Jodohku Seorang Artis

Jodohku Seorang Artis
Bab 38 Cerita part 2


__ADS_3

Vega masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Hari ini Ia sangat senang karena bisa makan diluar bersama Bian tanpa sembunyi - sembunyi lagi. Bahkan tadi Bian mengajaknya makan di restoran yang terkenal ramai itu. Berbeda dengan yang terakhir kali, mereka harus memilih tempat duduk yang sepi karena tidak ingin bertemu dengan fans Bian. Kali ini mereka bisa menikmati makanan dengan santai layaknya pasangan pada umumnya.


Vega mencari HPnya di tas. Ia baru tersada jika batre ponselnya sudah mati. Vega mencharger ponselnya dan segera menghidupkannya. Banyak sekali notif chat yang masuk, dan beberapa panggilan tidak terjawab. Dari siapa lagi kalo bukan Nita yang penasaran dengan cerita tadi.


"Belum pulang juga?"


"Masih kencan jam segini?"


"Ya ampun kenapa sekarang malah ceklis sih hhhhh."


"VEGAAAA, lu ingin melihat sahabatmu ini mati karena penasaran?"


"Jangan lupa telepon balik kalo lu baca chat ini ya, Awas kalo ngga!"


Nita terus - terusan mengirim pesan ke Vega, karena teleponnya tidak di angkat. Vega tertawa membaca pesan - pesan dari Nita.


"Ga sabaran banget sih nih bocah," gumam Vega merasa gemas kepada bestienya.


Namun bukannya menelepon balik Nita, Vega malah memilih untuk mandi terlebih dahulu. Ia merasa tubuhnya sangat lengket karena beraktifitas sejak pagi.


Setelah selesei mandi, badannya terasa segar kembali. Hilang sudah kantuk yang Ia tahan sejak perjalanan pulang di mobil tadi. Vega segera beralih ke HP. Ia akan melanjutkan cerita part dua dari kejadian malam tempo hari itu.


Berdering, namun tidak ada jawaban dari panggilan telepon tersebut. Vega mencoba menelopon lagi, lagi, dan sekali lagi. Namun tidak ada juga jawaban dari Nita. Karena merasa lelah, akhirnya Vega memilih untuk tidur.


Beberapa menit kemudian, Nita menelepon balik Vega. Namun tidak ada jawaban.


"Sorry Ve, gue abia dari toilet tadi. Ga denger ada telepon," Nita mengechat Vega.


Namun sang empunya HP sudah molor. Vega memang sengaja mengubah ponsel menjadi mode diam setiap sebelum tidur. Gagal lagi deh cerita part dua nya.


***


Lagi - lagi Vega berangkat kuliah dengan di antar Bian. Bian mengantar Vega bersama Simon dan Zeeko. Kebetulan mereka ada urusan bisnis bersama. Vega turun dari mobil, namun tiba - tiba Ia melihat mobil Kak Ryan yang juga berhenti di depan fakultasnya.


"Lah ngapain Kak Ryan ke sini?" gumam Vega, karena Ryan hanya akan ke fakultasnya jika mengantarnya saja.


Kemudian Nita turun dari mobil dan berjalan ke arah Vega.


"Loh kok bisa turun dari mobil itu?" tanya Vega bingung.


Ryan menurunka sedikit kaca mobilnya untuk menyapa Vega, kemudian segera pergi lagi.

__ADS_1


Hal tersebut juga tidak lupu dari pengawasan Bian, Simon, dan Zeeko. Bian tidak terlalu peduli dengan urusan Ryan, sedangkan Zeeko hanya mengira kalo gadis itu mungkin pacar baru Ryan.


Bian memanggil Vega dan berpamitan untuk segera pergi, Vega menangguk mengiyakan.


Vega kembali beralih ke Nita.


"Heh, gimana ceritanya berangkat diantar Kak Ryan?" tanya Vega tidak mengerti.


"Hahah, orang tadi ketemu di gerbang depan pas gue turun dari ojol. Terus Kak Ryan nawarin biar sekalian, yaudah deh," jawab Nita apa adanya.


"Ohh, kirain kalian janjian dari rumah," ucap Vega.


"Ya mana mungkin lah gue janjian sama pacar orang, ngapain juga," Nita menanggapi dengan wajah ogah - ogahan.


"Siapa yang pacar orang, Kak Ryan jomblo kok," Vega memberitahu.


"Whattf? beneran? udah jadi putus? kirain mau berjuang," ucap Nita sedikit tidak percaya.


"Oh ya aku belum ngelanjutin cerita yang kemaren sih ya," jawab Vega.


"Iya bener, semalem ku telepon lagi tapi ga di angkat," Nita mengeluh.


"Iya aku capek banget abis jalan - jalan sama Kak Bian, terus tidur deh, lagian aku udah telepon berkali - kali," ucap Vega membela diri.


"Mau ga nih lanjut cerita part 2 tentang Kak Ryan?" tanya Vega.


"Mau buruan," jawab Nita sambil menarik Vega ke salah satu kursi disana.


"Jadi tuh ya... kemaren sampai mana?" tany Vega bingung.


"Kalian balik dari nganter Lucia terus lihat tante marah - marah," ucap Nita mengingatkan Vega.


"Oh iya bener, nah disitu kan Tante Riri marah - marah karena Ryan sudah berani mabok dan pulang ke rumah seperti itu. Tante kaget dong kenapa Ryan langsung terduduk dan menangis. Baru kali ini Kak Ryan menangis hanya karena di marahin mamahnya. Biasanya juga dia bakal ngelawak atau apa biar Tante ga jadi marah," ucap Vega panjang lebar.


"Oh iya? jadi kenapa dia nangis?" tanya Nita penasaran.


"Nah kami langsung ikut duduk di sofa dan menyimak kan bersama Kakek," ucap Vega


#flasback on


"Kenapa sayang, kenapa menangis?" tanya Tante Riri tidak tega melihat anaknya yang putus asa.

__ADS_1


Ryan mendongak menatap wajahnya.


"Nise Mah, dia tega sama Ryan. Dia berselingkuh dari Ryan," ucap Ryan yang beberapa minggu terakhir ini menahan amarah dan kesedihan dalam hatinya.


Mendengar hal tersebut, Tante Riri tidak tahu harus berkata apa untuk menenangkan putranya yang sedang putus asa itu.


"Dia bilang dia cinta ke Ryan Mah, tapi dia jalan dengan teman Ryan sendiri, teman Sma Ryan," ucap Ryan melanjutkan ceritanya. Air matanya sudah mengalir sejak tadi.


Mamh mengusap air mata Ryan seperti waktu Ryan kecil. Mungkin sekitar 15 tahun yang lalu Ryan masih menangis seperti itu.


"Sudah tidak apa - apa nak, gaperlu khawatir. Masih banyak wanita yang lebih baik di luarsana. Anak mamah kan ganteng dan pinter, gampang buat dapetin wanita seperti apapun. Kamu harus bersyukur di jauhkan dari wanita seprti itu. Ingat pria yang baik untuk wanita yang baik, dan sebaliknya," Tante Riri berusaha menasehati dan menenangkan Ryan.


Ryan memeluk Mamahnya dan menangis tersedu - sedu.


"Tapi aku mencintainya Mah," ucap Ryan masih dalam keadaan tersimpuh memeluk Mamahnya.


"Gapapa nak, menangislah sepuasnya, kamu perlu waktu untuk mengobati diri," ucap Tante Riri sambil mengeratkan pelukannya dan mengusap rambut belakang Ryan.


Sungguh pemandangan yang indah dimata semua orang yang ada di ruangan tersebut. Termasuk salah satu ART yang tidak sengaja mendengar keributan tadi. Ia terharu dan ikut bersedih melihat majikannya yang sedang patah hati itu.


"Come on bro! ngapain juga nangis buat cewe," Bian ikut berbicara kepada Ryan.


Hah, gasalah ngomong gitu, kemaren siapa yang mabuk - mabukan dua hari gegara mo dibatalin pertunangannya, batin Vega merutuki Bian.


Ryan juga berpikir demikian, namun Ia sudah tidak punya tenaga lagi buat ngeladenin Kak Bian


#flsahback on


Nita terdiam dengan wajah hampir menangis.


"Woy, kamu mo nangis juga?" Vega memegang lengan Nita yang sedang bersedih itu.


"Ih, ga tegaa... kasian banget Kak Ryan. Dia kan baik, tampan, kaya. Kurang apa sih. Mana udah bucin banget sejak SMA kan huhu," ucap Nita mengasihani Ryan.


"Iya aku juga heran, padahal kemaren cowo yang jalan sama Kak Nise jauh kalah ganteng dari Kak Ryan kan," ucap Vega.


"Iya bener, tapi ya gitulah namanya juga wanita. Yang di depan mata di sia-siain, malah ngejar orang yang menyianyiakan kita," jawab Nita.


"Lu juga kan, Kak Danis yang udah baik banget aja lu sia - sia," lanjut Nita menunjuk Vega.


"Ya itu lain kasus Nit, kan dari awal aku sama Danis gada hubungan apa - apa. Meskipun aku salah telah menyakiti Danis. Tapi kan cinta ga bisa di paksa," ucap Vega.

__ADS_1


"Iyasih bener, gada yang bisa milih buat jatuh cinta ke siapa," jawab Nita.


...Bersambung...


__ADS_2