
keesokan pagi nya, badan ku agak demam jadi hari ini tidak masuk kerja, istirahat total karena agak panas suhu Badan ku.
suamiku bolak balik, ke unit lalu ke kedai. karena dia khawatir kan kondisi badan ku.
bahkan aku lebih banyak tidur,untuk balas chat atau telpon saja aku sangat malas hanya berselimut tebal.
bahkan suami ku mengirim beberapa pesan serta telpon berkali-kali ,aku gak balas atau jawab telpon suami ku.
"sayang,ya ampun kamu masih belum pulih juga. panas banget badan kamu, ayo.. makan dulu baru minum Paracetamol.."terang suami ku
"iya badan ku demam banget..makanya maaf aku gak angkat telpon kamu.."sahut ku
"kita ke dokter ya.."ajak nya
"gak usah, nanti setelah makan lalu minum Paracetamol sudah baikan. kalau gak ada perubahan baru kita ke dokter..terang ku
"baik lah sayang..ayo aku suapin dulu. maaf aku gak temanin kamu,tapi aku janji kalau pelanggan sudah sepi. aku akan tutup dan temanin kamu di sini.."jelas nya dengan nada sangat khawatir.
"kamu sudah makan? tanya ku
"aku gak bisa makan kalau kamu gak ada kabar? ucap nya
"jangan gitu, kamu juga harus makan.. aku akan baik-baik saja kok.."tutur ku
"tadi teman-teman kamu di lobby B, pada nanya kamu dimana? aku jawab sedang sakit..lalu mereka bilang sih mau nitip sesuatu buat kamu,atau mungkin nanti mereka akan datang ke unit.."terang suami ku
setelah menyuapi ku, lalu memberi aku obat Paracetamol dan langsung memakaikan jaket ke tubuhku, lalu meminta aku tidur tidak lupa menyelimuti ku.
"aku balik dulu ke kedai? apa mau air jeruk panas ? tanya suami ku
"iya kembalilah ke kedai , aku akan baik-baik saja. air jeruk panas nya nanti saja , kalau kamu sudah mau tutup.."ucap ku
"mungkin aku akan tutup cepat, kamu tunggu aku saja.."suami ku langsung mencium keningku, rada berat dia meninggalkan ku di kamar sendirian.
langkah kaki nya terhenti kembali dia melihatku ke kamar.
lalu dia berjalan lagi keluar kamar, dan suara nya sudah tidak terdengar lagi.
kalau aku tidak memejam kan mata, pasti suami ku tidak akan kembali ke kedai.
lama-lama mata ku terasa berat, mungkin efek dari Paracetamol.
badan ku pun mengeluarkan keringat banyak sekali, lama-lama aku pun tertidur pulas juga.
__ADS_1
sampai sore dan hari sudah gelap, bahkan lampu tidur kamar sudah menyala.
aku terheran setelah mata ku terbuka, siapa yang menyalakan lampu kamar? apa suami ku tadi pulang..bathinku
aku pun bangun karena ingin buang air kecil, ketika keluar kamar aku melihat di meja bar ada sebelas air jeruk panas dan roti, berarti tadi suami ku sempat pulang.
"sayang,makasih ya..isi chat yang aku kirim ke suami ku
"iya sayang, sebentar lagi aku tutup. tunggu ya sayang.."balasan dari suami ku.
lalu aku kembali masuk kamar setelah minum air jeruk hangat.
aku merebahkan badan ku lagi karena masih terasa lemas, dan mulutku terasa pahit.
saat mau memejam kan mata, tiba-tiba ada suara pintu terbuka.
"hai..gimana? sudah baikan? tanya suami ku
"sudah kok,,tinggal lemas saja.."jawab ku
"tunggu ya..aku bersih-bersih dulu.."ujar suami ku yang langsung meninggalkan ku di kamar.
terdengar dia masih membersihkan unit dulu, baru dia mandi.
dia membelai ku terus, lalu tiba-tiba pintu ada yang mengetuk
"aku lihat dulu ya.."ucap suami ku
suami ku berjalan ke arah pintu dan membuka nya
"fajar,,, mana bini Lo? tanya Dewi
"masuk kak ada di dalam.."sahut fajar
"gak usah, gue cuma mau kasih air rebusan sama bubur ayam dan ada siomay juga. nah kalau yang ini titipan dari Marni, ada roti sama susu dan kalau buah dari lili.."jelas Dewi
"Ya ampun kak jadi merepotkan..dan makasih ya.."ucap fajar
"Salam saja buat bini Lo, biar istirahat dulu aja.."seru Dewi
akhirnya Dewi pun meninggalkan unit ku, lalu fajar menenteng plastik makanan dan mengambil bubur ayam untuk aku makan.
"bangun sayang,makan bubur ayam nya dulu ya.."ujar suami ku
__ADS_1
"mulut ku pahit banget,,"ucap ku
"makan ya biar gak lemas dan cepat sembuh..atau kamu mau makan apa? tawar suami ku
"gak usah, ini saja aku makan.."sahut ku
seperti biasa selalu menyuapi ku dengan telaten sekali, bahkan tanpa sadar sudah habis.
"kamu makan apa? kamu juga harus makan? tanya ku
"itu ada siomay , Aku makan itu saja.."jawab nya
"hmmm nanti lapar lagi kalau gak makan nasi.."ucap ku
"gak apa-apa sayang, ada roti juga kan.."tunjuk suami ku
"ya sudah kalau begitu.."sahut ku
"habiskan,,biar cepat pulih lagi.."usap nya
kami berdua makan dengan lahap, aku paksa kan makan sebenarnya pahit mulut ku.
selesai makan fajar mengajak ku untuk beristirahat, sebelum itu dia meminta aku minum obat lagi.
aku meminum obat tersebut, lalu istirahat di kamar. aku lihat dia menuju pantry membuatkan aku susu.
"kalau sudah hangat, di minum susu nya.."ujar nya lalu ikut berbaring di samping ku
"masih pahit lidah nya? mau coklat biar gak begitu pahit.."tawar nya
"boleh.."jawab ku
lalu dia memasukan coklat ke mulut ku dan memberikan air putih hangat.
"Istirahatlah.."dia mengusap kepala ku dengan lembut
rasa kasih sayang yang diberikan nya ke aku membuat aku terbuai, bahkan aku merasa wanita paling beruntung.
semua orang melihat kami berdua akan iri, dia tidak pernah melepaskan ku kalau sedang berjalan.
dan menunjukkan ke semua orang betapa sayang nya dia padaku, jangan kan untuk melirik wanita lain.
wanita lain menatap wajah nya dengan penuh lapar saja dia langsung marah.
__ADS_1