Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya

Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya
Chapter 12: Gravitasi


__ADS_3

Soul sucking flower, salah satu teknik mengerikan di langit Gloxinia. Teknik menciptakan bunga yang mampu menghisap jiwa para dewa. Raga sang dewa yang jiwanya terhisap, hanya akan menyisakan tulang dan kulit.


"Aaaaaaaggghhh!!!"


Scwertz hanya mampu menjerit, saat soul sucking flower menghisap seluruh kekuatannya.


Menghisap dan terus menghisap, hingga tubuh Scwertz mengering, menjadi kerangka berbalutkan kulit kering.


Scwertz telah binasa. Sementara Scwartz dan beberapa komandan perang lainnya berpencar melindungi dewi dan anak-anak dari serangan pasukan Kaisar Granel yang masih tersisa.


Permaisuri Ignia menoleh ke atas langit, dan dia tersenyum seraya berkata, "Kalian tidak akan pernah bisa bersembunyi dariku."


Permaisuri Ignia bersiap untuk berteleportasi mengejar mereka.


Akan tetapi...


"Duh, aku hampir saja lupa! Pangeran masih terluka. Sangat mengkhawatirkan jika aku tidak segera menyembuhkannya secara sepenuhnya. Sebaiknya aku menyembuhkan tubuh Pangeran terlebih dahulu!"


Permaisuri Ignia meletakkan kedua telapak tangan di atas dada Pangeran Cusso.


"Divine healing beam!!!"


........…......


Di suatu tempat di dimensi yang berbeda.


"Heyaaaaahhh!!!"


Buagghhh!!!


Duar! Duar! Duar! Duar! Duar!


Boommb!!


Blarrr!!!!


Swoooossshhh...


Kedua kaisar dewa terus bertarung tanpa henti. Asteroid dan meteorit yang ada di sekelilingnya hancur lebur akibat tekanan aura kekuatan benturan serangan dari kedua kaisar. Begitu juga dengan planet yang secara tidak sengaja menjadi zona pertarungan mereka berdua. Planet itu meledak, dengan ledakan yang sangat dahsyat. Memusnahkan seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya, kecuali dewa.


"Apakah hanya segitu saja kemampuanmu, wahai tua bangka?"


"Tch!!! Jangan sombong dulu bocah tengik!!! Akan aku pastikan bahwa kau akan lenyap di tanganku hari ini!"


"Hahahaha...." Kaisar Quelle tertawa terbahak-bahak. "Buktikanlah perkataanmu itu tua bangka, dan berhentilah beromong kosong!!!"


Kaisar Granel semakin geram, aura pembunuh terpancar begitu kuat dari dalam jiwanya.


"Baiklah, aku akan mengabulkan keinginanmu wahai bocah tengik! Bersiaplah menerima seranganku yang sesungguhnya!"


Kaisar Quelle menghela nafas dan berkata "Haaahhh.... Sejak tadi kau selalu berkata seperti itu. Aku akan menghabisimu, aku akan menghabisimu! Namun nyatanya? Engkaulah yang terluka akibat menerima serangan balasanku. Kau ini sungguh mengecewakan!"


"Berisik!"


Kaisar Granel melesat dengan cepat, melayangkan tendangan ke arah dagu Kaisar Quelle.


Kaisar Quelle berhasil menghindari serangan.


Kaisar Granel bergerak dengan cepat, mengeluarkan teknik pemusnah.


"Teknik kaisar dewa!!! Darkness fall!!!"


Darkness fall, kekuatan kegelapan yang sangat dahsyat. Kekuatan kegelapan dalam bentuk bola-bola hitam yang berjatuhan. Satu hantaman yang ditimbulkan, dapat melenyapkan bintang dalam kegelapan.


Kaisar Quelle bergerak menangkal serangan. Dengan segenap kekuatannya, dia menggunakan salah satu teknik pelindung terkuat di langit Gloxinia.

__ADS_1


"Teknik kaisar dewa! Darkness resist! Darkness shield!!!"


Kekuatan kegelapan berjatuhan, menghujani dinding pelindung Kaisar tanpa henti. Namun semuanya itu terserap oleh barrier berwarna hitam yang dikenal dengan nama Darkness shield.


Clap! Clap! Clap!


Darkness shield terus menyerap energi serangan. Mengubah energi serangan yang diserap menjadi energi baru yang dapat dikendalikan oleh Kaisar Quelle.


"Tch!" Kaisar Granel kesal, dia menghentikan kekuatan serangan jarak jauh. "Semua seranganku seakan tidak berarti baginya. Mau tidak mau, aku harus terus melakukan serangan fisik. Ya, serangan fisik! Itulah satu-satunya jalan untuk bisa mengalahkannya!" gumamnya.


Kaisar Granel melesat dengan cepat, meninju dinding barrier hitam yang menyelimuti tubuh Kaisar Quelle.


Meninju dan terus meninjunya. Namun sayang, darkness shield memiliki efek spesial pemantulan serangan. Semua serangan pukulan yang diterima, dipantulkan kembali kepada pemilik serangan.


"Cough! Cough! Cough!" Kaisar Granel terluka, akibat pantulan dari serangannya sendiri.


"Apakah kau masih ingin bermain-main lagi? Ataukah.... Aku akhiri saja pertarungan ini?" Kaisar Quelle menarik kembali kekuatan darkness shield yang melindungi tubuhnya dari berbagai macam jenis serangan kegelapan maupun fisik.


"........." Kaisar Granel hanya diam, memikirkan teknik terbaik yang dapat melumpuhkan Kaisar Quelle.


"Tampaknya engkau sudah kelelahan. Aku rasa, engkau sudah tidak sanggup lagi untuk bermain-main denganku."


Kaisar Granel menggerakkan jari, mengendalikan batu-batu meteorit di sekitar. Memasukan energi yang begitu besar ke dalam batu-batu meteorit.


"Oh, ternyata engkau masih memiliki kekuatan untuk melanjutkan permainan. Baiklah, aku akan menemanimu bermain-main lagi tua bangka."


Batu-batu meteorit yang telah terisi oleh kekuatan energi yang begitu besar, melesat dengan cepat ke arah Kaisar Quelle. Kaisar Granel menjadikan batu-batu meteorit itu sebagai batu ketapel yang membidik mangsanya.


Kaisar Quelle berusaha menghindari serangan, namun batu-batu meteorit itu terus membidik dan mengikuti arah gerakan dari Kaisar Quelle.


"Merepotkan!" kata Kaisar Quelle.


Kaisar Quelle menjentikkan jari


"Meteor re..."


Kaisar Granel bergerak dengan cepat mematahkan skill pertahanan yang hendak dikeluarkan oleh Kaisar Quelle. "Teknik kaisar dewa! Silence!"


Skill silence, teknik yang mampu membuat target tidak mampu menggunakan kekuatannya selama tiga detik.


Duar! Duar! Duar! Duar! Duar!


Batu-batu meteorit berhasil menghujam tubuh Kaisar Quelle secara bertubi-tubi.


Tubuh Kaisar Quelle terluka, dan dirinya terhempas jauh ke permukaan satelit yang wujudnya menyerupai bulan.


Tidak cukup sampai di situ, Kaisar Granel memberikan serangan selanjutnya.


"Teknik kaisar dewa! Gravitasi!!"


Tubuh Kaisar Quelle terus terhempas ke dalam permukaan satelit. Dirinya sulit bergerak akibat kekuatan gravitasi tingkat kaisar dewa yang dikeluarkan oleh Kaisar Granel.


"Teknik gravitasi?"


Kaisar Granel menggerakkan jarinya lagi. Jari yang selanjutnya dia gerakkan adalah jari kiri.


Sebuah planet berputar dengan cepat, bergerak tak beraturan, dan keluar dari lintasan orbit.


Kaisar Granel merasa telah berada di atas angin. Dengan penuh percaya diri dia bertanya "Kira-kira apa yang akan terjadi jika aku menabrakan planet itu ke tubuhmu?"


Hanya selang beberapa saat setelah melontarkan pertanyaan itu, tiba-tiba saja Kaisar Quelle sudah berpindah tempat, dan dirinya berada tepat di belakang Kaisar Granel.


Bukanlah hal yang sulit bagi Kaisar Quelle untuk melepaskan diri dari tekanan kekuatan teknik gravitasi.


"Ke tubuh siapa?" bisik Kaisar Quelle kepada Kaisar Granel yang terbang melayang di depannya.

__ADS_1


"Mustahil! Bagaimana mungkin?" Kaisar Granel terkejut saat mengetahui bahwa Kaisar Quelle sudah berada tepat di belakangnya.


"Tidak ada yang tidak mungkin. Karena semua kemungkinan bisa saja terjadi." bisiknya. "Omong-omong, teknik gravitasimu itu sangatlah buruk. Aku akan menunjukkan kepadamu seperti apa itu teknik gravitasi."


Kaisar Granel bergerak dengan cepat, menjauh dari posisi Kaisar Quelle berada.


"Tingkat kekuatan kami sama. Tapi, kenapa kemampuan bocah tengik bisa jauh lebih unggul di atasku? Apa penyebabnya?" pikir Kaisar Granel.


"Hei, kenapa kau menjauh dariku tua bangka? Kemarilah, aku akan mengajarkanmu seperti apa itu teknik gravitasi!" Kaisar Quelle melesat dengan cepat ke posisi Kaisar Granel berada. Saat posisinya sudah berada dalam jarak yang begitu dekat, Kaisar Quelle langsung menendang wajah Kaisar Granel hingga ia jatuh ke permukaan planet yang dingin.


Blaaaaaaaaarrrrr!!!!


Bebatuan es yang sangat dingin hancur hingga membentuk suatu kawah yang sangat besar saat Kaisar Granel jatuh di atas permukaannya.


"Teknik gravitasi tingkat kaisar dewa!!"


Creecckkkk!!!


Creccckkk!!! Creccckkk!!! Creccckkk!!!


Permukaan planet terbelah, tubuh Kaisar Granel terhempas masuk ke dalam kawah yang terbelah.


"......." Kaisar Quelle berpikir sejenak, mencoba berpikir dalam menentukan pilihan.


"Hmmm... sebaiknya aku menggunakan satelit, atau menggunakan bintang?"


Kaisar Quelle menggerakkan jari.


Satelit yang menyerupai bulan bergerak.


Kaisar Quelle mengayunkan jari.


Satelit yang menyerupai bulan melesat dengan cepat, menghantam planet tempat Kaisar Granel berada.


Boooombbb!!!


Blarrrrrrrr!!!


Blarrrrr!!! Blarrr!!! Blarrrr!!! Blarrrr!!! Blarrrr!!!


"Baaaanggg!!!"


Planet dan satelit saling bertubrukan, menghasilkan ledakan planet yang sangat dahsyat.


Bzzzzztttt!!!


Blitzzzz!!! Blitzzz!!! Blitz!!!


"…….......??"


".....Aku tidak merasakan pancaran kekuatan dari si tua bangka itu. Apakah mungkin dia telah musnah? Apakah dia selemah itu? Aneh. Sungguh aneh."


"Teknik kaisar dewa!!! Absorb!!!"


Kaisar Quelle menyerap seluruh energi ledakan dari planet yang telah hancur.


Saat seluruh energi telah diserap, Kaisar Quelle mencari keberadaan Kaisar Granel di angkasa raya yang sangat luas. Mencari dan terus mencari, namun dia tidak menemukan dan merasakan keberadaannya. Hanya kepingan pecahan planet yang dia temukan di jagat raya tempat ia berada.


"...??


Apakah dia benar-benar telah binasa?


Ataukah dia...... Berhasil melarikan diri ke langit Gloxinia?


Jika demikian keadaannya, maka ini akan menjadi masalah yang sangat besar! Aku harus segera kembali kesana sekarang!"

__ADS_1


__ADS_2