
Bian menaiki podium di dampingi orang PR dari agensinya. Kali ini Ia akan melakukan klarifikasi dan tanya jawab seputar skandal yang beredar itu. Jumpa pers tersebut di lakukan secara live di salah satu channel tv nasional. Hal ini yang menjadi alasan kenapa mamah Riri mengajak Vega menonton TV bersama.
Cekrak, cekrek.
Para repoter dari beberapa perusahaan media massa yang datang untuk meliput, mulai sibuk menggunakan kameranya, ketika Bian duduk di kursi.
"Ekhem, Selamat malam semua. Nama saya Abian Alfa Seirious. Ingin menjelaskan terkait skandal adanya pelakor di hubungan saya dengan Syaila" ucap Bian membuka jumpa pers singkat tersebut.
"Jadi saya tekankan baik - baik, Vega itu bukan pelakor di hubungan kami. Saya dan Syaila memang belum putus secara resmi ketika Saya bertunangan dengan Vega. Namun hubungan kami memang sudah tidak sama seperti yang dulu lagi. Seperti yang kalian tahu, skandal yang dia alami tersebut memang sudah saya ketahui sejak lama. Dan sejak saat itulah saya mengganggap kami bukan pasangan lagi. Kami hanya bersikap profesional menjalankan peran kami di dunia hiburan. Saya mohon maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Bukan maksud saya sengaja berselingkuh dari Syaila. Sekali lagi saya mohon maaf, seharusnya memang sejak dulu kami mengumumkan putusnya hubungan," Bian menjelaskan sekaligus meminta maaf di depan media.
"Silahkan jika ada pertanyaan," ucap PR memberikan kesempatan.
"Apakah benar kalian bertunangan akibat perjodohan yang dilakukan orang tua kalian?" tanya reporter mewakili fansnya Bian yang banyak menitipkan pertanyaan untuk Bian.
"Benar, dari awal kami memang di jodohkan. Namun tidak ada paksaan dalam hubungan kami. Kami tulus saling mencintai satu sama lain," ucap Bian secara tegas.
Vega tersenyum melihat ke arah TV di hadapannya. Mamah Riri merangkul pundak Vega dengan senang.
"Apakah ada niatan untuk segera menikah dengan Vega?" tanya reporter yang lain lagi.
Bian tersenyum.
"Waduh, pertanyaannya sangat pribadi yah. Untuk pertanyaan yang ini saya belum bisa menjawab. Karena memang sebuah pernikahan bukanlah hal yang main - main. Akan saya tanyakan dulu kepada tunangan saya , baru saya kasih tau ke kalian ya. Tunangan saya sedikit seperti bayi singa, gampang ngambekan soalnya," ucap Bian sedikit bercanda.
Reporter tersebut tertawa mendengar jawaban Bian.
Vega yang masih menonton live streaming jumpa pers Bian langsung memanyunkan bibirnya. Bisa - bisanya Kak Bian menyamakannya dengan bayi singa.
"Bagaimana dengan karir Anda? apakah setelah menikah Anda akan mengakhiri karir sebagai artis?" Reporter lain ikut bertanya menindaklanjuti pertanyaan sebelumnya.
"Hemm, saya rasa pertanyaan ini terlalu jauh ya. Nanti saya pikir - pikir lagi deh setelah membujuk bayik singa untuk menikah dengan saya. Kalo dia bisa jadi jinak dan tidak menakutkan ketika di rumah, sayang mungkin lebih memilih tinggal dirumah bersama istri saya" jawab Bian. Lagi - lagi sambil bercanda.
Reporter selalu dibuat tertawa dengan jawaban Bian yang pintar menyenangkan orang itu. Lain dengan Vega, Ia makin kesal dengan jawaban tidak masuk akal dari Bian.
__ADS_1
"Apakah rumor terkait Syaila memang benar terjadi?" tanya salah satu reporter yang berdiri di belakang.
"Untuk hal tersebut, kami tidak berhak menjawab. Biarkan saja pihak yang bersangkutan sendiri yang mengonfirmasi perihal tersebut," ucap Bian.
"Apakah ada pesan penutup yang ingin disampaikan?" ucap reporter paling depan.
"Emm, sekali lagi mohon maaf atas kesalapaham yang telah terjadi. Saya harap kalian berhenti merundung tunangan saya, karena dia sama sekali tidak bersalah. Dan kami mohon dukungannya baik untuk karir saya maupun untuk hubungan kami. Saya akan berusaha semaksimal mungkin meberikan perfoma terbaik untuk fans saya dan untuk semua orang yang telah menberikan cintanya kepada kami. Terimakasih," ucap Bian mengakhiri jumpa pers tersebut.
Semua reporter dan kameramen bertepuk tangan setelah Bian mengakhiri ucapannya.
"Sepertinya sudah cukup ya tanya jawab untuk kali ini. Jika masih ada pertanyaan lain, mungkin bisa kami jawab lain waktu," ucap PR agensi mewakili Bian.
Bian segera turun dari podium dan pergi meninggalkan ruang jumpa pers. Ia ingin segera pulang, karena seharian belum bertemu dengan Vega. Di tambah lagi Vega tadi siang habis bertikai dengan seniornya. Bian khawatir Vega masih kesakitan akibat ditarik rambutnya.
Bian memasuki mobil bersama Simon. Kemudian ada panggilan masuk di hp Bian.
Kontak bernama 'Tunanganku' dengan tambahan emot singa memanggil. Bian tersenyum melihat layar Hpnya.
"Hallo sayang, kenapa? Kangen yah?" tanya Bian ngegombal.
"Sayang seyeng, maksud kakak, siapa yang seperti bayik singa hah?" tanya Vega protes tidak terima.
Bian tersenyum. Ia senang, tandanya Vega telah menonton siaran langsung jumpa pers nya tadi.
"Ini yang lagi ngomong, galak banget, bener-bener mirip sama bayik singa," jawab Bian ketawa.
Vega langsung mematikan teleponnya berpura-pura marah. Bian langsung panik karena becandaannya di anggap serius oleh Vega. Bian menekan tombol panggil, untuk menelepon balik Vega.
"Kenapa dimatiin?" tanya Bian setelah Vega menjawab panggilan tersebut.
"Sorry kepencet Kak," Vega sengaja berbohong untuk mengerjai Bian. Rasanya sangat senang mendapati Bian yang sangat takut jika Vega marah - marah.
"Maafin Kakak ya sayang, kan aku cuma becanda," Bian meminta maaf karena takut Vega akan merah terus menerus.
__ADS_1
"GA," jawab Vega singkat.
"Aku harus ngapain biar kamu mau memaafkanku?" tanya Bian.
"Emmm, aku pengen makan spageti," ucap Vega di seberang.
Bian tersenyum karena permintaan Vega sangat mudah untuk Ia turuti.
"Baiklah nanti Kakak belikan ya di jalan," ucap Bian.
"Tapi aku maunya yang asli dari Itali," jawab Vega seenak jidat.
"What? malam - malam begini? Jarak Indonesia ke Italia itu sangat jauh Ve, yang ada basi di jalan," ucap Bian terkejut dengan permintaan Vega.
"Oh yasudah kalo gamau di maafin," jawab Vega mengancam.
"Emm, bukan...tapi.." Bian bingung mau berkata apa lagi. Ia menggaruk tengkuknya yang padahal tidak gatal.
Vega langsung tertawa mendengar Bian yang kebingungan.
"HAHAHAHA, aku becanda kak. Vega cuma mau makan spageti buatan Kak Bian sendiri. Jangan beli di restoran," ucap Vega.
Bian kembali bernapas lega. Ia hampir saja menyuruh Simon menyiapkan tiket untuk ke Itali. Ia akan membawa Vega untuk makan spageti langsung disana. Solusi paling tepat, menurutnya.
"Oh, baiklah. Kakak akan mampir ke supermarket untuk membeli bahan - bahan yang diperlukan," ucap Bian.
Semua orang tertawa ketika Vega menutup telepon dari Bian. Ya, dia memang masih berada di ruang keluarga. Ia sengaja mengeraskan suara panggilannya agar seisi ruangan bisa mendengarnya. Ide siapa lagi kalo bukan dari Mamah Riri. Mamah Riri sengaja menyuruh Vega menelepon Bian di depan mereka.
Mamah Riri merasa sedikit tidak percaya, karena Bian benar - benar sudah takluk kepada Vega, tanpa berusaha mati - matian mendekatkan mereka. Ia bersyukur karena perjodohannya telah berjalan dengan lancar. Misinya sekarang yaitu membuat mereka mempercapat pernikahan. Ia sudah tidak sabar untuk menggendong cucu dari anak pertamanya. Meskipun sebenarnya Ibu Anna kurang setuju akan rencana tersebut. Pasalnya Vega masih sangat muda untuk mengandung bayi. Setidaknya Ia harus menyelesikan kuliahnya terlebih dahulu, baru memiliki anak.
Banyak anak muda jaman sekarang yang memilih nikah muda, untuk menghindari perbuatan zina. Namun dengan menunda memiliki anak, tentunya. Mereka berjuang bersama terlebih dahulu untuk merintis karir bersama. Nanti setelah sudah siap secara ekonomi dan umur, barulah mereka memutuskan untuk memiliki anak.
Ibu Anna ingin anaknya seperti itu. Menikah dini boleh saja, tapi jangan langsung punya anak.
__ADS_1
...Bersambung....