Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB XLV


__ADS_3

selesai belanja hari ini kami mencari tempat makan malam, keluarga suami ku menyukai seafood sedangkan aku menyukai tapi ujungnya alergi.


aku melirik ponsel suami ku yang selalu berdering, sekali aku masih cuek tapi ini berkali-kali.


"kenapa gak di angkat,"tanya ku


"gak penting dan bukan nomor yang aku kenal, kamu tahu aku gak suka nomor asing."jawab suami ku


aku melanjutkan makan lagi dan kembali ponsel suami ku berbunyi lagi, bahkan ada pesan masuk.


"fajar,ini aku fera.angkat telpon ku, penting banget. aku tahu kamu sudah kembali tinggal di rumah kamu lagi."isi pesan tersebut yang dengan jelas terbaca oleh ku.


deg..jantungku kembali berdesir hebat, gemuruh amarah sudah sesak di dada.


"ini kamu yang jawab atau aku yang jawab,"tiba-tiba suami ku memberikan ponselnya untuk aku balas pesan tersebut.


aku mendorong ponsel tersebut kembali ke suami ku


"aku percaya, cukup lihat balasan kamu. aku akan percaya,"jawab ku tegas


suami ku mengetik pesan balasan untuk mantannya itu.


"maaf saya sudah beristri dan jangan ganggu hidup saya lagi."isi balasan pesan suami ku


setelah pesan itu terbaca, suami ku langsung memblokir semua kontak tersebut biar dia tidak memiliki celah untuk menelpon atau mengirim pesan.


bahkan semua sosmed suami pun di hapus di depan mata ku sendiri.


hati ku mengatakan apa aku bisa seperti dia,yang benar-benar menjaga perasaanku.


sedangkan aku masih saja ada yang aku sembunyikan tentang masalah ku.


aku coba belajar dari sikap nya lagi, yang dengan tegas bisa memilih teman atau bukan, dan hanya mau berteman dengan istri dan keluarganya saja.


selesai makan malam, aku banyak diam sedang berpikir.


"ini nih, kalau cape, pasti wajah nya gak enak di lihat."ujar suami ku sambil merangkul pundak ku dengan mesra.


"aku gak apa-apa kok,"sahut ku


"dengar sayang, jangan berpikir yang macam-macam. aku memilih kamu dan itu kamu bisa tanya ke papa atau Hanum."jelas suami ku


aku hanya diam saja, entah kenapa aku merasa minder dengan keadaan seperti ini.


apa bisa aku menahan cemburu, apa bisa aku bersikap biasa saja atau cuek seperti pertama kali bertemu.

__ADS_1


cinta sepertinya aku sudah jatuh cinta sesungguhnya, hatiku mulai meragu bahkan mulai berpikir untuk membuang jauh rasa cemburuku.


aku akan lebih fokus untuk kerjaan, biar rumah tanggaku akan baik-baik saja.


kalau aku ikuti ego yang ada akan terus menerus ada rasa curiga tanpa saling percaya.


"sayang mau beli cemilan gak? tanya suami ku membuyarkan lamunanku.


"boleh, memang mau beli apa? tanya ku balik.


"martabak saja ya, martabak telor saja dan kamu suka keju kan? ujar suami ku


"martabak telor dua dan martabak keju nya satu."usul ku


"ya sudah , aku pesan sekarang ya? tutur suami ku


aku dan yang lainnya menunggu di mobil, aku membuka aplikasi sosmed dengan iseng nya aku scroll.


bahkan aku lebih suka melihat acara memasak atau cara membuat kue.


setelah menunggu 30 menit pesanan selesai,kami bergegas pulang kerumah.


suami ku seperti nya tahu kalau suasana hati ku sedang tidak baik-baik saja.


mencoba menerima ternyata tidak mudah, bahkan coba berdamai dengan rasa cemburu pun tidak mudah.


aku ingin menjadi seperti itu, bersikap santai coba cuek dengan semua nya.


sampai di rumah, aku merapihkan semua barang belanjaan dahulu lalu segera membersihkan diri.


aku naik ke atas dahulu tanpa mengajak suami ku, aku coba mandi untuk mendinginkan otak ku.


aku mandi dengan bersenandung, lalu aku mengambil wudhu agar hatiku tenang.


selesai mandi dan mengambil air wudhu aku segera sholat isya, dan setelah sholat benar-benar tenang hati ku.


sifat cuek aku rasakan lagi, biarlah seperti ini karena aku lelah kalau harus bertengkar.


"kamu masih marah? kenapa naik saja, itu aku beli martabak percuma kalau kamu gak makan,"kesal suami ku


"kok kamu jadi marah-marah? kamu lihat aku selesai sholat dan mandi? kenapa jadi marah? apa karena kontak itu kamu blokir jadi kamu tenangin aku tadi untuk apa hah? untuk dibilang suami setia?"teriak ku meluapkan semua kekesalan ku yang tadi sudah meredam di bangkitkan lagi.


"kok kamu jadi kemana-kemana, ya sudah kita masing-masing saja. urus diri sendiri, aku gak peduli kamu mau apa kek."ujar suami ku


"ya sudah, aku sudah tahu siapa kamu? cuma manis di depan saja. coba kalau aku gak pergokin isi chat cewe tadi, ya aku gak tahu ya kamu jawab apa? ingat aku sudah khatam dengan model lelaki,"tegas ku

__ADS_1


aku mengambil selimut dan mencoba minum obat tidur agar bisa tidur nyenyak, sudah malas aku ribut.


cuma buang pikiran dan tenaga saja, lebih baik aku tidur pulas saja biar besok kekantor pikiran aku tenang.


aku tertidur pulas dan aku juga tidak tahu suami ku tidur jam berapa, aku bangun langsung sholat subuh lalu aku bergegas merapihkan segala perlengkapan kerja ku.


setelah itu aku turun ke bawah, membuat teh hangat untuk ku.


lalu aku naik lagi ke atas ternyata suami ku masih tidur, aku mengganti pakaian dengan pakaian kerja.


aku tahu dia sudah bangun,dia enggan menatap ku. aku menghela nafas panjang saja.


"aku berangkat kerja dahulu,"pamit ku


tidak ada Jawaban dari nya, aku keluar kamar segera karena sudah di tunggu ojeg.


"gak di antar Na? tanya kakak ipar ku


"ngga kak, lagi ada urusan nih pagi-pagi."jawabku


"berangkat ya kak? pamitku dengan mencium tangan kakak ipar ku


"hati-hati ya? ucap nya


aku langsung naik ojeg dan meminta nya segera jalan karena pasti papa mertua akan bertanya lagi.


Sepanjang perjalanan aku hanya menggerutu dalam hati ku saja.


apa aku pulang saja ya , kerumah mamihku."lirih ku


"ah bodo amat lah,"gumam ku


setelah naik kereta aku pun sampai di kantor, aku coba melupakan masalah rumah tangga ku


aku coba fokus dengan kerjaan ku, sesekali aku melirik ponsel ku tapi tidak ada pesan atau telpon dari suami ku.


"yaelah nasib gue gini amat ya,"lirih ku


"kenapa sih Lo? tanya Rita


"gak ada? jawab ku singkat


"dari tadi Lo ngoceh aja gak jelas,"ujar Rita


"sumpah gak ada apa-apa,mungkin kurang kopi aja kali atau kurang sajen,"jawab ku asal

__ADS_1


__ADS_2