Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya

Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya
Chapter 15: Pengkhianatan Sang Permaisuri


__ADS_3

Miliaran pedang ilusi jatuh dari angkasa, menghujani taman istana, menyerang Kaisar Granel dan pangeran Cusso yang berdiri di depan mata.


Kaisar Quelle membalikkan keadaan, sebelumnya ia berada dalam kondisi bertahan dengan menghindari serangan, kini justru Kaisar Granel dan Pangeran Cusso yang berada dalam posisi bertahan dan hanya mampu menghindari serangan.


Teknik Divine Execution, termasuk teknik dewa yang sangat kuat, terlebih lagi jika daya kekuatan yang dikerahkan, berasal dari sumber kekuatan yang tingkat kekuatannya sudah mencapai tingkat kaisar dewa. Belum ada satupun teknik pelindung yang mampu membendung serangan teknik divine execution.


Menghindari serangan, menjadi satu-satunya pilihan jalan untuk bisa bertahan dari serangan teknik divine execution.


Pedang-pedang ilusi menembus seluruh lapisan dataran atas langit Gloxinia, tembus ke wilayah dataran bawah Gloxinia. Namun pedang ilusi yang menembus ke wilayah dataran bawah hanya berjumlah ribuan saja.


Ketika dilihat dari dataran bawah Gloxinia, ribuan pedang ilusi yang jatuh itu tampak seperti hujan cahaya yang berbentuk pedang panjang dan tajam.


Whooooosssshhh!!!!


Whooooosssshhh!!!!


Whooooosssshhh!!!!


Duarr!!! Duarrr!!!! Duaaaaaaarrrrr!!


Dataran bawah Planet Gloxinia hancur lebur, memusnahkan berbagai macam jenis makhluk kuat yang ada di dalam area jatuhnya miliaran pedang ilusi.


Penduduk Gloxinia yang berada ribuan kilometer jaraknya dari lokasi jatuhnya ribuan pedang ilusi saling bertanya-tanya.


"Apa yang terjadi? Apa yang terjadi?"


"Apa itu barusan?"


"Mungkin saja itu hujan meteor."


"Ataukah mungkin......"


Kejadian menakjubkan itu menjadi topik hangat yang ramai diperbincangkan oleh penduduk dataran bawah Planet Gloxinia.


......


Sementara itu di dataran atas langit Gloxinia...


"Haaaa..ha....haaa..." Kaisar Granel tampak kelelahan setelah menghindari serangan miliaran pedang ilusi yang jatuh dari angkasa dan mengarah kepadanya.


Kaisar Granel menolehkan pandangan, menatap Pangeran Cusso yang duduk lemas dan  bersandar di dinding reruntuhan dengan tubuh yang penuh luka.


Darah mengalir di sekujur tubuh Pangeran Cusso, sayatan-sayatan pedang yang begitu banyak jumlahnya tampak membekas di seluruh permukaan kulitnya. Darah Pangeran Cusso terus mengalir dan mengalir bagaikan tetesan air hujan yang membasahi permukaan kaca.


Dalam situasi yang mengerikan itu, Kaisar Granel bertanya kepada pangeran Cusso "Apakah engkau tidak apa-apa Nak?"


Dengan nafas terengah-engah dan suara menahan rasa sakit Pangeran Cusso menjawab "Aku tidak apa-apa ayah, luka ini bukanlah masalah besar."


"Baiklah, tetaplah di sana dan pulihkan tubuhmu! Biar ayah saja yang menghabisi bocah tengik ini!" perintah Kaisar Granel kepada Pangeran Cusso


Secara perlahan, Kaisar Quelle turun dari langit dan menapakkan kakinya di hadapan Pangeran Cusso yang masih duduk bersandar di tepi reruntuhan.

__ADS_1


Kaisar Quelle menginjak bahu Pangeran Cusso, Pangeran Cusso menahan rasa sakit dan menatap Kaisar Quelle dengan tatapan penuh kebencian.


"Singkirkan kakimu dari tubuh putraku! Bocah tengik!" Kaisar Granel bergerak melesat dengan begitu cepat, melayangkan tinju yang begitu keras ke arah pipi Kaisar Quelle.


Kaisar Quelle menerima serangan tinju itu begitu saja. Bahkan kedua kakinya tidak bergerak sedikitpun. Ia masih tetap berdiri kokoh seperti itu.


"Teknik Kaisar Dewa! Teknik manipulasi massa!" Kaisar Quelle memanipulasi beban berat yang ia miliki.


Tubuh Pangeran Cusso ambruk begitu saja, tidak mampu menahan beban berat Kaisar Quelle yang telah dimanipulasi.


Kejadian yang menyedihkan itu, terjadi tepat di depan mata Kaisar Granel. Betapa murkanya ia tatkala melihat perlakuan Kaisar Quelle terhadap putranya, Pangeran Cusso.


"Bajingan! Akan ku bunuh kau!!!"


Kaisar Granel melayangkan pukulan ke arah dagu Kaisar Quelle. Pukulan tangan Kaisar Dewa dengan aura kekuatan pembunuh yang sangat kuat. Bila ranah dewa terkena satu hantaman pukulannya saja, maka tubuhnya bisa hancur seketika. Hancur bagaikan pecahan gelas kaca.


Kaisar Quelle dengan lihainya menghindari serangan. Ia bergerak kesana kemari, menghindari pukulan dahsyat dari Kaisar Granel yang ditujukan kepadanya.


Dalam kondisi tubuh penuh luka, Pangeran  Cusso mengumpulkan tenaga. Dia mengumpulkan segenap energi untuk memberikan serangan balasan.


Pangeran Cusso terus menatap dan menatap. Menatap dengan penuh kebencian dan naluri membunuh yang sangat kuat.


Tidak jauh dari lokasi Pangeran Cusso berada, tampak sosok Permaisuri Ignia yang tengah berdiri menikmati pemandangan pertarungan dari kedua belah pihak. Dari pertarungan itu, dia menanti kesempatan untuk dapat membunuh Kaisar Quelle dengan kedua tangannya sendiri.


"Bagaimanapun, aku harus merusak konsentrasi pergerakannya. Tapi bagaimana caranya?" pikir Permaisuri Ignia dan ia terus bertanya-tanya di dalam hati.


Tanpa diduga, Pangeran Cusso memiliki pikirannya yang sama dengannya. Namun karena faktor emosional yang sangat kuat, ia tidak dapat mengendalikan emosinya dan menyerang Kaisar Quelle begitu saja tanpa mempedulikan betapa jauhnya perbandingan tingkat kekuatan diantara mereka berdua.


Duuggghhh!!!


"Cough!" Luka dalam Pangeran Cusso tampak semakin parah, dan mulutnya memuntahkan darah.


Permaisuri Ignia tampak sangat khawatir akan kemungkinan dari hasil pertarungan ini. Dia terus mengharapkan akan adanya keajaiban dan keberuntungan.


Kaisar Quelle dan Kaisar Granel masih terus bertarung dengan begitu sangat sengit. Dataran langit Gloxinia berguncang, petir menyambar di berbagai area Dataran langit Gloxinia yang indah cerah dan penuh warna, berubah menjadi gelap akibat benturan kekuatan mereka berdua.


"Jika seperti ini terus, maka langit ini bisa hancur... Apa sebenarnya yang mereka pikirkan?" gumam Permaisuri Ignia.


Permaisuri Ignia menolehkan pandangannya ke arah Pangeran Cusso yang masih bersandar lemas di dinding luar istana.


"Dasar tidak berguna! Kau hanya membuang-buang energiku saja!" ketusnya.


Kaisar Granel meningkatkan kecepatan serangan.


Kaisar Quelle pun merasa heran dengan langkah yang diambil oleh Kaisar Granel.


Di tengah pertarungan itu Kaisar Quelle berkata, "Semakin cepat gerakan serangan yang engkau berikan, maka semakin berkurang daya impact kekuatan serangan yang dihasilkan. Tentu saja kau sudah mengetahui akan pengetahuan dasar yang seperti itu bukan?"


"Diamlah bocah tengik!! Aku akan membunuhmu!!!"


"Hmmm... Apakah mungkin... Engkau telah putus asa dan kehabisan ide untuk dapat mengalahkanku?"

__ADS_1


"Berhentilah beromong kosong!!"


Kaisar Granel terus meningkatkan kecepatan serangan. Hempasan angin dari kecepatan serangan yang di hasilkan, mampu merobek permukaan kulit pipi kiri  Kaisar Quelle.


Hanya dalam waktu sekejap, robekan luka pada bagian pemukaan kulit pipi Kaisar Quelle menutup kembali tanpa meninggalkan jejak.


Kaisar Granel mengurangi kecepatan serangan, meningkatkan daya kekuatan serangan. Serang dan terus menyerang. Kaisar Quelle dan Kaisar Granel saling meninju dengan kekuatan pukulan tangan yang begitu dahsyat.


Kepalan tangan mereka saling berbenturan.


Duaaaaaggghhh!!!


Mereka berdua saling terpental dan mengalami luka dalam yang cukup serius.


"Cough...! Cough...!"


Permaisuri Ignia bergerak dengan cepat menghampiri Kaisar Quelle yang tengah terluka.


"Yang Mulia...." Permaisuri Ignia memegang tubuh Kaisar Quelle, dan berusaha membantunya berdiri. Menatap wajahnya dengan rasa cemas. Rasa cemas yang sengaja ia buat-buat.


"Maafkkan aku yang telah membuatmu cemas."


"Apakah engkau baik-baik saja?


"Ya, ini hanya luka kecil. Tidak perlu dipikirkan." jawab Kaisar Quelle.


Sementara itu, Kaisar Granel melangkah mundur,  mengumpulkan tenaga, memulihkan diri dari luka.


"Tampaknya dia sedang mengalami luka yang sangat serius. Ini waktu yang tepat bagiku untuk segera menghabisinya." ucap Kaisar Quelle


"Iya, dia memang sedang terluka... Begitupula denganmu Yang Mulia."


"Sudah aku katakan kepadamu, aku tidak apa-apa!"


"Tidak! Bagiku itu masalah yang sangat serius!" Permaisuri Ignia menarik pergelangan tangan Kaisar Quelle. "Kemarilah! Aku akan mengobati lukamu dan membantumu memulihkan kekuatanmu! Dengan bantuanku, proses pemulihan kekuatanmu akan lebih cepat!"


"Hmmmm.. Baiklah,  aku akan menuruti saranmu."


Kaisar Quelle melangkah mundur, bersiap menerima energi penyembuh dari Permaisuri Ignia.


Permaisuri Ignia melandaskan telapak tangannya di atas punggung Kaisar Quelle. Mengumpulkan energi penyembuh dan menyalurkannya ke dalam tubuh Kaisar Quelle.


Awalnya proses pemulihan berjalan normal, namun pada saat proses penyaluran energi pemulihan hampir selesai, tiba-tiba saja Permaisuri Ignia melakukan suatu tindakan yang tidak terduga....


"Teknik rahasia! Benih ratu bunga beracun!"


Permaisuri Ignia menyarangkan benih-benih beracun ke dalam tubuh Kaisar Quelle melalui penyaluran energi tenaga dalam.


"???" Kaisar Quelle terkejut. Seketika itu juga dia langsung mendorong tubuh Permaisuri Ignia, hingga dirinya terpental mundur beberapa langkah.


"Kau??? Apa yang engkau lakukan?!"

__ADS_1


Permaisuri Ignia tersenyum dan membisikkan kata "Tentu saja, membunuhmu!"


__ADS_2