Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya

Kaisar Dewa Dalam Tubuh Saudagar Kaya
Chapter 9: Hama Istana


__ADS_3

Dengan penuh kehati-hatian, Kaisar Quelle merebahkan tubuh Permaisuri di pangkuan.


Dengan penuh rasa kasih sayang, Kaisar Quelle membelai rambut Permaisuri Ignia dan membersihkan noda darah yang membasahi mimpinya.


"Tidak seharusnya aku mengizinkanmu. Tidak seharusnya aku mengabulkan keinginanmu. Sungguh, betapa menyesalnya aku atas keputusanku."


Tanpa menyentuh gagang pedang, Kaisar Quelle mengangkat mata pedang yang bersarang di perut Permaisuri Ignia. Mengangkatnya secara perlahan, dengan menggunakan tenaga dalam, dan sangat berhati-hati.


Saat pedang pusaka milik Pangeran Cusso berhasil terangkat dari perut Permaisuri Ignia, pedang itu hancur lebur menjadi serpihan debu.


"Berdasarkan Sepengetahuanku, Ignia memiliki kemampuan regenerasi yang sangat baik. Tapi, kenapa dia bisa mengalami luka tubuh yang sangat parah?" Kaisar Quelle tampak kebingungan. Tatapan kedua matanya tajam, fokus berpikir akan penyebab terjadinya luka pada tubuh Permaisuri Ignia, sehingga kemampuan regenerasi tubuh Permasuri Ignia terkesan tidak berjalan dengan baik. "Tunggu! Apakah mungkin......"


Kaisar Quelle menggunakan teknik mata dewa, memeriksa seluruh struktur organ tubuh Permaisuri Ignia.


Saat melakukan pemeriksaan, Kaisar Quelle melihat tiga saluran energi kehidupan yang menghubungkan crystal energi kehidupan dengan saluran organ tubuh Permaisuri Ignia telah tersegel dengan baik.


"Ternyata ini permasalahannya. Tapi, bagaimana bisa? Permaisuri Ignia adalah dewi terkuat di langit Gloxinia. Kekuatan para raja dewa, tidak mengalami banyak perkembangan dan masih berada di tahap menengah dan level tinggi selama ratusan ribu tahun. Ya, tingkat kekuatan mereka masih tetap seperti itu karena kebodohan mereka sendiri yang terus menerus mengirimkan supply makanan dan obat-obatan pendukung yang dapat meningkatkan tingkat kekuatan mereka kepada si tua bangka itu. Jadi, aku rasa para raja dewa tidak mungkin mampu melakukannya.


Lantas siapa?


Apakah si tua bangka?"


"Break Seal!" Kaisar Quelle membuka ketiga segel yang menutup saluran energi kehidupan Permaisuri Ignia.


Seluruh saluran energi kehidupan Permaisuri Ignia telah berhasil dibuka. Akan tetapi...


"Hah? Sungguh mengherankan. Kenapa tubuhnya masih belum juga bergenerasi?" Kaisar Quelle berusaha berpikir lagi. "Apakah mungkin...... Hmmm, rasanya lukanya sudah sangat parah. Baiklah, aku akan mengobati Permaisuri secara sepenuhnya."


"Divine Light" cahaya terang menyinari tubuh Permaisuri Ignia.


Cahaya penyembuh, menyembuhkan seluruh organ tubuh Permaisuri Ignia dari luka. Luka dalam, maupun luka luar yang terjadi pada permukaan kulit tubuh.  Kulitnya yang sobek, telah pulih kembali tanpa ada goresan luka.


Meski Permaisuri Ignia telah sembuh dari luka, namun dia belum sadarkan diri.


Kaisar Quelle menolehkan pandangan ke kanan dan ke kiri. Berusaha merasakan energi pendukung di sekitar.


"Kondisi di tempat ini sangat tidak mendukung. Alangkah baiknya jika aku membawamu kembali ke istana.


Namun sebelum itu...."


Kaisar Quelle berkonsentrasi, mencoba melakukan kontak telepati dengan Scwartz dan Scwertz.


Akan tetapi......


"Scwartz, Scwertz? Apakah kalian masih di sana?


Scwartz, Scwertz?"


Kedua jenderal tidak memberi jawaban.


"Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres."


Kaisar Quelle mencoba mendeteksi pancaran energi kedua jenderal.

__ADS_1


"...!?


Mereka? Mereka telah kembali ke istana! Apa yang telah terjadi? Apakah telah terjadi sesuatu di sana?"


Kaisar Quelle memeriksa keadaan suasana Istana dengan menggunakan kemampuan meilhat jarak jauh.


Kaisar Quelle tersenyum kesal.


"Tch, ternyata mereka sudah bergerak!"


Kaisar Quelle menatap Permaisuri Ignia yang terbaring lemas dalam pangkuannya.


"Sebaiknya aku membawa Ignia ke tempat yang aman terlebih dahulu."


Kaisar Quelle menggunakan kemampuan jarak jauhnya lagi. Dia memantau kondisi seluruh istana kerajaan yang berada dibawah kepemimpinannya.


Tidak ada yang aneh dengan seluruh istana kerajaan sekutu. Semua tampak baik-baik saja.


"Baiklah. Untuk sementara waktu, aku akan membawamu ke kerajaan Gingiberi dan mengobatimu di sana."


Kaisar Quelle menggendong dan memeluk tubuh Permaisuri Ignia erat-erat.


"Teleport!" Kaisar Quelle berteleportasi ke istana kerajaan Gingiberi dan mengobati Permaisuri Ignia di sana.


.........................


Sementara itu di Istana Kekaisaran Quelle.


"Tch! Kumpulan sampah! Kalian hanya berani menyerang kami ketika Kaisar kami sedang tidak berada di sini!" gumam salah satu prajurit kekaisaran Quelle. "Jika Kaisar kami ada di sini, kalian semua sudah pasti tamat di tangannya!" sambungnya.


Pangeran Cusso menginjak kepala sang prajurit dan ia berucap"Meskipun Kaisar kecilmu ada di sini, dia tidak akan mampu berbuat apa-apa!" dan ia pun tertawa terbahak-bahak. "Hahahahaha! Quelle! Keluarlah! Hadapi aku! Hahahaha!"


Pangeran Cusso menendang tubuh salah satu prajurit yang telah tewas di tangannya. Kemudian ia berkata "Lihat, Kaisar bodohmu tidak berani menunjukkan batang hidungnya bukan?"


Plak!


Kaisar Granel menempeleng kepala Pangeran Cusso.


"Diamlah bodoh! Lakukan saja tugasmu dan jangan banyak bicara!" tegur Kaisar Granel kepada Pangeran Cossu.


Kaisar Granel beserta para raja dari kerajaan sekutu, melakukan menyerbu istana Kaisar Quelle.


Mereka membantai seluruh pasukan, tanpa ada belas kasihan. Membunuh semua dewa dan dewi yang ada di depan mata, termasuk membunuh anak-anak dan bayi yang masih dalam buaian. Sungguh betapa kejinya perbuatan mereka.


"Bantaiii! Bantai semuanya!!! Binasakan mereka semua sampai ke akar-akarnya!" teriak salah satu prajurit kekaisaran Granel.


"Tolooong! Ku mohon jangan bunuh bayiku!" teriak seorang dewi yang masih sangat muda dan memiliki tingkat kekuatan yang cukup rendah.


"Berisik! Enyahlah kau dari pandanganku!" bentak seorang prajurit sembari memukul kepala sang dewi dengan senjata gada, hingga sang dewi muda beserta bayi yang berada dalam pelukannya itu terjatuh.


"Bantaiiii!" prajurit jahanam mengeluarkan skill dewa penghancurnya dan membinasakan sang dewi muda beserta bayi dalam satu gerakan serangan.


Bomb!

__ADS_1


Sang dewi muda beserta bayinya musnah, lenyap dari pandangan mata.


"Biadab!"  teriak Scwertz yang baru tiba di lokasi.


"Sial! Kita terlambat!" gumam Scwartz.


"Aku sangat muak dengan perbuatan mereka! Mari kita lenyapkan mereka dari langit Gloxinia!" ucap Scwertz


"Tentu saja! Tentu saja mereka harus di lenyapkan dari dunia ini!" jawab Scwartz.


Scwartz dan Scwertz, bergerak dengan sangat cepat, membinasakan seluruh pasukan musuh dan menyapu bersih mereka dari pandangan mata.


Slash!


Slash!


Slash! Slash! Slash!


Wossshhh!!


Membinasakan pasukan musuh tanpa ampun.


"Jumlah mereka sangat banyak!" ucap Scwartz


"Ya, benar. Jumlah mereka sangat banyak! Kita harus menahan mereka semua sampai bala bantuan tiba." ucap Scwertz.


"Tch! Tampaknya mereka sudah menyiapkan semua ini! Sungguh merepotkan!" keluh Scwartz.


"Ya, sepertinya mereka sudah lama merencanakan semua ini! Sungguh menggelikan." sambung Scwertz.


Pada saat kedua jenderal sibuk membasmi para pasukan jahanam, tiba-tiba saja Pangeran Cusso datang dan mengganggu kedua jenderal.


Mengganggu dengan lemparan serangan energi penghancur.


Blarrr!!


Scwartz dan Scwertz berhasil menghindari serangan.


"Hohohohoho... Lihatlah, siapa ini?


Aku tidak menyangka bertemu dua anjing peliharaan si bodoh di tempat ini." Pangeran Cusso mengolok kedua jenderal.


"Ya, aku pun tidak menyangka jika kumpulan pecundang akan bertamu ke rumah kami dengan langkah yang penuh hina. Sungguh menjijikkan!" balas Scwertz


"Hei dua anjing bodoh, di mana majikanmu? Apakah saat ini dia sedang bersembunyi di suatu tempat nan jauh di sana? Hahahaha! Tanganku sudah sangat gatal untuk menghabisinya!"


Pada saat Pangeran Cusso sibuk mengolok-ngolok Kaisar Quelle, tiba-tiba saja sekilat cahaya datang menyambar.


Blarrr!!


Kaisar Granel melempar dinding barrier, melindungi Pangeran Cusso, para bala tentara, dan dirinya sendiri dari serangan kilatan cahaya pemusnah.


"Sembunyi? Siapa yang engkau maksud dengan majikanmu sedang bersembunyi di tempat nan jauh di sana!"

__ADS_1


Kaisar Quelle tiba, dengan tubuh bermandikan cahaya, dia terbang melayang di atas mereka.


"Tampaknya, hari ini aku harus membersihkan rumahku dari sekumpulan sampah dan debu."


__ADS_2