Kamu Jodoh Ku?

Kamu Jodoh Ku?
BAB LXV


__ADS_3

setelah penjelasan dari bos ku tentang pembukaan cabang aku pun hanya menyimak saja belum bisa mengambil keputusan apa pun karena aku yakin pasti akan ada yang cemburu.


dunia kerja itu kadang kita tidak bisa membedakan apa dia benar-benar tulus atau hanya sekedar mau menjatuhkan kita.


"Lo yakin na,ngga mau ambil dulu dan Lo bisa fokus kan di cabang."ujar Rita


"belom tahu dan gue harus berpikir matang juga,kan Lo tahu banyak banget yang ngga suka dengan gue."jawab ku


"paham sih gue Soal itu tapi mau gimana kalau kita mikirin mereka apa mereka mikirin biaya hidup kita, kalau modal iri doang ngga bakal kenyang kali."ungkap Rita


"hahahahaa kenyang mah makan aja kali ritt,"timpal meti


"tahu tuh si nina jadi mikirin orang ngga jelas banget deh, dia aja ngga mikirin Lo."cebik Rita


"iya tunggulah jadi orang ngga sabaran banget."timpalku


"bukan gitu kalau Sampai dipegang yang lain, aduh tambah muak aja bawaannya."tutur Rita dan aku hanya tersenyum menatap wajahnya l.


karena aku tahu dia sangat membenci sifat-sifat leader kantor yang selalu mencari muka.


"udah nenek Rita ngocehnya? apa masih kurang!! sampe perut gue udah lapar lagi aja."ujar Yudis


"belom lah bang kek Lo ngga kesel aja,liat mereka!! cebik Rita


"iya tapi ngga harus ngoceh-ngoceh Mulu ritaaaaaa.."ujar Yudis penuh penekanan.


"ya udah, mett kek nya kita lapar lagi deh."tutur Rita


"mau makan apa? mau gue pesanin bakso? tawar Meti


"iya boleh deh tapi kalau ada mending mie ayam aja."seru Yudis


Meti pun berjalan keluar untuk membelikan mie ayam sesuai permintaan mereka berdua.


sedangkan chimet dan intan masih sibuk dengan kerjaan nya di dalam mereka berdua ngga ikut nimbrung obrolan kami.


aku mulai berpikir kalau aku pindah ke pusat akses kendaraan ku dari Bekasi ke Jakarta pusat sepertinya lebih dekat, hanya satu kali transit saja.


"Lo lagi mikir apa? tanya Yudis


"mikirin rute KRL dari Bekasi ke pusat."sahut ku


"ya elah gue pikir Lo lagi mikirin laki Lo itu."ledek Yudis


"sialan Lo bang."aku melempar Yudis dengan bantal sofa.


"belum habis masa nifas na, masa iya udah kangen sama laki Lo.."canda Yudis.

__ADS_1


"hahahahaha bener Lo bang, kalau kangen sabarlah dulu."timpal Rita yang membuat ku nambah kesal.


"sejak kapan gue bilang kangen!! seru ku


"sejak barusan Lo bilang itu kangen kan? ledek Rita


"bukan gue yang bilang kangen tapi gue tanya sama kalian."kesal ku


ngga lama Meti datang dengan membawa lima bungkus mie ayam, karena aku tidak memakan mie ayam untuk sementara waktu.


"na, Lo ngga mau beneran? tanya chimet


"ngga, kalian makan saja. gue emang lagi ngga makan itu dulu."jawab ku


sambil makan seperti biasa mereka saling meledek bahkan intan terlihat sangat kesal dengan kelakuan Yudis.


"bang, kita kan lagi makan.. bisa ngga Lo diam"bentak intan


"idiih intan keki aja, lagi kangen ya sama Fijar "ledek Yudis


"sialan Lo bang , gila aja gue kangen sama dia."hardik intan


"cie yang pms dari tadi gue di bentak-bentak terus nanti ada kolektor nagih aja baru panggil-panggil gue.."cebik yudis.


"hahahahaaha eh pada ribut Mulu Lo..nanti di usir pak RT disini!! timpal chimet


"ta,Lo mau balik kapan? tanya intan


"malam nanti di jemput laki gue."sahut Rita


"gue juga malam deh kan rumah gue dekat dari sini."ucap intan sambil mengangkat gelas dan membawanya ke dapur untuk di cuci


"mett kita ngga apa-apa kan balik malam?? tiba-tiba intan sudah ada di belakang Meti


"ya ngga apa-apa, mau di masakin apa nanti untuk makan malam.? tanya Meti


"ngga usah mett nanti gue sama anak Lo beli aja ke depan !! timpal yudis yang baru keluar dari kamar mandi


"kalau mau sholat di kamar Chika aja bang."ujar Meti


lalu Yudis masuk kekamar anaknya Meti untuk sholat ashar.


aku lihat Rita sedang rebahan di depan tv , seperti nya dia benar-benar ingin istirahat dari pekerjaan kantor.


"Lo ngga tidur na? tanya Rita


"ngga bisa tidur kalau siang, dan biasanya gue baca novel"sahut ku dan ikut rebahan di sampingnya

__ADS_1


"apa Lo masih bersikeras ngga mau ketemu sama fajar? tanya Rita yang memiringkan badan nya menghadap ku


"no comment ta, gue belum bisa ambil keputusan. saat ini masih ingin diam dulu aja,sampai dimana dia mau perjuangkan pernikahan ini."terang ku


"baguslah kalau Lo udah bisa berdamai dengan hati Lo sendiri!! tutur Rita


Meti dan yang lain nya pun bergabung dengan aku dan Rita.


"bukan mau ikut campur ya na, tapi kita hanya sekedar mendukung Lo aja sih!! ujar chimet


"iya apa pun nanti hasilnya , coba bicarakan dulu dengan hati yang dingin dan kalau memang buntu ya sudah ikuti alurnya saja."timpal meti


"makasih ya kalian selalu ada buat gue!! dan nanti akan gue pikirkan lagi."ujar ku


aku mulai memikirkan bagaimana kedepannya dan kalau memang ketika bertemu ada perubahan mungkin aku akan memberikan kesempatan tapi andai Tuhan memberikan jalan yang lain aku pun harus menerimanya.


"lama-lama pengen kopi gue deh."ujar Yudis


"hahahahaa tahu aja Lo bang yang kita pikirin."timpal Rita


anaknya Meti menawarkan diri untuk membuatkan kopi


lalu yang lain pun setuju saja.


"kopi susu ngga usah pakai es satu ya? teriak Meti


"berarti yang lain pakai es ya Bun? tanya Chika


"iya sayang, ayo Tante chimet bantuin."sahut chimet lalu berdiri dan berjalan ke dapur.


"na mau kue ngga, ini gue mau order cemilan."tawar intan


"ngga deh, itu aja masih banyak kok."sahut ku


"iya Tan, masih banyak banget itu cemilan jangan pesan lagi."timpal meti


"beli kacang aja mau ngga ? tanya intan


"ya udah deh terserah Lo aja Tan."sahut Meti


"kalau ngga habis bagi-bagi aja mett ke tetangga Lo."seru Rita


"nanti teman-temannya Chika mau datang, buat teman-temannya Chika aja, ta."ujar meti


"wah bagus dong jadi ngga mubazir makanannya ."timpal yudis


"na, Lo mau mandi duluan? sebaiknya mandi sekarang ngga bagus sama badan Lo kalau mandi kemalaman"perintah Meti

__ADS_1


aku pun berdiri dan masuk kedalam kamar mengikuti perintah Meti.


__ADS_2