
Acara nya pun aku gak ngerti di jam berapa dan untuk tempatnya pun masih abu-abu, bahkan teman-teman kantor pun tidak ada yang aku undang. Karena semua di atur oleh kak pon, nur dan bang im. Aku lebih banyak diam bahkan selesai mandi pun aku enggan untuk berdandan , malahan aku rebahan.
Saksi sudah berkumpul, ada rasa ragu kembali ketika kita mau berangkat ketempat penghulu. Banyak pesan dari teman-teman kantorku menanyakan acara nya,banyak ucapan selamat dan doa yang terbaik.
"kita jemput kemana nih??sebenarnya acara dimana sih, gak jelas banget ya..gumam ku "kita jempu kak pon dulu,na.."jelas nur "heeee,,jadi muter-muter gak jelas banget sih..gerutu ku kesal fajar hanya mengusap bahu ku agar aku tenang. Aku kembali diam dari semalam sudah sangat kesal, mulai dari masalah kue yang gak sesuai antara kue dan harga nya.
Aku hanya merasa pernikahan ini hanya di manfaatkan saja, mereka membantu tidak tulus. Akhirnya rumah penghulu yang kita tuju pun sampai, lumayan jauh juga .
Aku melihat pak penghulu sedang memeriksa berkas kami, lalu menanyakan saksi-saksi. Setelah itu memberikan nasehat pernikahan kepada kami lalu di iringi dengan doa. Fajar dengan satu tarikan nafas mengucapkan ijab kabul yang di barengi dengan ucapan dari saksi dan penghulu berbarengan . "SAH".
__ADS_1
Setelah berdoa, kami melanjutkan makan-makan tapi kami lebih mengundurkan diri karena abangku harus masuk kerja. "kita anter kak pon dulu,baru kita pulang,"ujarku "turunin kita-kita dulu di apartemen baru Lo bedua anter kak pon.."sahut nur
Sedangkan bang im dan istrinya hanya diam saja, mereka mengikuti saja. Tidak lupa aku mengucapkan terima kasih ke istri bang im.
Setelah mereka turun aku dan fajar langsung mengantarkan kak pon, aku memutuskan tidak mau lama-lama dirumah kak pon. Kita lanjut untuk kembali pulang, di perjalanan pulang fajar mengecup tangan ku lalu menggenggam tangan ku rasa bahagia terlihat dari wajah nya.
"aku gak nyangka hari ini kita menikah,,"serunya dengan mata yang berbinar "sayang, apa kamu bahagia?kita belum sempat foto,, sini kita foto dahulu "pinta nya kami pun memoto jari manis yang terpasang cincin kawin lalu kami upload di sosmed
Biasanya kita akan nonkrong sekarang mulai di hilangkan, mereka meminta ku menjadi istri yang patuh dengan suami.
__ADS_1
Fajar mengajak aku berbelanja tapi aku tolak karena cape banget, selesai mandi aku merebahkan badan ku dan memjamkan mata ku yang ngantuk.
"anak-anak ngajak aku nongkrong di tempat biasa karena aku sudah menikah jadi mereka minta di traktir.."fajar meninggalkan ku tanpa aku jawab setuju atau tidak. Di situ aku emosi, langsung mempacking baju ku untuk pulang kerumah mamihku.
"gue mau pergi, silahkan Lo ambil akses di security.."isi pesan ku ke suami ku yang belum ada satu hari. Panik yang aku tahu, dia menelpon ku gak aku angkat. Sampai minta jemput di lobby pun aku abaikan saja.
Aku mendapat pesan dari nur yang membuat aku emosi sekali "na, kalau Lo mau pergi.biar gue yang tidur nemenin si fajar.. Kalau mau pergi ya pergi aja, gak usah melarang si fajar buat nongkrong sama kita. Sebelum kenal sama Lo dia selalu nongki di sini jadi gak usah drama.."isi pesan yang akhir nya membuat aku ingin meninggalkan fajar.
Pintu kamar ku di ketuk dengan kencang, aku tahu siapa orang itu. Dia panik melihat semua barang sudah aku kemas semua tanpa ada satu pun yang tertinggal. "sayang dengarkan aku dulu, aku mohon jangan pergi. Kita baru menikah masa harus terpisah begini. Dengarkan aku gak akan melepaskan mu,,"sambil dia bersujud di kaki ku, memohon untuk jangan pergi.
__ADS_1
Aku melihat dia menangis , hatiku masih kesal bahkan aku merasa muak dengan semua ini.aku jadi berpikir ke masa lalu tentang kegagalan pernikahan ku juga di akibatkan teman yang aku anggap saudara. Isi pesan nur itu yang membuat emosi ku meluap bahkan makanan yang aku makan langsung aku singkirkan.
aku memberitahukan soal pesan tersebut, fajar kaget langsung ponsel dia pun tidak di aktifkan. Ini malam pertama kita jadi suami istri justru di penuhi pertengkaran yang berakhir kami saling diam. Walau dia mencoba membujuk ku, aku masih bersikap dingin sampai pagi menjelang.