau ngrepotin kak Bian" jawab Vega.


Setelah kejadian kemaren, Vega merasa canggung dengan Bian. Ia tidak mau berada dalam satu mobil dengan kulkas dingin dua pintu itu. Bisa mati kutu nanti.


"Oke mah, Bian yang antar Vega" ucap Bian tanpa memedulikan Vega yang sudah menolak.


Vega merasa heran, tumben sekali Bian langsung nurut tanpa membantah.


Vega segera masuk kamar untuk mengambil tas kuliahnya.


Simon datang menjemput Bian di rumah besar. Ia menunggu di depan pintu dengan mobilnya.


"Ayo buruan" Bian mengajak Vega.


Bian dan Vega naik ke dalam mobil. Mereka berdua duduk di kursi belakang berdampingan.


"Ke kampus X dulu" perintah Bian kepada Simon yang terlihat bingung. Pasalnya lagi - lagi tuannya itu bersama Vega.


"Oh siap tuan" jawab Simon sambil melajukan mobilnya.


Selama di perjalanan tidak ada satupun yang mengeluarkan suara.


Simon berdehem.


"Tuan, tadi nona Syaila menelepon. Ia menanyakan keberadaan tuan. Katanya sejak kemaren tuan tidak mengangkat panggilannya" ucap Simon hati - hati sambil melirik tuannya melalui spion.


Mendengar hal tersebut, Bian melirik ke arah Vega. Namun tidak ada perubahan ekspresi apapun.


"Biarkan saja" jawab Bian sedikit kesal.


Ntahlah dia kesal karena apa. Karena Syaila yang sangat mengganggu. Atau karena Vega yang sepertinya biasa - biasa saja.


Mobil berhenti di depan fakultas film dan tv. Vega turun dan berterimakasih kepada Bian yang telah mengantarnya.


Tiba - tiba ada suara yang memanggil nama Vega.


"Vega!" teriak Danis.


"Hai kak" jawab Vega berjalan menuju Danis .


Bian yang melihat interaksi mereka berdua pun merasa kesal.


Lagi - lagi cowo itu. batin Bian.


Simon kembali melajukan mobilnya tanpa menyadari kekesalan Bian.

__ADS_1


"Hari ini kamu tidak bersama Ryan?" tanya Danis melihat Vega turun dari mobil yang asing baginya.


"Iya bukannya kelas pagi kalian diganti jadi siang?" tanya Vega mengalihkan pembicaraan. Ia tidak mau Danis bertanya siapa yang mengantarnya tadi.


"Iyaa, aku sengaja dateng pagi buat ketemu kamu" jawab Danis.


"Oh, ada apa memangnya kak?" tanya Vega.


"Aku mau mengajakmu gabung ke klub musik. Katanya kamu tertarik bermain gitar" ucap Danis.


"Hah, kata siapa kak?" tanya Vega penasaran. Ia memang suka dengan pria yang jago bermain gitar. Tapi bukan berati ia ingin belajar bermain juga.


"Hmm, kata Nita. Kemaren ga sengaja ketemu" jawab Danis sedikut bohong.


Danis memang sengaja menemui Nita untuk menggali informasi tentang Vega.


Dasar tuh anak, sejak kapan aku bilang mau belajar gita, batin Vega sambil memaki Nita.


"Gimana Ve, mau kan?" tanya Danis kembali.


"Emmm, boleh deh kak" sahut Vega. Ia memang sedang bingung untuk bergabung dengan club apa.


"Oke, langsung kakak daftarin ya. Nanti sepulang kuliah, kita bisa mulai belajar" ucap Danis antusias.


"Oh okedeh kak, aku ke kelas dulu ya. Udah mau telat nih" pamit Vega.


"Oke, semangat ya belajarnya, bye bye" Danis melambaikan tangan ke Vega.


Vega masuk kedalam kelas dan langsung menuju tempat Nita duduk.


"Ehehehe, abisnya kak Danis semangat banget buat deketin kamu Ve. Jadi kubilang aja kamu mau belajar gitar darinya" jawab Nita sambil mengakat dua jarinya tanda damai.


"Lagian kan lu bingung mo masuk club apa. Atau lu mau ikut gue di club drama?" sambung Nita kemudian.


"Gamau, aku ga bisa akting kan" jawab Ve sambil geleng kepala.


"Nah yaudah sih. Kapan lagi bisa deket - deket gitaris tampan kan" ucap Nita.


Belum sempat menjawab, dosen sudah masuk ke dalam kelas.


***


Sepertinya janjinya tadi pagi, sore ini Vega akan mulai belajar bermain gitar dengan Danis.


Danis sudah menunggu di depan kelas Vega.


"Ve, jadi kan belajar gitarnya?" tanya Danis ketika melihat Vega keluar dari kelas.


"Iya jadi kak, tapi boleh mampir ke kantin dulu ga? Aku lapar hehe" jawab Vega.


"Yaudah kita makan dulu yuk" ajak Danis.

__ADS_1


Tanpa sengaja mereka bertemu denga Ryan dan pacarnya yang kebetulan habis makan.


Mereka sudah akan pulang.


"Hai, mo pulang bareng ga?" tanya Ryan ketika melihat Vega.


"Engga kak, hari ini aku mau mampir ke club musik dulu" jawab Vega.


"Tenang nanti gue yang anter adek lo" Danis


"Oke, gue titip ya nis. Lu jangan aneh aneh ke adek gue" ucap Ryan sambil meninggalkan Danis dan Vega berdua.


"Tumben Danis serius amat deketin cewe. Biasanya cuma seminggu dia pdkt, udah langsung bosen" tanya Nise ke Ryan.


"Nanti juga bakal bosen yang. Kan kamu tahu sendiri Danis bagaimana. Lagian Vega kan udah dijodohin sama kakak" jawab Ryan.


"Iya bener juga" sahut Nise yang sudah tahu akan perjodohan Vega dengan Bian.


Selesei makan, Danis dan Vega langsung menuju ruang klub musik. Kebetulan ruangan tersebut kosong.


"Kenapa ga ada orang kak?" tanya Vega yang tidak melihat siapapun dalam ruangan.


"Iya, biasanya anak - anak ngumpul di hari rabu sama kamis" jawab Danis. Kebetulam hari ini hari senin.


"Jadi kita berdua doang kak" tanya Vega lagi.


"Iya gapapa kan, kita bisa belajar dulu sebelum ketemu anak - anak lain. Rata - rata mereka sudah mahir bermain musik" jawab Danis.


"Oh gitu, yaudah ayok kak" ajak Vega


Danis mengambil gitar disalah satu loker yang terdapat namanya di pintu loker.


Mereka duduk di kursi panjang dekat jendela.


"Kamu pernah belajar bermain gitar sebelumnya Ve?" tanya Danis.


"Belum kak, ini pertama kali" jawab Vega jujur.


Akhirnya Danis mengajari Vega bermain gitar. Di mulai dari cord - cord dasar yang mudah di inget.


"Ini A minor kan kak bener" tanya Vega sambil memindahkan jari telunjuknya ke baris pertama senar ke dua dari bawah. Jari tengahnya ke baris ke tiga senar ke dua. Dan jari manis ke baris ke tiga senar ke tiga.


Namun Danis tidak menjawab. Sedari tadi ia sedang melamun sambil memandang lekat wajah Vega.


"Kak Danis!" panggil vega membuyarkan lamunan Danis.


"Iya kenapa" jawab Danis sedikit salah tingkah.


"Bener ga ini kunci A minor" tanya Vega sambil menunjukan jari - jari mungilnya yang sedang memetik senar gitar.


"Iya bener, langsung pinter yah" puji Danis sambil mengelus rambut Vega.

__ADS_1


Vega merasa nyaman berdua dengan Danis. Bahkan ia tidak menolak ketika Danis mengusap rambutnya.


Bersambung


__ADS_2