Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya

Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya
Chapter 6: Raja Zombie


__ADS_3

Tumpukan pecahan daging berhamburan menjadi daratan tempat landasan kaki berpijak, tulang belulang bertumpuk menjulang menjadi bukit tulang, darah menggenang dan mengalir diantara celah-celah tumpukan daging bagaikan aliran sungai yang mengalir.


Itulah pemandangan suasana di dalam Dungeon Seron tingkat 1000. Sungguh betapa busuknya aroma di dalam sana.


Dungeon yang dijaga oleh raja zombie dan pasukan zombie.


Sistem dan prinsip yang berlaku di dalam Dungeon tingkat 1000.


Para tahanan atau dewa yang mendapatkan eksekusi hukuman di dalam dungeon Seron tingkat 1000, jika dewa itu dianggap berguna, maka dewa yang dieksekusi itu diubah menjadi zombie. Jika dianggap tidak berguna, maka dibinasakan dan menjadi bagian dari ruang dungeon Seron tingkat 1000.


"Berhati-hatilah wahai putra pendekar pedang Quenice. Aku merasa tempat ini sangat berbahaya." ucap Dewi Alkyna kepada Kaisar Quelle.


"Baik terima kasih sudah memperingatkanku kawan. Omong-omong, panggil saja aku Quelle."


"Kawan?" Dewi Alkyna tersontak kaget, dirinya merasa tidak terima dengan sapaan itu. "hei... aku ini teman ayahmu. Tidak sopan rasanya jika engkau menyebut namaku dengan sapaan kawan. Panggil aku Bibi Alkyna!"


Kaisar Quelle tersenyum menahan tawa.


"Baiklah Bibi Alkyna."


Saat mereka berjalan, tiba-tiba gundukan daging bergerak-gerak dan berubah menjadi lautan tangan yang menggerayang.


Kaisar Quelle dan Dewi Alkyna terbang melayang di udara.


Melihat permukaan dungeon yang tampak menjijikan seperti itu, terlintas di benak Kaisar Quelle untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang nyaman dipandang.


"Alangkah baiknya jika aku ubah gundukan daging dan tulang belulang ini menjadi gundukan bebatuan." ucap Kaisar Quelle


"Teknik dominasi zona batu!"


Gundukan daging, tulang, dan aliran darah yang mengalir di sepenjuru ruang Dungeon Seron tingkat 1000 berubah menjadi gundukan bebatuan.


Sementara itu, di bagian terdalam dungeon Seron tingkat 1000. Area tempat dimana raja zombie berada. Area yang tidak terpengaruh oleh kekuatan teknik dominasi Kaisar Quelle.


"Tampaknya ada 2 tikus yang sedang menyusup."  Raja Zombie yang tengah duduk di kursi singgasana, menyadari akan kehadiran Kaisar Quelle dan Dewi Alkyna.


Raja Zombie mengambil tongkat emas yang bersandar di samping kursi singgasana.


Dug! Dug! Dug!


Raja zombie menghentakkan tongkat tiga kali.


Tumpukan daging yang menjadi daratan tempat kedua kakinya berpijak, perlahan bergerak, saling menggumpal  dan melakukan pembentukan organ tubuh. Dimulai dari membentuk organ kaki, pinggul, dada, lengan, tangan, leher, dan kepala.


Gumpalan-gumpalan daging itu membentuk wujud sebagai sekumpulan makhluk tanpa kulit.


Mereka berdiri tepat di hadapan raja zombie.


Dug! Dug!


Raja zombie menghentakkan tongkat dua kali.


Sekumpulan zombie berpakaian perang compang camping yang berdiri di sisi kanan dan sisi kiri ruang singgasana, bergerak dari posisi mereka. Mereka bergerak dan berdiri tepat di belakang barisan pasukan makhluk tanpa kulit.


"Teknik raja zombie! Evolusi!"


Sekumpulan pasukan menjijikan tanpa kulit menggumpalkan kembali tubuh mereka menjadi gumpalan daging kenyal bagai jelly. Kemudian gumpalan-gumpalan daging itu berjalan merambat ke tubuh para pasukan zombie.


Gumpalan daging itu perlahan menyerap masuk ke dalam tubuh para zombie, dan membuat para pasukan zombie berevolusi menjadi sosok makhluk yang lebih kuat. Dengan tingkat kekuatan akumulatif yang meningkat sebesar 350%.


Dug!


Raja zombie menghentakkan tongkat satu kali.


Para pasukan zombie yang telah berevolusi bergerak dengan sangat cepat dan lenyap dari pandangan raja zombie. Mereka bergerak menuju lokasi Kaisar Quelle dan Dewi Alkyna berada.


"Mereka datang!" ucap Dewi Alkyna sambil meregangkan tangan kanan, berusaha melindungi Kaisar Quelle dari segala serangan.


"Menarik." sanjung Kaisar Quelle memuji keberanian Dewi Alkyna.


Sekumpulan pasukan zombie datang memberikan serangan dari berbagai penjuru.


"Gawat! Sungguh gawat! Mereka....sangat kuattt!" ucap Dewi Alkyna cemas.


Kaisar Quelle tersenyum.


Tik!


Kaisar Quelle menjentikkan jari.


"Teknik dominasi! Gravitasi!"


Bruak!


Bruak!


Bruak!


Bagaikan hujan lebat yang disapu angin kencang, seluruh pasukan zombie berjatuhan, terhempas masuk ke dalam lapisan bebatuan.

__ADS_1


"Room!" Kaisar Quelle membuat dimensi ruang di sekelilingnya. Dimensi ruang yang menghubungkan ruang tempat dia berada, dengan ruang dari dunia yang berbeda.


Kaisar Quelle meregangkan telapak tangan.


Krekkkk....krekkk...kreeekkk!


Gundukan bebatuan terbelah, membentuk jurang  terjal dan tak berujung.


Tubuh para zombie yang berada di bawah pengaruh dominasi gravitasi, jatuh terjerumus ke dalamnya.


Kaisar Quelle memgepalkan tangan.


Gundukan bebatuan yang terbelah, dengan begitu cepat menutup kembali. Menelan lahap para pasukan zombie. Membiarkan tubuh mereka yang telah remuk terperangkap di bawah sana selamanya.


"Teknik dominasi? Teknik raja dewa tahap menengah. Tidak semua raja dewa mampu menggunakannya. Mungkinkah anak ini sudah mencapai tingkat raja dewa tahap puncak?Tidak! Raja dewa tahap puncak tidak mungkin sebegitu mudahnya menggunakan teknik sekuat itu! Apakah mungkin, anak ini sudah mencapai tingkat kaisar dewa!" Dewi Alkyna terkejut setelah menyadari tingkat kekuatan Kaisar Quelle yang sebenarnya. Walaupun Kaisar Quelle telah menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya, namun dua teknik tingkat raja dewa yang baru saja digunakannya, merupakan teknik yang cukup menguras energi. Hanya tingkat kaisar dewa sajalah yang mampu menggunakannya sesuka hati, seolah-seolah kedua teknik itu seperti permainan kecil semata.


"Bibi, peganglah erat tanganku. Kita akan berteleportasi langsung ke tempat boss dungeon di tingkat ini!"


"Ba...baik." jawab Dewi Alkyna.


Kaisar Quelle dan Dewi Alkynorus saling berpegangan tangan.


"Teleport!"


Wuzzzzz....


Mereka berdua berteleportasi dan tiba tepat di hadapan raja zombie.


Saat mereka berdua tiba, raja zombie menyambutnya dengan serangan elemen gelap.


"Poison pool!"


Kolam beracun muncul di bawah kaki Kaisar Quelle dan Dewi Alkyna.


"Tenggelamlah kalian ke dalam kolamku tikus-tikus kecil!"


Kaisar Quelle dengan tenangnya menggambar lingkaran kecil di udara tepat ke arah poison pool yang berada di bawah kakinya  Menggambar dengan ujung jari telunjuk,


"Teknik dominasi! Divine light pool!"


Kolam beracun yang berada di bawah kaki, dalam sekejap mata berubah menjadi kolam cahaya yang mampu memulihkan energi, kekuatan, dan menyembuhkan luka


Beberapa luka luar dan dalam yang membekas di tubuh Dewi Alkyna lenyap seketika. Kini Dewi Alkyna telah pulih sepenuhnya.


Akan tetapi, suatu hal yang tidak terduga hadir di hadapan Dewi Alkyna.


Hati kecil Dewi Alkyna ingin menangis, namun dirinya berusaha untuk tetap kuat melihat apa yang dilihat oleh kedua mata.


Dewi Alkyna hanya mampu berdiri mematung tanpa mengucapkan sepatah kata.


Tanpa memberi ruang gerak, raja zombie memberikan serangan secara beruntun.


Serangan kali ini adalah serangan hujan pedang kegelapan yang muncul dari lingkaran array berwarna dark violet.


Lagi-lagi Kaisar Quelle cukup menahannya dengan satu jari telunjuk.


"Barrier!"


Dinding pelindung muncul secara transparan dan menghalau semua serangan yang diluncurkan oleh raja zombie.


Kaisar Quelle memalingkan pandangannya ke arah Dewi Alkyna dalam sekilas.


Dewi Alkyna masih tampak diam, berdiri mematung, dirinya masih belum percaya dengan apa yang terjadi di depan mata.


"Bibi, apakah kau baik-baik saja?" tanya Kaisar Quelle kepada Dewi Alkyna.


"Pangeran Lecit......" ucap Dewi Alkyna dengan suara pelan.


"Hum? Apa maksud bibi?" Kaisar Quelle bertanya lagi.


"Zombi itu adalah Pangeran Lecit...." ucap Dewi Alkyna menahan linangan air mata.


"...…..." Kaisar Quelle terdiam, tidak berani mengucapkan sepatah kata. Kemudian dia berpikir sesaat.


"Makhluk yang di depan kita, bukanlah sosok pangeran yang Bibi kenal." ucap Kaisar Quelle.


"Tidak...tidak...tidak... Dia adalah Pangeran Lecit! Walaupun fisiknya kini telah berubah, namun aku masih bisa mengenalinya. Aku masih mengingat jelas paras wajahnya." ucap Dewi Alkyna menangis sedih.


"Maksudku, memang raga dari zombie ini adalah raga dari pangeran itu. Tapi, jiwa yang bersarang di dalamnya adalah jiwa raja zombie." ucap Kaisar Quelle sambil mengamati bagian dalam organ tubuh raja zombie dengan menggunakan kekuatan mata dewa. "gunakan kekuatan mata dewi Bibi, perhatikanlah dengan seksama. Apakah zombiie itu masih memiliki crystal energi kehidupan dari pangeran yang Bibi kenal?"


Dewi Alkyna menggunakan kekuatan mata dewi. Melihat isi kepala zombie, Dewi Alkyna sama sekali tidak melihat akan adanya crystal energi kehidupan Pangeran Lecit di dalam kening zombie itu.


"Pangeran....." ucap Dewi Alkyna dengan suara pelan. Kedua matanya menunduk, lalu dia menutup kedua matanya dengan telapak tangan dan menangis meluapkan kesedihan.


Raja zombie terus memberikan serangan. Namun segala serangannya sirna saat menyentuh dinding barrier Kaisar Quelle.


Serangan skil jarak jauh tak mampu menembus dinding barrier, raja zombie mencoba memberikan serangan jarak dekat dengan menggunakan tongkat emasnya.


Dang!

__ADS_1


Dang!


Dang!


Serangan jarak dekat pun tak berarti.


"........."


Kaisar Quelle tidak ingin membuang-buang waktu lagi. Dia memutuskan untuk melenyapkan raja zombi dari pandangan.


Kaisar Quelle menggerakan lengan tangan.


"Tunggu!" ucap Dewi Alkyna sambil memegang pergelangan tangan Kaisar Quelle.


"Aku tidak punya banyak waktu untuk melayaninya. Saat ini istriku dalam keadaan bahaya. Aku mencemaskannya."


"Serahkan zombie ini kepadaku. Biar aku yang menanganinya. Pergilah dan temukanlah istrimu!" ucap Dewi Alkyna sambil mengusap air mata.


"Apakah kau yakin bisa menangani zombie ini?" tanya Kaisar Quelle merasa ragu.


"Hu um, aku akan berusaha menanganinya." jawab Dewi Alkyna menganggukan kepala.


"Baiklah, berhati-hatilah. Namun sebelum itu, aku akan memasang dinding pelindung yang dapat melindungimu dan memulihkan kekuatanmu."


"Holy light vortex!" Kaisar Quelle menggerakan jari, memberikan buff pelindung ke tubuh Dewi Alkyna.


Pusaran cahaya menyelimuti tubuh Dewi Alkyna.


"Aku rasa dinding pelindung itu sudah cukup." ucap Kaisar Quelle.


"Terima kasih, sekarang aku akan membebaskan raga temanku dari pengaruh zombie jahat itu."


"Baiklah, jaga dirimu baik-baik." pesan Kaisar Quelle


"Hu um, terima kasih." ucap Dewi Alkyna menganggukan kepala.


Kaisar Quelle tersenyum. Dalam sekejap mata dirinya lenyap dari pandangan mata Dewi Alkyna.


"Ksatria pedang, aku sangat bahagia bisa bertemu putramu di sini. Ksatria pedang, apakah engkau tahu? Putramu telah tumbuh menjadi seorang kaisar dewa yang sangat kuat." ucap Dewi Alkyna dalam hati.


Dewi Alkyna memalingkan pandangannya ke arah raja zombie.


"Raja zombie! Aku tidak akan memaafkanmu atas segala perbuatan kejimu! Terutama perbuatan kejimu yang telah mengambil alih tubuh temanku! Sekarang, kau rasakanlah seranganku ini!!!!"


Dewi Alkyna mengangkat ke dua tangannya ke atas, lalu dia mengayunkan kedua tangannya ke depan.


"Meteor shower!!!!" Dewi Alkyna mengeluarkan teknik hujan meteor.


Bom!


Duar!


Duar! Duar! Duar!!!


Ribuan meteor menghujani seluruh ruang, menghancurkan semua objek  yang ada, ratusan lantai dungeon Seron porak poranda, raja zombie berusaha menghindari serangan hujan meteor yang terus menghujam tiada henti.


Dewi Alkyna melompat menerjang, menikam perut raja zombi dengan kukunya yang kuat dan tajam bagaikan mata pedang.


******!!!


Splasshhh!!!


Darah muncrat berhamburan dari dalam perut raja zombi.


"Arrrrrggghhhh!" raja zombie berteriak kesakitan.


Dewi Alkyna bergerak mundur menjaga jarak beberapa meter dari posisi raja zombie berada. Dewi Alkyna mengayunkan tangannya lagi ke depan, mengarah kedua telapak tangannya itu tepat ke arah perut raja zombie yang terluka.


Kekuatan energi berbentuk bola dengan ukuran sebesar semangka muncul dari kedua telapak tangan Dewi Alkyna.


"Haaaaa!!!" Dewa Alkyna menembakkan bola energi berdaya penghancur yang sangat kuat ke perut raja zombie.


Boommmbbb!!


Duaaarrrr!!!


Blarrrr!!!


Ledakan besar pun terjadi. Tubuh raja zombi hancur tak berbentuk.


"Apakah aku berhasil?" pikir Dewi Alkyna dengan sedikit keraguan.


Selang beberapa saat kemudian tubuh raja zombi bergenerasi dan kembali ke bentuk semula.


"Sudah aku duga, engkau tidak mungkin semudah itu aku kalahkan." Dewi Alkyna mengepalkan tangan. "Baiklah, sekarang mari kita bertarung serius, dan segera akhiri permainanan ini!"


"Heaaaahhhh!!!"


Dewi Alkyna dan raja zombie saling bertarung sengit di udara. Seisi ruang dungeon bergetar, kilatan petir turut menyambar.

__ADS_1


__ADS_2