Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB LVIII


__ADS_3

setelah kejadian kemarin aku jadi banyak belajar ternyata perhatian seorang ibu sangat dibutuhkan anak.


seperti anak temanku dia sampai curhat ke guru untuk mendapatkan simpati karena anak ini tahu dia punya tunggakan di sekolah yang cukup besar.


tapi ibu nya malah asyik mentraktir orang-orang bahkan tidak memikirkan anaknya, karena yang ada di pikiran dia hanya gila pujian saja.


"na,hari ini kesini ngga? tanya Marni lewat telpon


"ngga Bu lagi banyak kerjaan kantor nih,"jawab ku


"ya sudah besti kalau ngga sibuk main ya?ujar Marni


setelah telponan dengan Marni akhirnya aku pun bersiap untuk kekantor.


dalam perjalanan aku berpikir, kalau aku join usaha dengan teman ku itu di kios yang benar-benar strategis banget seperti nya keuntungannya cukup besar.


tak terasa aku sudah tiba di kantor, ketika di lobby seperti biasa aku pasti bertemu salah satu temanku itu.


"hai,na udah masuk nih? tanya Fijar


"sudah, pak ? jawab ku sambil tersenyum dengan nya


"ada banyak yang mau dibahas,na? tapi kita udah gak satu tim lagi. gak apa-apa kan kalau saya sekedar sharing aja,"ungkap Fijar yang melihat ke wajah ku.


"boleh lah pak, walau bukan satu tim tapi kan masih satu kantor"jawab ku


tidak lama pintu lift terbuka dan terlihat wajah Rita dan Meti.


"udah masuk,na? seru Rita


"iya, dong. masa mau libur Mulu, kek sultan aja kebanyakan duit"ujar ku sambil tertawa


"eh tumben Lo aku sama dia"bisik Meti


"lah emang Selama ini kenapa? emang gak akurkan? bisik ku lagi di telinga Meti.


"sialan gue udah serius jawaban nya sama pea nya"kesal Meti


aku hanya tertawa saja, rasa kangen sama mereka itu selalu ada.


"setelah breifing kek biasa kan? tanya chimet yang baru datang


"kek biasa gimana? tanya ku


"iya sekarang setelah breifing, management di minta evaluasi ulang 30 menit. setelah itu baru kita ngopi "terang chimet


aku baru tahu ada peraturan seperti itu karena beberapa hari ngga masuk kerja.

__ADS_1


"oh,ada aturan baru.."gumam ku lalu mengecek beberapa pekerjaan yang belum selesai.


"tadi Fijar cerita katanya Lo mau bantuin dia? tanya intan yang sudah duduk di depan ku


"bantu apa sih? timpal chimet


"lah dia kan tadi pagi ketemu di lift, trus dia bilang kalau kita gak satu tim lagi dan bisa ngga kalau ada apa-apa dia minta di bantu dan bisa ngga sharing walau udah ngga satu tim. begitu ceritanya"tutur ku karena memang kenyataannya seperti itu.


"oh gue kira Lo mau satu tim lagi sama dia,"ujar intan


"nggalah, gue ikut aturan yang ada aja lah. mau masuk tim mana pun oke.oke aja"ungkap ku


karena aku dengan siapa saja tidak pemilih, buatku yang penting bisa kerja dengan baik dan menghasilkan uang serta kepuasan hasil kerja.


"breifing yuk? ajak Rita


lalu kami semua keluar dari ruangan dan mengambil masing-masing posisi.


aku melihat banyak anak baru, bahkan di tengah-tengah breifing banyak yang bertanya siapa Bu Nina.


dan aku pun mengenalkan diri ku biar mereka tidak bertanya lagi tentang aku.


"jika kalian tidak paham atau mau menanyakan sesuatu silahkan keruangan saya karena saya setiap waktu akan membantu kalian, saya tidak membeda-bedakan antara anak baru atau lama"terangku


lalu rekan yang lain ikut menambahkan tentang perubahan sistem kerja dan lain-lain.


banyak berdebat masalah anak marketing yang harus di dampingi.


aku lebih banyak menyimak saja dulu belum berani memberikan komentar apapun.


disini dunia kerja kadang mereka mencari perhatian ke bos itu lumrah asal tidak berlebihan sampai menjatuhkan teman sendiri.


"apa beberapa hari begini,met? bisik ku dan Meti pun menganggukan kepala.


"Lo baru tahu yak? gue aja udah mual lihatnya "timpal meti


aku hanya terus memperhatikan saja, selesai evaluasi kami semua kembali keruangan masingmasing.


"turun yuk? pusing lama-kelamaan,"ajak Rita dan Yudis


"ayo, yang lain ngga turun? tanya ku


"nanti kita nyusul "seru intan


lalu aku turun bertiga ketika mau keluar dari ruangan tiba-tiba masuk salah satu marketing memberikan laporan.


"ambil,na..paling komplainan lagi"seru Rita

__ADS_1


"bisa ngga kasih gue jangan komplainan terus"sahut ku


"rejeki Lo dah,na"timpal yudis


aku mengambil kertas laporan tersebut dan melihat sebentar lalu memberikannya ke Meti untuk di simpan.


"taro dulu mett, nanti gue pelajarin dulu"ujar ku dan Meti pun mengambilnya dan menyimpan di meja kerja ku.


kami pun melanjutkan keluar untuk meminum kopi, sambil jalan aku saling berbagi cerita tentang kerjaan.


"waduh telat banyak nih gue "ucap ku


"ngga sih sebenernya baru dua hari ini aja, karena kan pindahan anak cabang jadi kita juga harus dengerin pendapat mereka juga."sahut Yudis


"gue bilang sih nambah penat"ujar Rita


"habis gimana kita kan cuma kerja? jadi ikuti aja lah,Rita" timpal ku


sampai di bangde ternyata lumayan ramai, aku juga bertemu dengan Novi walau beda Kantor tapi kita berteman.


saling sindir bahkan saling ledek tapi aku dan yang lainnya akrab dengan Novi.


"mau meeting di mana Lo? tanya Rita ke Novi


"bukan meeting,nek..asal Lo tahu gue baru bangun tidur jadi baru sampe nih"jawab Novi sambil memakan gorengan.


"lain yang punya kantor, hahhaahahaha "canda Yudis


"iyalah,.jadi gue yang atur jam masuk kerja gue. cuma tinggal lihat bulan depan aja, gaji gue tinggal setengahnya kali,"sahut Novi.


aku hanya tertawa saja, melihat Novi dan lainnya.


"eh bumil dari tadi ketawa aja, kalau anak Lo mirip gue bisa-bisa gempa rumah tangga Lo? tutur Novi


"yeee bisa gila kalau Anak gue mirip Lo.. idiih ogah "timpal ku


"baguslah dari pada mirip Yudis, bisa-bisa laki Lo bilang kalau Lo selingkuh"cebik novi dan aku jawab dengan melempari dia dengan kulit kacang.


tidak lama yang lain pun turun dan warkop bangde akan ramai sekali dengan mulut kita semua.


bahkan karyawan kantor lain kalau sudah lihat gerombolan kita-kita akan mundur.


"hari ini gue pengen makan di bayarin deh"seru intan


"ya elah Tan, nenek-nenek yang buta huruf juga kalau makan di bayarin pada pengen kali,"cebik ku


"iya kali ada yang baik sama gue "timpal intan yang ternyata sedang meledek Yudis.

__ADS_1


__ADS_2