Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya

Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya
Chapter 33 : Kekuatan Khusus Pendekar Harimau


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Kenapa aku bisa ada di sini?" pikir seorang prajurit yang baru saja terbangun dari tidur lelapnya. Ia melirikkan pandangannya ke area sekitar. Melihat rekan-rekan sesama prajurit yang masih tertidur pulas di atas permukaan jalan, dekat pintu gerbang kota. "Mereka? Kenapa mereka semua berbaring di sini? Apa yang sebenarnya terjadi?"


Sang prajurit memeriksa keadaan nafas rekan-rekannya. Kondisi mereka semua tampak baik-baik saja. Ia membangunkan mereka semua dari tidur lelapnya.


Saat rekan-rekannya terbangun, mereka pun bertanya-tanya, mengenai apa yang baru saja terjadi pada diri mereka. Namun sayang, tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui penyebabnya. Sehingga hal itu menjadi suatu misteri yang tidak terpecahkan.


Terlebih lagi dengan para pendekar yang berhasil selamat dari pertarungan. Mereka terbangun dalam kondisi tubuh penuh luka cakaran harimau. Tapi para pendekar yang selamat itu tidak ingat bagaimana luka-luka itu bisa muncul di tubuh mereka.


"Harimau? Apakah ada harimau di sekitar sini?" Pendekar tongkat besi bertanya-tanya.


"Aku rasa tidak." jawab pendekar celurit yang telah kehilangan tangan kiri. "Mungkin saja tadi malam kita bertemu dengan gerombolan serigala di tengah hutan, dan kita berhasil menyelamatkan diri dari serangan serigala-serigala itu." sambungnya dengan tatapan tajam memandang lurus ke depan.


.............


Sementara itu di suatu lembah..


"Dia masih belum sadarkan diri." kata Enzi yang melihat kondisi pendekar harimau dari layar kolam.


"Tenang saja, sesaat lagi dia akan bangun dan dalam keadaan bingung." kata Kaisar Quelle.


"Apakah engkau yakin? Aku tidak melihat tanda-tanda kalau ia akan sadarkan diri."


"Percayalah padaku." jawab Kaisar Quelle dengan penuh keyakinan.


Beberapa saat kemudian sang pendekar harimau terbangun dalam keadaan linglung.


Pendekar harimau merasa pusing. Beberapa kali ia memijat kepala, berusaha mengurangi rasa cenat-cenut yang ada.


Masih dalam kondisi tangan memijat kepala, ia memalingkan pandangan ke area sekitar, menatap diri Kaisar Quelle yang berada di hadapannya. Lebih tepatnya diri Kaisar Quelle dalam wujud Enzi.


Pendekar harimau meraba-raba permukaan batu yang ada di samping kanan dan kiri. Mencari sesuatu yang dapat dijadikan senjata untuk melindungi diri.

__ADS_1


Namun karena tidak menemukannya, secara terpaksa ia menunjukkan jati diri. Mengeluarkan teknik kuku harimau yang selalu dijadikannya sebagai senjata pamungkas.


Dalam kondisi siaga ia melemparkan pertanyaan "Siapa kau?"


Kaisar Quelle memahami situasi yang dialami oleh pendekar harimau.


"Waspada dan tidak percaya kepada siapapun. Suatu ancaman akan datang kapanpun. Begitulah yang dipikirkan pria ini" terang Kaisar Quelle kepada Enzi. "Jika aku berkata tenanglah, aku tidak akan menyakitimu? Apakah dia akan percaya begitu saja? Tentu saja tidak. Hal yang seperti itu hanya akan membuat dia semakin waspada." Sambungnya.


Enzi bertanya "Lantas solusinya bagaimana?"


Kaisar Quelle menjawab dua pertanyaan sekaligus. Pertanyaan dari pendekar harimau, dan Enzi. "Maaf apabila aku mengagetkanmu tuan pendekar. Perkenalkan sebelumnya, namaku Enzi, aku hanya seorang pedagang yang melintas. Beberapa tahun yang lalu, ketika kami sedang melakukan perjalanan perdagangan, tuan telah menyelamatkanku dan orang tuaku dari serangan hewan buas di tengah hutan. Sejak saat itu aku selalu mengingat kebaikan tuan dan akan berniat untuk membalas budi."


"Hei hei hei! Kenapa engkau menggunakan namaku? Kenapa engkau tidak mengatakan kepadanya bahwa engkau adalah Quelle sang raja dewa?" keluh Enzi.


"Karena aku yang ia lihat adalah wajahmu. Lagipula, aku bukanlah raja dewa, melainkan kaisar dewa." jawab Kaisar Quelle singkat.


Pendekar harimau bertanya "Tempat apa ini? Bagaimana aku bisa berada di sini?"


Kaisar Quelle dengan santainya menjawab, "Oh, soal itu... aku menemukanmu tergeletak di peternakan, dalam kondisi terluka dan tidak sadarkan diri. Jadi aku memutuskan untuk membawamu dan mengobatimu di tempat ini."


Kaisar Quelle menjawab "Iya, aku menemukanmu di peternakan.


"Sial! Lagi-lagi makhluk itu berhasil menguasaiku!" gumam pendekar harimau.


"Makhluk itu? Apakah yang engkau maksud harimau putih?" tanya Kaisar Quelle mulai membahas inti permasalahan.


"Kau? Jadi engkau telah melihat semuanya?" tanya pendekar harimau.


Ia tampak geram, matanya memerah, seakan ia ingin merobek mulut dan kedua mata Enzi.


"Oh, tampaknya dia mulai marah." bisik Kaisar Quelle pada Enzi yang ada di ruang jiwa.


"Itu salahmu! Kenapa juga engkau memprovokasinya?" gumam Enzi

__ADS_1


"Ya, aku melihat semuanya. Karena itulah aku membawamu ke tempat ini dan mengobatimu di sini. Mengobatimu dari kendali kekuatan khususmu!" jawab Kaisar Quelle sambil menunjukkan sedikit aura kekuatannya yang begitu mendominasi dalam persekian detik saja.


"Apa! Apa yang barusan terjadi? Kenapa aku merasakan kekuatan yang begitu menakutkan dari tubuh anak itu? Apakah ini hanya perasaanku saja?!" pikir pendekar harimau dengan penuh kerisauan.


Selang beberapa saat kemudian pendekar harimau berkata, "Mengobatiku dari kendali kekuatan khusus yang aku miliki? Hah!? Bicara apa kau ini?"


"Baiklah, biar aku perjelas. Engkau adalah bagian dari segelintir orang yang memiliki kekuatan khusus sejak lahir. Kekuatan khususmu berupa taring dan kuku yang menyerupai harimau, seperti yang engkau tunjukkan saat ini." ucap Kaisar Quelle sambil menunjukkan jarinya ke arah gigi taring dan kuku pendekar harimau yang runcing. "dengan kekuatan itu, engkau dapat membasmi musuh-musuhmu tanpa perlu menggunakan alat persenjataan seperti pedang, golok, belati, dan senjata-senjata lainnya yang tidak perlu aku sebutkan seluruhnya. Engkau bangga dengan senjata alami yang berasal dari tubuhmu sendiri."


"Tutup mulutmu!" pendekar harimau tampak semakin kesal. Ia bergerak melesat dengan kecepatan yang cukup dahsyat menyerang Kaisar Quelle dengan jari-jari kuku harimaunya yang tajam.


Kaisar Quelle menyentil partikel kecil yang menyatu dengan udara, dalam bentuk hembusan angin yang berada tepat di depan wajah pendekar harimau.


Pendekar harimau terpental jauh membentur bebatuan.


Bruuuakkk!!!


"Cough! Cough! Ughhh....


Bocah ini.. Bocah ini merobohkanku hanya dengan satu sentilan? Dan itu tanpa menyentuhku? Bagaimana mungkin? Siapa dia sebenarnya?"


"Ketika seseorang bicara kepadamu, lebih baik engkau dengarkan hingga selesai!" Kaisar Quelle menegur pendekar harimau, sambil mengayunkan jari telunjuknya ke bawah. Pendekar harimau berlutut seketika.


"A...apa ini? Kenapa aku tidak bisa menggerakkan tubuhku? Kenapa tubuhku berlutut kepadanya tanpa keinginanku? Apa yang terjadi?"


"Dengarkanlah aku, manusia bodoh! Engkau yang selama ini merasa hebat, tidak terkalahkan, bangga akan kemampuan khusus yang engkau miliki. Akan tetapi, engkau dengan bodohnya jatuh ke dalam kendali kekuatan khusus dan menjadi seekor hewan liar. Engkau selama ini berlatih keras, meningkatkan kekuatan alami yang ada di dalam tubuhmu. Namun, engkau mengabaikan satu hal penting dalam meningkatkan kekuatan alami yang ada di dalam tubuh. Kau mengabaikan kekuatan mental dan pikiranmu. Itulah hal yang paling utama dan paling mendasar sebelum engkau melatih kekuatan tenaga dalam dan kekuatan alami yang engkau miliki. Tapi engkau tidak perlu khawatir, karena aku telah meningkatkan kekuatan pikiran dan mentalmu sebagai obat dari kendali kekuatan.... ah, lebih tepatnya makhluk yang bersemayam di dalam tubuhmu!"


Kaisar Quelle membebaskan pendekar harimau dari belenggu kekuatan gravitasi tingkat kecilnya.


"Benar! Apa yang dikatakan bocah ini benar! Selama ini aku hanya fokus berlatih meningkatkan kekuatan alami yang ada di dalam diriku! Aku selalu menanggap remeh akan pentingnya meningkatkan kekuatan pikiran dan mental yang ada pada diriku!" pikir pendekar harimau.


Pendekar harimau menundukkan pandangan dan dengan rasa hormat ia berkata "Terima kasih anak muda, atas petunjuk dan pertolonganmu. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu. Aku berjanji, aku akan membalas budi baikmu padaku."


Saat ia melihat ke depan, Kaisar Quelle sudah hilang dari pandangan.

__ADS_1


"........????


.....Aku penasaran, siapa sebenarnya pemuda itu?"


__ADS_2