
Sang serigala yang terlihat lemah itu melompat, dan berjalan diantara kerumunan kawanan serigala.
"Bukankah dia si lemah? Memilih dia sebagai unjuk pembuktian? Hahaha, yang benar saja? Mungkin manusia itu sudah gila." Kawanan serigala saling berbisik, meragukan kemampuan Kaisar Quelle yang sengaja memilih serigala terlemah diantara mereka.
Sang serigala yang lemah itu bernama Ghiwa, serigala lemah tidak berbakat. Dalam kesehariannya dia hanya bertugas membawa beberapa mangsa yang telah mati ke lembah serigala.
Ghiwa mendengar apa yang serigala-serigala itu perbincangkan tentang dirinya. Namun ia mengabaikannya begitu saja seperti angin lalu.
Ghiwa berdiri di hadapan Kaisar Quelle tanpa ada rasa ragu. Instingnya percaya bahwa sosok yang ada di hadapannya, dapat memberikan keajaiban untuknya.
"Siapa namamu wahai sang pemberani?" tanya Kaisar Quelle sembari menuangkan air bercampurkan darah dari dalam kendi ke dalam bejana yang terbuat dari perunggu.
"Namaku Ghiwa tuan."
"Nama yang bagus." Kaisar Quelle menyanjung. "Baiklah, sekarang coba engkau minumlah air yang ada di dalam bejana ini!" perintahnya
"Baik tuan." jawab Ghiwa.
Ghiwa meminum air yang sudah bercampur dengan darah Kaisar dari dalam kendi.
Selang beberapa saat kemudian...
"Grrrrhhhh.... Grrrrhhhh......" Ghiwa meraung kesakitan dan ia berteriak "Auuuuuuu!"
Rasa sakit akibat reaksi proses perubahan fisik yang terjadi pada raganya. Rasa sakit yang hanya bersifat sementara saja.
Kreeekkk!!
Siuuuwww.....
Raga Ghiwa berubah, ia tampak berbeda dari sebelumnya. Ukuran raganya kali ini tampak lebih besar dan berotot. Giginya pun tampak lebih tajam, tenaga yang dimilikinya pun tampak jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"Mustahil! Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?" kawanan serigala terkejut melihat perubahan yang terjadi pada raga Ghiwa.
Beberapa ekor serigala tersenyum melihat hasil perubahan wujud Ghiwa yang kini tampak lebih kuat. Mereka merasa tertantang untuk menguji kekuatan baru Ghiwa.
Mereka pun maju, dan mengajukan uji kekuatan.
"Kekuatan yang menakjubkan. Aku tertarik untuk menguji kekuatannya."
Mendengar hal itu, Kaisar Quelle berkata "Siapapun yang ingin bertarung, majulah! Silakan kalian uji kekuatan baru dari sang pemberani yang baru saja terlahir kembali!"
Beberapa ekor serigala maju, mencoba menguji kekuatan.
"Grrrrhhhh..."
__ADS_1
Kawanan serigala menyerang Ghiwa secara bersamaan. Namun, Ghiwa mampu menumbangkan mereka hanya dalam itungan detik saja.
Kawan serigala terluka, raga mereka tampak tercabik-tercabik dangan sayatan yang cukup dalam.
"Apa? Ghiwa yang lemah itu mampu mengalahkan para petarung kita hanya dalam beberapa gerakan saja? Sungguh sulit dipercaya." kata seekor serigala dengan bulu bercorak putih memanjang di tubuh.
"Benar, ini sungguh sulit untuk dipercaya. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Apakah kekuatan evolusi sekuat itu?" tanya serigala berwarna abu berpadu cokelat.
"Aku rasa begitu. Aku merasa sangat tertarik. Manusia itu benar-benar memberikan hadiah yang berharga untuk kita." kata serigala bercorak bulu putih memanjang di tubuh.
Kaisar Quelle tersenyum bahagia mendengar percakapan kedua serigala.
Dengan rasa bangga, Kaisar Quelle mempersilakan kedua serigala tersebut meminum air yang telah disiapkan di dalam bejana.
Setelah mereka berdua berevolusi, Kaisar Quelle memberikan perintah kepada Ghiwa dan kedua serigala untuk membantu serigala yang terluka meminum air yang ada di dalam bejana.
Dengan meminum air itu, tidak hanya raga mereka saja yang berevolusi. Luka yang ada di badan mereka pun turut lenyap dalam sekejap.
"Luar biasa! Itu sungguh luar biasa!" kawanan serigala merasa takjub dengan efek dan manfaat air yang disediakan oleh Kaisar Quelle.
"Tuan! Izinkan aku meminumnya terlebih dahulu!"
"Aku dulu! Aku dulu!"
Kawanan serigala saling berebut, memperebutkan minuman. Mereka khawatir akan kehabisan air yang telah disediakan oleh Kaisar Quelle ke hadapan mereka.
Kawanan serigala berbaris, mengikuti apa yang diinstruksikan oleh Kaisar Quelle kepada mereka."
Grayscale dan para tetua serigala turut membantu sang Kaisar, dalam mengkondisikan barisan antrian. Mereka memastikan bahwa seluruh pasukannya dapat meminum air pengevolusi raga yang disediakan oleh sang kaisar. Setelah seluruh pasukannya berevolusi, barulah Grayscale dan para tetua serigala meminum air pengevolusi spesies tersebut.
Deg!
Krekk!!
Siuuuwww...
Grayscale berhasil berevolusi menjadi sosok baru.
Sosok serigala dengan dua tanduk di kepala. Ukuran raganya menjadi sangat besar, sebesar gajah. Setiap langkah kakinya mampu menggetarkan daratan.
Kawanan serigala merasa sangat takjub dengan wujud baru sang ketua.
"Kekuatan ini? Aku merasakan kekuatan luar yang sangat luar biasa yang mengalir di dalam ragaku!" Grayscale menghentak-hentakan kaki kanannya di permukaan bumi.
"Apakah engkau sudah merasa puas akan baru yang engkau miliki?" tanya Kaisar Quelle.
__ADS_1
"Tentu saja, tentu saja aku sangat puas wahai manusia. Sekarang katakanlah kepadaku, apa yang bisa kami berikan kepadamu atas kekuatan menakjubkan yang engkau berikan kepada kami?"
Kaisar Quelle sudah menantikan pertanyaan ini sebagai bentuk kesepakatan kerja sama.
"Sesuai dengan tawaranku sebelumnya. Aku menginginkan suatu bentuk kerja sama dengan kalian. Kerja sama yang aku inginkan tidaklah rumit. Kerja sama yang aku inginkan hanya berupa uluran kekuatan dari kalian."
Apa yang Kaisar Quelle inginkan, sebenarnya ditujukan untuk melindungi Enzi di masa depan. Terutama ketika Enzi mengambil alih kembali raganya, guna melakukan perjalanan perdagangan melalui jalur lembah dan hutan.
"Engkau telah memberikan kekuatan yang luar biasa kepada kami. Tentu saja, kekuatan yang kami miliki merupakan bagian kecil dari kekuatanmu. Kami bersedia mengulurkan kekuatan kami kepadamu sampai kapan pun, di mana pun engkau butuhkan, tanpa ada batas waktu." kata Grayscale.
"Aku senang mendengarnya. Kalau begitu, bisakah aku meminta uluran kekuatan dari pasukanmu untuk membantuku mengantarkan barang-barang dagangan yang sangat berat ke ibukota?"
"Tentu saja tuan! Kami sangat bersedia dan dengan senang hati membantumu!" kata kawanan serigala serempak.
Kaisar Quelle tersenyum.
"Tidak perlu semuanya. Bantuan yang aku butuhkan saat ini, cukup bantuan kekuatan dari satu diantara kalian saja!"
"Aku siap membantumu tuan!"
"Aku juga!"
"Aku juga siap!"
Kaisar Quelle melirikkan pandangannya ke arah Ghiwa.
"Ghiwa..."
Ghiwa menyahut "Iya tuan?"
"Tolong bantu aku mengantarkan barang-barang daganganku ke ibukota."
"Baik tuan. Tolong tunjukkan jalannya kepadaku tuan."
"Tentu saja. Sebelum itu, aku ingin membicarakan suatu hal penting dengan pimpinanmu terlebih dahulu."
"Baik tuan."
Kaisar Quelle menghampiri Grayscale seraya berkata "Grayscale, ketika aku melakukan perjalanan perdagangan dan melintasi daerah ini, aku minta kepadamu untuk mengirimkan beberapa pasukanmu, guna melindungiku di sepanjang perjalanan."
Grayscale menjawab "Tentu saja. Aku akan mengirimkan pasukan terbaikku untukmu wahai kawan baikku."
Kaisar Quelle tersenyum, ia merasa tersanjung dengan sebutan "kawan baik" yang ditujukan padanya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan melanjutkan perjalananku ke ibukota. Senang bekerja sama denganmu. Jika ada kesempatan, aku akan berkunjung ke sini lagi. Sampai bertemu lagi!" ucap Quelle sembari melambaikan tangan.
__ADS_1
"Sampai jumpa kawan. Kabarkan kepada kami jika ingin berkunjung ke lembah ini. Kami dengan senang hati akan menyambutmu. Lembah ini selalu terbuka untukmu."