
"!!!!?"
Raju tersontak kaget melihat wujud serigala berukuran besar yang tengah bersama Kaisar Quelle.
"Apakah itu serigala? Kenapa wujudnya berbeda dari serigala-serigala yang pernah aku temui sebelumnya?" pikir Raju dengan rasa was-was.
Tentu apa yang dipikirkan Raju secara tidak sengaja terbaca oleh Kaisar Quelle.
"Engkau tidak perlu cemas! Serigala ini tidak akan menyerangmu!" ucap Kaisar Quelle sembari mengelus-elus kepala Ghiwa.
Kaisar Quelle memasang armor anjing yang telah disiapkan dari peti dagangan ke tubuh Ghiwa. Armor itu diikatkan pengikat berupa rantai yang disambungkan dengan kereta dagangan. Saat kereta dagangan sudah siap, Kaisar Quelle bertanya kepada Raju" apakah engkau sudah siap?"
"Iya. Aku sudah siap!" jawab Raju singkat.
"Baiklah, kalau begitu mari kita berangkat!"
Raju menarik kereta yang disediakan khusus untuk mengangkut mayat. Sedangkan Ghiwa dipercayakan untuk mengangkut kereta dagang. Peti-peti dagangan yang sebagian besar diantarkan ke kerajaan, dengan atas nama para pemilik peti dagang yang telah tiada akibat insiden perampokan. Peti-peti diantar melalui tangan Raju sebagai perantara. Beberapa peti dagangan milik keluarga Enzi, akan disimpan langsung oleh Enzi sebagai barang dagangan peninggalan sang ayah untuk sementara waktu. Barang-barang dagangan itu baru dijual seusai acara pemakaman sang ayah dilangsungkan.
Di sepanjang perjalanan Raju berpikir, akan reaksi penduduk kota tatkala melihat serigala bertubuh besar yang datang bersamanya. Mungkin akan terjadi kepanikan yang cukup besar, sehingga menimbulkan kekacauan.
Memikirkan hal itu, Raju tampak merasa sangat cemas. Dia menoleh ke belakang, melihat serigala yang tengah menarik kereta di samping Kaisar Quelle.
"Apakah tidak apa-apa? Menjadikan hewan buas itu sebagai pengangkut peti dagangan ke ibukota?" tanya Raju.
"Aku rasa tidak apa-apa, karena hewan ini tidak akan menyerang mereka." jawab Kaisar Quelle.
"Hal yang aku bicarakan bukanlah masalah serigala itu menyerang atau tidaknya ke penduduk kota. Melainkan bagaimana reaksi penduduk kota tatkala melihat serigala itu. Tentu saja itu akan membuat suatu kepanikan terhadap penduduk kota. Jika hal itu sampai terjadi, maka kota akan menjadi kacau, dan pasukan kerajaan akan membunuh serigala itu. Bahkan lebih buruknya, kita berdua akan menerima hukuman yang begitu berat, karena telah menyebabkan kekacauan di kota."
Kaisar Quelle menghela nafas "Hufffftt... Ternyata rumit juga pola pikir makhluk yang ada di planet ini."
"Jadi aku sarankan, kita harus melepaskan serigala itu ke hutan sebelum kita memasuki wilayah ibukota." saran Raju
"Tidak perlu melepaskannya." kata Kaisar Quelle.
Raju menghentikan langkah kaki. Kaisar Quelle dan Ghiwa turut menghentikan langkah kaki.
Selang beberapa saat kemudian Raju membentak Kaisar Quelle dengan nada suara yang begitu tinggi, "Apa? Apakah engkau sudah gila? Apakah engkau ingin bunuh diri?"
"Tenanglah, Aku ada cara yang lebih efektif untuk masalah ini." kata Kaisar Quelle dengan ekspresi wajah yang begitu santai.
__ADS_1
"Engkau tahu apa yang aku benci dari bocah ingusan sepertimu?" Raju menghampiri Kaisar Quelle dan membidikkan jari telunjuknya ke dada Sang Kaisar. "bocah ingusan sepertimu, selalu merasa lebih pintar dan memandang ringan suatu permasalahan!"
Mendengar ucapan itu Kaisar Quelle hanya tersenyum. Dia mengelus kepala Ghiwa seraya berbisik kepadanya "Apakah engkau ingin memiliki wujud manusia yang kuat dan dapat hidup abadi?"
Ghiwa terkejut akan bisikan kata yang Kaisar Quelle sampaikan padanya.
"Tentu saja tuan. Tentu saja! Aku sangat menginginkannya tuan." jawab Ghiwa.
Kaisar Quelle melepaskan rantai pengikat dan armor anjing dari tubuh Ghiwa seraya menyanjungnya "Anak pintar."
Kaisar Quelle berkata kepada Raju "Baiklah, aku akan melepaskan hewan ini di hutan ini saat ini juga, dan aku segera bergegas mencari pengembara yang bersedia untuk mengangkut kereta ini! Itupun jika engkau tidak keberatan, dan bersedia menungguku di sini!"
"Lakukanlah! Lebih baik aku menunggumu selama satu hari, dua hari, bahkan satu minggu disini, daripada mendapatkan hukuman berat dan pergi ke neraka bersamamu!"
Kaisar Quelle seraya berkata "Baiklah, kalau begitu, tunggulah aku disini! Aku akan mencari pengembara yang bersedia mengangkut kereta ini!"
Kaisar Quelle menunggangi tubuh Ghiwa dan bergegas masuk ke dalam hutan. Ghiwa terus berlari hingga radius satu kilometer dari posisi Raju berada.
"Berhenti!" perintah Kaisar Quelle kepada Ghiwa.
Ghiwa pun menghentikan derap langkah kaki. Dirinya membiarkan Kaisar Quelle turun dari tunggangan.
Ghiwa menggelengkan kepala, sebagai kode bahwa ia tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.
Kaisar Quelle merobek ujung jarinya seraya berkata, "Makhluk yang meminum setetes darahku, akan berubah menjadi sosok makhluk dengan raga yang sama dengan wujud dari ragaku. Tubuh yang aku gunakan saat ini adalah tubuh manusia. Karena tubuh yang aku gunakan adalah tubuh manusia, maka darah yang mengalir adalah darah manusia, walaupun didalamnya mengandung unsur energi dewa. Tetesan darah manusia yang aku salurkan ke ragamu, akan menyebabkanmu berubah wujud menjadi manusia. Hal itu terjadi karena energi dewa yang terkandung di dalamnya. Selain memiliki raga manusia, engkau akan hidup abadi dan menjadi sosok makhluk yang sangat kuat."
Kaisar Quelle membuka mulut Ghiwa dan meneteskan setetes darahnya ke dalam mulut Ghiwa.
Setetes darah yang masuk ke dalam mulut Ghiwa menyebar dengan cepat ke seluruh organ badan. Sel-sel darah yang menyebar, mengakibat sel-sel darah serigala bercampur dengan sel darah manusia yang mengandung unsur energi dewa.
Wujud Ghiwa pun secara perlahan berubah, menjadi sosok pria yang gagah perkasa.
Ghiwa berdiri tegap tanpa mengenakan apa-apa. Dia melihat seluruh anggota badannya sendiri yang masih tampak asing.
Dia belajar berjalan dengan kedua kaki.
Saat berjalan, Ghiwa tampak oleng, seperti seseorang yang sedang mabuk. Sesekali ia tampak membungkuk, naluri berjalan dengan empat kaki masih melekat dalam diri.
Selagi Ghiwa beradaptasi dengan tubuh barunya, Kaisar Quelle membuatkan pakaian untuknya.
__ADS_1
Pakaian yang terbuat dari daun kelapa.
"Kenakanlah pakaian ini untuk sementara waktu! Sesampai di kota, aku akan membelikan pakaian yang layak untukmu!"
" Terima kasih tuan..." ucap Ghiwa.
Kaisar Quelle mengulurkan tangan, membantu Ghiwa belajar beradaptasi menggunakan raga barunya.
Belajar dan terus belajar. Kaisar Quelle mengajarkan dengan penuh kesabaran.
Secara perlahan, Ghiwa sudah bisa membiasakan diri. Meski gerak langkah kaki dan tangannya masih tampak seperti gerakan hewan.
""Tuan..."
"Tidak apa-apa, semua butuh proses." kata Kaisar Quelle.
Ghiwa belajar cara duduk dan cara beristirahat manusia.
Setengah hari telah berlalu sejak Ghiwa memiliki raga manusia. Kini ia telah beradaptasi dengan raga barunya. Hanya tersisa beberapa gerakan dari kebiasaan perilakunya saja yang masih melekat dalam gerak-geriknya. Namun itu bukanlah masalah besar, dan bisa ditangani seiring dengan berjalannya waktu.
"Tuan, ada satu hal yang mengganjal di benakku." kata Ghiwa.
"Apa itu? Katakanlah."
"Jika pada suatu saat nanti aku kembali ke lembah serigala, dengan wujud ini... aku khawatir jika teman-temanku di sana tidak ada yang mengenaliku, dan tidak ada satupun yang percaya bahwa aku bagian dari mereka."
"Engkau tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu. Walaupun wujudmu telah berubah menjadi manusia, namun engkau bisa merubah wujudmu kembali menjadi serigala."
"Benarkah itu tuan? Apakah itu mungkin?"
"Tentu saja."
"Bagaimana? Bagaimana caranya tuan?" tanya Ghiwa penasaran.
"Untuk berubah wujud menjadi serigala, engkau cukup mengkonsentrasikan energi dan pikiranmu. Ketika engkau ingin merubah wujud menjadi serigala, konsentrasikan energi dan pikiranmu untuk berubah wujud menjadi serigala. Saat engkau melakukannya, maka energi dewa yang ada di dalam tubuhmu, membangkitkan sel-sel tubuh serigalamu dan menidurkan sel-sel tubuh manusiamu. Begitupula sebaliknya." terang Kaisar Quelle.
"Ha? Apakah sesederhana itu?" tanya Ghiwa seakan tak percaya.
"Ya, hanya seperti itu saja. Mudah bukan? Jika engkau ingin melihat kebenarannya, engkau bisa menerapkannya secara langsung sekarang." jawab Kaisar Quelle santai.
__ADS_1