
setelah selesai kerjaan aku pun dan yang lainnya berbincang-bincang sebentar sambil memberikan laporan ke kantor.
agak sedikit ribet ketika memberikan laporan ke kantor karena selalu pada ingin tahu nya terlalu besar.
tapi kami sukses bisa membuat klien merasa puas dengan hasil kerja kami.
"ya udah habis ini kita anter Lo ketemuan sama teman Lo itu,na? biar kita pulangnya pun sama-sama dan ngga terlalu malam."ujar Rita
"ya sudah kalau gitu sekarang aja,biar jam 3 kita bisa pulang cepat."sahut ku
lalu aku memesan taksi online untuk menuju apartemen setelah dapat langsung saja kami naik dan si driver pun langsung tancap gas.
"sesuai titik ya mbak? ujar si driver
"iya pak ."sahut Meti
ketika di dalam perjalanan aku mendapatkan pesan yang membuat aku agak sedikit emosi tapi aku coba redam dulu.
aku mencoba sekarang untuk bisa menahan emosi ku dan bersikap diam itu lebih baik.
"kita sudah mau sampai ya,na? tanya Meti
"iya tinggal putar balik saja."jawab ku
"mood Lo lagi gak bagus ya? tiba-tiba aja muka Lo berubah? tebak Rita
"iya kelihatan ya."tutur ku
"hahaahah kita udah kenal Lo lama jadi kelihatan banget kalo."canda Rita aku hanya tersenyum getir saja.
"kalau Lo ngga fokus apa mau pulang saja."tawar Meti
"ngga usah lanjut saja mett."pinta ku
lalu kami masuk kedalam area lobby apartment dan Marni sudah menunggu ku di lobby.
"hai Bu apa kabar? sapa ku
"ini Bu Marni, Bu Marni ini Rita dan itu Meti teman gue."aku memperkenalkan teman-teman ku
lalu mereka hanya saling tersenyum saja
"kita ketaman aja yuk? biar enak sekalian lihat kios nya."ajak Marni
kami pun bertiga mengikuti Langkah Bu Marni dari belakang
__ADS_1
selama berjalan menuju taman banyak yang menyapa ku karena memang aku lama tinggal disini.
"Dewi tahu Bu kalau gue mau kesini? tanya ku
"ngga tahu,na..karena gue ngga bilang."sahut Bu Marni sambil menunjukan kios yang mau kami sewa.
"ta Lo mau minum apa? mett Lo juga mau minum apa? biar gue pesanin."tanya ku sambil menatap wajah mereka bergantian.
"air mineral aja na,tapi yang dingin."sahut Meti dan Rita pun sama karena tadi kita Sudah meminum kopi
lalu Marni memberikan air mineral botol dingin ke kami bertiga.
"nanti yang kerja ada tiga orang,na.. ada yang pagi dan ada yang masuk malam. kita akan buka 24 jam kok."terang Marni
"terus Soal sewa Gimana? apa si Tante mau di bayar bulanan? tanya ku
"mau kok, nanti Lo tunggu ya. sebentar lagi dia kesini jadi kan bisa terima kunci hari ini juga."tutur Marni
ternyata tidak berapa lama Tante pemilik kios pun datang dan tidak lama juga karyawan yang mau kerja pun sudah pada datang jadi tidak perlu waktu lama aku menjelaskan ke mereka.
aku nego dulu masalah sewa kios dan deposit nya, cukup alot juga karena dia menaikkan harga sewanya.
"samakan saja sih Tan, dengan yang lain."pinta ku
"tidak bisa karena kios nya itu letaknya sangat strategis loh."terang si Tante lalu aku menatap Marni dan dia memberikan kode lewat anggukan kepala dan aku pun memberikan kata setuju.
lalu kunci kios aku serahkan ke Marni dan aku mulai bicara dengan tiga karyawan soal gaji dan lain-lainnya.
mulai besok mereka sudah bisa masuk dan malam ini Marni yang akan belanja.
dia tidak keberatan dan kemungkinan seminggu sekali aku akan datang untuk mengecek kios.
setelah selesai aku dan kedua teman ku pun lanjut untuk pulang kerumah masing-masing.
"udah ngga ada lagi ya Bu? gue pamit pulang dulu dan maaf gue ngga bisa mampir ke Dewi."ujar ku
"iya hati-hati dan kalau ngga sibuk tolong datang ya untuk cek warung."pinta Marni
"siap Bu nanti tinggal via chat aja kalau ada apa-apa."jawab ku
"pastilah na."seru Marni
kami pun naik kedalam taksi online dan taksi tersebut berhenti di rumah Rita dulu, baru aku memesan ojeg online untuk pulang kerumah begitu pun dengan meti.
"berkas sama Lo ya? gue ngga mau bawa atau simpan dirumah Rita aja."aku bertanya pada Meti
__ADS_1
"ya udah taruh di gue aja."timpal Rita
"lagian Kalau dibawa gue misal hujan pasti berkas bisa basah "sahut Meti
sampailah kami bertiga di rumah Rita lalu istirahat sebentar baru aku memesan ojeg.
hati ku mulai ngga karuan, entah karena menahan emosi apa mau meledak emosi ku.
aku ngga memberikan kabar lagi ke fajar kalau sudah mau pulang.
"Lo kok gak pesan langsung kerumah na? tanya Rita
"ngga gue mau ke kedai laki gue dulu."sahut ku
"hati-hati Lo kan ngga bisa cape-cape dulu."pinta Rita
aku hanya tersenyum saja dan kembali memperhatikan ponsel ku.
ojeg ku sudah datang dan aku berpamitan dengan orang tua Rita serta mertuanya.
"jalan bang,sesuai aplikasi."seru ku
"iya mbak."sahut si driver
selama perjalanan aku banyak diam dan berpikir, aku pun mengucapkan istighfar sepanjang perjalanan.
aku memohon bisa menahan emosiku bahkan kalau bisa aku bersikap Biasa saja.
sampai di kedai suami ku, hanya ada beberapa orang yang sedang ngopi di dalam.
aku masuk begitu saja sambil mencari keberadaan fajar, ternyata dia di belakang sedang asyik ngobrol Sampai tidak menyadari aku sudah berdiri di belakangnya.
aku berdiri cukup lama sampai mendengar semua pembicaraan dia dan si wanita itu.
ketika dia menoleh terperanjat melihatku bahkan dia sampai gugup tidak bisa berkata apapun.
"sayang sudah pulang? kok ngga kasih kabar? dari kapan?tanya nya dengan gugup.
"dari 30 menit yang lalu dan aku sudah mendengar kok percakapan kalian."jawab ku santai
"dengar dulu ngga seperti yang kamu bayangin sayang."fajar terus memohon kepada ku
"sekarang gini saja deh,.gue udah cape ya? dan sudah biasa kalau melihat laki-laki membela kesalahan nya. dan gue kasih Lo untuk berpikir dan introspeksi diri deh, karena perbedaan kita ya itu harus di pikirkan juga."ungkap ku
Lalu aku berlalu dari hadapan nya, ada rasa sesak di dada ingin marah tapi aku harus menahan semuanya.
__ADS_1
tiba-tiba wanita itu mendorong ku hingga aku tersungkur dan jatuh, ada darah mengalir di bagian paha ku lalu mata ku pun kabur lalu tidak sadarkan diri lagi.