
aku gak tahu apa nur menyampaikan atau tidak, tapi sepertinya nur menyampaikan nya karena biasa nya ponsel ku selalu banyak pesan dari fajar sekarang berhenti dan sunyi, hanya ramai pesan dari grup kantor.
aku rasa tindakan ku sudah benar untuk menjauh dari fajar, aku bukanlah wanita yang haus akan laki-laki.
aku sangat menghindari itu semua, karena hidup tanpa status yang jelas hanya karena nikmat duniawi saja. aku sangat tidak suka.
malam ini rasanya malas sekali badan ku untuk bergerak turun ke foodcourt, aku masih asyik rebahan dia atas sofa depan tv.
pintu unit kamarku ada yang mengetuk
"perasaan gue gak pesen minta di bawain makanan deh sama Dimas.."gumam ku
kembali lagi pintu di ketuk tanpa ada suara,
aku pun membuka kan pintu karena penasaran.
pintu aku buka muncullah wajah fajar yang berdiri di hadapan ku
fajar langsung menerobos masuk ke dalam unit ku
"gak usah menghindar, mau menghindari sampai mana pun akan aku kejar,,"terang nya yang langsung masuk kekamar mandi untuk mencuci kaki dan tangan nya, itu kebiasaan fajar.
"ada Yang harus aku jelasin ke kamu.."tunjuk nya
aku diam saja enggan membuka suara, lalu dia duduk di samping ku.
__ADS_1
badan nya dia putar menghadap ku dan menarik bantal yang aku peluk.
"dengar baik-baik ya..jangan ada yang kamu lewati tentang aku dan jangan pernah di dengar dari orang tentang kisahku" tutur nya
"nama ku fajar Iskandar, aku hanya dua bersaudara. mama ku sudah meninggal jadi hanya tinggal papa di rumah, aku pernah bekerja di salah satu stasiun tv.
aku pernah menikah siri itu pun 12 tahun yang lalu sebelum aku kerja di stasiun tv.
saat ini aku singel, gak ada pacar atau yang dibilang teman dekat.
aku juga pernah bermasalah dengan hukum itu pun karena tuntutan pekerjaan yang harus menggunakan barang haram.
tapi aku sudah bersih dari itu semua, saat ini aku sudah jatuh hati sama seorang wanita dan aku gak perduli dengan masa lalu nya. aku jatuh hati dengan dia pertama kali aku mau numpang transfer lewat Dimas.
dia selalu menghindari ku bahkan terang-terangan ingin menjauhi Ku.
apa bisa tidak akan bisa dia lari dari aku karena dia sudah membuat ku jatuh hati.."ungkap fajar
dia menatap mata ku dalam dan menggenggam tangan ku, aku tertunduk tapi dia Kembali mengangkat wajah ku
"coba kita jalani dulu,, aku sudah suka sama kamu jangan lah menghindari karena akan selalu aku kejar.."mata nya terus menatapku tanpa ada kalimat satu pun yang terlewati
aku menghempaskan nafas kasar Ku lalu membuang tatapan fajar, aku mencoba bertanya pada hati ku tapi tidak menemukan apa pun.
"kita lewatin dulu semua berdua,, jangan terlalu memaksakan untuk jatuh cinta. aku tahu untuk mu berat.."ucap nya
__ADS_1
kami pun sama-sama terdiam dan saling menatap ke arah tv tapi pikiran kita entah ada dimana?
apa aku harus mencoba nya membuka hati atau memang sudah tertutup karena hati ini belum tersentuh.
fajar memecah kan keheningan dengan mengajak aku bercanda, kami melupakan sesaat rasa itu.
dia memesan makanan untuk kita makan berdua, sangat royal dan perhatian.
bahkan rasa sayangnya sangat dia tunjukkan sekali,mungkin wanita mana pun akan mudah jatuh cinta akan perlakuan nya.
"wajah kamu lumayan ganteng dan kulit putih, untuk ekonomi lumayan mapan, usia muda banget..kenapa harus jatuh pilihan ke aku seorang wanita yang berumur 40 tahun.. pertanyaan ku membuat dia menghentikan suapan makanan nya.
"aku gak melihat umur karena umur mu menipu wajah mu sendiri, siapa bilang kamu terlihat tua? orang yang gak tahu usia mu akan menebak kamu berumur 30tahunan..sahut nya
"kenapa harus memilih kamu,, karena hati ku yang memilih mu dan dia sudah jatuh hati sama kamu.."ungkap nya sambil melanjutkan menghabiskan makanan nya, bahkan tanpa malu-malu dia selalu menyuapi ku makan.
"paling juga nanti kamu akan bosan dengan ku.."ucap ku asal
"aku jika sudah dengan satu pilihan gak akan ada pilihan lain..dengarkan itu.."tukas nya dengan tegas
lalu berdiri mengambil kan aku air minum.
"aku hanya gak mau orang tahu tentang kita dulu, karena kamu belum tahu watak kakak ku. dan aku gak mau orang berpikir yang macam-macam tentang aku dan kamu.."seru ku
"baiklah kalau itu yang kamu mau, aku akan ikuti.."jawab nya dengan lesu.
__ADS_1