
Keluarga Alfa seirious sedang berkumpul bersama di ruang makan. Tumben sekali malam ini mereka bisa kumpul lengkap untuk menikmati makan malam bersama. Termasuk Papah yang jarang pulang cepat. Mamah Riri menyajikan berbagai jenis makanan yang Ia masak bersama ART. Ada rendang, tumis kangkung, tumis jamur tiram, ayam goreng krispi, sayur sop, kerupuk, sambal trasi, dan masih banyak lagi. Sudah seperti prasmanan saat di kondangan.
"Kak Zeeko ko ga pernah cerita kalo mau ngajar di kampusku?" tanya Vega yang baru memiliki kesempatan bertanya hal tersebut.
"Ya kan suprise," jawab Zeeko seadanya. Ia tetap sibuk menikmati makanan Indo yang sangat Ia rindukan.
"Memangnya Zeeko ngajar di kelasmu Ve?" tanya Mamah Riri penasaran.
"Iya, tiba - tiba aja dia masuk kelas, dan jeng jeng jeng," jawab Vega mengekspresikan kekagetannya tadi pagi.
Semua orang yang berada di meja makan, tertawa melihat tingkah lucu Vega. Termasuk Ryan. Setelah kejadian semalam itu, Ia terlihat lebih periang. Mungkin dia hanya berusaha terlihat kuat di depan keluarganya, namun sebenarnya di dalam hatinya masih berkabung.
"Abis jeng jeng jeng terus lu jedag jedug main drum?" tanya Ryan bercanda.
"Dih ga nyambung," jawab Vega.
"Gimana Zeeko ngajarnya Ve?" Papah Bima ikut penasaran dengan Zeeko yang mengajar di kampus.
"Emmm, biasa aja sih kalo dilihat - lihat, tapi dilihat - lihat lagi respon siswanya ga biasa," jawab Vega sedikit ambigu.
Bian menengok heran kepada Vega, sebenarnya apa yang ingin dikatakan Vega. Begitu juga dengan anggota keluarga lain yang juga bingung.
"Maksudku, Kak Zeeko ngajarnya ya biasa kaya dosen lain pada umumnya, tapi suasana kelas yang biasa gaduh dan rame itu mendadak jadi tenang, seolah semua mahasiswa mengikuti pelajaran dengan sungguh - sungguh. Sampe ada yang fokus banget merhatiin," jawab Vega menerangkan panjang lebar.
"Pada tidur kali Ve, makannya pada tenang, kaya kelasku, sepi kaya dikuburan," ucap Ryan ngasal.
"Ih Kak Ryannnn," Vega kesal karena Ryan selalu mengacaukan suasana.
"Wah bagus dong, berati cara mengajarnya baik, makannya pada tertarik merhatiin pelajaran," komentar Mamah Riri.
"Engga, bukan karena itu tan. Tapi lebih karena wajah Kak Zeeko sih menurutku. Dia kan sangat tampan, jadi mahasiswa terutama yang cewe, pada sibuk merhatiin orangnya, bukan kuliahnya, Eh tapi gatau deh kalo yang cowo, mereka juga jadi tenang banget tumben. Apa mereka juga jatuh cinta dengan ketampanan Kak Zeeko" ucap Vega polos.
"Tampanan mana denganku?" tanya Bian tanpa basa basi memotong ucapan Vega.
"Ya kalo masalah tampan menangan Kak Zeeko," jawab Vega lantang, diikuti ketawa dari semua orang.
__ADS_1
Bian cemberut kesal mendengar jawaban Vega. Vega kemudian membisikkan sesuatu ditelinga Bian.
"Kalo masalah siapa yang paling ku cinta ya menangan Kak Bian," bisik Vega, tidak ingin orang lain mendengarnya. Ia malu jika harus berbicara dengan keras.
Bian tersenyum mendengar bisikkan Vega. Ingin sekali Ia membawa Vega ke kamarnya dan mengurungnya. Ia ingin hanya berdua saja bermanja - manja dengan Vega.
"Gadis itu, temanmu ?" Zeeko memberanikan diri bertanya mengenai Nita.
"Yang mana, Nita maksudnya?" tanya Vega bingung.
"Entahlah, gadis yang duduk bersamamu," jawan Zeeko.
"Oh iya itu Nita, kalian saling mengenalkah sebelumnya?" tanya Vega penasaran ada apa gerangan dengan dua orang itu.
"Tidak, aku baru pertama kali bertemu dengannya saat kalian main dirumah ini," jawab Zeeko.
"Aneh banget, padahal kalian sama - sama baru pertama kali ketemu," gumam Vega pelan. Mungkin hanya Bian yang bisa mendengarnya.
"Kenapa?" tanya Bian pelan.
Setelah selesei makam malam, Vega menyempatkan diri untuk mengobrol hanya dengan Zeeko. Eh maksudnya bertiga, karena tidak mungkin Bian membiarkan tunangannya itu berduaan dengan pria lain.
Mereka sedang menikmati teh di ruang depan.
"Kakak beneran tidak mengenal Nita sama sekali?" tanya Vega mualai menanyakan apa yang Ia curigai.
"Sama sekali tidak, aku tidak pernah ingat pernah mengenal gadis itu," jawab Zeeko yakin.
"Emm, tapi kenapa Nita selalu menghindar dan terlihat marah jika bertemu denganmu ya Kak," Vega memberitahukan kepada Zeeko tentang pengamatannya.
"Hemm, aku pun merasa seperti itu," jawab Zeeko yang juga merasa bingung dengan perlakuan Nita.
"Atau dia salah satu mantan pacar lo?, atau lo pernah nolak dia dulu," Bian menebak asal.
"Gila lo ya, mana mungkin gue punya pacar. Kan tiap ke Indo, gue abisin waktu sama lo atau Ryan. Mana pernah gue punya hubungan sama wanita Indo, apalagi menyakiti," jawab Zeeko tidak terima atas tuduhan Bian.
__ADS_1
Sejak dulu Zeeko memang sering bolak - balik ke Indonesia, namun Ia lebih memilih mengahabiskan waktunya dengan liburan berasama Bian dan Ryan, atau hanya sekedar ikut Bian ke lokasi syuting. Dia tidak pernah tertarik untuk mendekati wanita dari Indonesia. Karena Ia merasa kasihan jika wanitanya nanti akan sering Ia tinggal balik ke Italia. Meskipun banyak sekali gadis Indonesia yang tertarik padanya, Ia tidak pernah sedikitpun meliriknya. Mana mungkin Ia pernah menyakiti gadis Indo.
"Atau Kakak pernah nabrak orang, terus langsung pergi aja dan ga minta maaf?" tanya Vega ikut menebak asal.
"Ya kali, gue kalo nabrak orang ya bakalan minta maaf lah. Lagian kalo gue langsung kabur, dia tahu darimana kalo yang nabrak dia itu gue?" jawab Zeeko menggunakan logika.
"Iya juga sih. Atau Kakak pernah utang ke orang di jalan, terus lupa balikin. Secara kan Kakak punyanya uang Itali," Vega lagi - lagi menebak asal.
"Gue ga semiskin itu kali sampai minjem duit orang di jalan," jawab Zeeko memprotes tuduhan Vega.
"Atuh kenapa dong, masa iya kenal juga engga tapi kayak dendam banget gitu si Nita. Pas ditanya juga bilangnya gada apa - apa. Tapi aku tau kalo dia bohong," Vega menjelaskan pandangannya pada Zeeko.
"Jujur deh, atau lo pernah.." belum sempat Bian meneruskan perkataannya, Zeeko memotong perkataan Bian dengan marah.
"Udah deh ya, lo gausah nebak yang aneh - aneh. Gue beneran gapernah kenal sebelumnya sama gadis itu. Dan selama di Indo gue selalu berperilaku baik. Ga pernah macem - macem, serius," ucap Zeeko bersungguh - sungguh.
"Yaudah deh Kak, aku nunggu Nita mau bercerita deh. Udah malem mending tidur aja," ucap Vega.
"Ayo kak," ajak Vega.
Bian langsung berdiri dan menawarkan tangannya pada Vega, "Yuk."
"Di kamar masing - masing loh ya," ucap Vega mematahkan semangat Bian.
"Iya iya tahu," jawab Bian menunggu Vega menerima tangannya.
Vega menerima uluran tangan tersebut dan mengikuti Bian ke kamar. Kamar masing-masing tentunya. Sedangkan Zeeko memilih untuk tetap diruang itu.
"Apa sebenarnya salahku?" gumam Zeeko. Ia tidak akan semarah dan sepenasaran ini jika memang dia merasa telah berbuat salah. Pasalnya Ia sama sekali merasa tidak pernah berbuat salah.
Ia masih berpikir sebenarnya apa salahnya terhadap gadis itu. Ia mencoba mengingat - ingat lagi masa - masa ketika Ia berkunjung ke Indonesia, tapi Nihil. Tidak ada Nita sama sekali dalam ingatannya. Ia benar - benar akan meminta maaf, apabila dirinya mempunyai salah di waktu lampau. Namun sekali lagi, tidak ada ingatan dirinya pernah menyakiti gadis tersebut.
...Bersambung...
Nanti dulu deh ya bahas kesalahan Zeeko ke Nitanya, biar kalian makin penasaran heheh. Lanjut yukkkk
__ADS_1