Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya

Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya
Chapter 10 : Zona Pertempuran


__ADS_3

"Yang Mulia Kaisar, percayakanlah Permaisuri kepada kami. Kami akan menjaganya baik-baik. Yang Mulia Kaisar tidak perlu khawatir." ucap Dewi Afia, Dewi pengobatan dari kerajaan Giginger.


Secara perawakan Dewi Afia memiliki rambut berwarna cokelat kayu, bola mata berwarna hijau emerald, berhidung mancung, dan mengenakan mahkota daun yang terbuat dari emas dipadu dengan batu emerald.


"Baik, terima kasih kawan." ucap Kaisar Quelle sembari mengecup kening Permaisuri Ignia.


Kaisar Quelle membuka portal, berteleportasi ke istana kekaisarannya.


"Teleport!"


Whooossshhh.


Syuuu~


......


Kaisar Quelle tiba di istana. Istana yang sebelumnya megah, kini hanya menjadi puing bangunan yang rapuh di berbagai sisi. Sungguh betapa murkanya Kaisar Quelle melihat kondisi istana yang sudah berada dalam kondisi seperti itu.


Whoooosssshhh..


Kaisar Quelle berteleportasi lagi. Berteleportasi ke tempat Kaisar Granel beserta pasukannya berada.


Kaisar Quelle terbang melayang jauh di atas Kaisar Granel beserta para sekutunya.


Terbang melayang di atas lapisan awan.


Tubuh Kaisar Quelle memancarkan cahaya, cahaya terang menyilaukan mata.


Cahaya energi terkumpul di tangan, membentuk senjata tombak panjang.


Dilemparkannya tombak itu ke arah Kaisar Granel beserta para sekutu.


Tombak melesat dengan samgat cepat, melenyapkan gumpalan awan yang dilintasi, dan menggetarkan penjuru langit Gloxinia.


Tombak melesat dengan cepat ke arah Kaisar Granel beserta para sekutu, menyambar mereka dalam bentuk kilatan cahaya.


Kaisar Granel mengetahui arah akan datangnya serangan yang dilemparkan Kaisar Quelle.


"Barrier!"


Kaisar Granel melempar dinding barrier, melindungi Pangeran Cossu, para bala tentara, dan dirinya sendiri dari serangan kilatan cahaya pemusnah.


Blarrrr!!!


Ledakan dahsyat menyelimuti dinding barrier.


Di atas langit itu Kaisar Quelle berkata, "Sembunyi? Siapa yang engkau maksud dengan majikanmu sedang bersembunyi di tempat nan jauh di sana!"


Selang beberapa saat kemudian, Kaisar Quelle memusatkan energi tenaga dalam di ujung jari telunjuk. Cahaya energi tenaga dalam berwujud jarum kecil tercipta, jarum kecil yang mampu menembus segala macam objek di langi Gloxinia.


Kaisar Quelle menyentil jarum kecil.


Tick!


Swoossssh!!!


Jarum kecil menusuk dengan cepat ke dalam dinding barrier, bergerak dengan bebas di dalam barrier, menusuk crystal energi kehidupan pada raja dewa dan para pasukan dari kubu Kaisar Granel.


Para raja dewa dan para pasukan dari kubu Kaisar Granel jatuh bergelimpangan, mereka tewas di tempat dalam keadaan utuh. Seakan-akan mereka seperti sedang tertidur pulas di atas gumpalan awan.


"Tampaknya, hari ini aku harus membersihkan rumahku dari sekumpulan sampah dan debu." ucap Kaisar Quelle sembari menatap keadaan di sekitar.


Kaisar Quelle menatap langit luas seraya berkata "Hmmm, tampaknya tidak hanya rumahku yang kotor. Sepertinya aku harus membersihkan dunia ini dari sekumpulan sampah sepertimu."


Kaisar Quelle membuka telapak tangan. Di telapak tangannya, muncul cahaya energi berbentuk bola. Cahaya energi yang sangat kuat dan menyilaukan mata.


Digenggamnya cahaya energi itu, lalu dilemparkannya bola energi itu ke atas langit Gloxinia. Dari atas langit bola energi itu terjun menukik tajam ke wilayah istana Kaisar Granel.


Bang!


Blarrrrrr!!!


Bola kecil itu jatuh menghantam wilayah istana Kaisar Granel dan menghancurkan seluruh penjuru negeri Kaisar Granel.


Kaisar Quelle bergerak dengan cepat menciptakan gelembung-gelembung kecil dalam jumlah yang sangat banyak di kedua tangannya. Tidak lama kemudian, dia melemparkan gelembung-gelembung kecil itu ke arah wilayah kerajaan sekutu yang ada di bawah kekuasaannya.

__ADS_1


Gelembung-gelembung kecil menyebar ke berbagai penjuru. Saat berada di atas wilayah kerjaan sekutu, gelembung kecil itu tiba-tiba saja membesar dan berubah menjadi dinding pelindung yang menyelimuti penjuru negeri.


"Sudah sedikit bersih. Sekarang sisa sampah yang ada di sini."


"Keparaaaatttt!!!" Kaisar Granel berteriak penuh amarah. Seluruh tubuhnya muncul aura berwarna merah seperti api yang membara.


Aura rage. Itulah aura yang terpancar dari tubuh dari Kaisar Granel.


"Hei tua bangka, janganlah marah-marah seperti itu. Kau sudah sangat tua, luapan marahmu sangatlah tidak baik untuk kesehatanmu." Kaisar Quelle semakin memprovokasi.


"Kali ini aku benar-benar akan menghabisimu bocah tengik!!!" Kaisar Granel tampak semakin marah


"Tck tck tck! Gawat, gawat! Istanaku bisa hancur tidak tersisa jika si tua bangka meluapkan amarahnya di sini." ucap Kaisar Quelle sembari menggeleng-gelengkan kepala.


Sebelum Kaisar Granel bergerak meluapkan amarahnya, Kaisar Quelle dengan sigap mengambil tindakan.


"Teknik Kaisar Dewa! Dimensi ruang! Ruang angkasa."


Kaisar Quelle dan Kaisar Granel berpindah tempak ke ruang angkasa. Menjadikan ruang angkasa sebagai arena pertarungan.


"Oke, sekarang kita bisa bertarung tanpa ada seorangpun yang mengganggu."


"Berisik! Enyahlah kau bocah tengik!" Kaisar Granel bergerak, melakukan serangan.


"Divine Pyrogram!" Skill bola api dengan daya kekuatan yang dapat menghancurkan satu planet dikerahkan.


Kaisar Quelle menghalau serangan.


"Divine flame barrier!" Barrier api menyelimuti tubuh Kaisar Quelle, melindungi tubuh Kaisar Quelle dari berbagai serangan element api.


Kaisar Granel memberikan serangan lanjutan.


"Water tornado!" Tornado air menyambar divine flame barrier yang menyelimuti tubuh Kaisar Quelle, divine flame barrier lenyap seketika. Water tornado terus berputar, membasahi sekujur tubuh Kaisar Quelle.


Kaisar Quelle menjentikkan jari.


Tick!


Water tornado pecah, menjadi tetesan gelembung-gelembung air berukuran kecil yang melayang di sekitar tubuh.


Kaisar Quelle menjentikkan jari.


Tick!


"Shoot!" Kaisar Quelle menembakkan gelombang kristal es ke arah Kaisar Granel.


Kaisar Granel bergerak dengan sangat cepat, menghindari serangan


Swooosh!


Kaisar Quelle membaca arah perpindahan posisi Kaisar Granel. Setelah berhasil membaca arah langkah pergerakan Kaisar Granel, Kaisar Quelle memberikan serangan selanjutnya.


Serangan yang dia layangkan kali ini adalah serangan fisik jarak dekat.


Wuuuzzzh!


Kaisar Quelle melayangkan tinjunya ke wajah Kaisar Granel.


Serangan tinju yang dia layangkan, bukanlah sembarang serangan tinju. Kepalan tinju yang dilayangkan ole Kaisar Quelle, mengandung unsur energi tenaga dalam kaisar dewa yang dapat menghancurkan tata surya dalam satu pukulan saja.


Wuuuzzzzzhhh!


Kaisar Granel berhasil menghindar, dan dia melakukan serangan balik dengan sepakan kaki kanan.


Dugh!


Kaisar Quelle menangkis serangan dengan tangan kiri.


"Divine Frozen Sword!" Kaisar Quelle mengeluarkan pedang pembeku. Pedang yang memiliki daya beku yang sangat dahsyat. Satu kibasan "Divine Frozen Sword", mampu membekukan satu planet.


Kaisar Granel menahan serangan.


"Divine ressist mastery body!"


Divine resist mastery body, kemampuan tingkat tinggi yang mampu membuat tubuh kebal terhadap seluruh serangan mastery element seperti elemen api, angin, benda padat, kegelapan, cahaya, maupun air.

__ADS_1


Skill frozen termasuk dalam kategori mastery elemen air.


"Berhentilah bermain-main bocah tengik!" Kaisar Granel meninju bagian dagu Kaisar Quelle.


Kali ini, Kaisar Quelle tidak sempat menghalau serangan.


Kaisar Quelle terpental, tubuhnya membentur asteroid yang melayang di angkasa.


Blarrr!!!!


Asteroid itu hancur dan menghasilkan ledakan yang begitu besar.


Kaisar Granel berpindah dengan cepat, tiba-tiba saja dia sudah berada tepat di hadapan Kaisar Quelle, lalu....


Dugh!


Dia meninju perut Kaisar Quelle dengan sangat keras.


Pooossshh!


Tubuh Kaisar Quelle menghilang dari pandangan.


"Tch! Teknik ilusi!"


Dalam sekejap mata, Kaisar Quelle sudah berada tepat di belakang Kaisar Granel.


Kaisar Quelle membalas serangan.


Serangan dengan tingkatan yang lebih tinggi dari serangan yang terjadi sebelumnya.


"Gerakanmu sangat lambat! Wahai tua bangka!


Teknik Kaisar Dewa! Teknik tinju penghancur alam semesta!"


.................


Sementara itu di istana kerajaan Giginger.


"Permaisuri, kau sudah siuman?" Seorang dewi langsung membantu Permaisuri Ignia duduk bersandar di atas ranjang.


Dewi Afia datang, membawa secangkir gelas berisi ramuan pengobatan untuk Permaisuri Ignia.


"Minumlah ramuan ini." Dewi Afia menyuguhkan secangkir gelas berisi ramuan itu kepada Permaisuri Ignia.


Permaisuri Ignia meneguk secangkir ramuan.


Gluk!


Seusai meneguk ramuan pemulih, Permaisuri Ignia berkata kepada Dewi Afia, "Terima kasih telah menolongku, Dewi Afia."


"Tidak perlu berterima kasih kepadaku wahai Permaisuri, sudah kewajiban hamba untuk mengobati luka yang ada pada diri Permaisuri."


Permaisuri Ignia tersenyum.


"Engkau terlalu sungkan Dewi Afia."


"Ah tidak juga, Permaisuri. Hamba hanya melaksanakan tugas hamba saja sebagai Dewi Pengobatan."


Mereka berdua saling bertukar senyum.


Selang beberapa saat kemudian Permaisuri Ignia menceritakan kejadian pahit yang baru saja menimpanya. Tentu saja kejadian yang dibuat seakan pahit berdasarkan scenario yang dihasilkan dari isi otaknya.


"Kurang ajar! Pangeran mesum itu benar-benar tidak bisa dimaafkan! Jika aku bertemu dengannya, aku akan memotong ***********!" Dewi Afia sangat geram dengan kelakuan Pangeran Cossu berdasarkan cerita dari Permaisuri Ignia.


Permaisuri Ignia lalu bertanya, "Omong-omong, siapa yang membawaku ke istanamu Dewi Afia?"


Dewi Afia menjawab "Tentu saja suamimu, Yang Mulia Quelle. Siapa lagi yang mampu menyelamatkanmu dari tangan pangeran mesum itu?"


"Yang Mulia Kaisar Quelle yang menyelamatkanku?"


"Hu um." jawab Dewi Afia menganggukkan kepala.


"Apakah Yang Mulia sekarang berada di sini? Bisakah aku bertemu dengan suamiku? Aku sangat merindukannya."


"Soal itu....... emmmm.."

__ADS_1


__ADS_2