Jodohku Seorang Artis

Jodohku Seorang Artis
Bab 8 Perjodohan


__ADS_3

"Apa, aku dijodohkan dengan kak Bian?” tanya Vega syok mendengar pengumuman perjodohan itu.


Ibu Anna dan Ayah memang sengaja ke Jakarta tanpa mengabari. Mereka sepakat untuk memberi tahukan perihal perjodohan secepatnya. Mereka berharap dengan dipercepatnya pernikahan, maka akan ada yang menjaga Vega selama di Jakarta.


“Ibu dan Ayah ga salah?, Gimana dengan kuliah Vega? Vega kan masih kecil, masa udah disuruh menikah “lanjut Vega.


“Ini demi kebaikan kamu nak, makin cepat makin baik, biar ada yang jaga kamu di jakarta. Kalian kan bisa menunda punya anak dulu dan bisa tetep kuliah” bujuk Ayah.


Vega merasa geli ketika ayahnya mengatakan "menunda punya anak".


Ya ampun, aku kan masih kecil, kan ga munkin juga bikin anak, batin Vega.


“Ve bisa kok jaga diri baik baik ve sendiri” bela Vega.


Vega sebenarnya merasa bingung antara kecewa dan senang. Ia senang karena dijodohkan dengan artis idola nya yang juga cinta pertamanya ketika masih kecil. Disisi lain ia kecewa, mengingat perilaku kak Bian yang sangat playboy dan suka nemplok sana sini. Apalagi Bian sangat dingin padanya seperti kulkas dua pintu. Ditambah lagi ia masih sangat muda, belum genap 19 tahun.


“Gini mah, pah, om, tante” akhirnya si kulkas dua pintu mulai berbicara.


“Beri kami waktu buat mempertimbangkan kembali. Kalian ga mau kan kami menikah karena paksaan dan tidak didasari oleh rasa cinta. Tunggu hingga Vega lulus, jika saat itu kami saling mencintai maka kami akan segera menikah” lanjut Bian.


Mendengar hal itu, ada sedikit rasa kecewa dihati Vega. Dia sebenarnya tidak berharap kakanya itu punya rasa cinta untuknya. Namun mendengar penolakan halus tersebut membuat hatinya sakit.


“Tapi Bi, 4 tahun sangatlah lama” ujar mamah Riri.


“Kami kasih waktu kalian 1 tahun buat saling mengenal” lanjut mamah Riri.


“Tapi mah..” potong Bian


“Gada tapi – tapi Bi, atau kamu stop aja jadi artisnya dan langsung nikah secepatnya” sambung mamah Riri.


“Baiklah lah mah” akhirnya Bian dan Vega menyetujui kesepakatan itu dengan terpaksa.


Untuk saat ini mending tunda dulu satu tahun, kedepannya biar nyari akal lagi. Batin Bian


***


“Sorry banget tuan, istri saya sakit, tidak ada yang menjaga anak – anak, jadi saya harus ijin kali ini” ucap simon melalui telepon untuk meminta izin tidak bisa menemaninya syuting.


“Yaudah gue nanti cari asisten lain” jawab Bian kesal.


Mamah Riri yang mendengar anaknya mengumpat pun merasa penasaran, kemudian bertanya.


“Ada apa sayang?” tanya mamah Riri.


“Ini mah tiba – tiba Simon ijin, anaknya sakit” jawab Bian singkat.


Mamah Riri langsung terpikirkan ide cemerlang.


“Oh jadi kamu sedang perlu asisten pengganti? Okelah mamah bantu cariin” jawa Mamah Riri.


“Beneran mah?” tanya Bian.

__ADS_1


“Iya kamu tenang aja, sana tidur, besok pagi pasti mamah udah nemu asistennya” suruh mamah Riri.


Bian kemudian masuk kedalam kamarnya tanpa pikir panjang.


***


“Gimana mah, udah dapet asisten penggantinya?” tanya Bian ketika memasuki ruang makan untuk sarapan


“Udah dong, tenang aja” jawab mamah singkat sambil senyam senyum


Setelah sarapan Bian pamit untuk berangkat syuting.


“Asistennya mau ditinggal Bi?” tanya mamah Riri.


“Mana mah ?” tanya Bian bingung.


“Tuh Vega” tunjuk mamah ke Vega


Vega yang merasa namanya disebut pun merasa bingung, kenapa dia bisa jadi asistennya Bian.


“Semalem katanya kamu mau bantu tante Riri yang sedang pusing Ve” ucap tante Riri kepada Vega.


“Iya Ve mau kok bantu tante, tante pusing kenapa memangnya?” tanya Vega polos.


“Semalem tante sedang pusing nyari asisten pengganti buat Bian, karena kamu mau bantu tante yaudah sana kamu jadi asisten pengganti buat bian” terang Mamah Riri


“Mamah, kenapa jadi Vega” tanya Bian protes.


Akhirnya Vega mau menjadi asisten sehari kulkas dua pintu itu. Karena memang ini hari sabtu, jadi ia libur kuliah.


Mereka berangkat menuju lokasi syuting dengan Bian yang menyetir mobil


“Huh, dapet asiten tapi ga bisa nyetir mobil, gada bantuannya sama sekali” gerutu Bian kesal.


“Kenapa kak?” tanya Vega yang mendengar Bian berbiacara sendiri.


“Mau aku turun saja? Nanti kakak nyiapin apa apanya sendiri loh ya, gada yang bantuin” ancam Vega.


“Ga, gue ngomong sendiri kok” jawab Bian kesal.


Sesampainya di parkiran lokasi syuting, langsung banyak penggemar yang merubungi mobil. Vega sampe terdorong dan jatuh. Melihat itu, Bian merasa tidak terima.


“Hei jangan dorong – dorong dong, minggir!” Bian menolong Vega untuk berdiri.


Baru kali ini Bian kasar terhadap fansnya. Biasanya ia selalu nurut terhadap fansnya dan bersikap lemah lembut.


“Siapa sih dia, kok Kak Bian sampai segitunya, bukannya Cuma asitennya” gerutu salah satu fans.


Bian menggandeng tangan Vega meninggalkan kerumunan penggemarnya, dan baru melepas genggaman tangannya ketika memasuki ruang tunggu artis.


“Kamu disini saja, diluar terlalu banyak fans bar bar” suruh kak Bian.

__ADS_1


Vega bingung, tumben sekali kak Bian berlaku baik kepadanya. Biasanya juga sedingin kutub utara.


Kemudian Bian mulai mengganti pakaiannya, dan merias wajahnya, dilanjutkan pengambilan vidio.


Vega yang merasa bosan harus diam menunggu seharian di ruangang itu, memutuskan untuk jalan – jalan keluar untuk melihat - lihat lokasi syuting. Ia merasa lapar karena sudah sore dan belum makan  siang.


Jadi begini ya kalo syuting, pasti kak Bian juga belum makan siang. Batin Vega


“Camera, roll, and action!”


Terdengar staf produksi yang meneriakkan dimulainya syuting film yang entah sudah berapa kali take adegan itu.


Karena penasaran, Vega mendekat dan ingin melihat adegan apa yang sedang diambil ditepi danau itu. Ia kaget, ternyata kak Bian sedang beradegan panas berciuman dengan lawan mainnya. Vega tiba - tiba merasa kesal, dan memutuskan untuk pergi. Ia berjalan – jalan di tepi danau yang jauh dari lokasi pengambilan vidio.


“Hei, kamu asistennya Bian kan” Sapa seseorang pria.


“Omaygat, kak Alvaro, ini beneran kak Alvaro penyanyi terkenal itu?” tanya Vega syok.


“Hahahaha. Kamu mengenaliku?, kupikir tidak banyak yang tahu kalo aku penyanyi” jawab Alvaro.


“Aku mendengarkan lagu lagumu kak” jawab Vega antusias.


“Boleh ga aku minta foto kak?” tanya vega dengan tatapan memohon.


“Oh ya boleh dong, buat fans apa yang engga” akhirnya mereka berfoto selfie beberapa kali.


Vega terlihat sangat senang mengobrol dengan penyanyi idolanya yang kebetulan juga berperan dalam film yang sama denga Bian, sebagai cameo.


Tidak jauh dari situ, ada sepasang mata yang mengawasi mereka.


Tiba – tiba HP Vega berdering


“Kau dimana?” tanya orang diseberang, yaitu Bian.


“Emm, aku jalan jalan disekitar danau kak” jawab Vega.


Ia bingung Bian tahu nomornya dari mana.


“Cepat kembali atau ku tinggal” bentak Bian langsung menutup telepon.


“Permisi kak Alvaro, saya pamit dulu, sudah ditunggu kak Bian” pamit Vega


“Oh ya, bye” ucap alvaro sambil melambaikan tangan.


“Cepat” ujar Bian sambil meninggalkan Vega menuju mobil.


Vega langsung membereskan barang bawaannya Bian, dan mengejarnya menuju mobil.


Lanjutttt


 

__ADS_1


__ADS_2